Segenggam Daun
AUDIOBhikkhu Uttamo

Cara Mencapai Kebahagiaan

0:00—
Bahasa Indonesia

Subtitle Bahasa Indonesia belum tersedia.

Cara Mencapai Kebahagiaan

Tentang Ceramah

Ceramah ini membahas tentang hakikat kebahagiaan dan bagaimana cara mencapainya. Pembicara mengawali dengan menegaskan bahwa semua usaha manusia, baik bekerja, bermeditasi, maupun berumah tangga, sejatinya bertujuan untuk mencari kebahagiaan. Namun, banyak orang menempuh cara yang keliru, seperti berjudi atau melakukan hal yang tidak benar, yang justru membawa penderitaan. Untuk menjelaskan hal ini, pembicara menggunakan metafora ikan yang melihat cacing di ujung pancing. Kebahagiaan duniawi, seperti merokok, berjudi, atau kesenangan sesaat, diibaratkan sebagai kebahagiaan yang 'bermata kail' karena memberikan kenikmatan sesaat tetapi diakhiri dengan penderitaan, seperti ikan yang mulutnya sobek karena kail. Contoh-contoh kebahagiaan bermata kail dalam kehidupan sehari-hari antara lain merokok, berjudi togel, menonton pertunjukan, atau bahkan hubungan dengan pasangan. Semua itu memberikan kenikmatan sementara tetapi menimbulkan kemelekatan dan penderitaan ketika berubah atau hilang. Di sisi lain, ada kebahagiaan tanpa mata kail yang diperoleh melalui latihan moralitas (sila), meditasi, dan pengembangan batin. Kebahagiaan jenis ini justru meningkat seiring latihan dan membawa kemajuan batin, tidak seperti kebahagiaan duniawi yang menurun. Pembicara menekankan bahwa kita tidak bisa menghindari kebahagiaan bermata kail selama belum mencapai kesucian, tetapi kita harus menyadari bahwa semua hal yang kita cintai akan berpisah. Dengan kesadaran ini, kita dapat menggunakan waktu bersama dengan baik dan tidak terlalu menderita saat perpisahan tiba. Kesimpulannya, ada dua jenis kebahagiaan: yang bermata kail dan yang tidak. Kuncinya adalah kesadaran akan ketidakkekalan dan mengembangkan kualitas batin melalui kemoralan dan meditasi. Dengan demikian, pendengar dapat menentukan pilihan untuk meraih kebahagiaan sejati.

Bagian PentingAI · suggested — belum ditinjau manusia
  1. Tujuan Hidup: Mencari Kebahagiaan
    Pembicara membuka dengan menegaskan bahwa semua usaha manusia, baik membaca parita, meditasi, bekerja, atau berumah tangga, bertujuan untuk mencari kebahagiaan. Namun, banyak orang menempuh cara yang keliru, seperti berjudi atau melakukan hal yang tidak benar, yang akhirnya membawa penderitaan.
  2. Kebahagiaan Bermata Kail: Ikan dan Pancing
    Pembicara memperkenalkan metafora ikan yang melihat cacing di ujung pancing. Kebahagiaan duniawi, seperti merokok, berjudi, atau kesenangan sesaat, diibaratkan sebagai kebahagiaan yang 'bermata kail' karena memberikan kenikmatan sesaat tetapi diakhiri dengan penderitaan (sobeknya mulut ikan).
  3. Contoh Kebahagiaan Bermata Kail dalam Kehidupan
    Pembicara memberikan berbagai contoh kebahagiaan yang menjerat, seperti merokok, berjudi togel, menonton pertunjukan, atau bahkan hubungan dengan pasangan. Semua itu memberikan kenikmatan sementara tetapi menimbulkan kemelekatan dan penderitaan ketika berubah atau hilang.
  4. Kebahagiaan Tanpa Mata Kail: Latihan Sila dan Meditasi
    Pembicara menjelaskan kebahagiaan jenis kedua, yaitu kebahagiaan tanpa mata kail, yang diperoleh melalui latihan moralitas (sila), meditasi, dan pengembangan batin. Kebahagiaan ini justru meningkat seiring latihan dan membawa kemajuan batin, tidak seperti kebahagiaan duniawi yang menurun.
  5. Kesadaran akan Ketidakkekalan dan Perpisahan
    Pembicara menekankan bahwa kita tidak bisa menghindari kebahagiaan bermata kail selama belum mencapai kesucian, tetapi kita harus menyadari bahwa semua hal yang kita cintai akan berpisah. Dengan kesadaran ini, kita dapat menggunakan waktu bersama dengan baik dan tidak terlalu menderita saat perpisahan tiba.
  6. Penutup: Menentukan Sikap dan Berbahagia dalam Dharma
    Pembicara menyimpulkan bahwa ada dua jenis kebahagiaan: yang bermata kail dan yang tidak. Kuncinya adalah kesadaran akan ketidakkekalan dan mengembangkan kualitas batin melalui kemoralan dan meditasi. Dengan demikian, pendengar dapat menentukan pilihan untuk meraih kebahagiaan sejati.
MindfulnessAI · suggestedHappinessAI · suggestedImpermanenceAI · suggestedEthical LifeAI · suggestedAttachmentAI · suggestedMeditationAI · suggestedSulit Melepassuggested
Transkrip LengkapAI · suggested — belum ditinjau manusia
Na'mutasa gowato asambuthasa
Na'mutasa basa
Pada saat yang sesuai
Itulah berdarah yang berbahagia
Malam hari ini setelah kita membaca parita
Kemudian bermeditasi
Maka tiba saatnya kita untuk mendengarkan
Seperti yang telah kita ketahui
Bahwa sesungguhnya di dalam kehidupan ini
Segala usaha kita
Baik itu membaca parita
Baik bermeditasi
Baik mendengar dharma
Bekerja
Berumah tangga
Itu sebetulnya tujuannya hanya satu
Yaitu
Ingin
Mendapatkan
Kebahagiaan
Saya kira Anda semua kan
Pengen mendapat kebahagiaan kan
Ya
Cuman caranya yang macem-macem
Ada yang pengen mendapat kebahagiaan
Pergi ke sebelah
Nonton kedoprak
Itu kan musiknya sudah
Kedengeran jelas dari sini
Mungkin Pak Roto sering nonton di sebelah
Tidak pernah
Berarti sudah pernah
Ya
Ini juga
Kamar kecil katanya juga bahagia
Betul
Jadi memang semua tujuan hidup manusia itu
Adalah kepingin bahagia
Sehingga
Caranya macem-macem
Apa saja
Dikerjakan
Pokoknya heavy
Pokoknya bahagia
Nah sehingga
Ada kebahagiaan yang diperoleh
Dengan cara yang benar
Misalnya
Pekerja dengan cara yang benar
Itu juga bahagia
Untuk dapat duit dengan benar
Itu juga bahagia
Rumah tangga dengan benar
Itu juga bahagia
Meditasi
Baca parita ini yang benar
Tapi juga tidak heran
Di dalam masyarakat kita sering menjumpai
Mereka yang ingin mendapatkan
Kebahagiaan tetapi dengan cara
Yang tidak benar
Kalau kerja
Katanya biar
Cepat kaya
Kerja barang gelap
Cepat kaya
Jual narkoba
Cepat kaya
Tapi begitu ketangkep
Atau ditembak
Habis
Kekayaannya hilang
Tapi itulah yang saya katakan
Cara mencari penghasilan
Cara yang keliru
Keliru menurut pandangan kita
Tapi bagi dia juga benar
Buktinya ada yang benar
Kalau semua orang ngomong salah
Kan tidak dikerjakan
Pengen kaya beli togel
Jalan pintas
Berapa togel?
Seribu
Jangan pura-pura
Tidak pernah beli
Ditanyain melongo-melongo
Diam saja
Padahal jagonya ini ngeramsi
500 boleh
Dapat berapa?
500
Berarti kalau seribu dapat 70
Masa tidak pernah beli?
Bagaimana berubah peraturannya?
Seribu dapat 70 ribu
Itu cara yang keliru
Beli togel modalnya seribu
Mau dapat 70 ribu
Tapi kalau keliru menurut orang lain
Banyak juga yang ngerjain
Mau kerja
Mau berumah tangga
Ada cara yang baik-baik
Datangi pacaran
Berumah tangga
Ada juga
Pakai ilang-ilang
Ada cara yang
Sunrat
Pokoknya dapat
Ini kan saya katakan
Cara yang salah
Meditasi
Mestinya untuk kebahagiaan batin
Dipakai untuk yang aneh-aneh
Untuk yang mistik-mistik
Meditasi di tempat yang
Wingit-wingit
Cari nomer lagi
Jadi meditatinya digabung sama togelnya
Ya itu cara yang salah
Tapi juga banyak yang
Pakai
Nah saudara-saudara
Tetapi kembali lagi pada problem utama tadi
Bahwa manusia hidup ini adalah
Kepingin bahagia
Karena itu jangan iran
Kalau anda punya anak
Lalu anaknya sekolah gak mau
Itu jangan iran
Karena anak sekolah juga pengen bahagia
Kalau bisa
Gak usah masuk sekolah
Tapi nilainya tinggi
Saya kira
Pak Parmal juga pengalaman loh
Anaknya
Murid-muridnya itu
Pengennya kan gak belajar
Tapi ulangan bisa
Kenapa?
Karena mereka pengen bahagia
Disuruh belajar
Anda pun saya kira
Dulu ketika masih muda disuruh belajar
Harus dijewer
Gak tau Pak Roto dulu rajin gak belajar
Oh rajin Pak Roto
Saya gak tau karena dulu gak pernah jadi temen sekolahnya
Gak pernah jadi temen sekolahnya
Jadi saya gak tau Pak Roto rajin sungguhan
Tombolosan
Itu emang rajin-rajin
Anak sekolah itu
Nah ya tau
Itu juga kepengen bahagia
Gurunya juga pengen bahagia
Dibelikan rokok
Waduh senengnya
Wah muridku
Cak Nardi
Ya sudahlah
Kasih nilai baik
Wah ini canggih
Zaman belum ada KKN belum terkenal
Wah ini
Pak Nardi sudah canggih
Tapi tau juga murid kepengen bahagia
Itu selalu demikian
Guru juga sebetulnya kepengen bahagia
Kalau bisa gak usah masuk kelas
Tapi muridnya pinter-pinter
Itu juga maunya
Tetapi kenyataan
Kan harus masuk kelas
Harus ngajar
Nah sudara-sudara
Inilah sebetulnya
Kenyataan hidup
Bahwa manusia itu
Selalu kepengen
Bahagia
Binatang pun
Kepingin bahagia
Kucing dilus-lus
Apa ini
Lehernya
Seneng sekali sampai ngorok-ngorok
Begitu
Kro-kro-kro
Lehernya
Leher saya kira ya
Siapa yang suka
Ngelus-lus ayam
Masa gak ada
Mungkin
Iya mungkin
Tapi kan ayam gak salah
Ngelus-lus ayam
Ya gak dilarang
Gak karma buruk
Ayam keliatannya kepala di bagian leher ini loh
Seneng kalau dilus-lus
Anjing juga disitu
Tapi anda pun
Dia kira dilus-lus lehernya ya seneng loh
Ya geli loh soalnya
Nah sudara-sudara
Apa saja kepengen bahagia
Oleh karena itu sekarang
Bagaimana kebahagiaan itu
Dilihat secara dharma
Bahwa di dalam dharma
Sebetulnya kebahagiaan itu ada dua macam
Dua macam
Kebahagiaan jenis yang pertama
Itu diibaratkan
Seperti kebahagiaan
Seekor ikan
Yang melihat
Cacing
Tapi di ujung pancing
Anda mancing?
Ya
Itu kan bentuknya melengkung begini
Terus
Kalau ikan cetul ya
Ikan cetul dikasih upo
Tapi kalau ikan yang sudah agak gede-gede itu
Umpannya ikan juga atau cacing
Jadi goyang-goyang begitu
Nah
Itu ikan melihat ada makanan
Dan ikan ini
Begitu lihat makanan dia langsung
Caplok makanannya
Begitu orangnya terasa bahwa pancingnya ini
Ditarik
Nah jadi
Makanannya dapet
Oh tadi atau apa itu
Fucir nasi atau cacing
Atau
Angkri
Atau apa saja
Dia dapet
Tapi langsung
Bibirnya sobek
Ya karena
Walesannya atau
Itu apa
Pancingnya itu bambunya itu loh
Terus langsung ditarik
Langsung ditarik
Nah pancingnya nancep dibibirikan
Itu adalah bentuk kebahagiaan yang pertama
Di dalam darurat
Begitu kita mendapatkan kebahagiaan
Yang muncul
Itu sebetulnya kebahagiaan
Pakai pancing loh
Untung sebagian besar rumah sini
Tidak merokok ya
Di ruangan ini tidak
Kalau di luar mungkin ya
Pinter
Sebetulnya merokok itu
Termasuk kebahagiaan
Bermata kail
Kenapa demikian
Memang pada waktu merokok sedot
Wenaibu
Ya
Ya toh
Enak sedot sebul
Sedot sebul
Tapi nanti begitu
Rokoknya habis
Nyari lagi
Lah ini seperti
Kepancing kita itu sebetulnya
Rokok habis
Nyari lagi
Rokok habis nyari lagi
Nanti kalau sudah buatuk batuk
Sudah paru-parunya sakit
Dan
Gantungnya sakit
Padahal enaknya sampai dimana toh
Beli togel
Itu juga pancing
Seribu dapat 70 ribu
Isopo tuh yang tidak kepingin
Banyak
Makanya tadi saya tanyain
Purak-purak pada tidak tahu toh
Begitu kena pancing
Seribu
Eh
Nomernya kok kurang satu ya
Aduh gemes saya besok
Beli lagi
Seribu lagi
Loh ini kan mestinya tinggal dibalik
Seribu lagi
Wah ini
Dimistik
Seribu lagi
Terus emosi kita
Seperti ikan yang kena panjang itu emosi
Terus nempel terus
Dapet 70 ribu
Itu kalau masang seribu ya
Dapet 70 ribu
Sudah dapet 70 ribu
Itu bukan leren
Dapet
Wah panjang rumusku manjur
Beli lagi
Seribu lagi atau 70 ribu
Dipasangkan atau malah 5 ribu
Atau berapa saja dipasangkan
Amblas
Oh kemarin kurang sedikit lagi
Kejar lagi
Akhirnya malah gak dapet apa
Banyak tuh anda terlihat dalam masyarakat
Yang seperti
Ikan yang
Kepancing dengan togel
Mungkin bukan hanya di dalam masyarakat
Anda saja mungkin ada yang
Terpancing oleh togel itu
Kebahagiaan apa lagi yang lain
Banyak sekali
Misalnya saja
Nonton
Ketoprak
Ini Pak Roto baru sekali
Tapi mungkin hari ini setelah mendengar
Kamulan yang demikian
Menggebu-gebu
Oh gitu loh
Lurah eh
Lurah pentul
Jadi terus
Sungkan dateng
Tapi siapa tau jadi kepancing
Aku is kenal api loh
Sama pemainnya
Ah datenglah
Icep-icep
Tetapi itulah kepancing
Bukatini bikin peceli itu juga
Mancing loh sebetulnya
Karena begitu orang ngicipi
Di peceli Bukatini
Waduh
Langsung meneh
Besok lagi
Besok lagi kan banyak
Banyak lenganan itu bu
Itu sebetulnya lenganan itu adalah
Ikan-ikan yang kepancing itu sebetulnya
Oh anda yang kalau banyak lenganan
Sebetulnya anda itu menyebarkan pancing
Kalau pasangan hidup anda lengket sama anda
Itu anda kemancing
Pasangan hidup
Memang itulah kebahagiaan
Karena kebahagiaan yang akibat pancing ini
Baik yang positif maupun yang negatif
Buntutnya
Adalah sebetulnya
Coba anda kepancing sama pasangan hidup anda
Nempel
Terus kemana-mana
Nanti
Nuangisnya luar biasa
Ada satu cerita saudara-saudara
Namanya
Binatang
Ada satu binatang yang
Kepalanya manusia
Tapi badannya buruk
Cerita di dalam Dharma itu namanya
Kinara
Kalau laki-laki kinari
Perempuan
Ya dulu Pangeran Siddhartha
Waktu Bodhisattva ya pernah jadi
Kinara
Ya saudara jadi kinari
Jadi burung ini
Kepala manusia
Badan burung
Itu di beberapa candi
Banyak sekali itu gambarnya itu
Kinara-kinari ini
Adalah lambang kasih sayang yang luar biasa
Pelat cintanya mereka
Mereka gak pernah
Pisah pergi kemana pun
Juga
Diceritakan
Pada satu ketika mereka itu
Pernah
Satu hari gak ketemu
Satu hari loh gak ketemu
Itu ketemu
Mereka nangis
Saking senengi
700 hari
Tidak ketemu
Nangisnya 700 hari
Pada waktu ketemu
Nangis seneng
Aduh kok bisa ketemu lagi
Tidak ketemu
Pisahnya ini 700 hari nangis
Coba anda bayangin itu
Kalau pisah 2 hari 3 hari
Apa anda dipeng berapa lagi
Artinya apa
Bahwa inilah kemelekatan yang luar biasa
Inilah yang menimbulkan pancing
Pasti menimbulkan peneritaan di akhir
Kebahagiaan itu
Karena kebahagiaan mata kail ini
Adalah kebahagiaan sesaat
Kerja laris
Oh anda seneng sekali laris
Bukan itu
Buka toko buahnya
Lenggananya yang kepancing-kepancing
Wah datang semua
Tapi pada satu ketika
Kalau pas tokonya sepi
Stres
Duh kok tokoku sepi
Ya
Itu sebetulnya kebahagiaan
Karena pancingan itu
Boleh
Anda boleh
Karena itu normal sekali
Saya tadi sudah katakan
Bahwa kebahagiaan berumah tangga
Berdagang, sekolah dan lain sebagainya
Itu yang sepertinya
Seperti pancing itu boleh saja
Tetapi anda harus sadari
Bahwa kebahagiaan ini
Tidak kekal
Kebahagiaan ini berdasarkan nafsu
Kebahagiaan ini
Akan menimbulkan peneritaan
Di akhir waktunya nanti
Anda bahagia
Punya rumah yang bagus
Itu juga anda kepancing
Sehingga anda kepengen di rumah terus
Nanti begitu rumahnya sedikit rusak
Lampunya rusak
Atau airnya bocor
Atau gentengnya yang bocor
Anda stres
Karena itulah akibat
Kalau ikan tadi
Kena pancing mulutnya sobek
Nah saudara-saudara
Apakah jenis kebahagiaan yang kedua
Kalau tadi kebahagiaan yang kena pancing ini
Atau kebahagiaan yang berkait
Atau kebahagiaan dengan mata kail ini
Adalah kebahagiaan yang menimbulkan peneritaan
Ketika kebahagiaan itu berubah
Maka apakah sekarang
Kebahagiaan jenis yang jelasnya
Kedua
Yang disebut kebahagiaan
Tanpa mata kail
Tanpa ikatan
Tanpa kaitan
Kebahagiaan yang memang pada satu ketika
Dia menimbulkan kemelekatan
Tetapi kemelekatan ini makin dilatih
Dilatih, dikerjakan, dikerjakan
Terus terjadi peningkatan
Misalnya apa
Kebahagiaan
Melatih sila
Melatih kemoralan
Tidak membunuh
Tidak mencuri
Tidak melanggar kesusilaan
Tidak bohong, tidak mabu-mabuan
Itu kan bahagia
Kita kalau bisa melakukan itu
Sebetulnya kita bahagia
Aduh aku bisa loh
Ini tadi ada nyamuk menggigit aku
Aku gak nepuk, aku bisa
Seneng
Dan itu juga kepingin lagi
Lebih besar
Aku bukan hanya
Nyamuk
Sekarang aku melatih tidak membunuh keju
Aku tidak membunuh
Apa lagi
Kita makin melatih
Bukan makin stres ketika
Berpisah dari latihan itu
Lain dengan tadi toko yang rame
Rumah tangga dan lain-lain
Yang penuh mata kail tadi
Tapi kalau sekarang mengembangkan sila
Maka ketika kita melekat
Makin kita melatih diri
Dengan kemoralan
Yang kita lakukan
Justru peningkatan
Bahkan ketika meninggal pun
Kekuatan pikiran kita
Untuk melatih kemoralan tadi
Membuat kita terlahir
Di alam lain
Yang terkondisi
Untuk mengembangkan
Kemoralan
Misalnya kita lahir lagi nanti di keluarga yang memang sudah buddhis
Dari kecilnya
Mereka kuat di dalam melaksanakan kemoralan
Sehingga orang tuanya
Sejak kita kecil selalu mendidik
Tidak membunuh, mencuri, melanggar
Kesusilaan, bohong, dan mabu-mabuan
Demikian pula mengembangkan meditasi
Meditasi itu enak
Pada waktu kita duduk tenang
Senang
Ah besok pengen lagi
Duduk lagi, ah besok lagi
Duduk lagi, besok lagi
Makin enak
Kita akan terus lagi, terus lagi
Terus lagi
Bandingkan dengan merokok
Duh merokok, enak
Besok lagi, enak besok lagi
Enak besok lagi, enak besok lagi
Enak
Masuk rumah sakit
Karena batuk gak sembuh-sembuh
Ya enak juga mungkin istirahat nyaman
Di rumah sakit, tapi bayarnya mana tahan
Itu kalau bisa dibayar
Kalau sakitnya gak bisa sembuh
Ada orang yang sampai paru-parunya mulur
Apa ya mau bisa paru-parunya dipotong
Biar pendek, tersisanya yang kepanjangan
Dikureng kan gak bisa
Bayak paru tuh, kan gak bisa
Tetapi dengan meditasi
Memang menimbulkan kemelekatan
Pengen lagi, pengen lagi
Duduk lagi
Tapi ini makin kita jalankan
Akan makin membuat kita ini
Bertambah maju batinnya
Demikian pula membaca parita
Kok enak ya, kok tenang
Baca lagi, kok enak
Kok tenang, jalan lagi
Kok enak, kok tenang, terus dilatih terus
Nah oleh karena itu, saudara-saudara
Sebetulnya
Kebahagiaan dengan
Tanpa mata kail
Kebahagiaan tanpa
Kait, seperti ini
Sebetulnya adalah
Kebahagiaan
Yang kalau kita lakukan
Atau perbuatan yang kita lakukan
Berulang-ulang akan menimbulkan
Peningkatan kualitas
Batin
Sehingga contohnya adalah
Berbuat baik
Melatih kemoralan
Dan
Bermeditasi
Selain itu
Kebanyakan
Saya katakan kebanyakan
Tidak semua
Itu bersifat
Mata kail
Anda di dalam kehidupan masyarakat
Anda pasti terkena mata kail ini
Karena itu kuncinya sekarang
Anda harus menyadari
Bahwa kebahagiaan
Yang Anda dapatkan setiap saat
Sesungguhnya
Bisa berubah
Anda tidak bisa
Menghindari mata kail
Selama Anda belum mencapai kesucian
Anda tidak akan pernah bisa menghindari mata kail itu
Ya terus
Aku tidak mau dagang
Aku tidak mau berumah tangga
Aku tidak mau punya anak
Aku tidak mau sekolah
Lalu Anda mau jadi apa nanti
Di dalam kehidupan Anda
Anda tidak bisa menghindari
Kebahagiaan bermata kail ini
Tetapi sadarilah
Bahwa
Saat ini
Saya mungkin sedang terpancing
Saya kepingin toko saya
Saya kepingin rumah tangga saya bahagia
Itulah terpancing
Tetapi kita selalu merenungkan
Bahwa hidup ini adalah tidak kekal
Jika pada satu ketika
Saya menyadari
Hal ini harus berpisah dariku
Segala hal yang
Kusenangi dan kucintai akan
Berpisah dariku
Maka pada saat itu
Walaupun Anda buka toko kepingin rame
Tapi satu ketika kok bis
Tidak banyak yang datang
Kok tidak ada rombongan ya
Warungku rodok sepi
Ini agak sepi
Sadar
Memang inilah kondisi dunia
Timbul ada tenggelam
Karena kunci agama Buddha ini sebetulnya
Adalah menyadari
Hidup yang tidak kekal
Bergumpul dengan yang dicintai
Juga ada batasnya
Pasangan hidup Anda
Keluarga Anda
Toko Anda
Usaha Anda
Karir Anda
Kesehatan Anda
Apapun juga
Pasti akan berhasil
Berpisah
Ketika Anda menyadari
Perpisahan itu
Pasti terjadi
Maka
Selama Anda masih berkumpul
Dengan keluarga Anda
Selama Anda masih buka toko dengan baik
Selama Anda masih sehat
Selama masih Anda punya karir
Anda gunakan sebaik-baiknya
Sehingga pada saat nanti
Kita berpisah dengan yang kita cintai
Kita sudah
Membahagiakan
Mereka yang berada
Di sekitar kita
Oleh karena itu
Saudara-saudara
Pada malam hari ini
Saya hanya menegaskan saja
Bahwa di dalam kebahagiaan kita ini
Di dalam kehidupan kita
Kita selalu
Mencari kebahagiaan
Dan kebahagiaan itu ada dua macam
Kebahagiaan yang bermata kail
Dan kebahagiaan yang tidak bermata kail
Kebahagiaan yang bermata kail ini
Pasti Anda kerjakan
Pasti Anda lakukan
Kuncinya hanya kesadaran
Melihat hidup yang tidak kail
Kekal
Sedangkan kebahagiaan yang tanpa kail
Adalah cenderung untuk peningkatan kualitas diri
Yaitu mengembangkan
Kerelaan
Kemoralan
Dan konsentrasi
Atau bermeditasi
Sehingga akhirnya
Makin kita kerjakan
Makin meningkat kualitas batin kita
Dengan pesan Dharma ini
Membuat Anda bisa
Menentukan sikap
Menentukan pilihan
Untuk mendapatkan
Dapatkan kebahagiaan Anda masing-masing
Baik kebahagiaan yang bermata kail
Maupun kebahagiaan yang tanpa mata kail
Semoga Anda berbahagia
Di dalam pelaksanaan Dharma
Karena Anda telah mendengar Dharma
Pada saat yang sesuai
Yang disebut berkah utama
Karena pada hari ini
Setelah kita membaca parita
Bermeditasi
Kita mendengar Dharma
Inilah yang disebut saat yang tepat
Untuk membahas Dharma
Dan yang paling penting
Adalah melaksanakan
Di dalam kehidupan sehari-hari
Semoga Anda berbahagia
Di dalam Dharma
Semoga semua makhluk
Baik yang tampak maupun yang tidak tampak
Memperoleh kebahagiaan dan kebahagiaan
Sesuai dengan kondisi
Karmanya masing-masing
Sabe Sata Bawantu Sukitata
Lanjut Menjelajah
Tiga KeranjangTelusuri sumber Dhamma dalam TipitakaBunbunTemukan penjelasan dan kisah Dhamma lainnya