Segenggam Daun
AUDIOBhikkhu Uttamo

Kesiapan mental pada perubahan

0:00—
Bahasa Indonesia

Subtitle Bahasa Indonesia belum tersedia.

Kesiapan mental pada perubahan

Tentang Ceramah

Ceramah ini membahas tentang kesiapan mental dalam menghadapi perubahan, terutama di tengah krisis global seperti PHK di Amerika dan masalah ekonomi di Indonesia. Pembicara menekankan bahwa kehidupan memiliki dua sisi yang tidak terpisahkan, yaitu materi dan batin, dan kesiapan mental diperlukan untuk menghadapi krisis. Kebahagiaan dasar manusia sering kali berasal dari mendapatkan, tetapi untuk kesiapan mental, kita perlu mengembangkan kebahagiaan dari memberi dengan pola pikir 'semoga kamu bahagia'. Selain itu, disiplin dan evaluasi diri menjadi tahap penting: menerima kenyataan, mengevaluasi penyebab kesulitan, dan meningkatkan kualitas diri. Persaingan sebenarnya bukan pada materi, melainkan pada mental dan perilaku. Dua kunci utama kesiapan mental adalah memberi dengan pola pikir positif dan disiplin evaluasi. Ceramah ditutup dengan ajakan berdiskusi.

Bagian PentingAI · suggested — belum ditinjau manusia
  1. Pembukaan dan Konteks Krisis Global
    Pembicara membuka dengan salam dan memperkenalkan topik kesiapan mental menghadapi perubahan, mengaitkannya dengan krisis global seperti PHK di Amerika dan masalah ekonomi Indonesia.
  2. Dua Sisi Kehidupan: Materi dan Batin
    Pembicara menekankan pentingnya keseimbangan antara materi dan batin, bahwa keduanya tidak bisa dipisahkan, dan kesiapan mental diperlukan untuk menghadapi krisis.
  3. Kebahagiaan karena Mendapat vs Memberi
    Pembicara menjelaskan bahwa kebahagiaan dasar manusia adalah karena mendapat, tetapi untuk kesiapan mental, kita perlu mengembangkan kebahagiaan karena memberi, dengan pola pikir 'semoga kamu bahagia'.
  4. Disiplin dan Evaluasi Diri
    Tahap kedua adalah disiplin: menerima kenyataan, mengevaluasi penyebab kesulitan, dan meningkatkan kualitas diri. Ini penting dalam persaingan yang sebenarnya bukan pada materi tetapi pada mental dan perilaku.
  5. Penutup dan Ajakan Diskusi
    Pembicara merangkum dua kunci kesiapan mental: memberi dengan pola pikir positif dan disiplin evaluasi, lalu mengajak peserta berdiskusi.
Mindful LivingAI · suggestedSuffering (Dukkha)AI · suggestedAcceptanceAI · suggestedChangeAI · suggestedHappinessAI · suggestedMental SufferingAI · suggested
Transkrip LengkapAI · suggested — belum ditinjau manusia
para bapak dan ibu yang berbahagia
satu kebahagiaan bagi saya
karena setelah sekian tahun lamanya
tadi diingatkan bapak yang disana
sekitar 7 tahun
saya bisa hadir di tempat ini
dan berkumpul juga dengan para anggota IMC
yang sangat akrab untuk saya
para bapak dan ibu
memang ini sudah menjelang akhir tahun
dan ketika dari sekretariat IMC memberikan surat
tentang prediksi POSPOLKAM di tahun 2002
wah pada saat itu sebetulnya saya agak kaget
kenapa demikian?
nanti kalau saya
membuka kisah-kisah apa yang akan terjadi pada tahun 2002
nanti saya menjadi tukang ramah
kalau pas cocok malah saya nanti dapat pekerjaan
yaitu bagaimana ini perusahaan saya maju atau mundur tahun berikutnya
sehingga saya mencoba mengubah sedikit judulnya adalah
bagaimana kesiapan mental kita
karena kita mengubah dunia tidak mampu
tapi kita mengubah dunia tidak mampu
kita mengubah pikiran kita
mengubah sikap hidup kita
melihat perubahan dunia
itu mungkin yang kita bisa kerjakan
dan itu mungkin yang kita bisa bawa pulang nanti setelah acara ini
nah kenapa demikian?
karena kalau kita lihat
krisis global
ini benar-benar
sudah pada tahap yang sangat luar biasa
beberapa kabar
dari Amerika sendiri
setelah kasus WTC
11 September
itu sudah mulai banyak PHK yang diperlakukan
bahkan sampai hari ini pun layoff-layoff itu masih terus dikerjakan
karena memang
mereka sudah tidak mampu
untuk menanggung beban pengeluaran yang sedemikian besar
lalu saya tanya pada satu ketika
kebetulan bulan
Juli mungkin
saya ke Amerika
saya masih lihat WTC itu
masih syuting-syuting di sana
saya tanya kenapa
Amerika ini sekarang kok banyak PHK
banyak layoff ini kenapa?
bukankah ini pemodel yang besar?
bahkan ini menjadi
mercusuarnya ekonomi dunia
lah kalau dia sendiri
K.O. bagaimana kita-kita yang di negara berkembang ini?
dia jawab
memang kita kaya
kita ini
banyak investasi
tetapi investasi kita banyak di dunia ketiga
termasuk Indonesia
yang
tidak bisa bayar
lalu saya tanya-tanya
wah kalau begitu Amerika ini seperti orang kaya
rentenir
tapi
yang diutangi lari semua ya
dia kaya di atas kertas
modal asalnya
tidak ada
nah itu sebetulnya yang menjadi penyebabnya
sehingga kasus Nasdaq dan sebagainya
pada menurun semua
saya mengamati oh ini-ini problem
problem secara global
nah kemudian
Indonesia sendiri juga demikian
bahwa
kita sendiri
sekarang kalau berarti
beberapa waktu yang lalu kita membaca koran
hutang kita ini
juga sudah sangat besar
kalau tidak salah baca sekitar
120
130.000
eh 130 triun
kan begitu
sehingga katanya kalau bayi lahir saja
sudah
hutangnya 7,5 juta
sehingga kalau keluarga ska anda
suami istri
anaknya
dua
itu berarti kali 7,5 trek
30 juta anda punya hutang
hasilnya seperti ini
Sehingga orang-orang mulai lahir
Sudah dibebani hutang
Dan kalau kita melihat sejarah
Sebetulnya kasus ekonomi
Sangat berhubungan dengan
Keamanan dan kenyamanan tinggal di satu tempat
Pada beberapa berita tentang kasus Afganistan
Karena Afganistan ini saya asik membaca
Karena ada hubungannya dengan penghancuran patung Buddha
Yang setinggi 53 meter
Apa yang dikatakan para pemimpin Taliban?
Dia mengatakan begini
Kita ini adalah negara yang sudah miskin
Kita ini sudah tidak punya uang
Tetapi kenapa dunia hanya selalu berbicara tentang patung?
Bahkan kopi aman ketika datang
Juga yang dibicarakan bagaimana
Memugar patung
Kenapa bukan anak-anak Taliban yang miskin yang dipikirkan?
Oleh karena itu ya kita hancurkan aja patungnya itu
Itu dasarnya begitu
Sehingga mereka mau tidak mau
Ya harus berpikir tentang anak kita
Nah jadi dari sini kita bisa melihat
Sebetulnya
Kasus-kasus ekonomi ini sangat berpengaruh
Patungnya
Ada
Keamanan
Kalau topik kita adalah sosial politik dan keamanan
Tidak ada sumber yang lebih parah
Untuk mengganggu keamanan
Kecuali adalah urusan ekonomi
Nah
Sekarang bagaimana kalau kita kembali ke Indonesia?
Dengan hutang yang demikian
Lalu kalau hari ini saya membaca koran bahwa UMR juga akan dinaikkan
400 sekian ribu rupiah
Sehingga sudah ada beberapa perusahaan juga mau menutup perusahaannya
Kita bisa berpikir sekarang bahwa ini pasti akan menimbulkan
Penganggulan baru
Puluhan ribu orang menganggur
Ketika kasus penutupan bank universal
Saya melihat beritanya
Unibank ya sorry
Sorry
Yang kerja di universal sorry
Unibank
Itu saya membaca beritanya ada di Medan katanya
Atau di daerah Sumatra yang mengatakan
Pokoknya kita minta
Uang ganti rugi
Bayar gajinya sekian juta
Atau sekian puluh
Bulan kerja
Kenapa mereka demikian?
Karena mereka stress tau-tau hilang pekerjaan begitu saja
Nah hal ini
Bukan hanya akan berhenti sampai disini
Ini baru awal dari satu cerita yang panjang
Oleh karena itu kalau kita mau membuka prediksi
2002
Kadang-kadang orang lalu mengatakan
Wah ini kita lalu menggunakan kacamata yang suram
Kenapa?
Semakin kita buka masa depan
Bukan semakin nyaman kita rasakan
Tapi justru makin tegang
Kita seakan-akan merasa duduk di kursi yang sudah panas
Setiap saat kita bisa
Dileal
Setiap saat kita bisa
Pindah dari posisi kita
Nah oleh karena itu
Saya mencoba membagi pengalaman dengan para bapak dan ibu
Yang hadir pada malam hari ini adalah tentang
Kesiapan mental kita
Apa yang sebetulnya harus kita siapkan dalam hal ini
Kita harus mencari penyelesaian
Kita tidak mungkin bisa mengubah dunia
Kita tidak mungkin bisa mengubah perusahaan kita itu menjadi yang
Yang luar biasa sekali
Kalau kita hanya sendirian
Tetapi yang bisa kita kerjakan adalah
Paling tidak kita punya kesiapan mental
Sehingga masing-masing kalau punya kesiapan mental
Kita bisa bersama-sama
Baru kita bisa maju
Tapi kalau semuanya sudah sama-sama stressnya
Tidak akan bisa maju
Nah
Apa yang harus kita siapkan
Mental kita
Saya melihat ada
Ada yang berkata
Ada dua sisi kehidupan kita
Kalau tadi mungkin istilahnya
Bapak yang mendapatkan
Atau tadi yang sudah disampaikan oleh Pak Freddy
Bapak-bapak yang mendapatkan
Ben itu ada yang mengatakan tadi
Kepada Pak
Pak Widodo
Mengatakan tentang
Berapa gram nih
Sudut materi
Dan batin ini memang tidak bisa
Dipisahkan
Jangan mengatakan
Oh saya ini bidang materi
Batin jauh
Tinggal
Salah
Oh saya bidang batin
Materi
Buang
Salah
Batin dan materi ini harus punya
Kekompakan
Karena ini seperti satu
Telapak tangan yang dilihat dari dua sisi
Batin dan materi
Batin dan materi
Hanya batinnya saja
Tidak dipikirkan tentang materinya
Anak-anak mau dikasih makan apa
Tetapi hanya materi saja
Tidak ada batin
Nanti akan ada perasaan
Aku itu sudah mendapatkan
Dan segalanya
Tetapi kenapa hidupku merasa kosong
Apalagi yang harus aku cari
Uang sudah dapat
Rumah tangga sudah bagus
Nah
Oleh karena itu
Bagaimana menyepakati
Atau melihat dunia
Dari sudut batin dan materi
Saya akan memberikan satu cara
Sehingga batin Anda nanti
Akan siap menghadapi
Krisis-krisis yang akan
Terus berkepanjangan
Tetapi secara materi
Anda pun akan bisa menemukan
Mengingatkan
Apa yang telah Anda dapatkan
Saat ini
Caranya cuma satu
Tidak perlu dua dan tiga
Sedangkan
Kebahagiaan kita itu yang pertama
Yang paling awal
Kalau manusia akan pengen cari bahagia
Sebetulnya adalah bahagia karena mendapat
Dari kecil kita itu bahagia karena mendapat
Ketika kita masih bayi
Kalau Bapak Ibu masih ingat
Manis
Begitu mendapatkan
Menangis
Asi
Wah langsung lega
Tenang
Nangis
Diganti popoknya
Mendapat
Suasana yang nyaman
Diam
Perutnya keloncongan
Kasih makan
Kita sekolah
Nilainya tinggi
Tenang
Sehingga kita selalu bertanya
Dapat apa?
Dapat apa?
Dapat apa?
Dapat prestasi yang paling tinggi
Dapat
Medali
Dapat penghargaan
Dapat keuntungan
Dapat pasangan hidup
Dapat rumah
Dapat keturunan
Apa saja kita selalu dapatkan?
Karena kita punya pola seperti itu
Menghadapi krisis
Kenapa takut?
Karena kita biasa mendapat
Sekarang krisis ini takut kehilangan
Gimana ya?
Kalau rumah saya tau-tau dibakar orang
Gimana ya?
Kalau saya tau-tau di mobil dirampok orang
Gimana ya?
Kalau saya sekarang tau-tau dipindahkan posisinya
Jadi yang kita biasa mendapat
Mendapat-mendapat ini kita tidak siap untuk membuat
Nah
Ini sebetulnya kunci krisis kita itu
Krisis mental kita
Krisis di dalam
Perusahaan kita
Karena kita selalu berpikir
Gimana saya bisa mendapat penghargaan?
Gimana saya bisa selalu mempertahankan kedudukan saya ini?
Nah sekarang
Kebahagiaan yang pertama ini
Kalau kita mau mengamati
Ini sebetulnya adalah
Kebahagiaan yang bersifat alamiah
Bukan hanya manusia saja
Kucing juga begitu
Miong-miong-miong
Kasih kerupuk
Mendapat kerupuk
Diam
Anjing menggonggong
Kita kasih turang
Diam
Manusiawi sekali
Tapi itu juga mata yang paling dasar
Nah saudara-saudara
Sekarang yang kita kembangkan disini
Untuk kesiapan mental
Adalah kita mencoba
Mendapatkan kebahagiaan
Dengan cara bukannya
Bukan mendapat lagi
Memujudkan kebahagiaan
Bukan dengan cara mendapat
Tapi dengan cara memberi
Apakah yang kita bisa berikan?
Macem-macem
Kita punya barang
Kita berikan barang
Seperti tadi
Dari IMC
Memberikan medali
Kepada peserta yang sudah 10 tahun
Itu
Begitu kita bisa memberi
Ini ada kebahagiaan yang berbeda
Kebahagiaan karena memberi ini
Menunjukkan
Nilai kita di dalam masyarakat
Saya bisa memberi
Kalau bahagia karena mendapat
Itu hanya menunjukkan kita
Ya semacam
Ya saya bisa sampai disinilah
Tapi kalau kita bisa memberi
Kita ada penghargaan di dalam masyarakat
Nah
Itu kita punya barang bisa kasih
Punya pasangan
Pakaian kita boleh kasihkan
Kepada mereka yang membutuhkan
Mungkin pakaian Anda lebih dari cukup
Anda bisa bagikan ke panti asuhan
Panti jomblo dan sebagainya
Nah
Tetapi sebetulnya dasarnya
Memberi itu apa?
Memberikan perhatian
Jadi kalau tadi
10 tahun dikasih pin
Dari apa?
Karena saya memberi perhatian
Oh Bapak ini sudah 10 tahun
Hati ikut
Hadir terus
Kalau gitu saya kasih
Kenang-kenangan
Perhatian ini yang penting
Ketika tadi bertanya
Ini berapa gram?
Perhatian
Jadi saya ambil contoh ya Pak
Ya wah
Kebetulan saja
Karena itu menarik sekali
Untuk kita bahas pada malam hari ini
Ketika kita menilai perhatian itu
Dalam bentuk
Materi
Itu sebetulnya
Ya sebetulnya sangat
Sangat sayang
Karena perhatian itu justru tak ternilai
Satu contoh aja
Kalau sekarang kita
Pasangan hidup kita berulang tahun misalnya
Kita bisa memberikan
Mungkin hanya ucapan selamat
Seperti yang tadi Pak
Waktu MC tadi mengucapkan ucapan selamat ulang tahun
Kepada para peserta
Itu satu bentuk perhatian
Nah ini yang nilainya sangat tinggi
Karena
Kalau kita bisa memberi dan memberi dan memberi
Apa sebetulnya pola yang ada
Di dalam pikiran kita
Saya memberi pin ini
Supaya kamu bahagia
Saya memberi pakaian bekas ini
Supaya kamu bahagia
Saya memberi
Makanan ini
Supaya kamu bahagia
Saya memberi kedudukan ini
Supaya kamu bahagia
Pola pikir yang muncul
Di dalam pikiran
Diri kita adalah
Bagaimana
Membuat dia bahagia
Nah saudara-saudara
Ini sebetulnya adalah membuat kita bisa
Mencoba menerima itu sebagai kenyataan
Kenapa demikian
Kasus misalnya
Kita dimarahi
Oleh pimpinan kita
Karena
Pekanan
Perubahan ekonomi
Kita dimarahi pimpinan kita
Karena
Yang pertama kita bisa lakukan
Karena kita jawab pola pikirnya adalah
Semoga kamu bahagia
Eh sudahlah
Semoga kamu bahagia
Mungkin bahagianya kamu adalah dengan memarahi saya
Ini adalah dasar yang pertama
Kemudian
Kasus yang paling parah adalah
Kalau kita di PHK
Di PHK kita bisa berpikir ya
Semoga kamu bahagialah
Memihakasanya
Ini kan gak maju kan
Di pesisinya
Itu
Nah karena itu
Kesiapan mental ini
Memberi
Dengan pola pikir
Semoga kamu bahagia
Ini adalah awal untuk menerima
Kehidupan sebagaimana adanya
Bahwa di dalam dunia ini
Bukan hanya mendapat yang ada
Tetapi satu ketika kita juga kehilangan
Tahap yang kedua adalah
Bagaimana mengubah
Apa yang kita terima itu
Untuk menjadi peningkatan
Ini yang disebut dengan
Disiplin
Disiplin misalnya begini
Kenapa
Saya ini kok
Di dalam kehidupan saya
Sekarang kan
Mengalami kesulitan dalam rumah tangga misalnya
Kita menerima itu sebagai kenyataan
Pasangan hidup kita rewel
Kita terima itu sebagai kenyataan
Kemudian anak kita rewel
Kita terima itu sebagai kenyataan
Lalu kita lalu berkata
Kenapa
Kenapa saya
Punya pasangan hidup rewel
Kenapa
Saya punya anak rewel
Kenapa saya punya pasangan
Punya pimpinan saya rewel
Kenapa saya
Di PHK
Kalau kita sudah bisa menerima kenyataan
Baru kita bisa berpikir tentang kenapa
Ibaratnya pergi ke dokter
Kalau anda masih belum merasa
Dirinya sakit
Anda tidak mau pergi ke dokter
Bagaimana bisa mencari obat
Tapi ketika anda sudah pergi ke dokter
Berarti anda sudah merasa sakit
Lalu akan ditanya
Atau saya pusing
Kenapa pusing
Kurang makan
Kasih makan
Kenapa pusing
Kurang tidur
Jadi sebetulnya dari pertanyaan
Kenapa ini adalah faktor evaluasi
Apa yang menyebabkan
Kesulitan
Yang kita terima
Di masa sekarang ini
Nah jadi
Modalnya sekarang sudah dua
Yang pertama tadi adalah bahagia
Karena memberi
Dengan pola
Pikir semoga kamu berbahagia
Sehingga apa saja kondisi yang kita terima
Kita bisa punya konsep ya
Semoga kamu bahagia
Yang kedua adalah
Mengevaluasi
Kalau ada satu nilai positif
Yang kita miliki
Ayo tingkatkan
Karena di zaman persaingan ini
Sebetulnya kalau hanya persaingan uang
Tidak ada batasnya
Saya melihat
Seperti sekarang ini banyak
Dibuka
Factory outlet
Ini kan menjamur sekali
Mungkin anda sendiri disini ada yang
Mengelola factory outlet itu
Coba saya lihat
Tiap hari hampir selalu ada yang buka
Yang baru
Sekarang disini, sekarang disitu, sekarang disana
Apa yang diadu
Sebetulnya kan modal
Uang, ini tinggal kuat-kuatan
Siapa yang paling punya uang banyak
Itu yang bisa memenangkan
Tapi ini tidak ada batasnya
Uang yang paling besar hari ini
Dua bulan lagi
Belum tentu dia yang paling besar lagi
Saya punya modal
Satu juta
Dia buka hanya sepuluh item
Tetangga saya
Punya modal sepuluh juta
Dia punya serat
Sekian banyak item lagi
Dia punya lagi
Lebih banyak lagi
Itemnya tentu lebih besar lagi
Nah berarti persaingan
Bukan di bidang itu
Tetapi di bidang disiplin
Di bidang mental
Jadi SDM-nya ini sendiri sebetulnya
Manusianya sendiri
Persaingan di dalam bidang materinya
Itu hanya
Faktor
Yang
Penunjang
Tetapi kalau materinya
Orangnya sendiri
Prilakunya sendiri
Tidak bisa berkembang
Tidak bisa
Nah prilaku apa?
Prilaku mau mengevaluasi
Apa kelebihan yang saya miliki?
Ayo tinggalkan
Apa yang kekurangan yang saya miliki?
Nah ini yang kita tekan
Nah kadang-kadang orang itu
Di masa perkembangan
Kadang-kadang mengatakan begini
Saya waktu dulu kerja begini
Sudah bisa
Ngapain saya harus belajar begini?
Seperti Anda sekarang ikut IMJ
Sebetulnya apa?
Kan untuk mendapatkan pelajaran
Untuk mendapatkan masukan
Karena kadang-kadang apa yang dikatakan seseorang
Mungkin bisa Anda manfaatkan
Di dalam kehidupan sehari-hari Anda
Nah ini kan sebetulnya kan tujuannya kan demikian
Nah kalau kita nanti seperti gelas yang tertutup
Ini diisi air pun tidak akan bisa
Karena Anda merasa sudah cukup ilmunya
Iya
Bisa saja begitu
Tapi dengan ikut perkembangan
Begini
Anda membuka diri
Siapa tahu bisa disengat
Nah ini adalah bagian dari evaluasi
Sehingga akhirnya kita bukan hanya menerima
Penderitaan
Menerima kebahagiaan itu sebagai satu kenyataan
Tetapi kita juga menggunakan
Penderitaan
Menggunakan kenyataan itu untuk evaluasi
Dalam kasus-kasus anak muda
Yang putus cinta
Kadang-kadang saya menasihalkan demikian
Kamu kalau putus cinta
Bunuh dirimu
Ini sesuatu yang sebetulnya keliru
Kenapa?
Kamu menganggap pasarmu itu adalah orang yang paling hebat
Tetapi kalau kamu putus cinta
Dan kamu mengatakan
Dalam dua bulan lagi
Aku akan berusaha mendapatkan orang yang lebih hebat daripada kamu
Maka kamu menggunakan penderitaan yang kamu alami itu
Sebagai faktor untuk meningkatkan kualitas dirimu sendiri
Ketika kamu diputus pasarmu
Kamu bisa
Mengatakan
Ya semoga kamu bahagialah
Jalan dengan orang yang kamu sayangi
Atau yang baru
Yang lebih kamu cintai
Tetapi secara
Disiplin kita bisa meningkatkan dengan mengatakan
Saya harus mendapat yang lebih hebat dari kamu
Saya akan buktikan
Bahwa kamu malu
Kalau tidak bersama aku
Nah dua hal ini saja saudara
Sebetulnya ini adalah
Kesiapan mental kita
Apapun problem kita
Dalam rumah tangga
Dalam pekerjaan
Di kantor-kantor
Semuanya hanya ini
Apa yang anda hadapi
Terimalah itu sebagai kenyataan
Tapi gunakanlah kenyataan itu
Untuk anda tingkatkan
Di masa yang akan datang
Kalau itu hal yang positif
Kembangkan, kembangkan, kembangkan terus menurut
Sebaliknya kalau itu hal yang negatif
Tekan, tekan, tekan terus
Satu contoh yang sederhana adalah dengan pacaran tadi
Kalau anda diputus pacarnya
Anda bisa merenungkan
Oh kenapa saya diputus
Berarti ini harus saya perbaiki
Untuk saya tingkatkan
Mendapat yang lebih baik
Daripada yang sekarang
Nah inilah dua hal yang mungkin bisa saya sampaikan
Sebagai kesiapan mental kita
Untuk menghadapi perubahan apapun juga
Baik sosial, politik maupun keamanan
Di masa-masa yang akan datang
Dan saya mengharapkan kita bisa ada diskusi
Yang lebih mendalam
Untuk menggali wawasan
Saling berbuka pikiran
Karena pertanyaan anda juga mungkin menjadi
Satu masukan yang baik
Untuk rekan-rekan yang lain
Ya
Kira-kira demikian
Mungkin ini
Sedikit pembukaan saja
Sekarang saya kembalikan kepada
Pak Freddy untuk
Melemparkan
Hal-hal yang lain
Terima kasih
Lanjut Menjelajah
Tiga KeranjangTelusuri sumber Dhamma dalam TipitakaBunbunTemukan penjelasan dan kisah Dhamma lainnya