0:33 untuk mengunjungi kelompok kami. Saya sungguh berharap Anda akan menikmati (ceramah) ini dan saya ingin berkata sedikit lebih banyak tentang
0:42 guru agung yang memilih untuk berbagi kebijaksanaannya dengan kami. Tak mudah memperkenalkan Dzongsar Khyentse
0:51 Rinpoche tetapi saya akan berusaha sebaik mungkin di sini. Pada awal tahun 1980-an ia melakukan perjalanan pertamanya ke luar negeri untuk mengajar di
1:00 Australia dan pada dasarnya ia tak pernah berhenti berkelana sejak itu. Ia mendirikan beberapa
1:10 organisasi internasional di sepanjang jalan untuk mendukung dan memperluas cakupan aktivitasnya.
1:18 Ia adalah kepala biara Dzongsar dan Dzongsar College dan saat ini bertanggung jawab atas
1:25 perawatan dan pendidikan sekitar
1:30 300 biarawan di enam biara dan institut di Asia. Saya ingin menyebutkan Siddhartha's Intent
1:39 dan Khyentse Foundation yang menyediakan dukungan yang diperlukan. 84000 mengawasi penerjemahan
1:48 sabda Buddha ke dalam bahasa-bahasa modern. Saya juga ingin menyebutkan Lotus Outreach
1:56 dan Lhomon Society. Rinpoche adalah penulis
2:00 beberapa buku tentang Buddhisme yang telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Misalnya,
2:09 "What Makes You Not a Buddhist", "Not for Happiness" dan juga saya harus menyebutkan "The Guru Drinks Bourbon?".
2:18 Ia juga terkenal di luar dunia Buddhis untuk film-film layar lebar yang ia tulis dan sutradarai seperti
2:27 "The Cup", "Travellers and Magicians",
2:31 "Vara: A Blessing" dan "Hema Hema".
2:36 Buddha Dharma saat ini sedang diserap ke dalam sejumlah budaya berbeda seiring ajaran
2:43 Buddha terus menyebar ke seluruh dunia. Tetapi seperti yang Rinpoche tekankan dengan susah payah, sementara
2:51 kemasan budaya yang datang bersama Buddhisme Tibet sering bersifat opsional, Buddha Dharma itu sendiri tak perlu dimodernkan.
3:00 Shakyamuni adalah seorang Buddha dan karena itu ia mahatahu (mengetahui segalanya). Jadi setiap kata yang ia ucapkan, setiap tradisi
3:10 yang ia lembagakan, setiap aspek dari warisannya sama tepat dan perlunya hari ini sebagaimana pada masa hidupnya.
3:22 Inilah pesan yang Rinpoche tekankan terus-menerus ketika ia mengajar, berfokus terutama pada tradisi Buddhis.
3:30 Ia seorang Buddhis yang punya pandangan yang sangat kuat, alih-alih latar belakang etnis yang menjadi latarnya.
3:36 Tak pernah ragu untuk menarik perhatian pada cacat dan korupsi yang telah merayap masuk ke jalan spiritual kontemporer dan
3:45 dengan tanpa takut membeberkan tantangan-tantangan yang dihadapi para guru dan murid Buddha Dharma di abad ke-21.
3:54 Setelah semua perjalanan ini, kami sangat berterima kasih bahwa Anda akhirnya mengunjungi kami di sini di Beograd.
4:01 Saya percaya kita hidup di dunia di mana nilai-nilai yang sejati langka atau mereka tak ada.
4:07 Kita entah telah melupakannya atau kita tak pernah repot untuk mengenali apa nilai-nilai itu.
4:16 Kami berharap bahwa kami malam ini akan menggunakan waktu kami bersama Rinpoche dengan bijaksana dan berusaha menempatkan beberapa hal
4:25 dalam perspektif dan semoga kami akan berhenti sejenak dan bertanya-tanya.
4:31 Apa yang penting dalam hidup dan bagaimana mungkin menjalani hidup di saat kini.
4:41 Terakhir, dan untuk menolong Anda merasa lebih nyaman, saya memutuskan untuk membawa dua kartu.
4:51 Satu yang merah, dan satu yang kuning kalau-kalau seseorang berperilaku buruk.
4:57 Karena saya kira ini gagasan yang sangat bagus.
5:00 gagasan yang sangat bagus yang Anda sampaikan pada ceramah Anda baru-baru ini di London.
5:05 Terima kasih. Terima kasih.
5:15 Terima kasih.
5:20 Nah, pertama saya ingin mengungkapkan kebahagiaan saya
5:34 dan sekadar, saya tak tahu, kehilangan kata-kata,
5:41 berada di sini di sebuah negara yang telah saya dengar banyak,
5:46 di kota yang telah saya dengar,
5:50 tetapi tak pernah sungguh-sungguh membayangkan bahwa suatu hari saya akan pergi ke sana,
5:56 tetapi entah bagaimana, tahu kan, di sinilah saya.
6:00 Dan bukan hanya saya di sini sebagai turis,
6:05 tetapi sesungguhnya berhasil melakukan percakapan dengan banyak dari Anda di sini.
6:11 Saya berterima kasih kepada Anda karena menciptakan kesempatan ini.
6:16 Saya yakin, tahu kan, ada begitu banyak hal
6:20 yang bisa saya pelajari dari banyak dari Anda.
6:22 Saya diberi tahu bahwa banyak dari Anda mungkin tak punya banyak informasi
6:32 tentang sesuatu yang disebut Buddhisme,
6:35 yang merupakan sedikit tantangan bagi saya
6:38 karena...
6:41 akan ada banyak asumsi dalam pola kebiasaan saya
6:46 bahwa, tahu kan, nuansa yang saya gunakan,
6:51 bahasa yang saya gunakan, saya tak tahu,
6:55 bahwa... sekadar kata-kata yang saya gunakan,
7:02 saya akan punya banyak asumsi
7:04 bahwa Anda entah memahaminya sebagaimana saya memahaminya,
7:11 atau Anda tak memahaminya sebagaimana saya tak memahaminya.
7:18 Misalnya, tahu kan, saya baru saja di Yerusalem,
7:21 mengajar di Universitas Ibrani,
7:25 dan ada banyak pertanyaan tentang tujuan hidup.
7:30 Seperti, apa tujuan hidup dalam Buddhisme?
7:34 Begini, ini selalu, tahu kan, membuat saya...
7:42 sedikit kehilangan keseimbangan.
7:44 Karena pertanyaan itu sendiri, apa tujuan hidup?
7:50 Kalau saya tak berhati-hati, saya sungguh bisa menyesatkan orang
7:57 ketika berusaha menjelaskan filsafat Buddhis.
8:04 Karena saat saya mengenal semakin banyak orang dari Barat,
8:14 saya mulai sungguh-sungguh memahami bahwa,
8:15 saya mulai menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan seperti tujuan hidup
8:20 adalah pertanyaan yang sangat Abrahamik.
8:25 Tahu kan, ia pertanyaan yang sangat berdasar pada seperti Yudaisme,
8:30 Kristen dan Islam.
8:33 Apakah Buddhisme punya tujuan hidup?
8:36 Nah di sini kita harus sungguh berhati-hati.
8:39 Saya tak berpikir para Buddhis percaya pada tujuan hidup
8:42 yang dirancang oleh suatu yang mahakuasa,
8:45 tahu kan, pencipta atau suatu kekuatan supernatural.
9:06 Bahkan kata "Buddhisme" sangat asing bagi kami.
9:14 Saya yakin banyak dari Anda tahu seperti Hinduisme,
9:18 yang disebut Hinduisme,
9:20 sesungguhnya...
9:22 ia istilah yang diciptakan oleh orang-orang Abrahamik,
9:27 seperti mungkin barangkali orang Inggris yang mungkin telah menggunakan ini.
9:32 Seperti dalam seluruh studi saya tentang filsafat Timur,
9:37 terutama ketika saya mempelajari Buddhisme,
9:39 kami tak pernah menemukan kata yang disebut Hinduisme.
9:45 Jadi dalam konteks ini, ketika orang bertanya...
9:51 ketika orang berasumsi bahwa Buddhisme adalah jalan spiritual,
9:56 bahkan itu Anda harus agak berhati-hati.
9:59 Banyak, tahu kan, Buddhis...
10:04 dalam Buddhisme kami tak sungguh-sungguh menegaskan atau...
10:11 tak ada teori tentang roh, tahu kan,
10:14 ketika kami berbicara tentang jalan spiritual.
10:18 Apakah ia jalan duniawi? Mungkin bukan.
10:23 Jadi dalam pengertian itu,
10:25 Jadi dalam pengertian itu,
10:25 Jadi dalam pengertian itu,
10:25 Anda bisa berkata ia adalah jalan spiritual.
10:27 Tetapi jalan spiritual sebagaimana ia dikenal dalam,
10:32 tahu kan, seperti tradisi Yahudi,
10:35 tradisi Kristen atau tradisi Islam,
10:39 saya tak sungguh bisa mengatakan apakah ia jalan spiritual.
10:43 Seperti yang saya bilang, ia tak sungguh punya konsep tentang roh atau jiwa juga.
10:51 Jadi ada banyak cendekiawan yang berkata bahwa Buddhisme
10:56 sebenarnya bukan agama.
10:59 Sekali lagi di sini kita harus berhati-hati karena seperti yang Anda bisa lihat,
11:04 di sinilah saya duduk tepat di depan Anda
11:06 dan saya sudah... saya mengenakan sesuatu seperti ini.
11:08 Jadi Anda akan... Anda akan segera berasumsi
11:12 bahwa ia orang yang religius karena ia mengenakan
11:16 pakaian yang agak berbeda.
11:19 Ia... dan lalu ya, para Buddhis punya semacam
11:22 pakaian yang tampak religius ini.
11:25 Bukan hanya kami punya pakaian yang tampak religius,
11:27 kami punya ikon religius seperti patung-patung dan kalau Anda...
11:32 kalau ada dari Anda yang pernah ke Timur seperti di Nepal atau India,
11:38 para Buddhis juga punya gerak isyarat seperti ini
11:42 dan para Buddhis punya praktik yang disebut meditasi
11:45 di mana Anda duduk tegak dan...
11:48 dan lalu juga praktik melafalkan mantra, nyanyian, doa.
11:54 Para Buddhis punya semua hal ini.
11:54 Para Buddhis punya semua itu.
11:56 Jadi ada semacam aspek religius itu atau semacam...
12:03 saya tak tahu, sebuah fenomena religius.
12:05 Tetapi pada saat yang sama, apakah ia sebuah agama?
12:10 Kalau agama didefinisikan sebagai jalan yang percaya
12:15 pada semacam pencipta mahakuasa yang mistis atau, tahu kan, Tuhan,
12:24 maka Buddhisme bukan agama.
12:25 Buddhisme tak punya jenis keyakinan itu.
12:32 Ada juga pertanyaan apakah Buddhisme adalah sebuah filsafat atau bukan.
12:44 Salah satu komentator Buddhis yang paling terkenal
12:49 disebut Nagarjuna.
12:51 Ia seorang komentator Buddhis yang agung atau seorang filsuf,
12:56 kalau Anda menyebutnya filsuf.
12:58 Ia... filsafatnya dipuji dengan sangat bangga sebagai filsafat
13:05 non-filsafat.
13:08 Jadi yang saya coba katakan adalah kalau Anda baru,
13:14 kalau Anda belum pernah mendengar tentang Buddhisme,
13:17 saya harus memberi Anda...
13:20 saya harus memberi tahu Anda bahwa Buddhisme cukup rumit.
13:23 Pada saat yang sama, ia sangat sederhana.
13:27 Kami percaya bahwa, tahu kan, Buddhisme merosot banyak
13:31 di banyak tempat berbeda, terutama...
13:35 semacam negara asalnya sendiri, India.
13:43 Sebagian besar, meskipun Buddhisme merosot banyak
13:48 karena alasan politik, konversi paksa, tahu kan,
13:53 seperti tempat seperti Afghanistan atau Indonesia, Pakistan,
13:59 ini pernah pada suatu masa negara Buddhis yang berkembang pesat,
14:03 tetapi sekarang tak lagi.
14:05 Tetapi itu sebenarnya bukan tantangan Buddhisme.
14:10 Tantangan Buddhisme yang sebenarnya, saya kira, ada dalam dua bentuk.
14:16 Satu yang sungguh, sungguh ganas,
14:21 adalah budaya, budaya tuan rumah.
14:24 Jadi ketika Buddhisme berkelana ke berbagai bagian dunia
14:27 seperti Tiongkok, Jepang, Korea, dan sekarang juga di Barat,
14:33 entah bagaimana kita sebagai manusia,
14:35 tanpa budaya kita tak tahu bagaimana bahkan melakukan apa pun.
14:41 Tahu kan, kita sangat bangga akan budaya
14:43 dan budaya sangat erat terkait dengan bahasa.
14:48 Dan bahasa sangat erat terkait dengan bagaimana Anda berpikir.
14:53 Jadi budaya, banyak kali budaya...
14:59 dan ada bukti kuat bahwa budaya pada akhirnya selalu membajak Buddhisme.
15:06 Seperti yang, tahu kan, Liana jelaskan,
15:13 budaya adalah salah satu semacam rintangan.
15:22 Pada saat yang sama, budaya juga adalah wadah.
15:28 Faktor lain mengapa Buddhisme tak sungguh, saya tak tahu, tumbuh, populer,
15:40 adalah...
15:41 semacam Buddhisme dari sudut pandang duniawi
15:46 dan dari sudut pandang emosional, Buddhisme semacam tak berguna.
15:51 Tahu kan, ia sungguh... ia...
15:54 Tahu kan, saya selalu membuat lelucon ini tentang, tahu kan,
15:59 dalam seluruh kitab suci Buddhis, tak ada bahkan, seperti,
16:07 sesuatu yang berguna seperti upacara pernikahan.
16:10 Tak ada...
16:11 Tak ada yang namanya upacara pernikahan Buddhis.
16:15 Dan alasannya adalah karena Buddhisme konon seluruhnya tentang kebenaran.
16:24 Yang disebut Buddhisme sebagaimana kita kenal sekarang sesungguhnya muncul karena ada seorang pangeran.
16:35 Dua ribu tahun... dua ribu lima ratus tahun yang lalu,
16:37 ada seorang pangeran yang, melihat usia tua, penyakit,
16:44 kematian, sungguh, apa Anda menyebutnya, melihat kesia-siaan dari apa yang disebut kehidupan duniawi,
16:59 ingin mengetahui kebenaran yang lebih tinggi, apakah ada sesuatu yang melampaui hal yang kita miliki ini?
17:06 Dan sang pangeran pada dasarnya melepaskan kehidupan kerajaannya dan ia pergi ke hutan dan di sana ia
17:17 memahami kebenaran itu.
17:20 Dan ketika kita berbicara tentang kebenaran itu, kita tak sedang berbicara tentang semacam kebenaran
17:24 yang mistis, mitis, religius.
17:27 Salah satu kebenaran yang paling mendasar yang para Buddhis bicarakan adalah bahwa segala sesuatu yang dibuat
17:35 atau tersusun adalah tak kekal.
17:39 Jadi, bagaimana kita bahkan bisa punya pernikahan Buddhis?
17:44 Tahu kan, katakanlah, tahu kan, sepasang kekasih bertemu
17:47 dan sepasang kekasih sekarang di depan Anda dan lalu Anda, saya tak tahu, upacara pernikahan.
17:57 Dan lalu di akhir, kalau Anda sungguh harus hidup setia pada filsafat Buddhis,
18:03 Anda harus memberi tahu pasangan itu, oke, Anda menikah tetapi, tahu kan, segala sesuatu tak kekal,
18:07 Anda mungkin bercerai malam ini.
18:11 Tak ada yang akan menyukai ini.
18:13 Anda harus selalu berkata, tahu kan, semoga Anda bersama
18:17 selamanya sampai kematian memisahkan Anda.
18:22 Tetapi para Buddhis tak sungguh semacam percaya pada hal-hal ini.
18:27 Tetapi setelah mengatakan ini, saya sendiri telah menikahkan banyak orang.
18:33 Kami memang masih, kami memang masih, tahu kan, menabur bunga.
18:40 Tahu kan, mereka, Anda tahu maksud saya, mereka sangat rumit.
18:44 Ia seperti...
18:46 Ia sangat sederhana tetapi pada saat yang sama ia sangat rumit dan ia luas dan ia...
18:56 Ia... saya tak tahu.
18:59 Saya kira untuk memberi Anda gambaran tentang Buddhisme, kalau Anda bertanya kepada saya,
19:07 apa itu... apa yang bisa para Buddhis tawarkan kepada saya, saya akan berkata bahwa Buddhisme punya, mungkin punya
19:17 cara-cara yang paling berpengalaman, paling mapan untuk menikmati, hidup dengan kehidupan yang penuh paradoks.
19:32 Dan ini mungkin adalah hadiah dari Buddhisme.
19:36 Jadi ketika saya berkata ini, tahu kan, ia sesungguhnya, meskipun ia terdengar sangat rumit,
19:43 ia sebenarnya tak rumit.
19:46 Para Buddhis berpikir bahwa segala sesuatu adalah paradoksikal.
19:48 Para Buddhis berpikir bahwa ia sedikit seperti, tahu kan, Anda memandang pelangi yang indah.
19:57 Kalau Anda melihat pelangi yang indah, ia ada di sana tetapi ia juga tak ada di sana.
20:08 Tahu kan, ia ada di sana tetapi ia, tahu kan, warnanya, tahu kan, bentuk pelangi itu, ia ada di sana.
20:16 Anda bisa mengambil foto, Anda bisa berswafoto, Anda bisa berbicara tentangnya, Anda bisa menikmati.
20:20 Tetapi Anda sebaiknya jangan...
20:22 Anda sebaiknya jangan pergi terlalu dekat dan Anda sebaiknya jangan pergi dengan...
20:25 tentu saja dengan gergaji mesin dan memotong pelangi karena tak ada yang namanya pelangi yang sungguh-sungguh ada.
20:33 Beginilah para Buddhis percaya kehidupan itu, apa yang kita sebut kehidupan kita.
20:41 Ada banyak pasang surut, ada banyak, tahu kan, seperti, harapan dan ketakutan,
20:50 banyak...
20:52 penghakiman, banyak...
20:55 saya tak tahu, sekadar rincian dalam hidup kita.
21:00 Tetapi tak peduli jenis kehidupan apa yang sedang kita jalani, ia ada di sana tetapi pada saat yang sama ia tak sungguh ada di sana.
21:09 Nah, kalau Anda bisa memahami ini, bukan hanya secara intelektual tetapi secara praktis,
21:16 maka Anda adalah apa yang kami sebut orang yang tersadarkan.
21:23 Dan kata "tersadarkan" diterjemahkan...
21:26 Maksud saya, ia terjemahan dari kata Buddha, berarti tersadarkan.
21:31 Nah, ini mungkin... Anda mungkin berpikir ini...
21:33 oh, ini semacam sangat filosofis dan ia sangat rumit.
21:38 Anda mungkin berpikir begitu tetapi sesungguhnya ia tidak.
21:42 Misalnya, seperti ruangan ini, saya tak melihat ada dari Anda yang berjalan-jalan dengan pistol air.
21:48 Anda menyebutnya... tahu kan, ketika Anda anak-anak Anda punya pistol air atau boneka Barbie.
21:53 Saya tak melihat Anda berjalan-jalan dengan boneka Barbie.
21:57 Tetapi ketika Anda berusia enam tahun, ketika Anda berusia tujuh tahun, boneka Barbie adalah segalanya.
22:06 Pistol air adalah segalanya.
22:09 Atau ketika Anda bermain dengan orang tua Anda di pasir, tahu kan, pantai, Anda membangun sebuah istana
22:16 dan lalu Anda menaruh segalanya.
22:18 Kalau sesuatu tak beres Anda akan menangis dan seterusnya dan seterusnya.
22:24 Tetapi sekarang Anda telah memahami bahwa boneka Barbie sebenarnya tak...
22:33 tahu kan, seperti bagaimana ia tampak pada waktu itu.
22:36 Tetapi Anda sekarang punya boneka Barbie yang baru.
22:39 Anda punya rumah, Anda punya, saya tak tahu, pekerjaan, Anda punya apa yang disebut hubungan.
22:45 Hanya saja boneka Barbie dan pistol air telah digantikan oleh sesuatu yang lain.
22:52 Dan sekarang juga Anda sedang bermain...
22:54 Anda sedang bermain dengan mainan ini dan Anda begitu tersedot ke dalam... mainan-mainan ini.
23:01 Dan kalau seseorang berkata, oke, tahu kan, seperti ketika Anda muda dan membangun istana pasir,
23:09 menjelang sore ketika orang tua Anda berkata, oke, waktunya pulang, tahu kan, Anda merasa sangat kecewa.
23:15 Jadi demikian pula kalau seseorang datang dan berkata, tahu kan, hidup Anda, apa pun yang Anda perjuangkan,
23:23 semacam, ada di sana, tetapi tak ada di sana.
23:26 Ayo kita sekadar, tahu kan, mengakhirinya untuk hari ini.
23:32 Anda... itu sulit.
23:35 Itu sulit karena kita sangat percaya pada pengejaran kebahagiaan.
23:41 Kita sangat percaya pada definisi kita tentang keberhasilan.
23:45 Kita sangat takut... kita sangat takut...
23:50 takut pada definisi tentang... tahu kan, kita...
23:53 tentang takdir.
23:53 tentang takdir.
23:53 bagaimana kita... apa pun yang telah kita definisikan, semacam kegagalan,
24:00 kehidupan, kematian, semuanya.
24:06 Dan ini, yang saya katakan adalah dengan satu cara Anda punya, Anda,
24:16 Anda selalu, Anda selalu memang tahu sesuatu itu bermakna
24:24 dan tak bermakna pada saat yang sama.
24:27 Tetapi hanya saja... masalah dengan kita adalah kita selalu menggantikannya
24:34 dengan mainan lain dan lalu kita... ketika kita... mainan yang terbaru,
24:38 kita menjadi begitu terobsesi dengannya dan kita mengira ini nyata.
24:44 Dan obsesi ini membuat Anda... obsesi ini, keterhanyutan ini,
24:56 keadaan pikiran ini membuat Anda sibuk (terkuasai).
25:01 Dan ini...
25:02 dan ini disebut... ini disebut dalam istilah Buddhis,
25:07 kami menyebutnya samsara.
25:09 Samsara adalah kata yang sangat penting dalam Buddhisme.
25:13 Ia ada hubungannya... samsara berarti berputar dan berputar.
25:18 Jadi ia seperti kalau Anda punya seekor kucing dan kalau Anda mengikatkan sepotong kecil daging,
25:26 ke ekornya, ia berputar dan berputar berusaha menangkap ini.
25:31 Dan Anda adalah yang menarik dan Anda juga yang mengejar.
25:36 Jadi samsara berarti berputar dan berputar.
25:40 Dan lalu kalau Anda tahu ini hanya sebuah permainan, ini hanya sebuah ilusi.
25:53 Tetapi ketika saya berkata kata seperti — sekali lagi di sini, saya harus berhati-hati,
25:57 ketika saya menggunakan kata ilusi, saya tak merendahkannya, saya tak meremehkannya.
26:04 Ilusi sangat penting dan ilusi sangat kuat.
26:09 Terutama kalau Anda tak tahu bahwa ia sebuah ilusi,
26:17 Anda bisa terperangkap oleh ilusi ini.
26:21 Contoh lain yang bisa saya berikan kepada Anda, yang merupakan contoh Buddhis klasik,
26:26 seperti katakanlah Anda sedang bermimpi dan Anda bermimpi Anda sedang jatuh
26:31 dari tebing, dari sebuah bangunan besar. Kalau Anda... kalau Anda tak tahu bahwa Anda sedang bermimpi,
26:36 kalau Anda tak tahu bahwa Anda sedang bermimpi, kalau Anda tak tahu bahwa Anda sedang bermimpi,
26:37 apa yang Anda lakukan? Anda panik. Anda mengira itu dia, aku habis, aku mati sekarang.
26:45 Begitu aku jatuh ke tanah, aku habis.
26:49 Tetapi apa yang terjadi? Di suatu tempat di tengah, kalau Anda tahu, tidak, ini hanya sebuah mimpi.
26:57 Maka sesungguhnya Anda akan bermain dengan pengalaman ini. Karena ini hanya sebuah mimpi,
27:06 bagaimana kalau aku sekadar — biar kugerakkan tanganku dan berusaha terbang?
27:12 Karena aku toh tak akan mati, karena ini hanya sebuah mimpi.
27:17 Jadi hidup dengan... hidup, mengetahui, tahu kan, belajar bagaimana bermain
27:26 dengan dunia paradoks ini sangat berkaitan dengan Buddhisme.
27:31 Kalau saya... kalau saya berusaha mengungkapkannya secara ringkas, terutama,
27:36 untuk mereka yang baru mengenal apa yang disebut Buddhisme ini.
27:46 Nah, seperti yang saya bilang, Buddhisme secara tradisional, secara historis, Buddhisme...
27:56 Buddhisme semacam berasal di India. India, seperti yang Anda tahu,
28:06 India, seperti yang Anda tahu, punya tradisi keagamaan yang sangat kuat.
28:06 Ia seperti ibu dari banyak, banyak, banyak yang disebut spiritual...
28:10 Sekali lagi, saya menggunakan kata jalan spiritual.
28:17 Sebelum Buddhisme, sudah ada banyak yang sebut... oke, spiritual.
28:22 Jadi saya sungguh enggan menggunakan kata spiritual, karena sebelum Buddhisme,
28:28 ada banyak... tahu kan, ia sedikit seperti ini.
28:32 Misalnya, kini kita punya, maksud saya, orang biasa,
28:38 mereka punya tradisi keagamaan yang sangat kuat.
28:40 Lalu kita juga punya orang yang memandang ke dalam dan mereka ingin tahu lebih banyak tentang matahari dan bulan.
28:49 Mereka ingin tahu lebih banyak tentang evolusi bumi.
28:52 Mereka ingin tahu lebih banyak tentang penyebab penyakit tertentu.
28:56 Mereka ingin tahu lebih banyak tentang, tahu kan, seperti, apa yang akan terjadi setelah 500 tahun atau 50 tahun kemudian.
29:03 Jadi Anda bisa berkata bahwa...
29:08 apa yang kita sebut agama India... agama India.
29:13 Mereka... di India, mereka persis seperti itu.
29:17 Mereka seperti ilmuwan. Mereka pencari kebenaran.
29:21 Mereka ingin... mereka ingin tahu apa yang sesungguhnya ada di balik semua ini, tahu kan, persepsi.
29:33 Lalu datanglah, saya akan berkata, sekitar 2500 tahun (yang lalu),
29:38 datang dua revolusioner agung.
29:42 Satu adalah Buddha, yang lainnya semacam sepupu jauhnya, Mahavira.
29:49 Dan kedua orang ini, saya akan berkata, mereka... secara filosofis,
29:58 mereka semacam... mereka melangkah maju.
30:08 Mereka merevolusikan.
30:10 Mereka... mereka semacam... mereka melangkah maju.
30:10 Mereka merevolusikan.
30:10 Mereka merevolusikan.
30:12 Banyak konsep yang ada sebelum... apa Anda menyebutnya?
30:21 Realisasi mereka.
30:26 Misalnya, sebelum, saya kira, sebelum Mahavira dan sebelum Buddha,
30:35 ada banyak... oke, mari kita sebut mereka agama.
30:39 Hindu... oke.
30:40 Agama Hindu yang percaya pada Tuhan pencipta.
30:46 Tetapi ketika Buddha datang, ia salah satu orang pertama yang berkata,
30:54 nah, Tuhan itu, tak ada Tuhan sebelum yang mengetahui Tuhan.
31:04 Orang yang mengetahui Tuhan harus datang secara bersamaan.
31:12 Ia sedikit seperti, tahu kan, subjek dan objek.
31:15 Seperti ketika saya melihat bunga, bunga dan yang mengetahui bunga harus datang bersama-sama.
31:24 Jadi Buddha menolak gagasan bahwa pertama Tuhan datang dan lalu ia mencipta.
31:34 Buddha... sesungguhnya, lebih ketat berbicara, Buddha berpikir itu adalah kita,
31:42 pikiran kita, yang menciptakan Tuhan dan lalu percaya bahwa ia menciptakan kita.
31:51 Jadi lalu ia mengajarkan banyak, banyak ajaran berbeda dan banyak dari ajaran-ajaran ini
31:58 dilabeli sebagai mazhab ini, mazhab itu.
32:03 Misalnya, mazhab yang saya praktikkan atau ikuti adalah apa yang kami sebut
32:11 mazhab Madhyamika, yang pada dasarnya bisa Anda katakan adalah mazhab yang berkata tak ada yang ada.
32:21 Ia semacam, tahu kan, seperti... kadang-kadang ia sedikit merendahkan,
32:28 niḥsvabhāva mereka menyebutnya, yang berarti si-pengucap-kehampaan.
32:33 Dan lalu ada mazhab-mazhab lain yang juga saya praktikkan dan saya ikuti,
32:37 adalah mazhab hanya-pikiran (Cittamatra).
32:40 Mazhab Buddhisme itu percaya hanya pada pikiran.
32:43 Hanya pikiran, pikiran kita.
32:46 Pikiran kita menciptakan segalanya dan pikiran kita adalah raja, sang pencipta.
32:53 Satu-satunya hal yang penting adalah pikiran kita.
32:56 Jadi banyak ajaran diajarkan.
32:59 Kalau Anda bisa menjinakkan pikiran Anda, kalau Anda bisa memahami apa itu pikiran ini,
33:03 kalau Anda bisa, apa Anda menyebutnya, mengendalikan pikiran Anda, segalanya terkendali.
33:11 Contoh yang diberikan seperti, tahu kan, seperti, Anda tak bisa membuat seluruh bumi lembut
33:17 dan, tahu kan, halus, tetapi kalau Anda memakai sepatu dan lalu berjalan-jalan,
33:22 itu setara dengan membuat seluruh bumi lembut dan halus.
33:26 Persis seperti itu, Anda tak bisa menyerbu dan menaklukkan musuh Anda,
33:31 Anda tak bisa memperoleh segalanya, Anda tak bisa, tahu kan, seperti, mengendalikan semua ini, segalanya secara eksternal.
33:39 Tetapi kalau Anda bisa mengendalikan pikiran Anda, Anda bisa mengendalikan segalanya.
33:40 Anda bisa mengendalikan segalanya.
33:41 Kalau Anda bisa mengendalikan pikiran Anda, maka Anda punya kendali atas segalanya.
33:48 Ada juga mazhab-mazhab dan mazhab-mazhab ini mungkin sekarang, tahu kan, seperti yang saya bilang,
33:55 Buddhisme merosot banyak di banyak bagian berbeda dunia.
33:58 Mazhab-mazhab ini mungkin tak lagi ada di...
34:07 Maksud saya, ada studi-studi, tetapi para praktisi, mereka yang sungguh-sungguh mengikuti jalan itu,
34:14 mungkin tak ada lagi.
34:16 Tetapi ada... mazhab ini mungkin menarik bagi mereka yang semacam tertarik pada filsafat Buddhis.
34:24 Kami menyebut mereka partikel-tanpa-bagian.
34:27 Dan saya percaya bahwa Einstein, sang fisikawan, saya kira ia sangat terkesan dengan ini,
34:37 karena ia... karena mazhab Buddhisme ini percaya bahwa segala sesuatu diciptakan oleh kebenaran,
34:44 dan bahwa ada dua hal.
34:46 Satu adalah pikiran Anda, yang lain adalah atom yang terkecil, terkecil atau apa pun.
34:51 Nah, saya tak tahu, mungkin lebih kecil dari atom.
34:54 Partikel yang sangat, sangat halus.
34:56 Itulah satu-satunya dua hal yang menciptakan dunia.
35:00 Jadi sangat, sangat, sangat...
35:02 Saya kira akhir-akhir ini ada banyak percakapan, dialog antara yang disebut ilmuwan dan para Buddhis.
35:12 Saya kira banyak dari dialog-dialog ini...
35:14 juga berdasar pada filsafat yang ditemukan dalam... apa itu?
35:21 Ini... apa yang kami sebut mazhab Vaibhashika dari Buddhisme,
35:24 yang semacam partikel-tanpa-bagian itu.
35:28 Sangat, sangat ilmiah.
35:30 Bagaimanapun, ini hanya sekilas pandang tentang silsilah-silsilah mazhab Buddhis.
35:37 Oke, jadi sekarang Anda...
35:44 Jadi kalau saya ungkapkan...
35:45 secara ringkas, pandangan Buddhis, tahu kan, ketika kita berbicara tentang Buddhisme,
35:54 kita sedang berbicara tentang sebuah jalan, betul kan?
35:58 Ketika kita berbicara tentang sebuah jalan, Anda punya... mau tak mau,
36:04 Anda harus selalu berbicara tentang akhir dari jalan itu,
36:07 karena jalan itu harus punya akhir, kalau tidak ia tak berguna.
36:11 Akhir dari jalan dan semacam landasan, pandangan dari jalan itu.
36:18 Apa yang para Buddhis percayai?
36:20 Apa yang para Buddhis sungguh-sungguh percayai?
36:25 Jadi ada tiga hal, tiga atau empat hal yang para Buddhis percayai.
36:31 Satu, saya sudah memberi tahu Anda bahwa semua hal yang tersusun adalah tak kekal.
36:38 Tak ada yang kekal. Itu salah satu keyakinannya.
36:42 Dan yang kedua adalah semua pikiran dualistik.
36:47 Segala sesuatu yang...
36:48 yang keluar dari pikiran dualistik.
36:54 Dualistik berarti ini buruk, ini baik, ini tinggi, ini pendek,
36:58 ini hitam, ini putih.
37:00 Pada dasarnya, pembedaan dualistik, jenis persepsi apa pun yang dipersepsi
37:06 oleh pikiran dualistik akan selalu menuntun Anda ke rasa sakit.
37:11 Kerangka acuan adalah rasa sakit, pada dasarnya.
37:14 Ia sedikit lebih sulit untuk dipahami, terutama pada...
37:20 tingkat emosional. Secara intelektual, mungkin lebih mudah.
37:24 Dan lalu yang ketiga adalah...
37:28 Ini yang sangat penting dalam Buddhisme.
37:32 Bagaimana ia tampak. Bagaimana ia tampak bukanlah bagaimana ia sesungguhnya.
37:38 Pada dasarnya, tak ada yang sungguh-sungguh ada di luar sana.
37:45 Dan ini mungkin salah satu contoh yang para Buddhis selalu berikan.
37:48 Misalnya,
37:50 saya tak tahu, ada... Apakah itu air?
37:53 Ya.
37:54 Jadi, misalnya,
37:56 Boleh saya...?
37:58 Seperti di sini, ketika ini ada di dalam wadah ini, ia air.
38:07 Dan ia air yang bisa diminum.
38:10 Ketika hal yang sama ini ada di dalam toilet,
38:15 tak sungguh air yang bisa diminum. Anda mengerti?
38:18 Jadi sudah ada... Karena akibat keadaan
38:21 dan situasinya, bagaimana kita mempersepsi air juga berubah.
38:26 Dan juga bagi seorang ilmuwan, sungguh, sungguh ilmuwan yang teliti,
38:31 mereka bukan hanya melihatnya sebagai air, tetapi mereka melihatnya sebagai H2O.
38:36 Tetapi bagi orang biasa, Anda tak bisa pergi ke restoran dan meminta,
38:39 boleh saya minta segelas H2O?
38:41 Mereka akan sedikit... Tahu kan, mereka akan merasa sedikit aneh.
38:46 Bahkan lebih lagi... Nah, Anda dan saya melihat ini sebagai air,
38:48 Bahkan lebih lagi... Nah, Anda dan saya melihat ini sebagai air,
38:49 Bahkan lebih lagi... Nah, Anda dan saya melihat ini sebagai air,
38:50 tetapi kalau ada ikan di dalamnya, kita tak tahu apa yang mereka lihat.
38:53 tetapi kalau ada ikan di dalamnya, kita tak tahu apa yang mereka lihat.
38:56 Apa yang ikan pikirkan? Mungkin ia bukan air.
39:00 Pasti ia tak mungkin air karena mereka bukan manusia.
39:03 Nah, apakah kita akan memungut suara siapa yang nyata, apa yang kita lihat dan apa yang mereka lihat?
39:09 Kita pasti akan kalah karena ada lebih banyak ikan
39:12 di alam semesta daripada kita manusia.
39:15 Jadi, apa yang kita lihat...
39:18 Jadi, apa yang kita lihat...
39:19 Jadi, apa yang kita lihat...
39:23 tak sungguh-sungguh ada di sana.
39:27 Dan ini terjadi...
39:29 Ini tak seperti semacam tingkat filosofis.
39:33 Bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita, kalau kita melihat seorang pria dan kita menyukainya,
39:39 kita melihatnya sebagai pria yang sangat baik, pria yang tampan.
39:43 Tetapi pria yang sama bisa dipandang oleh orang lain yang membencinya
39:49 dan kita berkata, oh, ia seperti...
39:51 Setiap gerakannya seperti menyebalkan, jelek, tak menyenangkan.
39:56 Jadi fenomena pada dasarnya, sungguh-sungguh tak ada.
40:07 Ini, pada dasarnya, ketiga hal ini adalah pandangan Buddhis secara keseluruhan yang mendasar.
40:16 Jadi, itu hanya... Saya ingin...
40:18 Karena ia, seperti yang saya bilang, ia sangat rumit.
40:22 Jadi, saya sekadar semacam pertama menguraikan sebagian dari ini
40:26 dan lalu saya akan membiarkan Anda mengajukan pertanyaan.
40:28 Mungkin ini cara terbaik sehingga kita bisa melakukan percakapan.
40:33 Jadi, itu pandangan Buddhis.
40:35 Nah, tujuan Buddhis...
40:37 Ingat, sebuah jalan harus punya tujuan.
40:40 Apa hasil akhirnya? Apa yang Anda inginkan?
40:43 Apa yang para Buddhis dapatkan?
40:46 Nah, ini menarik.
40:49 Sesungguhnya, para Buddhis tak mempraktikkan Buddhisme.
40:53 Mereka mempraktikkan Buddhisme untuk mendapatkan sesuatu.
41:00 Para Buddhis mempraktikkan Buddhisme untuk menghilangkan hal-hal.
41:06 Bukan untuk mendapatkan sesuatu, melainkan untuk menghilangkan.
41:10 Karena para Buddhis percaya bahwa kita, sebagai Anda dan saya, kita sempurna.
41:16 Tak ada yang harus didapatkan.
41:19 Sesungguhnya, para Buddhis selalu berkata, Anda dan saya adalah Buddha,
41:24 terutama Buddhisme Mahayana.
41:26 Anda dan saya di sini,
41:28 kita semua adalah Buddha.
41:30 Orang itu yang datang ke... datang di India 2500 tahun yang lalu,
41:34 ia sesungguhnya adalah Buddha yang simbolik.
41:38 Dengan... dengan cara tertentu, ia kurang penting.
41:42 Ia... karena ia adalah... ia hanya simbolik.
41:47 Buddha yang sesungguhnya sedang duduk di sini dan di sini, di sini dan di sana.
41:53 Inilah Buddha yang sesungguhnya, sebagaimana adanya, sempurna.
41:57 Tetapi lalu apa yang salah?
41:59 Kita rusak.
42:01 Kita terbungkus kepompong oleh kekotoran batin, emosi seperti kemarahan.
42:07 Saya tak tahu, harapan, ketakutan, depresi, membenci diri sendiri.
42:13 Saya tak tahu, seperti berpikir Anda buruk,
42:18 berpikir ada sesuatu yang kurang, kurangnya percaya diri, keserakahan.
42:26 Hal-hal ini telah menutupi saya.
42:28 Hal-hal ini telah menutupi saya.
42:29 Jadi yang perlu Anda lakukan hanyalah menghilangkan ini.
42:33 Para Buddhis... contoh Buddhis klasiknya
42:36 adalah langit dan awan.
42:39 Tak peduli berapa banyak awan yang ada di langit,
42:44 langit yang sesungguhnya, ruang, tak berubah sama sekali.
42:47 Ia sempurna sebagaimana adanya.
42:49 Anda hanya harus menghilangkan...
42:51 kalau Anda ingin melihat langit biru yang jernih itu,
42:54 awan itu harus pergi.
42:57 Jadi itulah...
42:59 itulah hasil akhir dari Buddhisme, kalau Anda ingin tahu apa itu Buddhisme...
43:05 akhir Buddhis.
43:07 Nah, bagaimana Anda sampai ke sana? Disiplin apa yang seharusnya saya miliki?
43:14 Jenis disiplin apa yang seharusnya saya miliki?
43:17 Nah, yang utama... pilar dari disiplin Buddhis adalah kesadaran (awareness).
43:24 Kesadaran.
43:26 Nah, saat saya menyebut kata kesadaran,
43:28 segera sebagian dari Anda mungkin berpikir,
43:30 oh, ia sekarang berbicara tentang meditasi.
43:33 Tak selalu.
43:36 Bahkan kata meditasi, seperti yang saya bilang di awal,
43:40 ada banyak, saya kira, salah asumsi, salah tafsir,
43:46 karena saat kata meditasi disebut,
43:49 segera orang berpikir dalam istilah duduk tegak,
43:54 bernapas normal, tahu kan,
43:55 seperti yoga, seperti itu.
43:56 Yoga, meditasi, dan seterusnya dan seterusnya.
44:00 Sesungguhnya, untuk sungguh-sungguh ketat, saya bahkan tak sedang berbicara tentang
44:05 jenis ritual seperti itu.
44:07 Ritual-ritual itu membantu, tentu saja.
44:10 Peluang Anda untuk sadar dengan duduk tegak lebih tinggi
44:15 daripada peluang Anda, tahu kan, berbaring di tempat tidur gantung dengan...
44:19 apa tadi itu?
44:20 Rakija.
44:21 Rakija. Rakija.
44:23 Tahu kan, minum rakija dan lalu tempat tidur gantung.
44:25 Anda punya peluang lebih tinggi duduk tegak,
44:30 mungkin di atas gunung atau memandang samudra atau,
44:35 saya tak tahu, di ruang tamu, hening, tanpa musik,
44:38 tanpa suara lalu lintas.
44:40 Anda punya peluang lebih tinggi.
44:42 Tetapi itu tak berarti bahwa itulah...
44:46 Kalau Anda duduk tegak dengan sempurna, itu tak membuat Anda menjadi
44:52 Buddhis yang lebih baik.
44:53 Bukan begitu cara kami menilai.
44:55 Bukan begitu cara kami menilai.
44:58 Anda bisa jadi orang yang paling ahli duduk tegak,
45:03 tetapi Anda tak punya kesadaran penuh,
45:07 maka, tahu kan, Anda tak punya jalannya.
45:11 Jadi praktik Buddhis sangat berkaitan dengan kesadaran.
45:15 Dan kesadaran akan apa?
45:18 Apa yang sedang kita...
45:19 Apa yang sedang kita coba sadari?
45:21 Kebenaran yang saya bicarakan tadi.
45:24 Jadi mari kita kunjungi kebenaran itu lagi.
45:26 Semua hal yang tersusun adalah tak kekal, ingat?
45:29 Jadi apa yang seharusnya kita sadari?
45:31 Katakanlah saya sedang bertemu pria dari Australia ini, Zell.
45:36 Dan lalu saya seharusnya berpikir,
45:38 oke, ini mungkin terakhir kalinya saya bertemu dengannya.
45:43 Karena itu benar.
45:44 Tahu kan, kita tak pernah tahu.
45:46 Ia mungkin mati, saya mungkin mati, ini mungkin (yang terakhir).
45:52 Jadi kalau saya punya (kesadaran) itu...
45:54 Nah di sinilah orang berpikir
45:55 bahwa para Buddhis sangat suram, Anda mengerti?
45:58 Selalu kabar buruk.
46:00 Mengapa mereka berbicara tentang kematian?
46:02 Tetapi para Buddhis punya sikap yang berbeda.
46:04 Para Buddhis berpikir kalau Anda punya itu,
46:06 maka Anda punya pikiran yang sungguh peduli dan penuh kasih.
46:10 Karena bagaimana Anda akan memandang...
46:12 Tahu kan, seperti kalau Anda punya bayi,
46:15 dan kalau bayi Anda punya penyakit yang fatal,
46:19 maka sang ibu akan memandang bayi ini dengan cara yang sangat berbeda...
46:23 Karena tahu kan,
46:24 ia tak akan bertahan lama.
46:27 Jadi ada jauh lebih banyak penghargaan.
46:29 Dan bukan hanya teman kita di sini, seperti, tahu kan,
46:32 saya bisa saja meminum air ini dan berkata,
46:34 inilah dia, ini air terakhir saya.
46:38 Dan wow!
46:41 Tahu kan, biasanya berapa kali kita melewatkan rasa air,
46:46 teksturnya, sekadar, tahu kan, ia begitu menakjubkan.
46:50 Ia begitu indah dan ia begitu mendalam.
46:54 Tahu kan, itu...
46:55 Rasa air, berat air,
46:57 warna air.
47:01 Tetapi biasanya kita tak sadar
47:04 karena kita selalu memikirkan sesuatu yang lain.
47:06 Seperti saya sedang memikirkan, seperti, penerbangan lusa
47:10 yang harus saya tuju, tahu kan, hal-hal seperti ini.
47:13 Kita selalu sibuk (terkuasai).
47:15 Jadi kita sedang berbicara tentang kesadaran yang sederhana,
47:18 sekadar kesadaran.
47:21 Dan kalau saya masuk sedikit lebih dalam, kalau-kalau Anda ingin tahu.
47:24 Misalnya, kalau Anda punya kemarahan,
47:26 kalau Anda orang yang pemarah dan lalu biasanya apa yang terjadi?
47:33 Orang yang pemarah, ketika ia marah,
47:36 tentu saja mereka mengamuk, mereka lepas kendali.
47:40 Tetapi lalu kemudian mereka menghakimi dan mereka mengecam,
47:42 oh, betapa mengerikan ini, seperti, tahu kan.
47:45 Jadi lalu ia tak sungguh menolong.
47:47 Ia berakhir menjadi lebih menghakimi.
47:50 Tetapi yang menghakimi membuatnya lebih rumit.
47:54 Tetapi alih-alih itu para Buddhis berkata,
47:56 ketika Anda punya kemarahan, tak selalu Anda harus duduk tegak,
48:01 tentu saja, ia akan terlihat sungguh aneh kalau Anda sedang punya,
48:05 tahu kan, perdebatan sengit dengan pasangan Anda
48:08 dan lalu tiba-tiba Anda duduk tegak.
48:10 Ia mungkin membuat pasangan Anda bahkan lebih marah.
48:12 Tetapi hanya untuk sesaat, hanya untuk sesaat,
48:17 kalau Anda mengamati kemarahan Anda, kalau Anda sekadar sadar akan kemarahan ini
48:28 dan kalau Anda terus melakukannya,
48:30 perlahan Anda akan menyadari semua permainan yang Anda mainkan dengan kemarahan itu
48:36 persis seperti istana pasir yang dulu Anda bangun.
48:40 Ia begitu semacam lucu dan ia seperti, mengapa aku marah dengan ini?
48:47 Tentu saja.
48:49 Jadi praktik Buddhis atau disiplin Buddhis
48:53 semuanya bermuara pada sesuatu yang disebut kesadaran.
48:59 Sebaliknya,
49:00 sesungguhnya ia sangat, sangat berkaitan.
49:03 Anda tahu kata Buddha, yang tersadarkan?
49:07 Praktik Buddhis, kesadaran.
49:10 Dan Anda sadar akan apa?
49:12 Kebenaran.
49:14 Dan ketika kita berbicara tentang kebenaran,
49:16 seperti yang saya sebutkan tadi,
49:19 kita tak sedang berbicara tentang apa pun yang mistis atau ajaib.
49:24 Atau nah, mungkin ia ajaib tetapi pastinya ia bukan religius.
49:29 Maksud saya,
49:30 semua hal yang tersusun adalah tak kekal.
49:31 Tak ada yang religius tentangnya.
49:36 Anda mengerti?
49:39 Nah, yang terakhir, sekadar perilaku Buddhis.
49:45 Bagaimana seharusnya perilaku Buddhis itu?
49:50 Nah ini akan menarik untuk...
49:52 Nah ini hal lain yang juga saya,
49:56 saya temui saat saya berbicara dengan banyak dari...
50:01 teman-teman Kaukasia saya, mereka yang dipengaruhi oleh...
50:05 tahu kan, di Barat.
50:09 Dalam Buddhisme, moralitas dan etika adalah sekunder.
50:15 Kebijaksanaan adalah yang utama.
50:18 Kebijaksanaan adalah yang terpenting.
50:20 Moralitas dan etika, tanpa kebijaksanaan,
50:25 para Buddhis memandangnya dengan sangat hati-hati karena moralitas dan etika,
50:32 tanpa kebijaksanaan,
50:33 bisa membuat Anda sangat sombong.
50:35 Dan lalu merasa benar sendiri, menghakimi.
50:40 Dan lalu, lihat, inilah satu-satunya cara.
50:43 Tahu kan, Anda harus...
50:45 Anda tak boleh minum, Anda tak boleh...
50:47 Tahu kan, ada semua itu.
50:49 Dan lalu, tahu kan, Anda memandang seseorang yang merokok atau minum
50:53 atau apa pun, lalu Anda memandang rendah.
50:56 Nah ini, kalau Anda pergi ke Timur, kalau-kalau ada yang...
51:04 Sebagian dari Anda pergi ke Timur, seperti katakanlah biara Buddhis,
51:09 Anda bisa mengamati ini cukup jelas.
51:13 Anda akan menemui biarawan yang telah mencukur kepala mereka,
51:18 yang sungguh, tahu kan, seperti tenang dan bersahaja,
51:23 tahu kan, kehidupan yang sangat sederhana.
51:26 Kalau Anda pergi ke Burma, Sri Lanka, mereka mengemis makanan.
51:30 Mereka hanya makan apa yang diberikan kepada mereka pada hari itu,
51:34 dan mereka tak punya ruang penyimpanan, tahu kan.
51:37 Jadi besok, mereka kembali lagi dan keluar dan mengemis,
51:41 dan Anda akan melihat itu.
51:43 Tetapi apakah itu Buddhis yang mendasar,
51:47 semacam perilaku Buddhis yang ideal? Tidak.
51:51 Anda akan melihat para Buddhis yang berbisnis, pengacara Buddhis,
51:57 semua ini sepenuhnya diterima.
51:58 Dan bukan hanya itu, dalam situasi kebiaraan,
52:01 seperti saya sendiri punya...
52:04 Saya punya beberapa biara, sebagian besar dari mereka adalah apa yang kami sebut bhikshu,
52:08 maksudnya mereka biarawan, seperti selibat dan semua itu.
52:13 Tetapi saya juga punya beberapa biara,
52:16 khususnya di Timur, Bhutan.
52:20 Mereka semua perumah tangga, jadi mereka punya, tahu kan...
52:23 Mereka punya anak, mereka memelihara rambut, mereka tak mencukur rambut.
52:31 Mereka memakai anting-anting, tahu kan.
52:33 Ya.
52:34 Jadi semua ini sedikit membingungkan, Anda mengerti?
52:41 Kadang-kadang ia semacam membuat frustrasi, tahu kan, seperti kadang-kadang
52:46 seseorang hampir ingin membuat Buddhisme begitu sederhana,
52:50 dengan berkata, oke, sebagai seorang Buddhis, Anda tak boleh makan ayam.
52:54 Sebagai seorang Buddhis, Anda harus memakai kaus kaki.
52:57 Sebagai seorang Buddhis, Anda harus melakukan ini dan itu.
52:59 Sesuatu yang sedikit, tahu kan, seperti satu atau dua atau tiga.
53:02 Akan ada banyak sekali Buddhis.
53:05 Kalau kita punya sesuatu yang sederhana, karena ia sangat aneh,
53:10 karena sebanyak apa pun kita manusia berkata bahwa kita ingin kebebasan,
53:17 tetapi kita juga menyukai perintah, seperti inilah satu-satunya cara
53:21 dan inilah cara terbaik dan Anda tak boleh melakukan apa pun yang lain.
53:27 Kita menyukai itu.
53:29 Dan Buddhisme, saya tak tahu, sayangnya atau untungnya,
53:34 tak punya itu.
53:36 Jadi Buddhisme punya semua campuran, tahu kan, Anda pergi ke Burma,
53:40 Sri Lanka, Tiongkok, Jepang, mereka segala macam...
53:49 Maksud saya, tahu kan, saya sedang berbicara tentang kesadaran,
53:52 praktik kesadaran.
53:56 Kalau Anda pergi ke biara-biara Tibet, mereka menggambar mandala dari bubuk pasir,
54:03 misalnya, mereka membuat, sangat, sangat halus, tahu kan, pasir...
54:09 Anda punya mandala.
54:11 Anda mungkin bisa mencarinya di Google kalau Anda ingin tahu.
54:14 Ia proses yang cukup menarik.
54:17 Dan lalu kami punya ritual.
54:19 Kami melafalkan, kami membacakan mantra.
54:23 Tetapi lalu kalau Anda pergi ke Jepang, mereka mempraktikkan meditasi dengan membuat teh.
54:32 Dan saya serius.
54:34 Saya pernah menghadiri salah satu upacara minum teh itu dan bagi kami, tahu kan,
54:40 datang dari Tibet, tahu kan, kami harus pergi ke kuil,
54:41 tahu kan, kami harus pergi ke kuil, tahu kan, kami harus pergi ke kuil, tahu kan,
54:41 datang dari Tibet.
54:43 Dan tahu kan, orang Jepang sangat, sangat teratur.
54:47 Dan saya telah duduk sepanjang beberapa upacara minum teh ini
54:50 dan mereka menyakitkan.
54:51 Anda harus duduk di sana seperti dua, tiga, empat, lima jam.
54:54 Dan teh, dan Anda akan mengira ia upacara minum teh
54:58 dan Anda mungkin mengira bahwa tehnya mungkin istimewa.
55:01 Sama sekali tidak.
55:03 Sesungguhnya, jujur saja, tehnya semacam menjijikkan, tahu kan,
55:07 seperti setelah semua itu.
55:10 Tetapi lalu ia adalah prosesnya.
55:13 Ia sama sekali tak berkaitan dengan tehnya itu sendiri.
55:18 Dan lalu, misalnya, dalam tradisi Zen,
55:23 kami mengembangkan kesadaran ini dengan membuat rangkaian bunga.
55:27 Tahu kan, seperti bagaimana Anda merangkai bunga.
55:30 Dan ada seperti begitu banyak, banyak ajaran tentang itu.
55:37 Ia disebut ikebana.
55:41 Jadi, kadang-kadang keragaman teknik yang tak terhingga ini
55:49 yang ditemukan dalam Buddhisme bisa cukup, saya tak tahu, memperkaya.
55:56 Tetapi di lain waktu, saya kira banyak murid menjadi begitu bingung.
56:01 Seperti yang saya bilang tadi, manusia suka punya semacam keteraturan
56:06 bahwa Anda, semua orang harus mengikuti ini dan inilah satu-satunya cara.
56:10 Tetapi bukan hanya Buddhisme, dan ini sesuatu yang,
56:16 saya akan berkata, sangat pikiran India.
56:19 Ia sangat pluralis segalanya, tahu kan,
56:24 seperti apa pun yang baik hari ini juga buruk besok.
56:31 Tahu kan, ia sangat bisa direntangkan ke sana ke sini
56:34 dan ini bisa sangat, sangat membingungkan bagi banyak orang.
56:38 Nah,
56:40 saya tak tahu apakah saya masuk akal, apakah...
56:44 karena agak sulit untuk sekadar memberi Anda dalam waktu singkat
56:51 semacam gambaran tentang Buddhisme.
56:53 Jadi, kalau Anda punya pertanyaan atau diskusi,
56:55 saya, tahu kan, saya akan... saya senang untuk menjawab.
56:59 Ya, silakan.
57:03 Apakah Anda punya pertanyaan?
57:05 Oke.
57:07 Dan juga, tolong, tahu kan, ketika kita mempelajari Buddhisme,
57:11 yang pertama... kita juga mempelajari sesuatu yang disebut pramana,
57:14 yang adalah logika Buddhis, yang melibatkan sebuah argumen.
57:18 Dan ini adalah tradisi yang Buddha sendiri katakan
57:22 bahwa tak ada yang boleh menerima ajaran-Nya begitu saja (tanpa pemeriksaan).
57:27 Anda harus menganalisis, Anda harus mengkritik.
57:31 Jadi ini... ini adalah hadiah yang sangat, sangat penting dari Buddha.
57:35 Ia mengatakan bahwa Anda harus mengkritik Beliau dan ajaran-Nya.
57:41 Jadi tradisi berdebat sangat, sangat kuat.
57:48 Jadi saya sangat senang untuk, tahu kan, kalau Anda punya pertanyaan, berdebat...
57:55 Oke, saya punya beberapa pertanyaan.
57:59 Oke, silakan.
58:01 Dan kalau, misalnya, untuk berkata, tahu kan,
58:08 dalam pengertian yang benar, meskipun Anda menyebutkan,
58:11 dalam istilah umum, untuk menjadi Buddhis hari ini,
58:14 saya punya pertanyaan kecil.
58:18 Dan apakah Anda akan berkata...
58:19 Oh, sangat penting.
58:23 Buddha bukan seorang Buddhis. Tentu saja bukan.
58:26 Dan sesuatu yang penting yang perlu saya beri tahu Anda.
58:29 Tak ada satu pun doa dalam Buddhisme
58:33 yang kami panjatkan dengan berkata,
58:36 semoga semua menjadi Buddhis.
58:38 Tak ada satu pun doa.
58:40 Para Buddhis tak sungguh...
58:43 Untuk menjadi seorang Buddhis tak begitu penting.
58:51 Tahu kan, orang lain menjadi...
58:55 Buddhis atau bukan, tetapi untuk tersadarkan.
58:57 Jadi kami punya banyak doa,
58:59 semoga semua tersadarkan, semoga semua menjadi Buddha,
59:03 itu yang kami punya.
59:05 Tetapi tak ada satu kalimat pun yang kami panjatkan bahwa
59:09 semoga seseorang menjadi Buddhis.
59:12 Ya, patung Buddha.
59:22 Apakah kami punya satu di sini?
59:24 Ya, patung Buddha di belakang saya.
59:27 Saya kira, saya cukup yakin saya benar,
59:31 tetapi saya kira cara orang berhubungan dengan Buddha
59:34 muncul jauh, jauh kemudian.
59:36 Dan karena alasan yang baik.
59:38 Pertama, tak ada patung atau apa pun seperti itu.
59:41 Tetapi setelah 700 tahun kemudian,
59:44 tentu saja, tahu kan,
59:47 cara orang berhubungan dengan apa pun yang mereka lekati secara emosional,
59:53 selalu berakhir berubah, tahu kan.
59:57 Saya tak tahu.
59:59 Bulan yang akan datang ini, sesungguhnya,
1:00:02 saya akan pergi ke Thailand di sebuah konferensi
1:00:07 dan ia konferensi tentang Buddhisme
1:00:10 dan kecerdasan buatan,
1:00:14 yang sangat menarik.
1:00:17 Dan sesungguhnya banyak cendekiawan dan pemimpin Buddhis
1:00:22 sangat senang tentangnya.
1:00:25 Karena, ya, bagaimanapun,
1:00:27 citra Buddha,
1:00:30 citra Buddha atau semua ikonografi
1:00:33 muncul jauh kemudian.
1:00:35 Saya kira citra Buddhis yang pertama kali ada adalah,
1:00:43 ada sesuatu yang disebut roda kehidupan,
1:00:46 kalau ada dari Anda yang pernah melihat,
1:00:49 roda kehidupan.
1:00:51 Ia bulat dan di tengahnya ada tiga (hewan).
1:00:58 Ada tiga hewan.
1:00:59 Dan ia (menggambarkan tiga racun).
1:01:02 Babi, ular dan seekor burung,
1:01:08 yang mewakili ketidaktahuan, kemarahan dan keinginan.
1:01:14 Dan lalu lingkaran luar,
1:01:16 ada yang putih, setengah putih dan setengah hitam,
1:01:21 yang mewakili apa yang kami sebut karma buruk dan karma baik.
1:01:25 Dan lalu datang lingkaran luar,
1:01:29 yang mewakili apa yang kami sebut karma buruk dan karma baik.
1:01:32 Dan ada enam persepsi berbeda.
1:01:35 Enam persepsi berbeda.
1:01:37 Tahu kan, seperti neraka, saya kira,
1:01:41 seperti agama lain mana pun,
1:01:42 neraka, surga,
1:01:43 para Buddhis juga punya itu.
1:01:44 Tetapi ia sedikit seperti ini.
1:01:46 Saya akan beri tahu Anda,
1:01:47 para Buddhis percaya pada enam alam.
1:01:50 Neraka satu, surga satu,
1:01:53 lalu ada asura, alam binatang,
1:01:55 alam hantu, dan seterusnya dan seterusnya.
1:01:57 terutama Buddhisme Mahayana, mereka tak percaya bahwa ia ada di luar.
1:02:03 Ia proyeksi Anda.
1:02:05 Jadi ia sedikit seperti, katakanlah, setelah pesta larut malam yang sungguh (panjang),
1:02:13 Anda bangun di pagi hari, Anda masih di tempat tidur
1:02:17 dan Anda sungguh limbung dan Anda sungguh...
1:02:20 tak tahu di mana Anda, Anda sungguh, saya tak tahu, lelah,
1:02:24 Anda tak jernih.
1:02:26 Mereka menyebutnya pengalaman binatang, semacam binatang, proyeksi binatang.
1:02:32 Dan lalu Anda mandi, saya tak tahu, Anda mengeringkan rambut Anda dengan benar,
1:02:36 memasang lipstik atau, tahu kan, mencukur jenggot Anda dan memasang apa?
1:02:42 Pelembab, aftershave, dasi, jas, dan Anda merasa Anda terlihat bagus,
1:02:48 tahu kan, Anda puas dengan diri Anda.
1:02:51 Itulah yang para Buddhis akan sebut surgawi.
1:02:54 Proyeksi surgawi, Tuhan (dewa), jadi Anda bangga.
1:02:58 Jadi Tuhan (dewa) diasosiasikan dengan kesombongan dalam Buddhisme.
1:03:02 Oke, sekarang Anda terlihat bagus.
1:03:04 Tetapi lalu Anda pergi ke kantor dan lalu, tahu kan, ada ini,
1:03:06 rekan kerja Anda yang Anda cemburui,
1:03:10 dan, tahu kan, bos Anda, tahu kan, seperti membuat Anda kesulitan, apa pun.
1:03:14 Lalu ada alam hantu, semua alam lainnya,
1:03:21 sekadar untuk memberi Anda sebuah contoh.
1:03:22 Oke, jadi ada itu.
1:03:24 Dan lalu...
1:03:25 Lingkaran luar adalah apa yang kami sebut dua belas sebab-akibat yang saling bergantung,
1:03:30 agak sulit untuk dijelaskan sekarang juga.
1:03:32 Dan lalu yang paling luar adalah monster besar yang memegang lingkaran ini.
1:03:40 Tahu kan, ia ikonografi yang sangat umum.
1:03:45 Ia sungguh indah sesungguhnya.
1:03:47 Monster itu memegang lingkaran ini.
1:03:51 Dan monster ini, kalau Anda bertanya apa monster itu?
1:03:54 Waktu.
1:03:56 Waktu adalah seekor monster.
1:03:58 Segalanya, entah Anda surgawi, manusia,
1:04:03 tak peduli apa, Anda adalah objek dari waktu.
1:04:06 Dan waktu seperti sebuah taring, seperti seekor monster.
1:04:10 Dan waktu, selama Anda korban dari waktu,
1:04:16 itu berarti Anda korban dari ketidakpastian.
1:04:20 Anda tak tahu apa yang berikutnya.
1:04:21 Anda tak sungguh bisa memprediksi.
1:04:24 Dan itu adalah rasa sakit.
1:04:25 Jadi begitulah...
1:04:27 Itu ikonografi yang pertama dan lalu...
1:04:30 Apakah saya terlalu banyak berbicara tentang ini? Oke.
1:04:34 Dan lalu selama masa Ashoka, Raja Ashoka,
1:04:38 salah satu pelindung Buddhis yang paling penting,
1:04:42 ia... sebagian dari strukturnya, seperti arsitektur,
1:04:46 ia sesungguhnya bertanggung jawab membuat banyak stupa,
1:04:54 yang mewakili pikiran Buddha.
1:04:55 Sangat menarik.
1:04:58 Pada masanya, ia punya tiga ikonografi,
1:05:03 yaitu sebuah tempat duduk dengan pohon di belakang,
1:05:10 yang mewakili pencerahan Buddha.
1:05:13 Tetapi tak ada patung, tak ada sosok manusia.
1:05:17 Lalu ada sebuah ranjang dengan dua pohon sala,
1:05:22 yang mewakili parinirwana Buddha, kematian.
1:05:27 Dan lalu ada sebuah pohon dengan seekor rusa dan sebuah roda,
1:05:35 yang mewakili ajaran Buddha.
1:05:37 Itu saja sesungguhnya.
1:05:39 Jadi, tetapi tahu kan, pada saat Anda sampai ke masa Ashoka,
1:05:43 itu seperti sekitar 400 tahun kemudian,
1:05:45 sudah manusia menggunakan jenis hal simbolik ini.
1:05:51 Tahu kan, bahkan ketika saya tumbuh mempelajari Buddhisme,
1:06:00 guru-guru saya akan mencegah saya membuat catatan atau memandang buku.
1:06:06 Kami seharusnya belajar segalanya dengan menghafal.
1:06:11 Oke, dengan satu cara ia baik, tetapi di sisi lain...
1:06:14 dan ini datang dari tradisi kuno India, Upanishad.
1:06:19 Tahu kan, Anda punya... mereka sungguh membenci membuat catatan
1:06:23 dan Anda harus belajar dengan menghafal.
1:06:25 Apa gunanya menuliskannya, tahu kan?
1:06:28 Anda harus menuliskannya di hati Anda dan kepala dan semua itu.
1:06:33 Tetapi saya kira ia menjadi bumerang bagi orang India sedikit
1:06:36 karena di kemudian hari tak ada catatan,
1:06:39 seperti orang Mesir dan orang Tiongkok.
1:06:42 Jadi lalu mungkin nol tambahan ditambahkan setelah 500 tahun,
1:06:49 karena ada penyebutan seperti, oh, Ashoka, sang raja, raja agung.
1:06:53 Istananya... di dalam istananya seperti 500 mil.
1:06:59 Wow, nah itu... seperti kalau ia ingin minum teh
1:07:03 dan bayangkan tak ada seperti pesawat terbang pada masa itu.
1:07:06 Jadi kalau ia ingin minum secangkir teh atau air panas,
1:07:10 akan butuh seperti berbulan-bulan untuk menempuh 500, tahu kan, mil.
1:07:16 Seseorang perlu berpacu di atas kuda, bukan?
1:07:20 Tetapi hal-hal ini terjadi.
1:07:23 Oke, jadi di kemudian hari dan lalu perlahan, perlahan
1:07:26 citra Buddha adalah Buddha.
1:07:29 Jadi tentu saja, kita sekarang harus menggunakan... dan itu tak ditolak.
1:07:33 Ia tak sungguh seperti... Saya tahu seperti dalam agama tertentu seperti Islam,
1:07:38 mereka menganggap penyembahan berhala tak baik.
1:07:41 Tetapi dalam Buddhisme, seperti yang saya bilang, berhala datang kemudian.
1:07:46 Berhala tak pernah didorong, tetapi kemudian ia tak dicegah,
1:07:51 ia sesungguhnya didorong.
1:07:53 Bergantung pada jenis orang seperti apa Anda.
1:07:58 Karena Anda menyebutkan tentang Buddhisme seperti sebuah sains.
1:08:01 Karena saya tahu beberapa fakta tentang India
1:08:04 dan apa yang mereka coba capai dalam sains.
1:08:07 Saya sungguh tertarik bagaimana Anda akan menggambarkan
1:08:10 hubungan antara sains,
1:08:12 berbicara dengan para ilmuwan, dan Buddhisme hari ini,
1:08:16 dan 200 tahun yang lalu, misalnya.
1:08:19 Apakah ia lebih dekat? Anda sedang berbicara atau Anda sedang berbicara dengan mereka?
1:08:23 Saya lupa katanya. Saya kira ada sungguh...
1:08:35 Bagaimanapun, saya kira kita bisa mencari tahu nanti, tetapi saya cukup yakin.
1:08:55 Sains, hal yang hebat tentang sains adalah mereka berkata bahwa
1:09:00 ia berdasar pada ketidaktahuan.
1:09:03 Mereka tak pernah berkata bahwa kami yakin.
1:09:07 Inilah dia. Anda mengerti?
1:09:10 Mereka tak pernah yakin.
1:09:12 Mereka berkata kami sedang dalam proses, tahu kan, memeriksa, menemukan.
1:09:17 Ini semacam dasar dari sains.
1:09:20 Nah, dengan Buddhisme, ia tak seperti itu.
1:09:24 Ada, tahu kan, pandangan Buddhis sudah diputuskan.
1:09:29 Semua hal yang tersusun adalah tak kekal, satu.
1:09:32 Semua emosi adalah rasa sakit, dua, dan seterusnya dan seterusnya.
1:09:35 Oke?
1:09:35 Jadi ada itu.
1:09:44 Sains dan Buddhisme.
1:09:49 Oke, ketika saya...
1:09:51 Tahu kan, kami punya banyak percakapan dengan yang disebut ilmuwan dan fisikawan.
1:09:56 Salah satu keseruan terbesar kadang-kadang, kadang-kadang kami menjadi...
1:10:03 ia menjadi memanas, adalah...
1:10:10 Oke, satu contoh yang sangat sederhana.
1:10:12 Para ilmuwan akan selalu menginginkan sebuah bukti.
1:10:15 Betul kan? Empiris.
1:10:18 Tahu kan, Anda butuh bukti.
1:10:20 Tahu kan, di mana buktinya?
1:10:22 Tetapi bagi telinga Buddhis, saat Anda meminta bukti,
1:10:28 maka Anda sedang berbicara tentang yang subjektif.
1:10:31 Oke, inilah buktinya.
1:10:34 Jadi saya sedang berbicara, tahu kan, saya tak bisa berkata, hei, tahu kan, inilah buktinya.
1:10:39 Tahu kan, ini (benda) tak punya pikiran.
1:10:41 Saya sedang membuktikan kepada Anda.
1:10:43 Inilah buktinya.
1:10:44 Jadi pikiran Anda sedang bekerja.
1:10:46 Jadi para Buddhis akan selalu berpikir bukti ini tak berguna.
1:10:49 Ia tak pernah objektif.
1:10:52 Selalu ada subjek yang terlibat.
1:10:55 Saya kira ini perbedaan besar antara sains dan Buddhisme.
1:11:01 Tetapi seperti yang saya bilang, sains tak pernah membuat, tahu kan, keputusan
1:11:06 dan itu selalu sesuatu yang sungguh kami hormati.
1:11:09 Kami sangat menyukainya.
1:11:11 Dan saya kira...
1:11:15 Jadi, oke, jadi dunia objektif,
1:11:22 para Buddhis sekadar tak pernah membedakan antara dunia objektif
1:11:26 dan dunia subjektif.
1:11:28 Dan ini...
1:11:29 Dan lalu kalau Anda berbicara tentang filologi,
1:11:33 kata-kata seperti pikiran (mind), ketika para ilmuwan menggunakan kata pikiran
1:11:40 dan ketika para Buddhis menggunakan kata pikiran,
1:11:42 ia mungkin berarti dua hal yang berbeda.
1:11:44 Jadi sang ilmuwan mungkin sedang berbicara tentang otak.
1:11:47 Dan sekali lagi di sini, kami tak tahu apa itu otak.
1:11:54 Jadi para Buddhis mungkin berkata, oh ya, otak adalah pikiran.
1:11:58 Sama seperti segala sesuatu adalah pikiran.
1:12:01 Tetapi pikiran bukanlah otak.
1:12:03 Dan ini... hal-hal seperti itu.
1:12:09 Sisi lain sekarang...
1:12:19 Ya.
1:12:24 Saya kira, tahu kan, sebagai seorang Buddhis sendiri, tentu saja,
1:12:28 tahu kan, saya ingin melihat Buddhisme berkembang.
1:12:34 Dan di Barat, saya kira hal yang terhebat...
1:12:38 Dan saya kadang-kadang membuat lelucon tentang ini.
1:12:43 Ia sungguh sebuah lelucon.
1:12:46 Saya selalu berkata bahwa kontribusi terbesar dari Barat
1:12:51 adalah pikiran anaki ini, anaki.
1:12:55 Pikiran anarkis ini.
1:12:58 Dan itu hal yang begitu baik bagi seorang Buddhis.
1:13:00 Karena yang analitis, tak percaya pada nilai permukaan,
1:13:09 Anda sungguh ingin tahu apa ia,
1:13:11 cari, cari, debat, debat.
1:13:14 Dan kalau Anda melakukan itu, para Buddhis cukup senang.
1:13:18 Anda mengerti?
1:13:19 Jadi... dan saya kira hasilnya sudah ada di sana.
1:13:25 Saya kira di antara kaum intelektual, saya kira, tahu kan,
1:13:30 Buddhisme kadang-kadang diakui sebagai setidaknya
1:13:37 sebuah topik percakapan saat makan malam atau saat minum kopi.
1:13:43 Dan saya kira sebagai... bagi seorang Buddhis,
1:13:46 saya kira ia penting karena cara untuk menjaga Buddhisme
1:13:54 adalah melalui apa yang kami sebut mendengar dan merenungkan.
1:13:58 Anda perlu mendengar dan merenungkan.
1:14:01 Dan hal lain adalah...
1:14:04 Dan ini sedikit bermata dua.
1:14:12 Ia hampir seperti bagi saya, ia hampir sukacita, sebuah sukacita
1:14:17 untuk berbicara tentang Buddhisme kepada kalian di sini.
1:14:20 Karena kalian tak punya beban budaya Asia ini.
1:14:27 Anda mengerti?
1:14:28 Jadi saya sungguh... saya sungguh bisa melakukan apa pun yang saya suka
1:14:31 di, tahu kan, semacam kanvas ini, kanvas kosong.
1:14:37 Dan ini cukup baik.
1:14:40 Tetapi tentu saja, saya juga harus sadar
1:14:43 bahwa Anda punya budaya Anda sendiri.
1:14:46 Anda punya bahasa Anda sendiri.
1:14:49 Jadi di situ saya harus selalu...
1:14:52 Di situ saya harus membawa kesadaran saya.
1:14:55 Nah, ini akan menjadi (pertanyaan) terakhir saya.
1:14:57 Dan saya sungguh akan meminta bantuan dari hadirin
1:14:59 kalau mereka punya beberapa pertanyaan.
1:15:01 Tetapi ini sangat...
1:15:03 Dalam suasana ringan, bahkan kalau pertanyaannya terlihat sangat sulit,
1:15:06 tetapi saya kira dalam suasana ringan, selesaikan saja.
1:15:08 Kemerdekaan, kebebasan berbicara,
1:15:12 dan sangat sering Anda menyebut kebenaran politis (political correctness).
1:15:16 Ya.
1:15:18 Demokrasi.
1:15:19 Ini semua sinonim untuk mengukur dan menunjukkan kebebasan yang lengkap.
1:15:23 Betul.
1:15:24 Saya sedang berbicara tentang dunia.
1:15:26 Apakah hal seperti itu bahkan ada?
1:15:28 Atau apakah mereka hanya menyempurnakan pengembangan hal seperti itu?
1:15:35 Pertanyaan yang sangat penting.
1:15:37 Dan ya, seperti yang saya bilang tadi, tepat di awal,
1:15:46 tujuan hidup.
1:15:51 Dan saya selalu mengutip ini.
1:15:53 Ini salah satu komentator terbesar dari Buddhisme.
1:15:56 Namanya Shantideva.
1:15:59 Komentator yang sungguh, sungguh penting.
1:16:02 Dan ia berkata,
1:16:03 para Buddhis, mereka yang menganggap diri mereka sebagai Buddhis,
1:16:08 mereka seharusnya berusaha, tahu kan, melatih pikiran mereka
1:16:15 dan, tahu kan, sungguh mewaspadai emosi-emosi negatif mereka
1:16:19 dan ketidaktahuan.
1:16:21 Tetapi mereka diperbolehkan punya satu ketidaktahuan.
1:16:25 Mereka seharusnya punya satu ketidaktahuan.
1:16:27 Mereka diperbolehkan punya satu ketidaktahuan.
1:16:30 Dan apa itu?
1:16:32 Percaya bahwa ada pencerahan.
1:16:40 Dan mengapa Anda seharusnya punya itu?
1:16:42 Karena Anda sedang menderita.
1:16:44 Jadi, tujuan hidup, demokrasi, hak individu.
1:16:55 Kalau Anda bertanya, kalau Anda sungguh ingin jawaban Buddhis,
1:16:59 para Buddhis akan berkata itu semua adalah mitos.
1:17:02 Dan ia juga kemunculan yang saling bergantung.
1:17:06 Ia objek dari kemunculan yang saling bergantung.
1:17:09 Karena misalnya, maksud saya, Anda bisa lihat, oke, jadi,
1:17:13 bagaimana saya harus mengungkapkannya?
1:17:16 Maksud saya, seperti katakanlah Amerika.
1:17:18 Maksud saya, saya pergi ke Amerika pada tahun 1980-an.
1:17:23 Dan pada tahun 1980-an, kalau Anda pergi ke toko buku,
1:17:34 toko buku itu, 80% dari toko buku diisi oleh
1:17:40 sesuatu yang berkaitan dengan hukum, tahu kan, bagaimana,
1:17:43 bagaimana menghadapi kurangnya harga diri (self-esteem).
1:17:46 Segala sesuatu tentang
1:17:49 tahu kan, rasa percaya diri dan betapa baiknya Anda
1:17:53 dan bagaimana kita harus sungguh menganggap diri kita hebat
1:17:57 dan tahu kan, semua tujuh langkah ini, dua belas langkah itu.
1:18:04 Dan tahun 80-an, 90-an dan sekarang kita berada di, tahu kan, ini.
1:18:11 Jadi sekarang kita punya banyak orang yang pada dasarnya
1:18:16 yang hanya...
1:18:18 yang...
1:18:21 yang tumbuh dan mereka seperti seorang narsisis yang sempurna.
1:18:27 Oke, jadi mungkin pada tahun 60-an dan 50-an mereka menderita
1:18:32 dengan kurangnya harga diri.
1:18:35 Dan sekarang ada jenis penderitaan yang berbeda.
1:18:38 Sekarang semua orang mengira mereka yang terbaik, mereka yang terhebat.
1:18:42 Mereka seperti...
1:18:44 Tetapi ia tak sungguh benar karena kalau Anda satu-satunya
1:18:49 yang mengira Anda yang terhebat dan yang lain sungguh setuju dengan itu,
1:18:52 maka tentu saja tak akan ada masalah.
1:18:54 Tetapi yang lain juga mengira mereka yang terhebat.
1:18:57 Jadi dunia terlalu kecil untuk, tahu kan, orang, kaum muda,
1:19:03 orang modern yang terus-menerus mengira bahwa mereka yang terhebat.
1:19:07 Dan juga hal-hal seperti hak individu, individualisme,
1:19:11 betapa individu begitu...
1:19:13 Itu juga melahirkan keterasingan.
1:19:17 Jadi semua orang menghargai individualisme, oke,
1:19:21 individualisme ini, itu.
1:19:23 Tetapi lalu sekarang masalah modern tampaknya adalah semua orang kesepian,
1:19:29 semua orang terasing.
1:19:31 Dan mengapa Anda kesepian?
1:19:33 Karena Anda telah bekerja begitu keras untuk menjadi individu.
1:19:38 Tahu kan, aku punya hakku sendiri, aku butuh ruangku sendiri.
1:19:42 Oke, sekarang Anda memilikinya.
1:19:44 Tetapi sekarang Anda merasa terasing.
1:19:46 Anda merasa...
1:19:47 Anda merasa bosan dan Anda merasa kesepian dan...
1:19:51 Tetapi kita punya jawabannya di media sosial,
1:19:54 tetapi saya tak tahu ke mana ini akan membawa kita.
1:19:56 Ini akan, saya yakin, membawa kita begitu...
1:19:59 Kalau Anda bertanya kepada saya, sebagai seorang Buddhis,
1:20:03 ini semua mainan baru, ini semua pistol air baru,
1:20:09 ini semua boneka Barbie baru.
1:20:13 Ya, mereka sangat canggih dan mereka sangat meyakinkan,
1:20:17 tetapi saya tak tahu.
1:20:19 Jadi di situlah kebijaksanaan Buddhis tentang bagaimana menghadapi dunia yang penuh paradoks,
1:20:25 saya kira, penting.
1:20:30 Ada pertanyaan.
1:20:39 Ya.
1:20:40 Silakan.
1:20:44 Oke.
1:20:45 Dan ia berkata, dalam segala macam kasus...
1:20:57 Betul.
1:21:25 Ya, ia sangat...
1:21:27 Ya, sekilas ia sangat sensitif, bukan?
1:21:30 Ya.
1:21:31 Nah, buku "Not for Happiness" — saya begitu terkejut bahwa Anda bahkan telah membaca buku-buku itu.
1:21:37 Itu sangat teknis dan...
1:21:41 Para Buddhis berbicara banyak tentang pelatihan pikiran.
1:21:45 Pelatihan pikiran adalah hal besar.
1:21:48 Ada banyak sekali pelatihan pikiran.
1:21:52 Misalnya, saya tak tahu apakah Anda pernah mendengar kata yang disebut vipassana,
1:21:56 yang semacam...
1:21:57 Dan lalu ada semua hal mindfulness ini.
1:21:59 Dan omong-omong, saya seharusnya memberi tahu Anda, ada mindfulness, ada vipassana,
1:22:03 tetapi ada juga sesuatu yang disebut gerakan mindfulness.
1:22:06 Mereka sedikit berbeda.
1:22:07 Saya seharusnya memberi tahu Anda ini.
1:22:10 Jadi, pelatihan pikiran, ya, ada banyak.
1:22:16 Dan saya kira ketika Anda berbicara tentang sesuatu yang disebut bodhicitta,
1:22:22 kita sedang berbicara tentang pelatihan pikiran yang sangat besar.
1:22:25 Dan dalam konteks itu, pelatihan pikiran melalui pengembangan motivasi yang sungguh luas ini
1:22:37 dianggap jauh lebih penting daripada tindakan seperti membangun rumah sakit.
1:22:45 Karena, terutama bagi para pemula, karena seperti membangun rumah sakit bisa sangat membatasi
1:22:54 dan bisa menuntun Anda ke ego, bisa menuntun Anda ke segala macam jebakan.
1:23:00 Anda mengerti, seperti, oh, aku sungguh baik, tahu kan, seperti ini.
1:23:04 Jadi, bagi para pemula,
1:23:07 nasihat bagi para praktisi bodhicitta adalah sungguh-sungguh melatih pikiran Anda
1:23:13 untuk sepenuhnya, sepenuhnya dibaktikan pada kesejahteraan makhluk-makhluk lain.
1:23:18 Kalau Anda sungguh telah mencapai itu, maka Anda bisa membangun rumah sakit, yang kecil.
1:23:26 Rumah sakit itu... rumah sakit itu runtuh karena, saya tak tahu, alasan politik,
1:23:32 kebakaran, gempa bumi, apa pun.
1:23:34 Anda tak akan merasa ragu.
1:23:36 Anda akan membangunnya.
1:23:37 Anda akan membangun yang lain.
1:23:39 Tahu kan, Anda akan...
1:23:41 Atau, tahu kan, seseorang memuji Anda, seseorang mengkritik rumah sakit Anda, apa pun.
1:23:45 Tak masalah karena motivasi Anda berakar sangat, sangat dalam pada pembaktian kepada orang lain.
1:23:52 Tetapi kalau ia tak berakar dalam, maka ia bisa membawa Anda rasa sakit.
1:24:02 Tahu kan, Buddhisme sesungguhnya...
1:24:04 Tahu kan, Anda berbicara tadi tentang sains dan Buddhisme.
1:24:07 Saya kira dalam konteks itu, Buddhisme...
1:24:11 Saya kira sesungguhnya lebih menarik ketika kami, para Buddhis dan para psikolog,
1:24:18 ketika kami berdiskusi, ia cukup menarik.
1:24:24 Para Buddhis...
1:24:26 Begini, di sinilah para Buddhis...
1:24:28 Beginilah cara para Buddhis berpikir.
1:24:30 Saya tak tahu apakah ada psikolog di sini.
1:24:34 Katakanlah...
1:24:35 Tahu kan, saya berbicara tentang bagaimana kebijaksanaan dianggap lebih penting daripada moralitas dan etika.
1:24:43 Jadi katakanlah saya sedang merawat pria ini.
1:24:45 Katakanlah saya sang psikolog dan saya merawatnya.
1:24:48 Ini pasien saya.
1:24:52 Para Buddhis...
1:24:54 Pemahaman Buddhis adalah ini.
1:24:57 Oke, jadi di sinilah saya merawat pria ini.
1:25:00 Merawat berarti saya sudah berasumsi bahwa ia tak normal.
1:25:05 Bukan begitu?
1:25:07 Kalau tidak, mengapa saya merawatnya, betul kan?
1:25:10 Jadi dengan kesadaran Buddhis, saya harus sungguh sadar bahwa,
1:25:15 oke, itu proyeksi saya.
1:25:18 Ingat gelas air itu?
1:25:20 Saya melihatnya sebagai air tetapi ikan melihat sesuatu yang berbeda.
1:25:23 Siapa tahu, mungkin ia yang sesungguhnya normal dan saya bukan...
1:25:27 sayalah yang sakit.
1:25:29 Tetapi bagaimanapun, saya punya gelar sebagai psikolog.
1:25:34 Ia tidak.
1:25:35 Jadi... dan ia entah bagaimana datang kepada saya toh.
1:25:39 Jadi, oke, nah, proyeksi saya, ia terlihat...
1:25:45 Ia tak terlihat normal.
1:25:47 Ia tak berperilaku normal.
1:25:49 Proyeksi saya.
1:25:50 Jadi itu sudah sebuah kebijaksanaan.
1:25:53 Itu sudah...
1:25:56 Itu sudah baik.
1:25:59 Itu sudah membuat saya sangat rendah hati.
1:26:04 Dan besar.
1:26:06 Nah kalau saya tak punya itu dan kalau saya terpaku pada teks saya,
1:26:10 memandangnya, ah, ia tak normal.
1:26:13 Ia tak normal.
1:26:15 Ia tak normal.
1:26:16 Cara ia bergerak, cara ia melakukan ini, tak normal.
1:26:18 Lalu saya memberinya obat dan lalu saya punya sasaran ini.
1:26:25 Saya ingin...
1:26:26 Saya ingin ia melakukan hal-hal tertentu sesuai dengan cara saya.
1:26:30 Dan lalu pria yang malang, ia mungkin bahkan melakukannya.
1:26:35 Dan saya tak puas.
1:26:37 Dan saya terus memberinya obat atau perawatan dan saya mungkin menghancurkannya.
1:26:43 Dan inilah mengapa...
1:26:46 Tahu kan, dalam prinsip Buddhis,
1:26:48 kebijaksanaan jauh lebih penting daripada sarana,
1:26:54 etika dan... apa Anda menyebutnya?
1:26:57 Moralitas.
1:26:59 Saya senang bahwa Anda tak menggunakan kartu ini.
1:27:04 Ia sangat berperilaku baik.
1:27:05 Terima kasih banyak atas...
1:27:08 Oh, saya terlihat begitu...
1:27:23 Oh, wow, itu (pertanyaan) yang besar, ya?
1:27:26 Ilusi bahwa ada pencerahan.
1:27:29 Tentang pencerahan.
1:27:31 Tahu kan, para Buddhis selalu berdoa,
1:27:34 semoga kita memperoleh pencerahan seperti itu.
1:27:37 Tetapi sesungguhnya pada tingkat yang lebih tinggi, itu juga sebuah ilusi.
1:27:46 Oke, ya, karena ia cukup...
1:27:49 Jadi saya menggunakan contoh ini selalu dan saya tak tahu, entah bagaimana...
1:27:53 Saya merasa bahwa ini contoh terbaik.
1:27:56 Katakanlah Anda sedang bermimpi, oke?
1:27:59 Katakanlah Anda sedang bermimpi dan Anda mengalami mimpi buruk.
1:28:04 Katakanlah Anda berada di sebuah ruangan kecil
1:28:07 dan Anda mengalami mimpi buruk seperti buaya-buaya memakan Anda,
1:28:12 akan menyerang Anda.
1:28:15 Dan Anda seperti menjadi gila, Anda panik
1:28:21 dan teman Anda ada di sebelah atau mungkin di samping Anda.
1:28:24 Tahu kan, seperti...
1:28:26 Ia melihat bahwa Anda sedang mengalami mimpi buruk
1:28:28 dan lalu ia mengguncang Anda, menusuk Anda, mencubit Anda,
1:28:33 mungkin air dingin, seember air dingin, Anda terbangun.
1:28:38 Oke?
1:28:40 Nah, masalahnya adalah...
1:28:44 Oke, jadi mimpi buruk itu adalah apa yang kami sebut samsara.
1:28:49 Tahu kan, penderitaan, rasa sakit, semua itu.
1:28:54 Dan air dingin dan Anda terbangun, tak ada buaya, ya?
1:29:01 Itu adalah tersadarkan, tahu kan, pencerahan, nirwana.
1:29:05 Tetapi masalahnya adalah, bahkan sebelum Anda bermimpi,
1:29:10 tak pernah ada buaya, betul kan?
1:29:15 Dan selama mimpi Anda, tak ada buaya yang sungguh-sungguh,
1:29:20 ia semua mimpi, ya?
1:29:22 Jadi, kalau tak ada buaya,
1:29:27 seember air dingin yang disiramkan kepada Anda
1:29:30 tak mengusir buaya apa pun.
1:29:33 Anda paham?
1:29:36 Jadi seluruh gagasan tentang pencerahan, kebebasan, adalah seperti ini.
1:29:42 Ia hanya sebuah ilusi, tetapi ia ilusi yang diperlukan.
1:29:50 Mengapa?
1:29:51 Karena Anda sudah sedang bermimpi.
1:29:53 Kalau Anda tak sedang bermimpi, baik, tak ada masalah.
1:29:55 Oke, satu lagi.
1:30:00 Sutra Teratai adalah sutra yang sangat, sangat penting.
1:30:15 Sesungguhnya, kini ada bahkan sebuah mazhab
1:30:21 yang hanya membacakan judul bukunya, Sutra Teratai.
1:30:27 Saya tak tahu apakah, tahu kan, maksud saya, ia punya latar belakang.
1:30:32 Tetapi oke, Sutra Teratai, alasan mengapa Sutra Teratai,
1:30:36 isi dari Sutra Teratai begitu penting adalah,
1:30:39 ingat saya memberi tahu Anda, Anda sempurna sebagaimana Anda adanya.
1:30:44 Ingat saya memberi tahu Anda tadi?
1:30:46 Satu-satunya hal yang perlu Anda hilangkan adalah semua kotoran yang perlu Anda hilangkan.
1:30:55 Di sinilah Sutra Teratai,
1:30:58 informasi ini ditemukan banyak dalam Sutra Teratai.
1:31:02 Begitu banyak contoh.
1:31:06 Apakah Anda punya teratai di...
1:31:11 Seperti sebuah bunga.
1:31:12 Bunga bakung? Anda punya?
1:31:14 Ya.
1:31:17 Dan juga contohnya adalah teratai selalu tumbuh di air berlumpur.
1:31:23 Dan ia...
1:31:25 Dan Sutra Teratai berkata bahwa...
1:31:30 Jadi kalau airnya sangat, sangat bersih, tak ada teratai,
1:31:38 karena ia tak bisa tumbuh.
1:31:40 Jadi Sutra Teratai sungguh berbicara tentang meskipun Anda punya kemarahan,
1:31:45 keserakahan, nafsu, agresi, kecemburuan,
1:31:50 kalau Anda tahu bagaimana menanganinya, itu seperti air berlumpur.
1:31:57 Teratai akan tumbuh.
1:32:00 Jadi alih-alih melihatnya sebagai kabar buruk atau ada begitu banyak kotoran,
1:32:07 kalau Anda seseorang yang sungguh sedang menanam teratai,
1:32:10 Anda akan sangat senang ada banyak lumpur, banyak kotoran.
1:32:15 Teratai akan menjadi sangat sehat, Anda mengerti.
1:32:19 Jadi ya, Sutra Teratai mengajarkan banyak dari itu.
1:32:23 Ia sutra yang sangat, sangat penting.
1:32:25 Saya tak bisa, tahu kan, saya kira itu hanya sebuah pengantar.
1:32:30 Ya, silakan.
1:32:33 Ketaksadaran (sub-consciousness).
1:32:42 Konsep Buddhis tentang ketaksadaran.
1:32:49 Ya.
1:32:51 Nah, kata ketaksadaran mungkin sesuatu yang perlu kita bahas.
1:32:56 Ketaksadaran.
1:32:58 Tetapi saya kira sang psikolog berbicara banyak,
1:33:06 ketaksadaran, Buddhis.
1:33:10 Apa yang kami bicarakan adalah pikiran arus bawah.
1:33:14 Kami berbicara banyak tentang itu, pikiran arus bawah.
1:33:21 Untuk menjelaskan ini, kita juga perlu menjelaskan sedikit tentang
1:33:27 bagaimana konsep Buddhis yang disebut karma,
1:33:31 konsep karma, bagaimana ia bekerja.
1:33:34 Jadi ia sedikit seperti ini.
1:33:38 Misalnya, oke, siapa nama Anda?
1:33:43 Saya bertanya kepada Anda, siapa nama Anda?
1:33:48 Oke, sekarang Anda tak harus mengingat ini setiap saat.
1:33:58 Anda mengerti?
1:34:03 Anda bisa melupakannya, tetapi saat seseorang menyebut itu,
1:34:08 ia sudah ada di sana.
1:34:10 Anda mengerti?
1:34:12 Anda tak harus selalu mengingat ini.
1:34:14 Aku ini, aku ini, aku ini.
1:34:16 Maaf, saya tak bisa mengucapkan nama Anda, tetapi saya tak bisa.
1:34:20 Tahu kan, Anda tak harus.
1:34:23 Ini adalah jejak yang kuat.
1:34:27 Jejak.
1:34:30 Misalnya, oke, mungkin bukan nama Anda.
1:34:32 Anda kira Anda seorang pria?
1:34:37 Persis.
1:34:38 Ya, saya juga.
1:34:40 Saya kira saya seorang pria.
1:34:41 Tetapi misalnya, meskipun kini saya menjadi linglung,
1:34:48 saat saya melihat tanda pria,
1:34:53 saya berpikir, ah, ini toilet saya.
1:34:56 Saya tak pernah harus berpikir, apakah aku ke sini atau apakah aku ke sini?
1:35:00 Anda mengerti?
1:35:02 Jadi secara tak sadar saya memutuskan,
1:35:04 saya seorang pria.
1:35:06 Dan pola-pola kebiasaan.
1:35:09 Para Buddhis berbicara banyak tentang pola-pola kebiasaan.
1:35:11 Dan ini begitu penting dalam Buddhisme.
1:35:14 Apakah Anda ingat saya berbicara tentang kesadaran?
1:35:17 Betapa pentingnya untuk punya kesadaran?
1:35:21 Karena kalau Anda tak punya kesadaran,
1:35:23 maka Anda tak tahu (ignorant).
1:35:25 Nah, mengapa Anda menjadi tak tahu?
1:35:29 Siapa yang memberi makan ketidaktahuan itu?
1:35:32 Tahu kan, seperti sebuah telepon?
1:35:35 Kalau Anda punya telepon, Anda perlu mengisi ulang baterai.
1:35:39 Siapa yang mengisi ulang ketidaktahuan ini?
1:35:43 Pola kebiasaan bawah sadar ini.
1:35:47 Dan bagaimana?
1:35:49 Jadi sekarang yang para Buddhis lakukan adalah embargo ekonomi.
1:35:57 Anda mengerti?
1:35:58 Jadi kita perlu, apa Anda menyebutnya, membuat kelaparan.
1:36:03 Membuat kelaparan.
1:36:05 Membuat pola kebiasaan itu kelaparan.
1:36:07 Dan bagaimana kita melakukannya?
1:36:09 Begitu banyak ribuan cara.
1:36:12 Bahkan duduk seperti ini, tiga menit sehari.
1:36:16 Tahu kan, bahkan tiga menit sehari.
1:36:21 Tak melakukan apa-apa.
1:36:23 Sekadar duduk.
1:36:25 Dan sesungguhnya ada sebuah kata, ia disebut shikantaza.
1:36:28 Di Jepang mereka melakukan ini banyak.
1:36:30 Pikiran Anda bisa memikirkan apa pun yang Anda inginkan.
1:36:33 Tubuh Anda sekadar duduk seperti ini.
1:36:36 Tiga menit.
1:36:37 Dan selama tiga menit ini,
1:36:38 selama tiga menit ini,
1:36:40 gempa bumi, air terjun, teman-teman mengetuk,
1:36:45 air mendidih meluber, saya tak tahu, jendela, tahu kan, terbanting.
1:36:51 Tak ada respons.
1:36:52 Sekadar duduk.
1:36:54 Bahkan itu, yang ia lakukan adalah ia menciptakan embargo ekonomi.
1:37:00 Memotong jatah untuk menumbuhkan kebiasaan itu.
1:37:05 Jadi kalau kebiasaannya lebih sedikit,
1:37:07 ia tak mengisi ulang kekuatan ketidaktahuan.
1:37:10 Dan ini sesungguhnya tak ada yang religius, sekali lagi.
1:37:18 Tahu kan, misalnya, tetapi ia sulit untuk...
1:37:24 Dengan satu cara ia sulit dilakukan.
1:37:26 Alasannya adalah kita sebagai manusia,
1:37:30 kita benci untuk... menjadi bosan.
1:37:36 Kebosanan, membosankan.
1:37:39 Tetapi sesungguhnya kebosanan dan...
1:37:44 kebijaksanaan seperti sepupu, tahu kan,
1:37:49 tetapi kita benci kebosanan dan kita mencintai kebijaksanaan
1:37:51 meskipun kita tak tahu apa itu.
1:37:53 Tetapi kebosanan sesungguhnya memang kita punya.
1:37:56 Tetapi masalahnya adalah saat kita bosan,
1:37:59 maka kita entah, tahu kan, menggunakan ini atau membaca koran atau,
1:38:03 saya tak tahu, menonton televisi atau menelepon seseorang
1:38:07 atau mengadakan pesta atau...
1:38:09 Kita perlu terlibat.
1:38:12 Tetapi kalau Anda berani dalam pikiran Anda,
1:38:15 kalau Anda cukup berani untuk bosan selama tiga menit
1:38:19 dan saat Anda menjadi bosan, tentu saja Anda menjadi kesepian.
1:38:25 Dan kesepian adalah sepupu lain,
1:38:28 sesungguhnya jauh lebih dekat daripada sepupu,
1:38:30 mungkin saudara laki-laki dari kebijaksanaan, saudara laki-laki, saudara perempuan.
1:38:34 Kesepian.
1:38:37 Jadi Anda harus sungguh mencintai, Anda harus mencintai,
1:38:41 Anda harus belajar mencintai kesepian dan kebosanan.
1:38:46 Dan lalu apa yang terjadi?
1:38:49 Situasi tak akan menyalip Anda.
1:38:53 Saat ini semua sebab dan kondisi,
1:38:56 situasi selalu menyalip Anda.
1:38:59 Jadi lalu Anda menjadi penguasa situasi.
1:39:02 Jadi itulah gagasan Buddhis.
1:39:05 Sekarang atas nama kami semua, terima kasih banyak.