Segenggam Daun

Media belum tersedia untuk ceramah ini.

Bahasa Indonesia

Subtitle Bahasa Indonesia belum tersedia.

Hoki, Keberuntungan Dan Kamma

Tentang Ceramah

Ceramah ini membahas tentang hoki, keberuntungan, dan kamma dalam perspektif Buddhis. Pembicara memulai dengan mendefinisikan hoki dan keberuntungan, membedakan antara orang sukses dan orang beruntung. Kemudian, ia mengoreksi kesalahpahaman umum tentang kamma, menekankan bahwa kamma adalah niat aktif, bukan hasil pasif, dan menjelaskan buah dari kamma baik dan buruk. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa keberhasilan memerlukan usaha keras dan kebajikan yang dijalankan bersamaan. Pembicara menghubungkan hoki dan keberuntungan dengan kamma, menyatakan bahwa kesempatan adalah buah kamma baik dan keberuntungan adalah hasil kamma baik. Terakhir, ia menekankan pentingnya usaha dan kebajikan melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan untuk mencapai keberuntungan dan kebahagiaan. Pesan utamanya adalah bahwa hoki dan keberuntungan bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kamma baik yang didukung oleh usaha dan kebajikan.

Bagian PentingAI · suggested — belum ditinjau manusia
  1. Definisi Hoki dan Keberuntungan
    Menjelaskan perbedaan definisi hoki dan keberuntungan menurut kamus dan sumber lain, serta membedakan orang sukses dan orang beruntung.
  2. Pengertian Kamma yang Benar
    Mengoreksi kesalahpahaman tentang kamma, menekankan bahwa kamma adalah niat aktif, bukan hasil pasif, dan menjelaskan buah kamma baik dan buruk.
  3. Syarat Keberhasilan: Usaha dan Kebajikan
    Menjelaskan bahwa keberhasilan memerlukan usaha keras dan kebajikan, keduanya harus dijalankan bersamaan.
  4. Hubungan Hoki, Keberuntungan, dan Kamma
    Menghubungkan konsep hoki dan keberuntungan dengan kamma, menjelaskan bahwa kesempatan adalah buah kamma baik dan keberuntungan adalah hasil kamma baik.
  5. Cara Mencapai Hoki dan Keberuntungan
    Menekankan pentingnya usaha dan kebajikan melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan untuk mencapai keberuntungan dan kebahagiaan.
Mindful LivingAI · suggestedKamma/KarmaAI · suggestedRight ViewAI · suggestedHappinessAI · suggestedEthical LifeAI · suggested
Transkrip LengkapAI · suggested — belum ditinjau manusia
Ringkasan Dhammadesana Bhikkhu Uttamo Vihara Saddhapala 18 Maret 2011
Bila membaca kamus, pengertian hoki dan keberuntungan sering diartikan sama yaitu kemujuran atau nasib.
Sedangkan, dari sumber yang berbeda diperoleh pengertian yang lain. Bahwa seseorang dikatakan hoki apabila ia memiliki sekaligus tiga hal yaitu : 1. Memiliki keahlian. 2. Memiliki kemauan untuk menampilkan/mempertunjukkan keahliannya. 3. Memiliki kesempatan untuk menampilkan keahliannya tersebut.
Sedangkan keberuntungan diartikan sebagai suatu kondisi yang tak terpikirkan sebelumnya, tidak terduga, tetapi memberikan hasil sesuai harapan.
Orang sukses berbeda dengan orang beruntung, walaupun sekilas terlihat sama. Orang sukses adalah orang yang memiliki keinginan, memiliki cara untuk mencapai keinginan tersebut, dan hasilnya tercapainya keinginan itu.
Sedangkan orang yang beruntung itu adalah orang yg punya keinginan tapi tidak tahu bagaimana caranya untuk mencapai keinginan tersebut, namun keinginan itu tetap saja tercapai.
Sebagai umat Buddha tentu telah mengetahui bahwa kamma berarti niat. Oleh karena itu, kamma bersifat aktif. Sayangnya, banyak orang yang salah mengartikan kamma sebagai kondisi yang bersifat pasif. Contoh, ketika seseorang menderita kerugian, lantas kita berkata : 'rasain, kamma tuh !!' Padahal itu bukan kamma, melainkan buah kamma atau hasil dari kamma/niat yang pernah ia dilakukan sebelumnya. Buah kamma tidak hanya bersifat buruk, namun ada juga buah kamma yang baik.
Contoh lebih lanjut, seseorang yang menderita sakit. Berarti buah kamma buruknya sedang berbuah. Lantas bagaimana? Pertama harus diterima, bahwa sakit itu adalah buah dari kamma buruk. Setelah itu, kita perlu membuat kamma yang baru (secara aktif) dengan pergi berobat ke dokter disertai perbuatan baik. Maka dengan demikian, baru 'nasib' itu bisa berubah yaitu memperoleh kesembuhan.
Telah dijelaskan dalam Dhamma bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh dua hal yaitu : 1. Usaha yg keras 2. Kebajikan yang akan menghasilkan buah kamma baik dalam bentuk kesempatan.
Apabila seseorang hanya berusaha saja, bekerja keras siang malam, tetapi tidak pernah berbuat kebajikan, maka ia sulit untuk berhasil. Sebaliknya, jika seseorang hanya berbuat baik dan sembahyang saja, tanpa melakukan usaha apapun, maka ia juga tidak akan berhasil. Keduanya ini harus dijalankan bersamaan untuk mencapai keberhasilan.
Kembali ke topik, jika dikaitkan apa hubungan antara hoki, keberuntungan dan kamma, maka sudah jelas bahwa memiliki kemauan untuk memperlihatkan ketrampilannya adalah kamma atau niat secara aktif untuk berusaha. Kemudian juga perlu memiliki kesempatan sebagai buah kamma baik yang telah mencukupi. Adapun keberuntungan adalah buah kamma baik yang mengkondisikan tercapainya harapan kita.
Maka dari itu, untuk mencapai hoki, keberuntungan dan sukses, tidak ada cara lain selain berusaha dan terus melakukan kebajikan baik dengan pikiran, ucapan dan badan (perbuatan). Pikiran yang baik dan positif terus dikembangkan. Ucapan yang bermanfaat serta perbuatan yang baik juga terus dikembangkan. Inilah yang bisa membawa keberuntungan, hoki, kebahagiaan serta menghindari kita semua dari malapetaka dan bahaya.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Sumber : Penulis : Yolanda, Officer BUC Foto : Alex Editor : Samaggi Phala
Lanjut Menjelajah
Tiga KeranjangTelusuri sumber Dhamma dalam TipitakaBunbunTemukan penjelasan dan kisah Dhamma lainnya