0:00 para bapak dan ibu yang berbahagia
0:02 satu kebahagiaan bagi saya
0:09 karena setelah sekian tahun lamanya
0:13 tadi diingatkan bapak yang disana
0:16 sekitar 7 tahun
0:18 saya bisa hadir di tempat ini
0:23 dan berkumpul juga dengan para anggota IMC
0:27 yang sangat akrab untuk saya
0:30 para bapak dan ibu
0:34 memang ini sudah menjelang akhir tahun
0:40 dan ketika dari sekretariat IMC memberikan surat
0:51 tentang prediksi POSPOLKAM di tahun 2002
0:58 wah pada saat itu sebetulnya saya agak kaget
1:01 kenapa demikian?
1:03 nanti kalau saya
1:06 membuka kisah-kisah apa yang akan terjadi pada tahun 2002
1:11 nanti saya menjadi tukang ramah
1:14 kalau pas cocok malah saya nanti dapat pekerjaan
1:20 yaitu bagaimana ini perusahaan saya maju atau mundur tahun berikutnya
1:24 sehingga saya mencoba mengubah sedikit judulnya adalah
1:28 bagaimana kesiapan mental kita
1:31 karena kita mengubah dunia tidak mampu
1:35 tapi kita mengubah dunia tidak mampu
1:36 kita mengubah pikiran kita
1:37 mengubah sikap hidup kita
1:40 melihat perubahan dunia
1:43 itu mungkin yang kita bisa kerjakan
1:44 dan itu mungkin yang kita bisa bawa pulang nanti setelah acara ini
1:48 nah kenapa demikian?
1:52 karena kalau kita lihat
1:55 krisis global
1:57 ini benar-benar
2:00 sudah pada tahap yang sangat luar biasa
2:05 beberapa kabar
2:06 dari Amerika sendiri
2:07 setelah kasus WTC
2:09 11 September
2:13 itu sudah mulai banyak PHK yang diperlakukan
2:19 bahkan sampai hari ini pun layoff-layoff itu masih terus dikerjakan
2:24 karena memang
2:25 mereka sudah tidak mampu
2:28 untuk menanggung beban pengeluaran yang sedemikian besar
2:33 lalu saya tanya pada satu ketika
2:37 kebetulan bulan
2:39 Juli mungkin
2:40 saya ke Amerika
2:41 saya masih lihat WTC itu
2:43 masih syuting-syuting di sana
2:45 saya tanya kenapa
2:47 Amerika ini sekarang kok banyak PHK
2:50 banyak layoff ini kenapa?
2:52 bukankah ini pemodel yang besar?
2:55 bahkan ini menjadi
2:56 mercusuarnya ekonomi dunia
2:58 lah kalau dia sendiri
3:00 K.O. bagaimana kita-kita yang di negara berkembang ini?
3:04 dia jawab
3:05 memang kita kaya
3:06 kita ini
3:08 banyak investasi
3:11 tetapi investasi kita banyak di dunia ketiga
3:16 termasuk Indonesia
3:18 yang
3:20 tidak bisa bayar
3:24 lalu saya tanya-tanya
3:25 wah kalau begitu Amerika ini seperti orang kaya
3:29 rentenir
3:31 tapi
3:32 yang diutangi lari semua ya
3:35 dia kaya di atas kertas
3:38 modal asalnya
3:40 tidak ada
3:40 nah itu sebetulnya yang menjadi penyebabnya
3:43 sehingga kasus Nasdaq dan sebagainya
3:45 pada menurun semua
3:46 saya mengamati oh ini-ini problem
3:49 problem secara global
3:52 nah kemudian
3:53 Indonesia sendiri juga demikian
3:55 bahwa
3:58 kita sendiri
4:00 sekarang kalau berarti
4:02 beberapa waktu yang lalu kita membaca koran
4:05 hutang kita ini
4:07 juga sudah sangat besar
4:09 kalau tidak salah baca sekitar
4:11 120
4:14 130.000
4:16 eh 130 triun
4:20 kan begitu
4:21 sehingga katanya kalau bayi lahir saja
4:25 sudah
4:26 hutangnya 7,5 juta
4:28 sehingga kalau keluarga ska anda
4:30 suami istri
4:31 anaknya
4:32 dua
4:33 itu berarti kali 7,5 trek
4:35 30 juta anda punya hutang
4:37 hasilnya seperti ini
4:39 Sehingga orang-orang mulai lahir
4:41 Sudah dibebani hutang
4:43 Dan kalau kita melihat sejarah
4:46 Sebetulnya kasus ekonomi
4:50 Sangat berhubungan dengan
4:55 Keamanan dan kenyamanan tinggal di satu tempat
4:58 Pada beberapa berita tentang kasus Afganistan
5:07 Karena Afganistan ini saya asik membaca
5:11 Karena ada hubungannya dengan penghancuran patung Buddha
5:14 Yang setinggi 53 meter
5:16 Apa yang dikatakan para pemimpin Taliban?
5:21 Dia mengatakan begini
5:24 Kita ini adalah negara yang sudah miskin
5:27 Kita ini sudah tidak punya uang
5:30 Tetapi kenapa dunia hanya selalu berbicara tentang patung?
5:37 Bahkan kopi aman ketika datang
5:40 Juga yang dibicarakan bagaimana
5:44 Memugar patung
5:46 Kenapa bukan anak-anak Taliban yang miskin yang dipikirkan?
5:51 Oleh karena itu ya kita hancurkan aja patungnya itu
5:55 Itu dasarnya begitu
5:56 Sehingga mereka mau tidak mau
5:58 Ya harus berpikir tentang anak kita
6:01 Nah jadi dari sini kita bisa melihat
6:03 Sebetulnya
6:05 Kasus-kasus ekonomi ini sangat berpengaruh
6:08 Patungnya
6:10 Ada
6:11 Keamanan
6:13 Kalau topik kita adalah sosial politik dan keamanan
6:18 Tidak ada sumber yang lebih parah
6:21 Untuk mengganggu keamanan
6:23 Kecuali adalah urusan ekonomi
6:27 Nah
6:29 Sekarang bagaimana kalau kita kembali ke Indonesia?
6:33 Dengan hutang yang demikian
6:35 Lalu kalau hari ini saya membaca koran bahwa UMR juga akan dinaikkan
6:40 400 sekian ribu rupiah
6:43 Sehingga sudah ada beberapa perusahaan juga mau menutup perusahaannya
6:48 Kita bisa berpikir sekarang bahwa ini pasti akan menimbulkan
6:56 Penganggulan baru
6:58 Puluhan ribu orang menganggur
7:00 Ketika kasus penutupan bank universal
7:06 Saya melihat beritanya
7:10 Unibank ya sorry
7:13 Sorry
7:13 Yang kerja di universal sorry
7:15 Unibank
7:16 Itu saya membaca beritanya ada di Medan katanya
7:21 Atau di daerah Sumatra yang mengatakan
7:24 Pokoknya kita minta
7:26 Uang ganti rugi
7:27 Bayar gajinya sekian juta
7:31 Atau sekian puluh
7:33 Bulan kerja
7:37 Kenapa mereka demikian?
7:39 Karena mereka stress tau-tau hilang pekerjaan begitu saja
7:43 Nah hal ini
7:45 Bukan hanya akan berhenti sampai disini
7:47 Ini baru awal dari satu cerita yang panjang
7:51 Oleh karena itu kalau kita mau membuka prediksi
7:56 2002
8:00 Kadang-kadang orang lalu mengatakan
8:02 Wah ini kita lalu menggunakan kacamata yang suram
8:07 Kenapa?
8:09 Semakin kita buka masa depan
8:12 Bukan semakin nyaman kita rasakan
8:17 Tapi justru makin tegang
8:19 Kita seakan-akan merasa duduk di kursi yang sudah panas
8:24 Setiap saat kita bisa
8:26 Dileal
8:28 Setiap saat kita bisa
8:30 Pindah dari posisi kita
8:33 Nah oleh karena itu
8:35 Saya mencoba membagi pengalaman dengan para bapak dan ibu
8:39 Yang hadir pada malam hari ini adalah tentang
8:41 Kesiapan mental kita
8:43 Apa yang sebetulnya harus kita siapkan dalam hal ini
8:49 Kita harus mencari penyelesaian
8:50 Kita tidak mungkin bisa mengubah dunia
8:51 Kita tidak mungkin bisa mengubah perusahaan kita itu menjadi yang
8:55 Yang luar biasa sekali
8:57 Kalau kita hanya sendirian
8:58 Tetapi yang bisa kita kerjakan adalah
9:00 Paling tidak kita punya kesiapan mental
9:03 Sehingga masing-masing kalau punya kesiapan mental
9:05 Kita bisa bersama-sama
9:08 Baru kita bisa maju
9:09 Tapi kalau semuanya sudah sama-sama stressnya
9:11 Tidak akan bisa maju
9:14 Nah
9:14 Apa yang harus kita siapkan
9:17 Mental kita
9:18 Saya melihat ada
9:21 Ada yang berkata
9:21 Ada dua sisi kehidupan kita
9:23 Kalau tadi mungkin istilahnya
9:25 Bapak yang mendapatkan
9:27 Atau tadi yang sudah disampaikan oleh Pak Freddy
9:30 Bapak-bapak yang mendapatkan
9:32 Ben itu ada yang mengatakan tadi
9:34 Kepada Pak
9:35 Pak Widodo
9:38 Mengatakan tentang
9:39 Berapa gram nih
9:42 Sudut materi
9:44 Dan batin ini memang tidak bisa
9:45 Dipisahkan
9:46 Jangan mengatakan
9:50 Oh saya ini bidang materi
9:52 Batin jauh
9:53 Tinggal
9:53 Salah
9:54 Oh saya bidang batin
9:56 Materi
9:57 Buang
9:58 Salah
9:59 Batin dan materi ini harus punya
10:01 Kekompakan
10:02 Karena ini seperti satu
10:04 Telapak tangan yang dilihat dari dua sisi
10:07 Batin dan materi
10:08 Batin dan materi
10:09 Hanya batinnya saja
10:10 Tidak dipikirkan tentang materinya
10:13 Anak-anak mau dikasih makan apa
10:16 Tetapi hanya materi saja
10:18 Tidak ada batin
10:19 Nanti akan ada perasaan
10:21 Aku itu sudah mendapatkan
10:23 Dan segalanya
10:23 Tetapi kenapa hidupku merasa kosong
10:26 Apalagi yang harus aku cari
10:28 Uang sudah dapat
10:29 Rumah tangga sudah bagus
10:30 Nah
10:31 Oleh karena itu
10:33 Bagaimana menyepakati
10:36 Atau melihat dunia
10:37 Dari sudut batin dan materi
10:39 Saya akan memberikan satu cara
10:42 Sehingga batin Anda nanti
10:43 Akan siap menghadapi
10:46 Krisis-krisis yang akan
10:47 Terus berkepanjangan
10:49 Tetapi secara materi
10:51 Anda pun akan bisa menemukan
10:53 Mengingatkan
10:53 Apa yang telah Anda dapatkan
10:55 Saat ini
10:56 Caranya cuma satu
10:58 Tidak perlu dua dan tiga
11:01 Sedangkan
11:03 Kebahagiaan kita itu yang pertama
11:05 Yang paling awal
11:07 Kalau manusia akan pengen cari bahagia
11:09 Sebetulnya adalah bahagia karena mendapat
11:14 Dari kecil kita itu bahagia karena mendapat
11:18 Ketika kita masih bayi
11:20 Kalau Bapak Ibu masih ingat
11:22 Manis
11:23 Begitu mendapatkan
11:26 Menangis
11:26 Asi
11:27 Wah langsung lega
11:31 Tenang
11:34 Nangis
11:35 Diganti popoknya
11:38 Mendapat
11:40 Suasana yang nyaman
11:42 Diam
11:43 Perutnya keloncongan
11:48 Kasih makan
11:50 Kita sekolah
11:53 Nilainya tinggi
11:55 Tenang
11:56 Sehingga kita selalu bertanya
11:58 Dapat apa?
11:58 Dapat apa?
12:00 Dapat apa?
12:00 Dapat prestasi yang paling tinggi
12:04 Dapat
12:04 Medali
12:06 Dapat penghargaan
12:09 Dapat keuntungan
12:11 Dapat pasangan hidup
12:12 Dapat rumah
12:13 Dapat keturunan
12:15 Apa saja kita selalu dapatkan?
12:18 Karena kita punya pola seperti itu
12:21 Menghadapi krisis
12:24 Kenapa takut?
12:28 Karena kita biasa mendapat
12:30 Sekarang krisis ini takut kehilangan
12:33 Gimana ya?
12:35 Kalau rumah saya tau-tau dibakar orang
12:38 Gimana ya?
12:39 Kalau saya tau-tau di mobil dirampok orang
12:43 Gimana ya?
12:44 Kalau saya sekarang tau-tau dipindahkan posisinya
12:49 Jadi yang kita biasa mendapat
12:51 Mendapat-mendapat ini kita tidak siap untuk membuat
12:54 Nah
12:57 Ini sebetulnya kunci krisis kita itu
13:01 Krisis mental kita
13:03 Krisis di dalam
13:05 Perusahaan kita
13:06 Karena kita selalu berpikir
13:10 Gimana saya bisa mendapat penghargaan?
13:12 Gimana saya bisa selalu mempertahankan kedudukan saya ini?
13:18 Nah sekarang
13:20 Kebahagiaan yang pertama ini
13:22 Kalau kita mau mengamati
13:24 Ini sebetulnya adalah
13:27 Kebahagiaan yang bersifat alamiah
13:30 Bukan hanya manusia saja
13:31 Kucing juga begitu
13:35 Miong-miong-miong
13:36 Kasih kerupuk
13:39 Mendapat kerupuk
13:41 Diam
13:42 Anjing menggonggong
13:44 Kita kasih turang
13:47 Diam
13:49 Manusiawi sekali
13:50 Tapi itu juga mata yang paling dasar
13:53 Nah saudara-saudara
13:55 Sekarang yang kita kembangkan disini
13:57 Untuk kesiapan mental
13:59 Adalah kita mencoba
14:03 Mendapatkan kebahagiaan
14:05 Dengan cara bukannya
14:06 Bukan mendapat lagi
14:07 Memujudkan kebahagiaan
14:10 Bukan dengan cara mendapat
14:11 Tapi dengan cara memberi
14:14 Apakah yang kita bisa berikan?
14:19 Macem-macem
14:20 Kita punya barang
14:22 Kita berikan barang
14:25 Seperti tadi
14:27 Dari IMC
14:28 Memberikan medali
14:30 Kepada peserta yang sudah 10 tahun
14:34 Itu
14:36 Begitu kita bisa memberi
14:39 Ini ada kebahagiaan yang berbeda
14:42 Kebahagiaan karena memberi ini
14:44 Menunjukkan
14:47 Nilai kita di dalam masyarakat
14:50 Saya bisa memberi
14:52 Kalau bahagia karena mendapat
14:54 Itu hanya menunjukkan kita
14:56 Ya semacam
14:59 Ya saya bisa sampai disinilah
15:01 Tapi kalau kita bisa memberi
15:03 Kita ada penghargaan di dalam masyarakat
15:07 Nah
15:08 Itu kita punya barang bisa kasih
15:11 Punya pasangan
15:12 Pakaian kita boleh kasihkan
15:14 Kepada mereka yang membutuhkan
15:15 Mungkin pakaian Anda lebih dari cukup
15:17 Anda bisa bagikan ke panti asuhan
15:19 Panti jomblo dan sebagainya
15:22 Nah
15:22 Tetapi sebetulnya dasarnya
15:26 Memberi itu apa?
15:28 Memberikan perhatian
15:31 Jadi kalau tadi
15:32 10 tahun dikasih pin
15:35 Dari apa?
15:36 Karena saya memberi perhatian
15:38 Oh Bapak ini sudah 10 tahun
15:41 Hati ikut
15:42 Hadir terus
15:43 Kalau gitu saya kasih
15:44 Kenang-kenangan
15:45 Perhatian ini yang penting
15:49 Ketika tadi bertanya
15:50 Ini berapa gram?
15:53 Perhatian
15:55 Jadi saya ambil contoh ya Pak
15:57 Ya wah
15:59 Kebetulan saja
16:00 Karena itu menarik sekali
16:01 Untuk kita bahas pada malam hari ini
16:06 Ketika kita menilai perhatian itu
16:08 Dalam bentuk
16:10 Materi
16:12 Itu sebetulnya
16:14 Ya sebetulnya sangat
16:16 Sangat sayang
16:17 Karena perhatian itu justru tak ternilai
16:20 Satu contoh aja
16:22 Kalau sekarang kita
16:23 Pasangan hidup kita berulang tahun misalnya
16:25 Kita bisa memberikan
16:28 Mungkin hanya ucapan selamat
16:30 Seperti yang tadi Pak
16:31 Waktu MC tadi mengucapkan ucapan selamat ulang tahun
16:34 Kepada para peserta
16:35 Itu satu bentuk perhatian
16:39 Nah ini yang nilainya sangat tinggi
16:44 Karena
16:45 Kalau kita bisa memberi dan memberi dan memberi
16:48 Apa sebetulnya pola yang ada
16:50 Di dalam pikiran kita
16:52 Saya memberi pin ini
16:54 Supaya kamu bahagia
16:57 Saya memberi pakaian bekas ini
17:00 Supaya kamu bahagia
17:03 Saya memberi
17:05 Makanan ini
17:07 Supaya kamu bahagia
17:08 Saya memberi kedudukan ini
17:10 Supaya kamu bahagia
17:11 Pola pikir yang muncul
17:13 Di dalam pikiran
17:14 Diri kita adalah
17:15 Bagaimana
17:16 Membuat dia bahagia
17:21 Nah saudara-saudara
17:22 Ini sebetulnya adalah membuat kita bisa
17:27 Mencoba menerima itu sebagai kenyataan
17:33 Kenapa demikian
17:35 Kasus misalnya
17:37 Kita dimarahi
17:39 Oleh pimpinan kita
17:42 Karena
17:44 Pekanan
17:46 Perubahan ekonomi
17:48 Kita dimarahi pimpinan kita
17:50 Karena
17:51 Yang pertama kita bisa lakukan
17:52 Karena kita jawab pola pikirnya adalah
17:54 Semoga kamu bahagia
17:55 Eh sudahlah
17:57 Semoga kamu bahagia
17:59 Mungkin bahagianya kamu adalah dengan memarahi saya
18:02 Ini adalah dasar yang pertama
18:06 Kemudian
18:10 Kasus yang paling parah adalah
18:14 Kalau kita di PHK
18:16 Di PHK kita bisa berpikir ya
18:21 Semoga kamu bahagialah
18:23 Memihakasanya
18:25 Ini kan gak maju kan
18:26 Di pesisinya
18:27 Itu
18:29 Nah karena itu
18:31 Kesiapan mental ini
18:34 Memberi
18:35 Dengan pola pikir
18:37 Semoga kamu bahagia
18:38 Ini adalah awal untuk menerima
18:41 Kehidupan sebagaimana adanya
18:43 Bahwa di dalam dunia ini
18:46 Bukan hanya mendapat yang ada
18:47 Tetapi satu ketika kita juga kehilangan
18:50 Tahap yang kedua adalah
18:54 Bagaimana mengubah
18:56 Apa yang kita terima itu
18:58 Untuk menjadi peningkatan
18:59 Ini yang disebut dengan
19:00 Disiplin
19:03 Disiplin misalnya begini
19:05 Kenapa
19:09 Saya ini kok
19:10 Di dalam kehidupan saya
19:13 Sekarang kan
19:14 Mengalami kesulitan dalam rumah tangga misalnya
19:16 Kita menerima itu sebagai kenyataan
19:19 Pasangan hidup kita rewel
19:20 Kita terima itu sebagai kenyataan
19:23 Kemudian anak kita rewel
19:24 Kita terima itu sebagai kenyataan
19:26 Lalu kita lalu berkata
19:28 Kenapa
19:30 Kenapa saya
19:31 Punya pasangan hidup rewel
19:35 Kenapa
19:36 Saya punya anak rewel
19:38 Kenapa saya punya pasangan
19:40 Punya pimpinan saya rewel
19:42 Kenapa saya
19:44 Di PHK
19:45 Kalau kita sudah bisa menerima kenyataan
19:50 Baru kita bisa berpikir tentang kenapa
19:52 Ibaratnya pergi ke dokter
19:54 Kalau anda masih belum merasa
19:56 Dirinya sakit
19:57 Anda tidak mau pergi ke dokter
19:59 Bagaimana bisa mencari obat
20:01 Tapi ketika anda sudah pergi ke dokter
20:03 Berarti anda sudah merasa sakit
20:04 Lalu akan ditanya
20:05 Atau saya pusing
20:06 Kenapa pusing
20:07 Kurang makan
20:09 Kasih makan
20:10 Kenapa pusing
20:12 Kurang tidur
20:14 Jadi sebetulnya dari pertanyaan
20:18 Kenapa ini adalah faktor evaluasi
20:21 Apa yang menyebabkan
20:23 Kesulitan
20:23 Yang kita terima
20:26 Di masa sekarang ini
20:28 Nah jadi
20:30 Modalnya sekarang sudah dua
20:32 Yang pertama tadi adalah bahagia
20:34 Karena memberi
20:35 Dengan pola
20:37 Pikir semoga kamu berbahagia
20:38 Sehingga apa saja kondisi yang kita terima
20:42 Kita bisa punya konsep ya
20:43 Semoga kamu bahagia
20:45 Yang kedua adalah
20:49 Mengevaluasi
20:50 Kalau ada satu nilai positif
20:52 Yang kita miliki
20:53 Ayo tingkatkan
20:55 Karena di zaman persaingan ini
20:57 Sebetulnya kalau hanya persaingan uang
21:00 Tidak ada batasnya
21:01 Saya melihat
21:03 Seperti sekarang ini banyak
21:05 Dibuka
21:07 Factory outlet
21:09 Ini kan menjamur sekali
21:11 Mungkin anda sendiri disini ada yang
21:13 Mengelola factory outlet itu
21:16 Coba saya lihat
21:17 Tiap hari hampir selalu ada yang buka
21:19 Yang baru
21:20 Sekarang disini, sekarang disitu, sekarang disana
21:23 Apa yang diadu
21:25 Sebetulnya kan modal
21:26 Uang, ini tinggal kuat-kuatan
21:29 Siapa yang paling punya uang banyak
21:31 Itu yang bisa memenangkan
21:33 Tapi ini tidak ada batasnya
21:34 Uang yang paling besar hari ini
21:35 Dua bulan lagi
21:37 Belum tentu dia yang paling besar lagi
21:38 Saya punya modal
21:39 Satu juta
21:40 Dia buka hanya sepuluh item
21:42 Tetangga saya
21:43 Punya modal sepuluh juta
21:45 Dia punya serat
21:46 Sekian banyak item lagi
21:48 Dia punya lagi
21:49 Lebih banyak lagi
21:49 Itemnya tentu lebih besar lagi
21:51 Nah berarti persaingan
21:53 Bukan di bidang itu
21:55 Tetapi di bidang disiplin
21:57 Di bidang mental
21:58 Jadi SDM-nya ini sendiri sebetulnya
22:02 Manusianya sendiri
22:05 Persaingan di dalam bidang materinya
22:07 Itu hanya
22:08 Faktor
22:09 Yang
22:11 Penunjang
22:11 Tetapi kalau materinya
22:13 Orangnya sendiri
22:14 Prilakunya sendiri
22:15 Tidak bisa berkembang
22:16 Tidak bisa
22:17 Nah prilaku apa?
22:18 Prilaku mau mengevaluasi
22:19 Apa kelebihan yang saya miliki?
22:21 Ayo tinggalkan
22:22 Apa yang kekurangan yang saya miliki?
22:27 Nah ini yang kita tekan
22:28 Nah kadang-kadang orang itu
22:31 Di masa perkembangan
22:33 Kadang-kadang mengatakan begini
22:34 Saya waktu dulu kerja begini
22:36 Sudah bisa
22:37 Ngapain saya harus belajar begini?
22:39 Seperti Anda sekarang ikut IMJ
22:42 Sebetulnya apa?
22:42 Kan untuk mendapatkan pelajaran
22:44 Untuk mendapatkan masukan
22:46 Karena kadang-kadang apa yang dikatakan seseorang
22:48 Mungkin bisa Anda manfaatkan
22:50 Di dalam kehidupan sehari-hari Anda
22:52 Nah ini kan sebetulnya kan tujuannya kan demikian
22:55 Nah kalau kita nanti seperti gelas yang tertutup
22:58 Ini diisi air pun tidak akan bisa
23:02 Karena Anda merasa sudah cukup ilmunya
23:05 Iya
23:06 Bisa saja begitu
23:07 Tapi dengan ikut perkembangan
23:09 Begini
23:10 Anda membuka diri
23:12 Siapa tahu bisa disengat
23:13 Nah ini adalah bagian dari evaluasi
23:17 Sehingga akhirnya kita bukan hanya menerima
23:19 Penderitaan
23:21 Menerima kebahagiaan itu sebagai satu kenyataan
23:24 Tetapi kita juga menggunakan
23:25 Penderitaan
23:26 Menggunakan kenyataan itu untuk evaluasi
23:29 Dalam kasus-kasus anak muda
23:31 Yang putus cinta
23:33 Kadang-kadang saya menasihalkan demikian
23:36 Kamu kalau putus cinta
23:38 Bunuh dirimu
23:39 Ini sesuatu yang sebetulnya keliru
23:44 Kenapa?
23:45 Kamu menganggap pasarmu itu adalah orang yang paling hebat
23:50 Tetapi kalau kamu putus cinta
23:52 Dan kamu mengatakan
23:53 Dalam dua bulan lagi
23:55 Aku akan berusaha mendapatkan orang yang lebih hebat daripada kamu
23:59 Maka kamu menggunakan penderitaan yang kamu alami itu
24:05 Sebagai faktor untuk meningkatkan kualitas dirimu sendiri
24:10 Ketika kamu diputus pasarmu
24:13 Kamu bisa
24:14 Mengatakan
24:14 Ya semoga kamu bahagialah
24:15 Jalan dengan orang yang kamu sayangi
24:17 Atau yang baru
24:18 Yang lebih kamu cintai
24:20 Tetapi secara
24:22 Disiplin kita bisa meningkatkan dengan mengatakan
24:25 Saya harus mendapat yang lebih hebat dari kamu
24:27 Saya akan buktikan
24:30 Bahwa kamu malu
24:32 Kalau tidak bersama aku
24:33 Nah dua hal ini saja saudara
24:36 Sebetulnya ini adalah
24:38 Kesiapan mental kita
24:39 Apapun problem kita
24:41 Dalam rumah tangga
24:42 Dalam pekerjaan
24:43 Di kantor-kantor
24:44 Semuanya hanya ini
24:45 Apa yang anda hadapi
24:47 Terimalah itu sebagai kenyataan
24:49 Tapi gunakanlah kenyataan itu
24:51 Untuk anda tingkatkan
24:53 Di masa yang akan datang
24:55 Kalau itu hal yang positif
24:57 Kembangkan, kembangkan, kembangkan terus menurut
24:59 Sebaliknya kalau itu hal yang negatif
25:02 Tekan, tekan, tekan terus
25:03 Satu contoh yang sederhana adalah dengan pacaran tadi
25:06 Kalau anda diputus pacarnya
25:08 Anda bisa merenungkan
25:09 Oh kenapa saya diputus
25:12 Berarti ini harus saya perbaiki
25:13 Untuk saya tingkatkan
25:14 Mendapat yang lebih baik
25:16 Daripada yang sekarang
25:17 Nah inilah dua hal yang mungkin bisa saya sampaikan
25:21 Sebagai kesiapan mental kita
25:23 Untuk menghadapi perubahan apapun juga
25:25 Baik sosial, politik maupun keamanan
25:27 Di masa-masa yang akan datang
25:28 Dan saya mengharapkan kita bisa ada diskusi
25:31 Yang lebih mendalam
25:33 Untuk menggali wawasan
25:35 Saling berbuka pikiran
25:36 Karena pertanyaan anda juga mungkin menjadi
25:38 Satu masukan yang baik
25:40 Untuk rekan-rekan yang lain
25:41 Ya
25:43 Kira-kira demikian
25:44 Mungkin ini
25:46 Sedikit pembukaan saja
25:47 Sekarang saya kembalikan kepada
25:48 Pak Freddy untuk
25:51 Melemparkan
25:52 Hal-hal yang lain
25:53 Terima kasih