0:00 Na'mutasa gowato asambuthasa
0:08 Na'mutasa basa
0:20 Pada saat yang sesuai
0:31 Itulah berdarah yang berbahagia
0:39 Malam hari ini setelah kita membaca parita
0:44 Kemudian bermeditasi
0:46 Maka tiba saatnya kita untuk mendengarkan
0:50 Seperti yang telah kita ketahui
0:56 Bahwa sesungguhnya di dalam kehidupan ini
0:59 Segala usaha kita
1:02 Baik itu membaca parita
1:05 Baik bermeditasi
1:07 Baik mendengar dharma
1:10 Bekerja
1:12 Berumah tangga
1:14 Itu sebetulnya tujuannya hanya satu
1:18 Yaitu
1:21 Ingin
1:23 Mendapatkan
1:25 Kebahagiaan
1:26 Saya kira Anda semua kan
1:28 Pengen mendapat kebahagiaan kan
1:31 Ya
1:31 Cuman caranya yang macem-macem
1:34 Ada yang pengen mendapat kebahagiaan
1:37 Pergi ke sebelah
1:40 Nonton kedoprak
1:41 Itu kan musiknya sudah
1:44 Kedengeran jelas dari sini
1:46 Mungkin Pak Roto sering nonton di sebelah
1:49 Tidak pernah
1:51 Berarti sudah pernah
1:52 Ya
1:56 Ini juga
1:58 Kamar kecil katanya juga bahagia
2:00 Betul
2:01 Jadi memang semua tujuan hidup manusia itu
2:06 Adalah kepingin bahagia
2:08 Sehingga
2:10 Caranya macem-macem
2:13 Apa saja
2:13 Dikerjakan
2:16 Pokoknya heavy
2:18 Pokoknya bahagia
2:20 Nah sehingga
2:22 Ada kebahagiaan yang diperoleh
2:25 Dengan cara yang benar
2:26 Misalnya
2:28 Pekerja dengan cara yang benar
2:31 Itu juga bahagia
2:33 Untuk dapat duit dengan benar
2:35 Itu juga bahagia
2:36 Rumah tangga dengan benar
2:39 Itu juga bahagia
2:41 Meditasi
2:42 Baca parita ini yang benar
2:44 Tapi juga tidak heran
2:47 Di dalam masyarakat kita sering menjumpai
2:49 Mereka yang ingin mendapatkan
2:51 Kebahagiaan tetapi dengan cara
2:53 Yang tidak benar
2:54 Kalau kerja
2:56 Katanya biar
2:58 Cepat kaya
2:59 Kerja barang gelap
3:02 Cepat kaya
3:04 Jual narkoba
3:05 Cepat kaya
3:07 Tapi begitu ketangkep
3:10 Atau ditembak
3:11 Habis
3:13 Kekayaannya hilang
3:15 Tapi itulah yang saya katakan
3:16 Cara mencari penghasilan
3:19 Cara yang keliru
3:20 Keliru menurut pandangan kita
3:22 Tapi bagi dia juga benar
3:23 Buktinya ada yang benar
3:24 Kalau semua orang ngomong salah
3:27 Kan tidak dikerjakan
3:28 Pengen kaya beli togel
3:30 Jalan pintas
3:34 Berapa togel?
3:35 Seribu
3:39 Jangan pura-pura
3:40 Tidak pernah beli
3:42 Ditanyain melongo-melongo
3:44 Diam saja
3:44 Padahal jagonya ini ngeramsi
3:47 500 boleh
3:50 Dapat berapa?
3:52 500
3:52 Berarti kalau seribu dapat 70
3:59 Masa tidak pernah beli?
4:06 Bagaimana berubah peraturannya?
4:07 Seribu dapat 70 ribu
4:09 Itu cara yang keliru
4:13 Beli togel modalnya seribu
4:15 Mau dapat 70 ribu
4:17 Tapi kalau keliru menurut orang lain
4:20 Banyak juga yang ngerjain
4:23 Mau kerja
4:26 Mau berumah tangga
4:28 Ada cara yang baik-baik
4:31 Datangi pacaran
4:34 Berumah tangga
4:36 Ada juga
4:37 Pakai ilang-ilang
4:38 Ada cara yang
4:38 Sunrat
4:40 Pokoknya dapat
4:45 Ini kan saya katakan
4:47 Cara yang salah
4:49 Meditasi
4:50 Mestinya untuk kebahagiaan batin
4:53 Dipakai untuk yang aneh-aneh
4:55 Untuk yang mistik-mistik
4:57 Meditasi di tempat yang
4:59 Wingit-wingit
5:01 Cari nomer lagi
5:03 Jadi meditatinya digabung sama togelnya
5:07 Ya itu cara yang salah
5:09 Tapi juga banyak yang
5:11 Pakai
5:11 Nah saudara-saudara
5:14 Tetapi kembali lagi pada problem utama tadi
5:17 Bahwa manusia hidup ini adalah
5:19 Kepingin bahagia
5:22 Karena itu jangan iran
5:23 Kalau anda punya anak
5:26 Lalu anaknya sekolah gak mau
5:27 Itu jangan iran
5:29 Karena anak sekolah juga pengen bahagia
5:31 Kalau bisa
5:33 Gak usah masuk sekolah
5:35 Tapi nilainya tinggi
5:37 Saya kira
5:39 Pak Parmal juga pengalaman loh
5:41 Anaknya
5:42 Murid-muridnya itu
5:43 Pengennya kan gak belajar
5:45 Tapi ulangan bisa
5:47 Kenapa?
5:48 Karena mereka pengen bahagia
5:50 Disuruh belajar
5:51 Anda pun saya kira
5:54 Dulu ketika masih muda disuruh belajar
5:57 Harus dijewer
5:58 Gak tau Pak Roto dulu rajin gak belajar
6:01 Oh rajin Pak Roto
6:03 Saya gak tau karena dulu gak pernah jadi temen sekolahnya
6:06 Gak pernah jadi temen sekolahnya
6:09 Jadi saya gak tau Pak Roto rajin sungguhan
6:11 Tombolosan
6:14 Itu emang rajin-rajin
6:18 Anak sekolah itu
6:19 Nah ya tau
6:23 Itu juga kepengen bahagia
6:25 Gurunya juga pengen bahagia
6:27 Dibelikan rokok
6:28 Waduh senengnya
6:29 Wah muridku
6:30 Cak Nardi
6:31 Ya sudahlah
6:33 Kasih nilai baik
6:34 Wah ini canggih
6:36 Zaman belum ada KKN belum terkenal
6:38 Wah ini
6:39 Pak Nardi sudah canggih
6:42 Tapi tau juga murid kepengen bahagia
6:45 Itu selalu demikian
6:49 Guru juga sebetulnya kepengen bahagia
6:52 Kalau bisa gak usah masuk kelas
6:55 Tapi muridnya pinter-pinter
6:56 Itu juga maunya
6:59 Tetapi kenyataan
7:01 Kan harus masuk kelas
7:03 Harus ngajar
7:04 Nah sudara-sudara
7:06 Inilah sebetulnya
7:08 Kenyataan hidup
7:11 Bahwa manusia itu
7:13 Selalu kepengen
7:14 Bahagia
7:16 Binatang pun
7:19 Kepingin bahagia
7:21 Kucing dilus-lus
7:24 Apa ini
7:25 Lehernya
7:25 Seneng sekali sampai ngorok-ngorok
7:28 Begitu
7:29 Kro-kro-kro
7:35 Lehernya
7:44 Leher saya kira ya
7:46 Siapa yang suka
7:47 Ngelus-lus ayam
7:49 Masa gak ada
7:54 Mungkin
7:55 Iya mungkin
7:56 Tapi kan ayam gak salah
7:58 Ngelus-lus ayam
8:00 Ya gak dilarang
8:02 Gak karma buruk
8:03 Ayam keliatannya kepala di bagian leher ini loh
8:06 Seneng kalau dilus-lus
8:07 Anjing juga disitu
8:10 Tapi anda pun
8:12 Dia kira dilus-lus lehernya ya seneng loh
8:14 Ya geli loh soalnya
8:16 Nah sudara-sudara
8:18 Apa saja kepengen bahagia
8:20 Oleh karena itu sekarang
8:21 Bagaimana kebahagiaan itu
8:23 Dilihat secara dharma
8:25 Bahwa di dalam dharma
8:29 Sebetulnya kebahagiaan itu ada dua macam
8:32 Dua macam
8:34 Kebahagiaan jenis yang pertama
8:37 Itu diibaratkan
8:41 Seperti kebahagiaan
8:45 Seekor ikan
8:48 Yang melihat
8:51 Cacing
8:55 Tapi di ujung pancing
8:58 Anda mancing?
9:03 Ya
9:09 Itu kan bentuknya melengkung begini
9:13 Terus
9:14 Kalau ikan cetul ya
9:16 Ikan cetul dikasih upo
9:20 Tapi kalau ikan yang sudah agak gede-gede itu
9:24 Umpannya ikan juga atau cacing
9:26 Jadi goyang-goyang begitu
9:28 Nah
9:29 Itu ikan melihat ada makanan
9:32 Dan ikan ini
9:36 Begitu lihat makanan dia langsung
9:38 Caplok makanannya
9:40 Begitu orangnya terasa bahwa pancingnya ini
9:45 Ditarik
9:46 Nah jadi
9:49 Makanannya dapet
9:51 Oh tadi atau apa itu
9:54 Fucir nasi atau cacing
9:57 Atau
9:58 Angkri
9:58 Atau apa saja
10:00 Dia dapet
10:01 Tapi langsung
10:03 Bibirnya sobek
10:05 Ya karena
10:07 Walesannya atau
10:09 Itu apa
10:13 Pancingnya itu bambunya itu loh
10:16 Terus langsung ditarik
10:18 Langsung ditarik
10:20 Nah pancingnya nancep dibibirikan
10:23 Itu adalah bentuk kebahagiaan yang pertama
10:29 Di dalam darurat
10:31 Begitu kita mendapatkan kebahagiaan
10:37 Yang muncul
10:39 Itu sebetulnya kebahagiaan
10:50 Pakai pancing loh
10:51 Untung sebagian besar rumah sini
10:54 Tidak merokok ya
10:55 Di ruangan ini tidak
10:58 Kalau di luar mungkin ya
10:59 Pinter
11:07 Sebetulnya merokok itu
11:08 Termasuk kebahagiaan
11:11 Bermata kail
11:12 Kenapa demikian
11:16 Memang pada waktu merokok sedot
11:18 Wenaibu
11:19 Ya
11:20 Ya toh
11:24 Enak sedot sebul
11:26 Sedot sebul
11:28 Tapi nanti begitu
11:30 Rokoknya habis
11:32 Nyari lagi
11:34 Lah ini seperti
11:36 Kepancing kita itu sebetulnya
11:39 Rokok habis
11:41 Nyari lagi
11:42 Rokok habis nyari lagi
11:43 Nanti kalau sudah buatuk batuk
11:48 Sudah paru-parunya sakit
11:51 Dan
11:52 Gantungnya sakit
11:53 Padahal enaknya sampai dimana toh
11:59 Beli togel
12:04 Itu juga pancing
12:07 Seribu dapat 70 ribu
12:09 Isopo tuh yang tidak kepingin
12:11 Banyak
12:14 Makanya tadi saya tanyain
12:16 Purak-purak pada tidak tahu toh
12:20 Begitu kena pancing
12:25 Seribu
12:28 Eh
12:30 Nomernya kok kurang satu ya
12:32 Aduh gemes saya besok
12:34 Beli lagi
12:35 Seribu lagi
12:36 Loh ini kan mestinya tinggal dibalik
12:39 Seribu lagi
12:41 Wah ini
12:43 Dimistik
12:44 Seribu lagi
12:47 Terus emosi kita
12:49 Seperti ikan yang kena panjang itu emosi
12:52 Terus nempel terus
12:54 Dapet 70 ribu
12:55 Itu kalau masang seribu ya
12:57 Dapet 70 ribu
12:59 Sudah dapet 70 ribu
13:01 Itu bukan leren
13:05 Dapet
13:05 Wah panjang rumusku manjur
13:07 Beli lagi
13:09 Seribu lagi atau 70 ribu
13:11 Dipasangkan atau malah 5 ribu
13:13 Atau berapa saja dipasangkan
13:15 Amblas
13:16 Oh kemarin kurang sedikit lagi
13:18 Kejar lagi
13:20 Akhirnya malah gak dapet apa
13:25 Banyak tuh anda terlihat dalam masyarakat
13:28 Yang seperti
13:29 Ikan yang
13:31 Kepancing dengan togel
13:32 Mungkin bukan hanya di dalam masyarakat
13:37 Anda saja mungkin ada yang
13:38 Terpancing oleh togel itu
13:45 Kebahagiaan apa lagi yang lain
13:47 Banyak sekali
13:53 Misalnya saja
13:56 Nonton
13:57 Ketoprak
14:00 Ini Pak Roto baru sekali
14:03 Tapi mungkin hari ini setelah mendengar
14:07 Kamulan yang demikian
14:09 Menggebu-gebu
14:10 Oh gitu loh
14:15 Lurah eh
14:16 Lurah pentul
14:17 Jadi terus
14:24 Sungkan dateng
14:25 Tapi siapa tau jadi kepancing
14:28 Aku is kenal api loh
14:30 Sama pemainnya
14:31 Ah datenglah
14:32 Icep-icep
14:35 Tetapi itulah kepancing
14:37 Bukatini bikin peceli itu juga
14:45 Mancing loh sebetulnya
14:47 Karena begitu orang ngicipi
14:51 Di peceli Bukatini
14:53 Waduh
14:53 Langsung meneh
14:56 Besok lagi
14:57 Besok lagi kan banyak
14:59 Banyak lenganan itu bu
15:00 Itu sebetulnya lenganan itu adalah
15:03 Ikan-ikan yang kepancing itu sebetulnya
15:06 Oh anda yang kalau banyak lenganan
15:09 Sebetulnya anda itu menyebarkan pancing
15:12 Kalau pasangan hidup anda lengket sama anda
15:16 Itu anda kemancing
15:18 Pasangan hidup
15:20 Memang itulah kebahagiaan
15:25 Karena kebahagiaan yang akibat pancing ini
15:28 Baik yang positif maupun yang negatif
15:31 Buntutnya
15:33 Adalah sebetulnya
15:35 Coba anda kepancing sama pasangan hidup anda
15:40 Nempel
15:42 Terus kemana-mana
15:46 Nanti
15:48 Nuangisnya luar biasa
15:50 Ada satu cerita saudara-saudara
15:53 Namanya
15:55 Binatang
15:56 Ada satu binatang yang
15:58 Kepalanya manusia
16:00 Tapi badannya buruk
16:04 Cerita di dalam Dharma itu namanya
16:07 Kinara
16:07 Kalau laki-laki kinari
16:10 Perempuan
16:11 Ya dulu Pangeran Siddhartha
16:14 Waktu Bodhisattva ya pernah jadi
16:16 Kinara
16:17 Ya saudara jadi kinari
16:20 Jadi burung ini
16:22 Kepala manusia
16:24 Badan burung
16:26 Itu di beberapa candi
16:28 Banyak sekali itu gambarnya itu
16:30 Kinara-kinari ini
16:32 Adalah lambang kasih sayang yang luar biasa
16:35 Pelat cintanya mereka
16:38 Mereka gak pernah
16:40 Pisah pergi kemana pun
16:42 Juga
16:44 Diceritakan
16:45 Pada satu ketika mereka itu
16:49 Pernah
16:50 Satu hari gak ketemu
16:52 Satu hari loh gak ketemu
16:54 Itu ketemu
16:58 Mereka nangis
17:01 Saking senengi
17:03 700 hari
17:06 Tidak ketemu
17:10 Nangisnya 700 hari
17:13 Pada waktu ketemu
17:17 Nangis seneng
17:19 Aduh kok bisa ketemu lagi
17:20 Tidak ketemu
17:21 Pisahnya ini 700 hari nangis
17:23 Coba anda bayangin itu
17:28 Kalau pisah 2 hari 3 hari
17:30 Apa anda dipeng berapa lagi
17:35 Artinya apa
17:36 Bahwa inilah kemelekatan yang luar biasa
17:39 Inilah yang menimbulkan pancing
17:42 Pasti menimbulkan peneritaan di akhir
17:46 Kebahagiaan itu
17:49 Karena kebahagiaan mata kail ini
17:52 Adalah kebahagiaan sesaat
17:54 Kerja laris
17:58 Oh anda seneng sekali laris
18:00 Bukan itu
18:00 Buka toko buahnya
18:02 Lenggananya yang kepancing-kepancing
18:03 Wah datang semua
18:05 Tapi pada satu ketika
18:06 Kalau pas tokonya sepi
18:07 Stres
18:09 Duh kok tokoku sepi
18:14 Ya
18:16 Itu sebetulnya kebahagiaan
18:18 Karena pancingan itu
18:20 Boleh
18:21 Anda boleh
18:22 Karena itu normal sekali
18:24 Saya tadi sudah katakan
18:25 Bahwa kebahagiaan berumah tangga
18:28 Berdagang, sekolah dan lain sebagainya
18:30 Itu yang sepertinya
18:32 Seperti pancing itu boleh saja
18:33 Tetapi anda harus sadari
18:36 Bahwa kebahagiaan ini
18:37 Tidak kekal
18:38 Kebahagiaan ini berdasarkan nafsu
18:41 Kebahagiaan ini
18:43 Akan menimbulkan peneritaan
18:46 Di akhir waktunya nanti
18:48 Anda bahagia
18:51 Punya rumah yang bagus
18:53 Itu juga anda kepancing
18:54 Sehingga anda kepengen di rumah terus
18:57 Nanti begitu rumahnya sedikit rusak
19:00 Lampunya rusak
19:02 Atau airnya bocor
19:03 Atau gentengnya yang bocor
19:05 Anda stres
19:06 Karena itulah akibat
19:08 Kalau ikan tadi
19:10 Kena pancing mulutnya sobek
19:12 Nah saudara-saudara
19:15 Apakah jenis kebahagiaan yang kedua
19:20 Kalau tadi kebahagiaan yang kena pancing ini
19:23 Atau kebahagiaan yang berkait
19:25 Atau kebahagiaan dengan mata kail ini
19:28 Adalah kebahagiaan yang menimbulkan peneritaan
19:31 Ketika kebahagiaan itu berubah
19:33 Maka apakah sekarang
19:37 Kebahagiaan jenis yang jelasnya
19:39 Kedua
19:39 Yang disebut kebahagiaan
19:42 Tanpa mata kail
19:47 Tanpa ikatan
19:48 Tanpa kaitan
19:52 Kebahagiaan yang memang pada satu ketika
19:55 Dia menimbulkan kemelekatan
19:58 Tetapi kemelekatan ini makin dilatih
20:01 Dilatih, dikerjakan, dikerjakan
20:03 Terus terjadi peningkatan
20:08 Misalnya apa
20:11 Kebahagiaan
20:12 Melatih sila
20:15 Melatih kemoralan
20:20 Tidak membunuh
20:21 Tidak mencuri
20:23 Tidak melanggar kesusilaan
20:26 Tidak bohong, tidak mabu-mabuan
20:28 Itu kan bahagia
20:31 Kita kalau bisa melakukan itu
20:32 Sebetulnya kita bahagia
20:34 Aduh aku bisa loh
20:35 Ini tadi ada nyamuk menggigit aku
20:38 Aku gak nepuk, aku bisa
20:39 Seneng
20:40 Dan itu juga kepingin lagi
20:47 Lebih besar
20:50 Aku bukan hanya
20:52 Nyamuk
20:55 Sekarang aku melatih tidak membunuh keju
20:57 Aku tidak membunuh
21:02 Apa lagi
21:03 Kita makin melatih
21:09 Bukan makin stres ketika
21:12 Berpisah dari latihan itu
21:13 Lain dengan tadi toko yang rame
21:15 Rumah tangga dan lain-lain
21:17 Yang penuh mata kail tadi
21:19 Tapi kalau sekarang mengembangkan sila
21:22 Maka ketika kita melekat
21:27 Makin kita melatih diri
21:29 Dengan kemoralan
21:30 Yang kita lakukan
21:32 Justru peningkatan
21:34 Bahkan ketika meninggal pun
21:39 Kekuatan pikiran kita
21:44 Untuk melatih kemoralan tadi
21:46 Membuat kita terlahir
21:48 Di alam lain
21:49 Yang terkondisi
21:51 Untuk mengembangkan
21:53 Kemoralan
21:55 Misalnya kita lahir lagi nanti di keluarga yang memang sudah buddhis
22:01 Dari kecilnya
22:02 Mereka kuat di dalam melaksanakan kemoralan
22:05 Sehingga orang tuanya
22:06 Sejak kita kecil selalu mendidik
22:08 Tidak membunuh, mencuri, melanggar
22:10 Kesusilaan, bohong, dan mabu-mabuan
22:14 Demikian pula mengembangkan meditasi
22:18 Meditasi itu enak
22:19 Pada waktu kita duduk tenang
22:22 Senang
22:23 Ah besok pengen lagi
22:25 Duduk lagi, ah besok lagi
22:27 Duduk lagi, besok lagi
22:30 Makin enak
22:31 Kita akan terus lagi, terus lagi
22:33 Terus lagi
22:35 Bandingkan dengan merokok
22:37 Duh merokok, enak
22:38 Besok lagi, enak besok lagi
22:41 Enak besok lagi, enak besok lagi
22:43 Enak
22:44 Masuk rumah sakit
22:47 Karena batuk gak sembuh-sembuh
22:49 Ya enak juga mungkin istirahat nyaman
22:51 Di rumah sakit, tapi bayarnya mana tahan
22:53 Itu kalau bisa dibayar
22:55 Kalau sakitnya gak bisa sembuh
22:57 Ada orang yang sampai paru-parunya mulur
23:00 Apa ya mau bisa paru-parunya dipotong
23:03 Biar pendek, tersisanya yang kepanjangan
23:05 Dikureng kan gak bisa
23:06 Bayak paru tuh, kan gak bisa
23:09 Tetapi dengan meditasi
23:12 Memang menimbulkan kemelekatan
23:15 Pengen lagi, pengen lagi
23:17 Duduk lagi
23:17 Tapi ini makin kita jalankan
23:21 Akan makin membuat kita ini
23:22 Bertambah maju batinnya
23:26 Demikian pula membaca parita
23:28 Kok enak ya, kok tenang
23:33 Baca lagi, kok enak
23:34 Kok tenang, jalan lagi
23:36 Kok enak, kok tenang, terus dilatih terus
23:38 Nah oleh karena itu, saudara-saudara
23:42 Sebetulnya
23:45 Kebahagiaan dengan
23:46 Tanpa mata kail
23:49 Kebahagiaan tanpa
23:51 Kait, seperti ini
23:52 Sebetulnya adalah
23:54 Kebahagiaan
23:56 Yang kalau kita lakukan
23:58 Atau perbuatan yang kita lakukan
24:00 Berulang-ulang akan menimbulkan
24:05 Peningkatan kualitas
24:07 Batin
24:09 Sehingga contohnya adalah
24:11 Berbuat baik
24:13 Melatih kemoralan
24:17 Dan
24:18 Bermeditasi
24:19 Selain itu
24:23 Kebanyakan
24:26 Saya katakan kebanyakan
24:28 Tidak semua
24:29 Itu bersifat
24:31 Mata kail
24:32 Anda di dalam kehidupan masyarakat
24:35 Anda pasti terkena mata kail ini
24:38 Karena itu kuncinya sekarang
24:40 Anda harus menyadari
24:43 Bahwa kebahagiaan
24:44 Yang Anda dapatkan setiap saat
24:47 Sesungguhnya
24:48 Bisa berubah
24:50 Anda tidak bisa
24:52 Menghindari mata kail
24:54 Selama Anda belum mencapai kesucian
24:56 Anda tidak akan pernah bisa menghindari mata kail itu
25:00 Ya terus
25:01 Aku tidak mau dagang
25:02 Aku tidak mau berumah tangga
25:03 Aku tidak mau punya anak
25:04 Aku tidak mau sekolah
25:06 Lalu Anda mau jadi apa nanti
25:08 Di dalam kehidupan Anda
25:10 Anda tidak bisa menghindari
25:14 Kebahagiaan bermata kail ini
25:17 Tetapi sadarilah
25:19 Bahwa
25:21 Saat ini
25:21 Saya mungkin sedang terpancing
25:24 Saya kepingin toko saya
25:26 Saya kepingin rumah tangga saya bahagia
25:28 Itulah terpancing
25:29 Tetapi kita selalu merenungkan
25:31 Bahwa hidup ini adalah tidak kekal
25:34 Jika pada satu ketika
25:36 Saya menyadari
25:38 Hal ini harus berpisah dariku
25:40 Segala hal yang
25:42 Kusenangi dan kucintai akan
25:44 Berpisah dariku
25:45 Maka pada saat itu
25:47 Walaupun Anda buka toko kepingin rame
25:50 Tapi satu ketika kok bis
25:52 Tidak banyak yang datang
25:53 Kok tidak ada rombongan ya
25:56 Warungku rodok sepi
25:57 Ini agak sepi
25:58 Sadar
25:59 Memang inilah kondisi dunia
26:04 Timbul ada tenggelam
26:06 Karena kunci agama Buddha ini sebetulnya
26:09 Adalah menyadari
26:11 Hidup yang tidak kekal
26:13 Bergumpul dengan yang dicintai
26:15 Juga ada batasnya
26:17 Pasangan hidup Anda
26:19 Keluarga Anda
26:20 Toko Anda
26:21 Usaha Anda
26:22 Karir Anda
26:23 Kesehatan Anda
26:25 Apapun juga
26:26 Pasti akan berhasil
26:27 Berpisah
26:28 Ketika Anda menyadari
26:30 Perpisahan itu
26:31 Pasti terjadi
26:32 Maka
26:33 Selama Anda masih berkumpul
26:36 Dengan keluarga Anda
26:37 Selama Anda masih buka toko dengan baik
26:39 Selama Anda masih sehat
26:40 Selama masih Anda punya karir
26:42 Anda gunakan sebaik-baiknya
26:44 Sehingga pada saat nanti
26:47 Kita berpisah dengan yang kita cintai
26:50 Kita sudah
26:51 Membahagiakan
26:53 Mereka yang berada
26:55 Di sekitar kita
26:57 Oleh karena itu
26:58 Saudara-saudara
26:59 Pada malam hari ini
27:00 Saya hanya menegaskan saja
27:02 Bahwa di dalam kebahagiaan kita ini
27:04 Di dalam kehidupan kita
27:06 Kita selalu
27:08 Mencari kebahagiaan
27:10 Dan kebahagiaan itu ada dua macam
27:12 Kebahagiaan yang bermata kail
27:15 Dan kebahagiaan yang tidak bermata kail
27:18 Kebahagiaan yang bermata kail ini
27:20 Pasti Anda kerjakan
27:22 Pasti Anda lakukan
27:23 Kuncinya hanya kesadaran
27:25 Melihat hidup yang tidak kail
27:27 Kekal
27:28 Sedangkan kebahagiaan yang tanpa kail
27:30 Adalah cenderung untuk peningkatan kualitas diri
27:34 Yaitu mengembangkan
27:35 Kerelaan
27:37 Kemoralan
27:38 Dan konsentrasi
27:40 Atau bermeditasi
27:42 Sehingga akhirnya
27:44 Makin kita kerjakan
27:45 Makin meningkat kualitas batin kita
27:51 Dengan pesan Dharma ini
27:52 Membuat Anda bisa
27:54 Menentukan sikap
27:56 Menentukan pilihan
27:58 Untuk mendapatkan
27:59 Dapatkan kebahagiaan Anda masing-masing
28:01 Baik kebahagiaan yang bermata kail
28:04 Maupun kebahagiaan yang tanpa mata kail
28:08 Semoga Anda berbahagia
28:10 Di dalam pelaksanaan Dharma
28:11 Karena Anda telah mendengar Dharma
28:14 Pada saat yang sesuai
28:16 Yang disebut berkah utama
28:18 Karena pada hari ini
28:20 Setelah kita membaca parita
28:22 Bermeditasi
28:23 Kita mendengar Dharma
28:24 Inilah yang disebut saat yang tepat
28:27 Untuk membahas Dharma
28:28 Dan yang paling penting
28:30 Adalah melaksanakan
28:31 Di dalam kehidupan sehari-hari
28:34 Semoga Anda berbahagia
28:36 Di dalam Dharma
28:37 Semoga semua makhluk
28:39 Baik yang tampak maupun yang tidak tampak
28:41 Memperoleh kebahagiaan dan kebahagiaan
28:43 Sesuai dengan kondisi
28:45 Karmanya masing-masing
28:46 Sabe Sata Bawantu Sukitata