0:01 Bante, saya mau tanya
0:02 Seperti yang misalnya tadi Bante bilang
0:06 Untuk menarik perhatian
0:08 Untuk mendapatkan pajak
0:10 Untuk menarik perhatian
0:11 Untuk mendapatkan pajak
0:12 Pertama kan penampilan
0:14 Dan yang saya dengar tadi itu
0:17 Terakhir itu perhatian
0:18 Kalau misalnya semua itu sudah kita lakukan
0:21 Kepada orang yang kita sayangi
0:23 Tapi orangnya itu ternyata
0:27 Cuek bebek
0:28 Bukan, orangnya itu ternyata sudah punya pajak
0:31 Itu gimana Bante?
0:34 Ada lambangannya lagi Bante
0:36 Biasanya
0:38 Orangnya itu sudah punya pajak
0:39 Tapi orangnya itu juga akhirnya ternyata
0:41 Suka
0:43 Sama kita
0:44 Wah ini orang gak beres
0:48 Soalnya begini
0:49 Saudara
0:51 Ilmu ini, soalnya ilmu yang saya
0:53 Kati malam hari ini
0:55 Ibat sekali
0:58 Sehingga kalau anda sembarangan
0:59 Menggunakan
1:00 Dengan orang yang sudah punya pacar
1:03 Sudah punya pasangan hidup
1:04 Sudah punya suami atau sudah punya istri
1:07 Kalau kena, wah anda yang bisa
1:08 Dipentungin orang
1:11 Kenapa demikian saudara logikanya?
1:14 Kan tadi hukumnya
1:15 Tanam perhatian, tumbuh perhatian
1:18 Sekarang
1:19 Kalau anda sudah tahu dia punya pacar
1:21 Dia punya pasangan hidup
1:22 Dan anda seruduk
1:24 Anda sebetulnya menangis
1:27 Tanam kekecewaan
1:28 Dan jangan salah
1:31 Anda bisa panen kekecewaan juga
1:34 Dan
1:36 Orang yang sudah punya pacar
1:40 Lalu anda seruduk
1:42 Dan dia kena
1:44 Jangan salah di masa depan
1:47 Dia diseruduk orang
1:49 Dia kena lagi
1:50 Kenapa?
1:52 Karena mentalnya dia
1:53 Mental seruduk
1:57 Seruduk
1:58 Karena itu saya menyarankan
2:01 Kalau anda belum tahu seruduk
2:04 Tapi begitu sudah tahu punya pacar
2:06 Anda harus menghentikan kegiatan itu
2:10 Kenapa?
2:11 Karena lawan jenis itu kan bukan hanya satu itu
2:14 Kenapa harus menyeruduk yang satu?
2:16 Bisa cari yang lebih banyak kok
2:19 Memang kadang-kadang ada yang mengatakan
2:21 Yang sudah punya itu mesti yang lebih baik
2:25 Kenapa?
2:26 Karena kalau belum punya berarti
2:27 Tidak baik
2:30 Ya kan?
2:31 Restoran kalau sepi karena tidak enak
2:35 Restoran enak karena laris
2:36 Orang kalau punya pacar banyak
2:38 Wah ini mesti
2:39 Wah sedah
2:40 Jadi aku mau ikut menyeruduk ke sana
2:44 Salah
2:44 Pola pikir itu salah
2:46 Karena mental orang itu
2:48 Berarti mental yang gampang keseruduk
2:51 Ya
2:52 Anda berisiko tinggi untuk begitu
2:55 Karena pengalaman itu akan kembali pada diri anda sendiri
2:58 Jadi
2:59 Jadi saya menyarankan untuk tidak melakukan
3:03 Mundur baik-baik
3:04 Cari yang lain
3:06 Kan begitu
3:07 Lebih banyak kok
3:08 Begitu ya
3:12 Menjawab enggak
3:13 Ini bukan yang saya alami
3:18 Oh saya enggak masalah
3:19 Anda jangan berpikir begitu
3:24 Karena pertanyaan belum tentu yang memang anda alami sendiri
3:27 Pertanyaan bisa yang anda alami
3:29 Bisa yang teman anda alami
3:30 Bisa keluarga anda alami
3:33 Bisa lingkungan anda alami
3:34 Atau mungkin yang anda nonton di film
3:37 Baca di buku
3:38 Bisa saja karena logika itu kan semua bisa ngalami
3:42 Jadi anda jangan merasa setiap pertanyaan
3:45 Mesti ada hubungannya dengan anda
3:47 Belum tentu
3:48 Saya enggak pernah berpikir ke sana
3:51 Ya silahkan yang lain
3:52 Ya belakang sendiri
3:56 Nyampe enggak itu kabelnya
3:57 Enggak nyampe kabelnya ditarik
4:10 Apabila belum menikah
4:13 Maksudnya dalam istilah seperti anak-anak kan
4:15 Masih pacaran begitu
4:16 Tapi sudah punya dua atau tiga pacaran
4:22 Serep-serep
4:24 Apakah itu juga termasuk pelanggaran sila yang ketiga?
4:28 Pelanggaran sila ketiga
4:30 Itu sebetulnya berhubungan dengan hubungan seksual
4:34 Jadi tidak berhubungan dengan perangkapan jabatan
4:44 Bagaimana sekarang kalau pacaran
4:46 Punya serep?
4:49 Sedara-sedara
4:50 Sebetulnya
4:52 Pacaran punya serep itu
4:54 Biasa-biasa saja
4:56 Tetapi jangan diserep
5:00 Atau jangan dilakukan
5:02 Pada saat yang sama
5:04 Satu
5:05 Punya dua
5:07 Sesaat yang sama
5:08 Tapi kalau anda punya pandangan
5:11 Ketika anda pacaran dengan si A
5:13 Kemudian anda punya pandangan
5:15 Kalau dalam beberapa bulan ini
5:17 Tidak ada kemajuan pacaran saya
5:19 Maju tangan
5:20 Atau maju yang lain-lain
5:21 Maksud saya
5:22 Bukan itu maksud saya
5:25 Bukan itu maksud saya
5:26 Artinya kemajuan ini kok
5:28 Begini-begini saja ya
5:30 Anda boleh punya pandangan
5:33 Saya kalau
5:35 Lambat begini jalannya
5:36 Jalur lambat dengan jalur si A
5:38 Saya akan memilih dengan si B
5:40 Anda boleh punya pandangan itu sebagai serep
5:43 Tapi jangan anda pada saat yang sama
5:46 Saya dengan si A
5:48 Hari jenis serep
5:49 Kemesuma satu
5:50 Dengan si B
5:52 Ini salah besar
5:54 Kenapa?
5:55 Karena anda sendiri apa mau digitukan
5:58 Karena hukum karma adalah
6:00 Siapa yang menahan dia yang akan memetik
6:03 Kalau anda tidak mau digitukan
6:06 Jangan menggitukan orang
6:07 Kalau anda juga mau menjadi
6:10 Menjadi pacar dobel-dobelan
6:13 Ya anda apa-apa
6:15 Ya ini berarti jenis ketemu jenis
6:19 Tetapi kalau kita sendiri
6:21 Tentu secara normal
6:23 Tidak mau didobel
6:24 Ada yang mau didobel disini?
6:26 Ada?
6:27 Ada?
6:29 Tidak ada yang mau
6:30 Jawa juga tidak ada yang mau didobel
6:32 Kalau anda sendiri tidak mau didobel
6:36 Maka orang lain pun
6:38 Sebetulnya juga
6:39 Sama perasaannya dengan kita
6:42 Karena itu
6:43 Anda boleh punya cadangan
6:46 Dalam arti persiapan
6:47 Kalau saya putus dengan ini
6:48 Saya akan ganti
6:49 Yang itu
6:50 Tetapi jangan dilakukan pada
6:52 Saat yang sama
6:54 Karena itu akan membuat anda
6:55 Mengeluarkan energi lebih berat
6:58 Untuk menyebut nama si A
6:59 Tidak salah menjadi si B
7:03 Bisa salah loh
7:04 Karena anda dobel-dobel itu kan
7:06 Pikiran anda kan nyabang-nyabang
7:08 Tidak karung-karungan
7:08 Sehingga ketika manggil si A
7:10 Liru si B
7:11 Wah
7:11 Tapi sudah
7:12 Rangkap jabatan anda
7:14 Ya?
7:17 Tiba-tiba
7:20 Saya pernah baca artikel
7:23 Artikel Dharma Banteng
7:25 Yang menyatakan bahwa
7:27 Orang yang kumpul kebo itu
7:29 Tidak menanggan silat ketiga
7:30 Bagaimana sebenarnya itu Banteng?
7:33 Ya, sebetulnya tahap ini sudah bukan
7:35 Tahap pacaran
7:36 Karena ini sudah masuk ke perkawinan
7:39 Tapi saya akan menyinggung sedikit
7:42 Supaya anda juga punya wawasan
7:43 Perkawinan di dalam agama Buddha
7:46 Yang sesungguh-sungguhnya
7:48 Yang ada di dalam Dharma
7:49 Itu adalah perkawinan
7:52 Sebagai pembagian hak dan kewajiban
7:54 Bukan karena upacara
7:58 Makanya di dalam
7:59 Sigalowadasuta
8:00 Maka anda akan melihat tugas dan kewajiban
8:03 Suami atau istri itu apa
8:04 Kalau sudah ada pembagian hak dan kewajiban
8:11 Maka pria dan wanita ini
8:13 Bisa dianggap sebagai suami istri
8:15 Satu contoh
8:17 Dulu di zaman nenek moyang kita
8:19 Yang masih tinggal di gua-gua
8:21 Ada pria
8:24 Senang dengan wanita
8:26 Mereka merasa
8:28 Cocok mereka berbagi hak dan kewajiban
8:30 Mereka masuk ke gua
8:32 Mereka suami istri selamanya
8:33 Jadi apakah itu kumpul kebu?
8:40 Bukan
8:40 Itu karena memang
8:41 Sudah terjadi pembagian hak dan kewajiban
8:44 Nah tetapi
8:46 Dharma itu juga tidak bertentangan
8:48 Dengan hukum negara
8:51 Di negara-negara
8:52 Yang melegalisir
8:55 Perkawinan sebagai
8:56 Pembagian hak dan kewajiban
8:58 Tanpa ikatan upacara
9:00 Perkawinan
9:01 Selama dia masih
9:02 Berbagi hak dan kewajiban
9:04 Dan setia kepada pasangan hidupnya
9:06 Karena hak dan kewajiban itu salah satunya adalah
9:09 Kesetiaan
9:09 Maka dia sudah suami istri
9:12 Walaupun tanpa ikatan perkawinan
9:14 Tetapi di Indonesia khususnya
9:17 Karena negara ini
9:19 Bukan hanya berbicara tentang
9:20 Pembagian hak dan kewajiban
9:22 Tetapi perkawinan disini harus ada
9:25 Peresmian dari
9:27 Agama
9:28 Dan peresmian dari
9:30 Catatan sipil
9:31 Karena itu
9:33 Dharma karena tidak bertentangan dengan hukum negara
9:36 Kalau pembagian hak dan kewajiban ini
9:39 Lalu tinggal di Indonesia
9:41 Dia disebut kumpul kebo
9:43 Dan dia menjadi salah di Indonesia
9:45 Salah karena melanggar
9:47 Undang-undang negara
9:49 Setempat
9:50 Ya
9:52 Jadi disini tidak bisa dikerjakan
9:54 Ya
9:55 Kumpul kebo yang dimasukkan disini adalah
9:58 Pembagian hak dan kewajiban
10:00 Tetapi harus saling setia
10:01 Bukan kumpul kebo
10:02 Hari ini sama si A
10:04 Dua minggu lagi sama si B
10:05 Tiga hari sama si C
10:07 Itu bukan kumpul kebo lagi
10:08 Kumpul babi
10:10 Sudah tidak ada kesetiaannya sama sekali
10:15 Begitu
10:15 Ya jadi
10:16 Dengan demikian sebetulnya
10:18 Dharma ini
10:19 Kalau dia tinggal di satu negara yang tidak
10:23 Membutuhkan ikatan perkawinan
10:25 Secara upacara
10:26 Maka pembagian hak dan kewajiban
10:29 Antara pria dan wanita
10:30 Dianggap sudah cukup
10:32 Tidak melanggar
10:34 Tetapi di Indonesia karena mementingkan upacara
10:37 Maka hanya pembagian hak dan kewajiban
10:39 Antara pria dan wanita
10:40 Dianggap salah
10:41 Karena itu belum
10:43 Sesuai dengan peraturan negara setempat
10:47 Jelas itu?
10:48 Ya
10:49 Baik pertanyaan yang lain?
10:52 Yang lain?
11:00 Yang lain
11:03 Boleh?
11:05 Ada yang mengitipkan
11:06 Saya mau tanya
11:09 Apakah agama Buddha mengizinkan pacaran
11:12 Sama jenis?
11:14 Ya
11:15 Sebetulnya di dalam hak dan kewajiban
11:17 Pembagian hak dan kewajiban tadi
11:20 Sebetulnya tidak pernah disebutkan
11:22 Misalnya kewajiban istri harus punya anak
11:24 Tidak ada
11:26 Karena kewajiban istri salah satunya
11:30 Misalnya baik dengan keluarga suami
11:32 Dengan teman suami
11:35 Menjaga
11:35 Menjaga harta yang diberikan oleh suami
11:39 Kemudian juga
11:41 Mengerjakan hal-hal yang ditugaskan oleh suami
11:44 Dan seterusnya
11:45 Setia
11:46 Tetapi disitu tidak dikatakan
11:48 Istri harus punya anak
11:51 Dari sini kita bisa jelas
11:53 Bahwa sebetulnya suami istri
11:56 Yang pria dan wanita pun
11:59 Tidak ada alasan mengatakan bahwa
12:02 Kalau pasangan hidupnya tidak punya anak
12:04 Lalu boleh cerai
12:05 Karena bukan tugasnya suami atau istri
12:08 Harus punya anak
12:09 Tidak ada alasan mengatakan bahwa
12:09 Tugasnya suami dan istri itu adalah
12:11 Berbagi hak dan kewajiban
12:13 Dan tidak ada kewajiban istri punya anak
12:16 Sehingga kalaupun dia wanita
12:18 Yang sesungguhnya dan dia
12:19 Tidak punya anak
12:20 Dia tidak salah dan dia bisa adopsi
12:23 Nah karena dia pembagian hak dan kewajiban
12:26 Maka
12:28 Bisa
12:30 Disimpulkan
12:31 Walaupun
12:32 Bukan menjadi
12:35 Menjadi apa ya
12:36 Menjadi keharusan
12:38 Bahwa
12:40 Sejenis pun
12:41 Sebetulnya juga tidak begitu bermasalah
12:43 Selama tidak melanggar
12:46 Undang-undang negara
12:47 Tempat dia tinggal
12:50 Seperti yang tadi saya sampaikan
12:52 Suami istri adalah pembagian hak dan kewajiban
12:56 Nah
12:56 Kalau di tempat negara yang dia tinggal itu
12:58 Membutuhkan upacara perkahwinan
13:00 Maka tidak menggunakan upacara itu salah
13:03 Sekarang secara prinsip
13:05 Pembagian hak dan kewajiban ini
13:07 Bisa sejenis
13:07 Tetapi kalau di tempatnya
13:09 Tempat negara dia tinggal itu
13:11 Menentang
13:13 Perkahwinan yang sejenis
13:15 Maka dia sesungguhnya
13:17 Telah melanggar
13:18 Undang-undang setempat itu
13:20 Jadi bisa disebut benar
13:23 Secara dharma
13:24 Tapi salah menurut negara itu
13:27 Tapi kalau di negara-negara yang lain
13:29 Di Eropa, di beberapa negara tertentu
13:31 Yang sudah melegalisir perkahwinan sejenis
13:33 Sebetulnya ya tidak begitu bermasalah
13:35 Karena salah satu
13:36 Problem utama sejenis itu kan
13:38 Tidak bisa punya keturunan
13:40 Wanita dengan wanita
13:41 Bagaimana punya keturunan
13:43 Pria dengan pria bagaimana punya keturunan
13:45 Kan tidak bisa
13:46 Tetapi karena memang tugas suami istri
13:48 Tidak harus punya anak
13:50 Itu tidak menjadi masalah
13:53 Cuma seorang biku tidak boleh
13:56 Homoseks
13:57 Seorang biku tidak boleh homoseks
14:04 Kenapa demikian
14:06 Karena kalau seorang biku itu homoseks
14:08 Atau bikuni itu lesbi
14:09 Wah
14:11 Teman-temannya bahaya
14:14 Pagi-pagi bisa berantakan semua
14:18 Jadi seorang biku
14:20 Tidak boleh homoseks
14:22 Sehingga di dalam dharma
14:23 Sebetulnya homoseksual itu
14:25 Tidak dianjurkan
14:27 Dengan demikian sebetulnya
14:30 Perkahwinan sejenis
14:32 Walaupun mungkin itu
14:34 Tidak menyalai
14:35 Tetapi bukan dianjurkan
14:37 Dia sebetulnya
14:40 Tidak dianjurkan
14:41 Atau mungkin lebih enak ya
14:44 Dihindari lah begitu ya
14:45 Jadi anda yang punya pikiran untuk kawin sejenis sebaiknya
14:48 Jangan lah
14:49 Oh lawan jenis saja masih banyak kok
14:52 Ngapain harus yang sejenis
14:54 Nah pertanyaan lain
14:56 Yang langsung
14:59 Ya yang langsung saya lebih suka
15:01 Karena itu lebih bertanggung jawab
15:04 Daripada yang tertulis
15:05 Tertulis itu bikin soal susah-susah
15:07 Tapi maklumnya kan tidak kelihatan
15:09 Nah ya silahkan
15:11 Nanti saya ingin tanya
15:12 Misalnya ada seorang pria yang punya kepribadian
15:14 Dengan ibu sekomplek
15:15 Yang suka dengan wanita yang lebih tua
15:18 Mungkin satu atau dua tahun
15:19 Apakah itu wajar atau tidak?
15:22 Kalau misalnya tidak wajar
15:23 Ya sebetulnya
15:34 Di dalam Dharma juga tidak pernah disebutkan
15:37 Beda ideal
15:38 Pasangan hidup
15:41 Ya
15:42 Cuman pernah beberapa kali disinggung
15:45 Di dalam cataka
15:45 Seseorang kalau bedanya terlalu jauh
15:49 Misalnya cewek
15:51 Yang umum ya cewek 17 tahun
15:53 Kawin dengan cowok yang sudah 40 tahun
15:56 Itu dianggap di dalam Dharma
15:59 Ada keanehan
16:00 Mau apa dia?
16:02 Nah
16:05 Dianggap tidak beres
16:07 Dianggap tidak wajar
16:08 Ya
16:09 Nah jadi sebetulnya secara strik
16:12 Secara lurus
16:14 Secara lugas
16:15 Tidak pernah disebutkan beda yang ideal itu berapa
16:19 Karena itu apa yang Anda sebutkan
16:21 Misalnya seorang pria
16:23 Senang dengan wanita yang lebih tua
16:24 Karena mungkin terbayang ibunya
16:27 Yang baik sama dia
16:29 Atau seorang wanita
16:31 Yang senang dengan pria
16:33 Yang jauh lebih tua
16:34 Karena terbayang bapaknya
16:37 Sebetulnya
16:38 Itu tidak masalah
16:41 Tidak masalah
16:42 Sejauh menurut
16:45 Kepantasan tradisi
16:47 Setempat
16:48 Secara Dharma
16:49 Namanya Karma
16:51 Itu bisa
16:53 Jatuh kemana saja
16:54 Orang kecil
16:56 Anak kecil
16:57 Anak muda
16:58 Bisa
16:58 Cinta sama yang lebih tua
17:00 Jauh
17:01 Itu secara Karma
17:02 Kita bisa memahami
17:03 Ya kan
17:04 Tetapi secara
17:06 Hukum masyarakat
17:07 Belum tentu bisa
17:09 Karena itu
17:09 Kembali lagi seperti
17:13 Perkawinan tadi
17:14 Atau
17:15 Perkawinan sejenis
17:16 Sama dengan yang ini
17:18 Beda usia yang tinggi
17:20 Itu sebetulnya nanti terletak
17:22 Pada
17:24 Kebudayaan
17:25 Masing-masing
17:27 Individu
17:27 Secara Dharma tidak bermasalah
17:30 Dan
17:31 Apakah ada akibatnya?
17:32 Ya tidak ada akibatnya
17:34 Cuma kalau bedanya terlalu tua
17:35 Logikanya kan
17:36 Yang datang duluan kan mati duluan
17:39 Kan hanya gitu saja
17:40 Sehingga kalau 17 tahun
17:42 Kawin sama 40 tahun
17:43 Ya ini berarti mau
17:44 Mau ada orang yang
17:46 Punya anak kecil tapi tidak punya
17:48 Salah satu orang tuanya
17:49 Kan begitu saja
17:51 Misalnya 17 tahun
17:52 Ceweknya
17:52 40 tahun cowoknya
17:54 Ya mungkin ceweknya 27 tahun
17:57 Anaknya baru 10 tahun
17:58 Bapaknya sudah mati
18:00 Misalnya begitu
18:01 Itu logika sederhana saja
18:03 Ya
18:04 Walaupun tidak ada cerita
18:06 Bahwa yang lahir duluan
18:08 Mesti mati duluan
18:09 Belum tentu
18:10 Ya
18:11 Buktinya nenek kita mungkin masih hidup
18:13 Orang tua kita mungkin sudah meninggal
18:15 Itu bisa kejadian seperti itu
18:17 Tetapi
18:18 Logika umumnya kan
18:20 Orang tua kan mati
18:22 Lebih awal
18:24 Ya jadi tidak ada reaksinya
18:26 Tidak ada pengaruhnya apa-apa
18:27 Beda umur banyak itu
18:30 Ya cuman tidak pantas
18:31 Dilihat menurut
18:33 Lokal
18:34 Menurut adat setempat
18:38 Yang lain
18:40 Yang langsung oke depan ini
18:53 Memberikan perhatian
18:54 Selagi
18:57 Lawan jenis kita memang suka
18:59 Dan kita juga suka kan tidak masalah
19:01 Cuman yang jadi masalah
19:04 Ketika kita berpikirnya
19:05 Kita memberikan perhatian
19:07 Dan yang kita harapkan dari lawan jenis ini adalah
19:10 Dia bisa menjadi sahabat untuk kita
19:12 Bukan jadi pacar
19:14 Itu bagaimana pak teh
19:15 Sedangkan dia menangkap sebaliknya
19:17 Ya itu berarti salah paham lho
19:20 Memang kata ebit
19:22 Cinta tak harus bersatu
19:24 Nah itu kan katanya ebit
19:27 Memang betul
19:29 Ada beberapa kesalahan teknis
19:31 Mungkin yang termasuk tadi yang
19:33 Oedipus kompleks itu ya
19:35 Kadang-kadang kita senang dengan si A
19:38 Atau si A dengan senang dengan kita
19:41 Itu belum tentu untuk harus jadi pasangan hidup
19:45 Tapi mau jadi teman hidup
19:47 Atau istilah yang tadi anda kabarkan
19:48 Sahabat
19:51 Sahabat untuk saling bertukar pikiran
19:53 Sharing
19:54 Nah itu yang tadi saya katakan ada sedikit pengetahuan ya
19:57 Untuk sharing untuk apa
19:59 Nah kalau sampai terjadi
20:01 Salah komunikasi atau salah paham
20:03 Seperti itu kita yang kepikiran itu
20:05 Kalau saya ingin jadi sahabat
20:06 Harus meluruskan pandangan itu
20:09 Jadi kita tegaskan
20:11 Sejak awal
20:12 Sebenarnya orang kalau cinta itu ketahuan lho
20:14 Ketahuannya dari mana?
20:16 Dari perhatian
20:16 Nah cuman kadang-kadang cowok itu
20:20 Perasaannya lebih lambat
20:22 Daripada cewek
20:26 Kalau cewek begitu diperhatikan sedikit
20:28 Ayo saya boncengin
20:30 Akhirnya langsung inget
20:31 Wah ini mungkin senang sama aku
20:33 Tapi kalau cowok diperhatikan
20:35 Nah memang sudah seharusnya lah
20:37 Ini memang agak
20:39 Agak ada slipnya sedikit
20:41 Ini bagian ini
20:43 Tapi kalau sekarang sudah saya buka demikian
20:45 Maksudnya cowok-cowok juga akan mengerti bahwa
20:48 Kalau anda disenangi cewek
20:50 Itu berarti anda mulai diperhatikan dia
20:54 Nah sekarang
20:55 Di awal-awal misalnya
20:57 Saya perlu ini eh kok diantar
21:00 Saya perlu itu eh kok dicarikan
21:02 Wah ini ada perhatian
21:03 Anda harus meluruskan sekarang
21:05 Masuk perhatian itu apa?
21:06 Kita sahabat loh
21:07 Nah kalau memang anda ingin jadi sahabat
21:09 Anda harus potong begitu
21:10 Masuk perhatianmu apa?
21:12 Kita kan bersahabat kan?
21:14 Nah jadi menggiling
21:16 Leading by questions
21:17 Istilahnya orang management
21:19 Nah
21:22 Jangan anda bertanya dengan
21:24 Pertanyaan terbuka
21:26 Kamu kok baik sama aku itu maksudnya apa?
21:29 Aku gak tau maksudmu apa
21:31 Nah ini
21:32 Ini kurang sedikit pengetahuan
21:34 Kalau anda sudah menekankan
21:36 Kamu baik sama aku kan niatnya untuk bersahabat kan?
21:39 Kalau untuk bersahabat aku terima loh
21:41 Ini kebaikanmu
21:42 Nah dengan demikian
21:44 Benih-benih cinta yang akan tumbuh itu otomatis rayu
21:51 Sehingga dia pikir
21:52 Yalah kita sahabat
21:53 Oke ya sahabat
21:54 Jadi kamu boleh punya pacar
21:56 Aku juga punya pacar
21:57 Gak ada saling iketan loh
21:58 Kita saling memperhatikan
21:59 Kita saling sharing
22:00 Kita saling tukar pikiran
22:01 Tapi tidak harus kita menjadi pasangan hidup
22:04 Karena pasangan hidup tidak harus menjadi pasangan hidup
22:06 Tapi harus menjadi teman hidup atau sahabat
22:08 Anda tegaskan begitu
22:10 Nah tapi kalau dia terus salah
22:12 Terus salah mengerti
22:14 Salah mengerti anda luruskan
22:15 Salah mengerti anda luruskan
22:17 Untuk sementara anda harus tegas
22:20 Mengambil cara atau bersikap
22:22 Yang tegas sehingga
22:24 Dia menyadari bahwa tidak seharusnya
22:26 Dia mencintai anda
22:28 Sebagai pacar
22:30 Tapi harusnya sebagai teman hidup
22:32 Nah oleh karena itu
22:34 Kembali kepada keterangan saya yang di awal tadi
22:37 Kalau kita bisa menyesuaikan diri
22:40 Sehingga anda misalnya sebagai seseorang perantauan
22:43 Bisa suka nasi pecer
22:44 Bisa suka rujak cingur
22:47 Bisa suka gado-gado
22:48 Dan laku tek-tek dan sebagainya
22:50 Kenapa?
22:51 Karena anda bisa menyesuaikan diri
22:53 Dengan makanan yang anda pilih
22:55 Nah dengan demikian pula dengan lawan jenis
22:58 Karena anda bisa menyesuaikan diri dengan lawan jenis
23:01 Maka sahabat anda tidak hanya satu
23:03 Sahabat anda akan bisa menjadi banyak
23:05 Kenapa?
23:06 Karena anda kecocokan
23:08 Ingat saudara pria dan wanita itu saling melengkapi
23:11 Kalau pria sedang stres-stres
23:14 Cerita sama cewek
23:18 Terus ceweknya menanggapi mungkin dengan tangisannya
23:21 Atau dengan apa
23:22 Aduh aku ya ikut susah dengan problemmu
23:25 Ada sedikit lega loh bagi si cowoknya ini
23:30 Tapi kalau cowok sedang stres
23:32 Cerita dengan cowok
23:34 Cowok ini kan dasarnya logika
23:37 Jadi kalau dia stres-stres sama cowok diceritain gitu
23:40 Sudahlah itu kan amicah
23:42 Hidup tidak kekal
23:43 Kamu tidak usah susah
23:45 Itu kan normal saja
23:46 Kita ya gerget namanya ya kita sudah tahu
23:48 Tapi kan butuh simpati
23:50 Nah kalau ada cewek yang nangis-nangis
23:52 Aduh rasanya beban itu berkurang
23:56 Sebaliknya cewek juga begitu
23:57 Karena dia emosional
23:59 Kalau dia stres selalu cerita sama cewek yang lain
24:02 Kadang-kadang dia nangis-nangis
24:03 Cewek sebelahnya juga ikut nangis
24:05 Jadi tidak ada solusinya
24:08 Malah ada nangisnya
24:09 Kapan habisnya dua hari tangis-tangisan terus
24:12 Tapi kalau dia ceritanya sama cowok
24:14 Lalu ditenangkan dengan logikanya
24:16 Sudahlah kamu baik-baiklah
24:18 Nanti kan waktu akan berakhir
24:20 Sambil dipegang kupingnya sedikit
24:22 Wah itu rasanya lega
24:25 Ada sesuatu yang ikut membantu beban
24:27 Nah ini sebetulnya apa
24:30 Ini karena persahabatan itu
24:32 Nah kalau kita bisa
24:33 Tidak harus dengan pacaran sampai dobel-dobel
24:36 Seperti tadi pertanyaan yang pertama
24:38 Sampai nyerep-nyerep 5 atau 6
24:41 Tetapi kita menganggap pasangan hidup
24:43 Atau lawan jenis kita ini sebagai sahabat semua
24:47 Sebetulnya nyaman hidup
24:48 Karena kita bisa nitip problem
24:51 Dengan si A saya problem rumah tangga yang saya ceritakan
24:55 Dengan si B problem tentang pekerjaan
24:58 Dengan si C saya problem tentang pribadi
25:01 Dengan si D saya problem keuangan
25:02 Dengan si E saya problem apa
25:04 Enak
25:06 Sehingga kalau satu ketika sahabat yang baik itu
25:08 Mau berontak menjadi musuh kita
25:10 Dia hanya tahu rahasia sepotong
25:14 Karena musuh yang paling berbahaya itu
25:16 Adalah mantan sahabat dekat kita
25:18 Dia tahu jeroan kita
25:20 Tapi kalau kita banyak sahabat
25:22 Yang kita bagi sedikit sedikit sedikit
25:24 Enak
25:25 Dia mau gunting bagian mana kan hanya bagian itu saja
25:29 Yang dia mengerti
25:30 Karena itu kalau saya lebih menyarankan
25:32 Anda boleh punya
25:34 Sahabat yang sebanyak-banyaknya
25:36 Tetapi anda punya pacar satu saja
25:39 Ya
25:40 Nah pacar satu kalau merusut ya
25:42 Syaratnya sahabat itu
25:44 Kan bisa juga loh
25:45 Ya bagaimana ya
25:48 Itu kan
25:50 Salah satu teknik yang sudah ada loh
25:54 Ya itu seperti itu loh maksudnya
25:56 Ya
25:56 Jadi kalau anda yang ingin sahabat
26:00 Lawan jenis anda yang ingin pacaran
26:01 Anda harus tegaskan
26:02 Sebaliknya kalau anda yang ingin berpacaran
26:06 Lawan jenis anda hanya ingin bersahabat
26:08 Anda ubahlah cara berpikir anda
26:10 Bahwa sesungguhnya memang tidak harus
26:12 Kalau saya membutuhkan dia
26:14 Saya sayang dia
26:16 Saya kangen dia
26:18 Tidak harus saya itu menjadi pacar dia
26:21 Saya mungkin
26:22 Bisa hanya menjadi sahabat dia
26:24 Jangan dipakta
26:25 Kalau dia tidak mau jangan maksa
26:27 Karena pacaran itu kan
26:29 Pembagian hak dan kewajiban
26:32 Segaligus komitmen bersama
26:35 Kalau dia komitmennya mau sahabat
26:39 Kita mau pacar
26:40 Berarti tidak cocok
26:40 Jangan dipaksa
26:42 Ya kalau dia mau pacaran
26:44 Kita juga mau pacaran
26:45 Nah ini komitmennya sama
26:46 Baru kita jalani
26:49 Baik pertanyaan tertulis dulu
26:52 Pertanyaan tertulis dulu ya
26:53 Karena kajian sudah menulis capek
26:56 Saya mau tanya
27:03 Bagaimana cara
27:04 Menyambung kembali kasih yang pernah putus
27:12 Kemudian pertanyaan kedua
27:15 Bagaimana cara
27:16 Mempertengankan masa pacaran
27:18 Ketika perasaan suka
27:20 Salah satu pihak
27:21 Mungkin karena bosan
27:22 Ya
27:25 Menyambung yang sudah putus
27:29 Sebetulnya ya itu dari awal lagi ya
27:32 Jadi kita mulai dengan
27:33 Perhatian dulu ya
27:35 Kita terus jalani perhatian
27:37 Karena sebetulnya manusia itu hanya
27:39 Karena kurang perhatian
27:40 Sama dengan pertanyaan yang kedua itu
27:43 Kalau kenapa kok bisa memudar
27:45 Rasa kehangatannya kok
27:47 Memudar atau bosan
27:48 Karena kita kurang perhatian
27:50 Kita ingin memberikan perhatian loh
27:52 Kalau perhatian kita sudah habis
27:54 Yang kita perhatikan
27:55 Rasanya memang saya juga tidak punya minat untuk memperhatikan dia
27:59 Mungkin saya hanya melihat dia
28:01 Dari sudut kekurangannya saja
28:04 Kenapa saya sampai memudar
28:06 Kenapa saya sampai memutuskan dia
28:07 Mungkin karena saya hanya melihat dari kekurangannya
28:10 Padahal kalau dulu saya mau
28:11 Kan pasti dia punya kelebihannya
28:13 Nah kalau begitu saya harus ingat
28:15 Kelebihan yang dia miliki
28:17 Kebaikan yang pernah dia lakukan
28:18 Lalu kita mulai perhatikan lagi
28:20 Sehingga hanya yang dulu putus bisa nyambung
28:22 Yang sekarang sudah dingin
28:26 Bisa menjadi hangat lagi
28:28 Kuncinya adalah
28:30 Diperhatian
28:30 Dan mengingat kebaikan yang pernah dia lakukan
28:34 Kepada kita
28:34 Jasa apa yang pernah dia lakukan
28:36 Kepada kita
28:37 Kita ingat dan kita berusaha
28:39 Untuk membalas jasa kebaikan yang pernah
28:42 Dia kerjakan kepada kita
28:44 Ya karena sebetulnya
28:47 Kembali ke pacar yang lama
28:49 Itu sebetulnya lebih
28:50 Nyaman ya
28:51 Karena kita kan sudah mengerti
28:53 Dia kesukaannya apa
28:56 Kekurangannya dimana
28:57 Kita pemahamannya itu walaupun mulai dari 0
29:00 Tapi langsung separuh
29:02 Kalau kita mulai dari yang baru
29:04 Pendekatan lagi awal
29:05 Itu sebetulnya kita mulai dari 0
29:07 Yang sungguh-sungguh 0
29:08 Yang membuat kadang-kadang kita pusing sendiri
29:11 Mikir kok kenapa ya
29:12 Kok tidak seperti yang saya bayangkan
29:14 Atau kadang-kadang kita ganti pacar
29:17 Kadang kita bandingkan
29:18 Pacarku dulu mestinya begini
29:20 Sekarang kamu begitu
29:22 Tapi dengan kita kembali ke yang awal
29:24 Sebetulnya itu mempermudah
29:27 Segalanya termasuk pemahaman kita
29:29 Ya jadi untuk kembali
29:32 Pertahankan kuncinya adalah pada
29:33 Perhatian yang kuat
29:35 Dengan mengingat kelebihan yang
29:37 Pernah dia miliki
29:38 Baik pertanyaan yang itu
29:43 Belakang tadi mau tanya ya silahkan
29:45 Yang saya ingin tanyakan
29:49 Gaya pacaran seperti apa sih
29:51 Yang bisa dikategorikan sudah melanggar 609
29:53 Karena kan ya anak muda sekarang
29:55 Mulai dari pegang tangan makin naik makin naik
29:57 Bahkan sampai ada yang free time
29:59 Pada saat mana bisa dikatakan 609
30:03 Ya pegang tangan makin naik
30:05 Itu gak apa-apa kan paling tinggi
30:08 Bunda
30:09 Pegang tangan naik turun
30:11 Itu yang bahaya maju mundur
30:13 Itu yang bahaya
30:14 Tapi kalau makin naik gak apa-apa
30:16 Makin tinggi bunda kok
30:18 Bunda turun lagi itu yang agak bahaya
30:22 Nah sudah-sudahlah
30:24 Karena anda berbicara
30:25 Begitu maka saya akan berbicara
30:27 Tentang silah yang ketiga
30:28 Yang tadi mungkin sepintas ya sudah
30:31 Bahas di dalam cerita perselingkuhan
30:34 Bahwa silah yang ketiga
30:35 Dari Pancasila Buddhis itu adalah
30:38 Tidak
30:39 Melakukan hubungan seksual
30:41 Nah sekarang hubungan seksual
30:44 Itu apa
30:45 Alatnya apa
30:47 On the deal spare partnya apa
30:50 Spare part
30:51 Untuk melanggar kesusilaan
30:53 Dalam arti hubungan seksual
30:54 Di dalam Dharma itu ada tiga
30:58 Yaitu
31:01 Mulut, alat vital
31:03 Dan anus
31:04 Ini adalah alat
31:08 Melakukan hubungan seksual
31:11 Penyilangan dari
31:12 Salah satu ketiga alat ini
31:14 Ini
31:16 Sebetulnya adalah termasuk
31:18 Pelanggaran silah yang ketiga
31:22 Sehingga sebetulnya
31:25 Kalau pegang tangan
31:26 Tidak melanggar
31:28 Naik-naik ya gak apa-apa
31:31 Tetapi kalau
31:32 Kita lihat
31:34 Mulut ketemu mulut
31:36 Ini pelanggaran seksual
31:38 Silah yang ketiga
31:45 Sehingga anda harus mulut ketemu dagu
31:47 Baru bisa
31:48 Tidak melanggar itu
31:51 Caranya berhenti disitu saja
31:52 Ya
31:55 Mulut ketemu kuping
31:57 Mulut ketemu
31:59 Dengkol
32:00 Ya paling tidak nyonyor
32:02 Ya tapi ini berhenti disitu
32:04 Tapi kalau mulut ketemu mulut
32:06 Itu adalah pelanggaran seksual
32:08 Yang ketiga menurut
32:11 Pancasila Budi
32:13 Alapital juga begitu
32:14 Alapital ketemu alapital itu yang nanti namanya
32:16 Frisex atau alapital ketemu mulut
32:19 Atau alapital ketemu anus
32:21 Ini akan sama
32:21 Dia akan melakukan
32:24 Pelanggaran seksual yang ketiga
32:27 Anus ketemu anus gak bisa
32:28 Tapi anus ketemu alapital bisa
32:32 Anus ketemu mulut bisa
32:34 Itu juga pelanggaran seksual
32:36 Nah oleh karena itu dengan melihat
32:38 Ketiga jenis onderdilnya ini
32:41 Alat-alatnya ini
32:42 Maka anda akan jelas
32:43 Mana yang harus dikerjakan
32:46 Tangan ketemu mulut boleh
32:49 Ya bisa
32:51 Tangan masuk kuping bisa
32:54 Gak apa-apa
32:55 Tangan ketemu alapital bisa
32:58 Cepok
33:01 Tangan ketemu anus boleh
33:03 Biasalah dikerjakan
33:04 Gak apa-apa
33:07 Anusnya sendiri lho
33:09 Ya begitu
33:10 Ya jadi
33:12 Dengan tiga carat ini
33:13 Saya kira sudah jelas
33:15 Batasannya apa yang disebut melanggar
33:17 Dan yang tidak melanggar
33:18 Eh siapanya mau tanya
33:22 Ya itu tadi saya katakan
33:33 Tapi kalau kita sudah punya pacar
33:36 Sahabat adalah tetap sahabat
33:38 Tetapi kalau
33:40 Kita belum punya pacar
33:42 Sahabat dan mungkin akan meningkat
33:43 Menjadi pacar selama
33:45 Komitmen itu bersama
33:48 Saya juga pengen pacaran
33:50 Dia juga kepengen pacaran
33:52 Jalani
33:54 Tapi kalau saya kepengen pacaran
33:56 Dia kepengen sahabat
33:57 Kita seruduk terus
33:58 Ini kan berarti gak sama komitmennya
34:02 Saya menyarankan untuk
34:03 Tidak dikerjakan
34:06 Begitu ya
34:07 Jadi meningkat bisa
34:08 Karena mungkin pikiran itu kan anica lho
34:12 Pikirannya tidak betul
34:13 Saya belum mengerti kualitasmu ya
34:15 Aku sahabat dulu lah
34:18 Begitu ya kita bersahabat
34:19 Eh bertahun-tahun bersahabat
34:22 Kok saya yang gak ada yang
34:24 Cocok lagi ya
34:25 Udah lah kamu sekalian jadi pasangan itu
34:27 Bisa aja itu tidak masalah
34:29 Selama itu menjadi komitmen
34:32 Kedua belah pihak
34:34 Bukan pemaksaan
34:35 Dari salah satu pihak
34:49 Ya ada asap kan ada api
34:50 Nah begitu
34:53 Ya karena kadang-kadang orang itu
34:54 Tidak mengerti ya
34:55 Sekarang
34:57 Si A jalan sama
34:59 Si B
35:01 Cowok jalan sama cewek
35:02 Oh semua geger, oh ini pacaran
35:05 Padahal ceweknya itu ponaan nih
35:07 Keponaan yang baru datang
35:09 Dari tempat jauh, kan bisa aja
35:11 Orang kan sudah sibuk geger
35:13 Nah sehingga kadang kita mengeluarkan
35:15 Klarifikasi
35:16 Ini keponaan saya sudah
35:19 Nah tapi kalau teman
35:21 Kadang-kadang, eh gak pacaran
35:23 Kok dikosipin terus, maka sebetulnya
35:25 Ya mungkin harus
35:26 Jangan jalan berdua, bisa juga
35:29 Bertiga atau berombongan
35:31 Sehingga akhirnya hilang kesan itu
35:33 Bahwa oh ini mereka pacaran
35:35 Karena masyarakat itu
35:37 Memang kadang sering melihat ya
35:39 Dari sudut luarnya, oleh karena itu
35:40 Tadi kan saya katakan
35:41 Mau dapat pacar salah satunya kan penampilan
35:45 Penampilan harus di
35:47 Baguskan
35:48 Nah kalau anda penampilannya
35:50 Gonta ganti pacar
35:52 Gonta ganti pacar
35:55 Penampilannya ganti terus
35:56 Nah ya gak laku itu
35:58 Penampilan seperti itu, maka harus penampilannya
36:01 Yang serius
36:02 Yang jarang ganti pacar
36:04 Sehingga orang juga mau sama kita
36:06 Demikian pula di dalam masyarakat
36:08 Kadang pria dan wanita itu gampang sekali dikosipin
36:11 Nah oleh karena itu para biku
36:13 Juga punya cara
36:14 Biar tidak dikosipin gimana ya
36:16 Kadang-kadang pakai orang ketiga
36:18 Sehingga dengan orang ketiga ini
36:22 Menetralisir
36:25 Kosip-kosip tadi
36:26 Karena kita bisa ngomong
36:27 Aku gak ada apa-apa coba tanya sama si A
36:30 Dia itu juga kumpul sama kita bertiga
36:32 Gak ada apa-apa kok
36:34 Nah begitu loh
36:35 Karena apa
36:37 Karena kita tidak mungkin
36:39 Bisa menerangkan
36:42 Menentang gosip itu dengan kata-kata
36:45 Kita hanya bisa
36:46 Menghapasi gosip itu dengan
36:48 Perilaku dan itu pun membutuhkan
36:50 Waktu, bukan sekejap
36:52 Begitu kita
36:54 Dikosipin lalu pakai orang ketiga
36:56 Langsung sekejap gosip itu hilang
36:57 Gak butuh waktu itu
37:00 Ya baik
37:02 Pertanyaan cukup itu
37:03 Ya pertanyaan yang tertulis dulu
37:12 Menulis mengatakan
37:16 Mungkin ini menyimpang dari tema
37:18 Yaitu apakah dalam agama Buddha
37:20 Kita diizinkan untuk poligami
37:22 Atau poliandri
37:23 Kemudian pertanyaan yang keduanya adalah
37:26 Bagaimana cara
37:28 Menundukan hati wanita
37:31 Bagaimana cara
37:34 Tidak berani
37:35 Untuk menolak hatinya
37:36 Ya tidak berani
37:38 Bagaimana bisa menundukkan
37:41 Itu kan seperti
37:42 Pertempuran
37:43 Kalau anda tidak berani menghadapi musuh
37:45 Bagaimana anda bisa mengalahkan
37:47 Kalau mau main cantet
37:48 Ya tidak begitu
37:51 Ya modalnya harus berani
37:53 Apa sih pria dan wanita
37:54 Sebetulnya sama
37:57 Pria dan wanita ini kan sebetulnya sama
38:00 Sedikit berbeda baik secara anatomis
38:03 Maupun biologis, psikologis
38:05 Dia tidak begitu sama
38:06 Secara sosiologis dia juga tidak sama
38:08 Tetapi manusia sama-sama
38:12 Kadang-kadang
38:12 Kita minder
38:15 Dengan melawan jenis
38:16 Itu karena kita merasa sudah punya apa-apa
38:18 Ini yang paling terasa cewek
38:23 Cewek kalau sudah
38:24 Menyenangi cowok
38:25 Mau ngomong sama cowok itu saja gemeteran
38:28 Keringet dingin keluar
38:31 Salah
38:32 Karena yang tahu anda
38:34 Senang atau tidak itu diri anda sendiri
38:36 Dengan anda serba salah
38:38 Anda salah tingkah malah orang lain
38:40 Jadi tahu
38:41 Ini ketahuan
38:43 Kamu senang sama dia
38:45 Sebetulnya anda cuek-cuek saja
38:47 Yang tahu diri anda
38:50 Cewek-cewek kan pengalaman
38:51 Kalau cowok tidak begitu terasa
38:54 Karena cowok main seruduknya lebih kuat
38:56 Tapi kalau cewek itu terasa
38:57 Kalau sudah senang sama orang
38:59 Kalau ngomong sama orang itu
39:00 Sulit mengendalikan dirinya
39:04 Sebetulnya anda biasa-biasa
39:06 Buktinya apa
39:08 Anda
39:10 Telepon dengan
39:11 Laman jenis
39:12 Sebetulnya kan hal yang biasa
39:15 Cewek-cewek misalnya
39:16 Telepon sama cowok biasa
39:17 Telepon sama cowok biasa tidak
39:21 Telepon ke sini misalnya
39:22 Ini kan banyak cowoknya
39:23 Telepon ke sini
39:24 Biasa dong
39:25 Cewek-cewek kan juga begitu
39:26 Telepon sama cowok biasa
39:28 Tapi kalau sudah khusus sama orang yang disenangi
39:32 Itu mati kutu
39:32 Mati kutu
39:36 Mau telepon saja balik-balik bingung
39:38 Telepon tidak ya
39:41 Kenapa tidak seperti normal
39:43 Kan yang tahu hanya anda
39:46 Dia tidak tahu
39:47 Jadi anda harus berpikir
39:49 Aku biasa kok
39:50 Aku telepon sama cowok biasa
39:52 Dia juga biasa
39:56 Tidak wajar
39:56 Malah anda membuka komunikasi
39:58 Untuk bisa memberikan perhatian
40:02 Tetapi ketika anda tidak bersikap wajar
40:04 Anda takut
40:06 Anda stress
40:07 Anda nge-pill
40:09 Malah anda
40:12 Merasa
40:13 Aduh
40:14 Aku tidak enak ngomong sama dia
40:16 Anda menutup kesempatan komunikasi
40:19 Karena menutup kesempatan komunikasi
40:23 Anda tidak punya kesempatan untuk memperhatikan
40:25 Karena anda tidak punya kesempatan
40:28 Untuk memperhatikan
40:28 Otomatis anda tidak bisa menundukkan
40:30 Oleh karena itu kuncinya anda menundukkan lawan jenis
40:33 Bukan hanya cewek saja
40:34 Tentu saja
40:35 Adalah dengan anda menganggap dia seperti yang lain
40:39 Saya biasa
40:40 Telepon dengan lawan jenis
40:42 Kenapa saya harus takut sama dia
40:44 Kalau dia mau syukur tidak mau ya sudah
40:47 Tidak apa-apa
40:48 Pokoknya karena aku usaha
40:49 Usaha untuk membuka komunikasi
40:52 Apakah agama Buddha
40:53 Menghalalkan
40:55 Atau membenarkan poligami
40:57 Di dalam hak dan kewajiban
41:00 Ada yang disebut
41:02 Kesetiaan
41:04 Ya
41:06 Salah satu di dalam sigalowada sutta
41:07 Hak dan kewajiban pria dan wanita
41:10 Itu adalah kesetiaan
41:11 Dengan mengamati kesetiaan ini
41:13 Pasti
41:15 Poligami tidak dibenarkan
41:18 Karena poligami
41:19 Dianggap sebagai
41:22 Pemuasan
41:23 Ketamaan
41:27 Tidak bisa mengembangkan kesetiaan
41:29 Karena sesungguhnya
41:30 Orang tidak bisa mencintai
41:33 Dua orang
41:35 Dalam saat
41:36 Yang sama
41:37 Tidak bisa mesti hanya salah satu
41:43 Yang anda cintai
41:44 Anda lebih cinta si A daripada si B
41:47 Anda punya adik
41:49 Yang lebih dari satu coba
41:51 Siapa yang punya adik lebih dari satu
41:53 Satu dua hanya dua
41:55 Tiga empat agak banyak ya
41:57 Oke anda boleh renungkan
41:59 Dalam diri anda sendiri
42:01 Anda tentu cinta adik anda semua
42:03 Tetapi pasti anda hanya cinta
42:05 Salah satu dari mereka
42:07 Yang melebihi dari yang lain
42:09 Anda bisa rasakan
42:11 Anda cinta sama adik anda
42:14 Tapi hanya satu
42:15 Yang lebih anda cintai
42:17 Karena cinta itu sebetulnya
42:18 Tidak bisa berbagi
42:20 Karena itu jangan
42:27 Jangan
42:28 Poliandri karena itu melambangkan
42:30 Ketidak setiaan
42:32 Ya
42:34 Pertanyaan
42:35 Bentar ya yang belakang tadi yang depan sudah tanya
42:38 Silahkan mic-nya kasih sini
42:44 Nanti habis ini dipindah ke belakang mic-nya
42:46 Ada cerita
42:52 Kalau kita mau cari pacar
42:55 Itu ada cerita lain
43:00 Cari pacar itu
43:04 Harus ganti gimana
43:13 Ya saya tidak mengalami
43:17 Sebetulnya
43:18 Memang cari pacar itu bagus
43:19 Waktu masih mahasiswa
43:21 Masih kuliah
43:23 Untuk memilih
43:26 Memasuki kehidupan rumah tangga
43:28 Untuk memutuskan
43:30 Kehidupan rumah tangga
43:31 Itu memang kalau kita sudah mapan
43:33 Secara ekonomis
43:36 Kita sudah mapan
43:37 Secara psikologis
43:39 Kita sudah dewasa sudah mapan
43:41 Kita memilih
43:43 Ya saya mau menjadikan dia
43:45 Sebagai pasangan hidup
43:47 Tetapi kalau pacaran
43:49 Itu perlu dari
43:51 Mahasiswa
43:52 Maka tadi saya katakan
43:53 Kalau anda sudah mahasiswa
43:56 Belum pacaran
43:57 Maka anda sebetulnya menyia-nyiakan
44:00 Masa muda anda
44:03 Karena kesempatan seperti ini sulit
44:05 Kenapa?
44:06 Karena anda bertemu dengan orang yang satu level
44:11 Ini kan level anda semua
44:13 Level mahasiswi, mahasiswa
44:15 Ya berpendidikan semua
44:17 Tapi kalau anda sudah mapan
44:19 Di dalam pekerjaan
44:20 Level anda itu sudah
44:22 Terlalu macam-macam
44:26 Anda mau pacaran
44:28 Anda sibuk pekerjaan
44:33 Sulit sudah
44:34 Mau pacaran sama teman kerja
44:37 Digosipin
44:38 Baru mau mendekati
44:41 Sudah satu kantor kekel
44:43 Tapi kalau sebagai
44:45 Mahasiswa ya biasa-biasa
44:47 Anda tenang-tenang memang umur anda
44:50 Kemudian
44:51 Bagi cewek sendiri
44:53 Juga lebih sulit
44:55 Kalau anda sudah bekerja
44:55 Anda sudah mapan
44:56 Wah cowok yang mau mendekati berpikir ulang loh
45:01 Misalnya anda mapan
45:03 Gaji sebulan katakanlah
45:05 Lima juta
45:08 Cowok yang mendekati
45:09 Minimal harus punya
45:10 Tujuh juta gajinya
45:13 Lah itu sudah
45:14 Om-om
45:19 Itu kan repot
45:22 Nah kalau sekarang cowok yang gajinya tiga ratus ribu
45:25 Mendekati yang tujuh juta
45:27 Lumpang hidup ya
45:29 Ngapain pacaran sama orang yang begitu
45:31 Bikin pusing
45:33 Itu kan lebih sulit
45:35 Orang yang sudah mapan malah sulit
45:37 Justru yang sekarang ini
45:39 Sebetulnya kalau saya hanya berpikir
45:41 Pada waktu anda mahasiswa
45:42 Anda mahasiswi inilah saatnya untuk anda
45:45 Pendekatan pendekatan pendekatan
45:47 Terus nanti kan pas selesai
45:49 Kuliah terus bekerja
45:51 Mulai mapan
45:53 Mulai dari nul
45:54 Nah itu memutuskan ayo kita membina rumah tangga
45:57 Nah itu setelah
45:59 Selesai sudah mapan baru mulai
46:01 Membina rumah tangga
46:02 Jangan mulai pacarannya dari situ
46:04 Uh terlambat lima sepuluh tahun
46:07 Sudah
46:08 Enggak akan dapat nanti dapatnya ya
46:11 Asal asalan
46:13 Ya karena itu gunakan
46:14 Mumpung masih kuliah seru dok
46:16 Enggak ada ya saat mau ke sekolah kampus seru dok
46:18 Mesti ya bisa ya
46:22 Gitu
46:22 Ya belakang tadi mau tanya
46:25 Ya ya yang pegang mic dulu
46:30 Ya
46:33 Wah ini tokoh lama nih
46:41 Pertama
46:42 Tadi Bante mengatakan
46:43 Kita tidak mungkin mencintai dua orang pada
46:46 Saat yang sama
46:48 Terus bagaimana kita mencintai dua orang keluar kita
46:50 Yang kedua
46:52 Dulu pernah ada kejadian
46:53 Seseorang itu melepaskan jubahnya
46:56 Dan menikah
46:56 Apakah ini dapat digunakan dalam agama Buddha?
47:00 Ya
47:00 Anda bertanya bagaimana mencintai
47:04 Orang tua anda
47:06 Sudah jelas anda itu juga
47:07 Nanti hanya akan deket pada salah satu pihak
47:10 Anda mungkin deket
47:12 Dengan ibu anda
47:13 Atau berdekatan dengan bapak anda
47:16 Anda sendiri bisa rasakan kok
47:18 Aku kalau sama
47:20 Ibu rasanya
47:22 Lebih terbuka loh daripada sama bapak
47:24 Atau anda sebaliknya
47:25 Aku kalau sama bapak rasanya enak
47:27 Nah deket bisa ngomong-ngomong
47:29 Akrab sama mamaku tidak bisa
47:31 Anda sendiri mengalami
47:33 Cuma kadang kita secara moral
47:35 Merasa
47:36 Masa sih bapak sama mama dibedakan
47:38 Tapi anda sendiri bisa mengalami
47:41 Cinta anda dengan ayah
47:43 Dan cinta anda dengan ibu
47:45 Sebetulnya tidak sama
47:49 Wanita lebih cenderung deket dengan bapaknya
47:53 Apalagi kalau wanita yang mukanya mirip mamanya
47:55 Bapaknya paling sayang
47:59 Sama anak itu
48:00 Tapi mamanya paling benci sama anak itu
48:05 Cuma anda lihatlah
48:10 Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari
48:13 Sebaliknya
48:13 Anak laki yang wajahnya
48:16 Mirip bapaknya
48:17 Maka dia akan disayangi mamanya
48:19 Dia akan deket dengan mamanya
48:21 Tapi dengan bapaknya dia pasti
48:23 Akan dimarahi terus-terusan
48:26 Jadi dengan bapak dan mama
48:28 Sendiripun kalau anda perhatikan
48:30 Secara nyata
48:32 Beda
48:34 Kedekatannya
48:35 Tidak sama dengan anda
48:38 Anda boleh
48:39 Nanti boleh anda ngomong
48:41 Nggak manti saya tidak merasa begitu
48:43 Nanti akan saya tunjukkan bahwa akan sebetulnya begitu
48:46 Yang kedua
48:47 Biku lepas jubah dan merit itu
48:49 Biasa
48:51 Karena biku adalah manusia yang
48:53 Sedang melatih
48:55 Menuju ke kesucian
48:58 Menggunakan jubah ini
49:00 Tidak ada perjanjian harus
49:01 Seumur hidup
49:02 Kalau memang dia merasa tidak kuat
49:05 Ya lebih baik tidak menjadi biku dan merit
49:07 Dan itu biasa-biasa di dalam masyarakat
49:10 Makanya kan kita di dalam
49:11 Sanggaterawada ini kan membuat program
49:14 Samanera sementara
49:16 Sehingga anda kan
49:17 Biasa melihat, oh samanera masuk
49:19 Dan keluar ini hal yang biasa
49:22 Orang menggunakan jubah dan lepas jubah
49:24 Itu hal yang biasa
49:24 Nanti kalau bikunya sudah mulai banyak
49:27 Kita juga akan membuat biku sementara
49:28 Karena di negara-negara budis
49:31 Biasa ada yang jadi biku
49:32 Hanya sehari dua hari bisa
49:34 Kalau mungkin mamanya sudah
49:36 Mau meninggal dan selama
49:38 Hidupnya itu dia keinginannya punya anak
49:40 Jadi biku tapi anaknya tidak ada yang
49:42 Pengen jadi biku maka sebelum meninggal
49:44 Dia jadi biku dulu satu hari
49:46 Pulang ke rumah baca parita
49:48 Dengan teman-temannya kemudian
49:50 Mamanya senang melihat dia
49:52 Pulang kewihara lepas jubah lagi bisa
49:54 Jadi tidak ada kesalahan
49:57 Tidak ada karma buruk
49:59 Tidak ada karma buruk
50:00 Seorang biku melepaskan jubah
50:02 Oh itu hanya ahli profesi kok
50:05 Sehingga anda misalnya
50:07 Kerja di kantor A
50:08 Terus sekarang pindah di kantor B
50:10 Apakah itu karma buruk?
50:11 Ya tidak, itu hanya ahli profesi saja
50:14 Dan sebetulnya seorang biku
50:16 Itu bukan menjadi biku
50:18 Karena umat
50:19 Sehingga kadang-kadang ada
50:21 Saya kasihan
50:22 Kalau nanti jadi lepas jubah
50:25 Saya lepas jubah dan tidak
50:26 Itu sebetulnya bukan karena kamu
50:28 Saya lepas jubah dan tidak akan karena diriku sendiri
50:30 Aku ingin lepas
50:32 Kamu minta pun aku tidak bisa lepas
50:35 Aku ingin tidak lepas
50:36 Kamu mohon-mohon aku lepas
50:37 Aku pun bisa tidak lepas
50:39 Siapa yang menentukan dirinya sendiri
50:41 Ya karena itu kadang-kadang ada
50:46 Waduh
50:46 Nanti di gosipin gini-gini
50:48 Biar yang mau gosipin
50:51 Nanti berhenti-henti sendiri
50:53 Ya begitu
50:55 Jadi tidak ada karma buruknya
50:57 Biku lepas jubah
50:59 Oke, satu laki itu bertanya
51:00 Itu makhluk di pintu
51:03 Ya kan di dinding-dinding
51:04 Di pintu-pintu
51:06 Makhluk hidup itu
51:09 Yang dekat
51:14 Ya kita punya kebijaksanaan
51:27 Kita kan maunya memperhatikan dia
51:29 Kuncinya dasarnya dalam Dharma tadi
51:32 Untuk mencari pasangan hidup
51:34 Atau mencari pacar
51:36 Kita memperhatikan dia
51:38 Menyayangi dia, memberi apa yang dia
51:39 Inginkan supaya dia bahagia
51:42 Tapi memang tidak salah
51:43 Kadang-kadang kita jadi dimanfaatkan
51:46 Ya
51:47 Disuruh sana, disuruh ini, itu dan sebagainya
51:50 Nah
51:52 Kapan kita bisa berhenti
51:54 Ketika kita mengadari
51:56 Bahwa apa yang dia lakukan itu
51:58 Sudah tidak wajar lagi
51:59 Kapan kita bisa tahu
52:01 Tidak wajar lagi
52:04 Kalau kita merasa itu biasa-biasa
52:06 Kadang-kadang teman kita
52:06 Nah ini mungkin tadi seperti gosip tadi
52:08 Kadang-kadang orang luar itu yang bisa kasih masukan
52:12 Kamu itu sudah berlebihan
52:13 Kamu itu kalau caranya begitu
52:15 Kamu itu dibodohin, kamu dikerjain
52:17 Oh kita lalu renung-renung
52:19 Mungkin juga ya, lalu kita coba lagi
52:21 Eh benar aku dibodohin
52:24 Ya berhenti
52:25 Oh aku tidak dibodohin
52:27 Ya Anda merasa begitu, ya Anda lanjutkan
52:29 Karena orang luar kan hanya bisa lihat dari
52:32 Satu sisi saja
52:33 Tapi yang ngalami kan kita sendiri
52:35 Ya karena itu
52:37 Bagaimana batasnya
52:38 Kapan kita bisa dibodohin dan tidak dibodohin
52:41 Dikerjain atau tidak dikerjain
52:43 Yang tahu batasnya
52:45 Kita sendiri, tidak ada orang
52:47 Bisa kasih ukuran
52:49 Tidak dengan biaya
52:51 Misalnya kamu akan merasa
52:53 Dibodohin itu kalau ongkos pacaranmu
52:55 Sudah melebihi sekian rupiah
52:57 Per bulan
52:58 Itu bukan itu ukurannya
53:00 Anda akan merasa dibodohin
53:02 Kalau dalam satu minggu Anda disuruh kerja
53:04 Sekian kali, tidak ada
53:07 Yang tahu dibodohin
53:09 Dan tidak yang merasa dibodohin
53:10 Atau tidak adalah kita sendiri
53:13 Kenapa?
53:14 Karena kita sendiri yang terjun langsung
53:16 Kita disuruh kesana kesini
53:18 Tapi memang ada alasannya
53:20 Dan memang itu masuk akal
53:22 Dan memang harus
53:24 Dikerjakan, ya kita jalan
53:27 Tapi kita disuruh
53:29 Sana sini yang tidak masuk akal
53:30 Ini yang memang seharusnya tidak dikerjakan
53:32 Juga bisa, masih bisa ditunda
53:34 Kita dibodohin, kita yang berhenti
53:36 Ya, karena itu kebijaksanaan
53:39 Terletak pada diri sendiri
53:40 Ketika kita terus memberi, memberi, memberi
53:43 Tapi kita harus tahu bahwa
53:44 Pada satu saat, saya harus berhenti
53:47 Karena itu sebetulnya
53:48 Saya dibodohin
53:50 Ya
54:19 Betul, nah tetapi di dalam Dharma
54:21 Kan ada satu nasihat
54:24 Apabila ada orang mengkritik kita
54:26 Jangan langsung ditolak
54:27 Tapi kita coba dengarkan dan kita cek
54:30 Nah sekarang juga begitu
54:32 Teman-teman kita mengatakan
54:34 Wah temanmu itu bahaya
54:36 Pacarmu itu bahaya, suka berbohong
54:38 Anda tidak usah langsung terima
54:39 Tapi juga tidak usah langsung ditolak
54:41 Buktikan dengan waktu
54:44 Anda punya waktu
54:46 Yang panjang
54:46 Kemudian anda juga bisa tanya kepada
54:49 Bukan hanya satu sumber
54:51 Dua sumber, tiga sumber, empat sumber
54:53 Bahkan anda bisa tanya
54:55 Kepada teman-teman kosnya
54:56 Ini kan kebanyakan anak kos
54:57 Anda tanya teman-teman kosnya
54:59 Jadi anda proaktif untuk mencari seperti itu
55:03 Karena kebohongan
55:04 Bagaimanapun juga hebatnya
55:07 Suatu ketika
55:09 Pasti terbuka
55:10 Kenapa? Karena tidak ada orang
55:12 Bisa membohongi setiap saat
55:14 Makanya apa kuncinya
55:16 Kok polisi itu selalu menanyain terus-menerus
55:19 Tersangkaan ini selalu
55:21 Ditanyain terus
55:22 Besoknya ditanya lagi
55:24 Diinterogasi berjam-jam, kenapa?
55:26 Karena satu ketika kebohongan dia pasti terbuka
55:29 Dengan ditanyain
55:31 Ditanyain, ditanyain, ditanyain
55:32 Maka kita sendiri juga harus
55:34 Hati-hati
55:36 Begitu teman-teman mengatakan hati-hati loh
55:38 Dia suka bohong, kita juga membuka diri
55:40 Membuka telinga
55:41 Dia pernah ngomong yang tidak wajar apa ya
55:44 Yang kesalahan apa ya
55:47 Dan kita juga minta informasi
55:49 Sebanyak-banyaknya dari berbagai
55:51 Pihak
55:51 Ya, begitu
55:54 Karena kadang-kadang ada orang
55:56 Dapat informasi begitu malah
55:59 Kamu ngapain jelekan pacarku
56:00 Kamu cemburu ya, apa ya
56:02 Kita sudah menutup diri, sudah tidak bisa
56:05 Dikasih tahu
56:05 Biarlah dia menjelekan, kita dengerin
56:08 Kita buktikan, ehi pas jiko
56:10 Pertanyaan tertulis masih ada
56:12 Ya
56:14 Misalnya pacar itu merupakan karma buruk
56:26 Kemudian
56:28 Karma buruk apa yang akan kita datangkan
56:34 Memutuskan pacaran
56:37 Memang logikanya
56:39 Sekarang cari pacar
56:40 Satu ketika kan kita juga bisa
56:42 Mutusin pacar
56:44 Ada satu hal
56:45 Untuk mutusin pacar itu sebaiknya
56:47 Jangan anda pikir sekarang mau putus
56:49 Besok langsung diputusin
56:51 Bisa bikin orang bunuh diri
56:56 Walaupun dia bunuh diri bukan kesalahan kita
56:58 Tuhan kita tidak pernah nyuruh
57:00 Ayo kamu bunuh diri
57:01 Ayo bunuh diri, aku putus
57:03 Anda begitu
57:04 Ada baiknya karena dia seperti luka
57:08 Pacaran kalau sampai putus itu kan sebetulnya melukai
57:11 Nah itu ada baiknya butuh waktu
57:15 Katakanlah
57:17 Sebulan dua bulan anda persiapkan
57:18 Untuk proses pemutusan itu
57:21 Bagaimana proses pemutusannya
57:23 Pertama kasih gambaran
57:25 Omong
57:28 Beberapa kali dikasih input
57:31 Sebetulnya
57:32 Kita ini sudah
57:34 Kurang begitu serasi loh berjalan
57:37 Rasanya sudah
57:38 Banyak yang tidak begitu cocok
57:40 Diantara kita itu kasih input
57:42 Sering-sering dimasukin input itu
57:44 Tiap kali ketemu input omongan
57:48 Kemudian kadang-kadang kita juga menyampaikan bahwa
57:52 Kesibukan atau apa frekuensi pertemuan
57:54 Mulai dikurangi
57:56 Karena perasaan itu sebetulnya muncul
57:58 Juga karena frekuensi pertemuan
58:00 Makin jarang frekuensi pertemuannya
58:02 Itu akan makin
58:06 Gampang
58:06 Untuk putus
58:08 Nah nanti satu ketika
58:10 Kalau kita sudah selalu sering ngomong
58:12 Aku ini rasanya kita ini
58:14 Kok sudah rasanya tidak cocok ya untuk jalan sama-sama
58:16 Dan kita sudah jarang ketemu
58:18 Atau apa gimana
58:20 Kalau kamu nyoba mungkin
58:22 Cobalah kamu dekat dengan yang lain
58:24 Dulu
58:26 Karena siapa tahu
58:28 Aku tidak bisa membahagiakan kamu
58:30 Jadi kita ngomong terus-terus terang ya
58:32 Jangan but
58:34 Besok hilang
58:35 Hari ini masih pacaran
58:37 Hari ini masih jalan berdua
58:39 Besok hilang
58:40 Bisa stress orang
58:42 Karena anda sendiri kan tidak mau dikintukan
58:45 Jadi kasih tahu baik-baik
58:46 Dan sebetulnya di dalam
58:49 Sopan cantun pacaran
58:51 Yang mungkin anda pernah dengar atau tidak
58:54 Sebaiknya cewek yang lebih dulu meninggalkan
58:57 Bukan cowok yang
58:58 Ninggal cewek
59:00 Lalu bagaimana supaya cewek ninggalkan
59:02 Nah itu ya kondisi tadi
59:04 Dikondisikan biar dia lama-lama
59:06 Bosan sama kita
59:09 Kenapa demikian
59:10 Saudara karena kalau cewek ditinggal orang
59:12 Mungkin anda pernah ada yang diputus cintanya
59:14 Cewek-cewek
59:16 Diputus cinta itu mindernya muncul
59:18 Aku kok diputus ya
59:20 Pak aku ini kekurangan ini
59:22 Dan cewek karena main perasaan wah bahaya
59:24 Tapi kalau cewek diputus
59:27 Biasa saja
59:28 Udah lah dari laki gampang
59:30 Kosokan buahnya
59:31 Gak bisa disini ya sebelah
59:33 Sebelah
59:33 Ngapain pusing
59:36 Karena itu kalau saya menyarankan
59:38 Cowok-cowok walaupun sudah bosan
59:40 Kasih kondisi biar ceweknya yang nanti lama-lama
59:43 Udah lah
59:43 Kamu gak usah jalan sama saya dululah
59:46 Hah contoh
59:47 Iya ya coba kita coba dululah
59:50 Jadi cewek juga merasa bangga
59:52 Aku yang putusin dia
59:54 Loh tadi yang ditanya teman-teman
59:56 Kamu jadi putus ya aku putusin dia
59:58 Gak cocok aku sama dia
59:59 Dia bangga dia punya semangat untuk nyari lain
1:00:02 Tapi kamu kok jalan-jalan sama dia
1:00:04 Iya dia putusin aku
1:00:06 Loh kenapa kamu diputusin
1:00:08 Ya dua cewek nangis
1:00:10 Semua
1:00:10 Dia merasa stress
1:00:13 Ya karena itu kalau saya menyarankan
1:00:16 Ya seperti tadi
1:00:17 Bagaimana caranya supaya bisa
1:00:20 Pacaran itu putus
1:00:21 Kasih kondisi dengan kata-kata
1:00:24 Dan frekuensi pertemuan
1:00:26 Dikurangi
1:00:27 Itu biasanya akan putus
1:00:29 Ya
1:00:30 Terus ya satu lagi
1:00:34 Itu belakang
1:00:35 Dalam agama Buddha itu
1:00:41 Apakah ada yang namanya jodoh
1:00:44 Terus pertanyaan kedua
1:00:46 Menolak
1:00:51 Seandainya ada seorang laki-laki
1:00:53 Atau misalnya seorang jenis yang suka sama kita
1:00:56 Kemudian kita menolak
1:00:58 Apakah itu dalam agama Buddha
1:01:00 Misalnya
1:01:03 Kita berteman dengan seseorang
1:01:06 Kemudian secara itu
1:01:09 Pertemanan kita itu
1:01:10 Kemudian dia menyatakan
1:01:12 Mungkin dia menyatakan cinta atau apa
1:01:13 Kemudian kita menolak
1:01:15 Terus kemudian dia berpikir
1:01:17 Kalau kita itu cuma main-main sama dia
1:01:21 Ya pertanyaan yang kedua yang saya jawab dulu
1:01:24 Sebetulnya itu adalah
1:01:25 Hak kita untuk menolak
1:01:28 Cuma cara menolak itu
1:01:29 Harus yang benar
1:01:30 Ya seperti tadi saya katakan
1:01:33 Cewek kan dikondisikan untuk
1:01:35 Biar putus ya
1:01:36 Tapi cara memutusnya juga
1:01:38 Sudah kamu besok gak usah kesini lagi
1:01:40 Pergi lu
1:01:42 Sial lu kesini terus
1:01:43 Ya itu kalau sudah begitu
1:01:46 Bikin cowok sakit hati
1:01:49 Wah
1:01:50 Berbahaya
1:01:51 Kata-kata yang penting
1:01:54 Karena kalau saya digitukan kan gak mau
1:01:56 Maka saya jangan menggitukan orang
1:01:59 Pada saat memutus itu pun juga begitu
1:02:02 Kita katakan
1:02:03 Mungkin kalau cewek misalnya ya
1:02:04 Tadi kan disenangi orang terus salah mengerti
1:02:08 Itu gak sama dikasih input
1:02:09 Sebetulnya saya itu senang sama kamu itu
1:02:11 Bukan karena mau jadi pacar
1:02:13 Tapi saya itu mau jadi sahabat
1:02:16 Tapi kalau kamu salah terus
1:02:18 Mengerti begini salah terus
1:02:19 Udah lah kalau gitu kita untuk sementara
1:02:21 Gak usah ketemu dululah
1:02:24 Supaya kita sama-sama bisa menenangkan diri
1:02:26 Karena saya sebetulnya bukan
1:02:28 Mencintai kamu tapi saya itu hanya
1:02:30 Ingin kamu jadi sahabat saya
1:02:32 Nah kalau aku diserudut terus
1:02:33 Aku kan juga jadi stress
1:02:35 Kuliah aku juga jadi terhambat
1:02:38 Karena nyeruduk terus pada orang
1:02:40 Yang sebetulnya gak senang sama kamu
1:02:41 Kamu sendiri kan juga ngabisin energi
1:02:44 Lebih baik kita jalan sendiri-sendiri
1:02:46 Dululah
1:02:46 Nanti kalau kamu memang sudah tenang
1:02:50 Kita sudah sama-sama tenang
1:02:51 Nanti kamu bisa hubungan lagi sama saya
1:02:53 Jadi cara memutusnya itu
1:02:55 Omongnya juga yang enak
1:02:57 Tidak terus main potong
1:02:59 Main putus dengan kata-kata yang kasar
1:03:02 Ya karena itu
1:03:04 Sebetulnya kan banyak orang mengatakan
1:03:05 Uh cowok itu punya kesempatan milih
1:03:07 Salah
1:03:08 Sebetulnya cewek itu yang punya kesempatan milih
1:03:11 Karena dia duduk manis di rumah
1:03:13 Cowok kan datang semua
1:03:15 Dia tinggal pilih
1:03:16 Si A si B atau si C
1:03:19 Cowok-cowok ini yang di
1:03:21 Di
1:03:23 Di seleksi toh
1:03:25 Iya kan
1:03:26 Anda yang datang setor muka tiap hari
1:03:29 Setor kebaikan tiap hari
1:03:31 Tinggal ceweknya yang jadi juri
1:03:32 Aku mau yang itu
1:03:34 Sebetulnya kekuasaan pemilihan
1:03:36 Tetap di cewek loh saya pikir-pikir
1:03:39 Ya
1:03:40 Cuman anda harus
1:03:42 Memotong dengan pelan-pelan
1:03:44 Artinya dengan
1:03:46 Bahasa yang halus
1:03:48 Penampilan yang baik
1:03:49 Yang tidak menyinggung perasaan
1:03:52 Dan apalagi kalau bisa memperbesar
1:03:54 Semangat dia untuk mencari pengganti
1:03:56 Itu yang penting
1:03:57 Di dalam perpisahan ada satu hal yang anda harus sampaikan
1:04:00 Karena orang yang
1:04:02 Itu mungkin cinta kepada anda
1:04:04 Apa yang anda sampaikan itu mungkin dia nurut
1:04:06 Anda harus kasih nasihat sama dia
1:04:08 Kamu jangan gampang patah semangat
1:04:11 Karena kalau kamu gampang patah semangat
1:04:13 Membuat aku gak simpati
1:04:14 Sama kamu
1:04:15 Kamu begini aja langsung mau bunuh diri
1:04:18 Begini aja langsung mau minum begon
1:04:20 Ah hatimu terlalu kecil begitu
1:04:22 Mau cinta sama aku apa artinya
1:04:24 Nah anda kasih
1:04:26 Semangat begitu
1:04:27 Coba kalau kamu saya putus terus kamu bisa cari lagi
1:04:30 Wah aku malah lebih buang gak dengan kamu
1:04:32 Nah dengan begitu
1:04:34 Anda akan membuat
1:04:35 Dia bersemangat untuk maju
1:04:37 Karena bagaimanapun juga
1:04:39 Anda adalah orang yang
1:04:42 Berharga di mata dia
1:04:43 Yang mau didengarkan
1:04:46 Nasihatnya
1:04:47 Nah apakah semua itu ada judul
1:04:50 Secara karma memang
1:04:51 Anda bertemu dengan si A itu adalah karma
1:04:54 Tetapi karma kita
1:04:56 Memilih dia sebagai pasangan hidup
1:04:58 Atau sahabat itu adalah
1:05:00 Pasangan pribadi
1:05:00 Kenapa demikian satu contoh
1:05:02 Kita lahir di dunia ini sudah berkali-kali
1:05:05 Ribuan kali kita sudah lahir di dunia
1:05:07 Ribuan kali kita sudah punya pasangan hidup
1:05:09 Masa kita mau ngikuti ribuan kali itu
1:05:11 Untuk punya pasangan hidup yang terus-terusan
1:05:13 Lah kan akhirnya apa pasangan hidup kita
1:05:16 Kan jadi ribuan juga
1:05:17 Aku pernah jadi pasangan hidup sama dia
1:05:19 Ya okelah aku tak kawin sama dia
1:05:21 Aku juga pernah dalam kehidupan yang dulu pasangan hidup sama dia
1:05:24 Aku sekarang ya mau pelihara dia
1:05:26 Terus begitu
1:05:27 Punya banyak
1:05:28 Punya berapa banyak
1:05:30 Yang kita bakal miliki pasangan hidup
1:05:32 Dalam kehidupan sekarang
1:05:33 Kalau kita ngomong karma
1:05:35 Semua ini kita pernah berhubungan karma
1:05:39 Nah lalu bagaimana
1:05:40 Keputusan kita pribadi
1:05:42 Saya milih si A sebagai pasangan hidup
1:05:45 Satu ketika si B datang
1:05:47 Jangan jadikan dia
1:05:49 Peel atau will
1:05:51 Mungkin dia juga punya
1:05:53 Hubungan karma dengan kita dekat sekali
1:05:54 Dengan kita tapi jangan jadikan
1:05:57 Peel atau will karena kita pun dikitukan
1:05:58 Gak mau
1:06:00 Lalu bagaimana jadi sahabat
1:06:01 Bisa sharing bisa apa tanpa harus
1:06:04 Saling memiliki
1:06:07 Ya begitu
1:06:08 Jadi memang ada hubungan karma
1:06:11 Anda kumpul disini ada hubungan karma
1:06:13 Dengan saya
1:06:14 Saya melihat anda juga ada hubungan karma
1:06:18 Ya kenapa
1:06:19 Karena mungkin dulu dalam kehidupan yang lampau
1:06:21 Ya pernah ketemu juga
1:06:24 Semua akan selalu begitu
1:06:26 Ya
1:06:28 Di depan tadi ada yang mau tanya
1:06:30 Ya micnya
1:06:38 Pertanyaan terakhir
1:06:39 Pertanyaan terakhir misalnya pacaran jarak jauh
1:06:56 Ya
1:06:58 Pacaran jarak jauh kan
1:06:59 Tadi kita sudah diberikan sedikitnya perhatian
1:07:01 Pokoknya perhatian melalui email
1:07:04 Atau teleponnya kurang karena
1:07:06 Tidak bisa dijalankan langsung
1:07:08 Iya pacaran jarak jauh ini
1:07:11 Yang jelas biaya tinggi
1:07:14 Makan bules lah dia
1:07:15 Tapi pacaran jarak dekat
1:07:19 Makan sungguhan
1:07:21 Nah bagaimana ini
1:07:25 Memang
1:07:26 Email dan telepon terbatas
1:07:29 Tapi
1:07:30 Itulah kemampuan yang kita bisa
1:07:32 Berikan dan
1:07:34 Frekuensi
1:07:37 Telepon atau email
1:07:38 Bukan
1:07:41 Jaminan pacar itu tetap
1:07:43 Tetapi
1:07:45 Kualitas
1:07:47 Komunikasi
1:07:48 Itu yang paling penting
1:07:51 Kalau anda telepon dan kemudian
1:07:52 Hanya tanya halo apa kabar ya
1:07:54 Baik-baik kan sehat-sehat kan
1:07:56 Aku juga loh sehat-sehat ya udah ya
1:07:58 Ini perusahaannya mahal nih
1:08:01 Lebih baik anda tidak usah telepon
1:08:04 Karena itu
1:08:04 Tidak ada yang dikomunikasikan
1:08:06 Nomor satu anda sudah menentukan
1:08:08 Halo yang baik-baik kan
1:08:10 Anda kan belum tanya itu
1:08:12 Baik-baik kan berarti kan anda menentukan
1:08:14 Baik-baik toh
1:08:16 Kan mestinya anda bertanya bagaimana kabar
1:08:20 Nah kan
1:08:21 Jawabannya terbuka
1:08:23 Bagaimana kabar
1:08:24 Kalau baik-baik kan
1:08:26 Ya baik-baik lah
1:08:29 Papamu juga baik-baik kan
1:08:30 Ya baik-baik
1:08:31 Papamu masih kerja masih
1:08:33 Ya sudah tidak usah ngomong tidak usah telepon
1:08:35 Itu buang mahal biayanya
1:08:37 Tapi anda boleh
1:08:39 Email atau telepon dengan
1:08:43 Bahasa yang komunikatif
1:08:45 Bagaimana
1:08:47 Kangen tidak
1:08:49 Duh
1:08:51 Sudah lama tidak telpon
1:08:53 Kangen tidak
1:08:53 Anda jawab
1:08:59 Kok lain sama aku
1:09:00 Aku mau telepon ini saja
1:09:03 Rasanya sudah
1:09:05 Pengen lihat wajahmu tapi terpaksa
1:09:08 Karena jauh ya cuma dengar suaramu saja
1:09:10 Kangen sekali
1:09:11 Kalau kamu tidak kangen tidak apa-apa itu urusanmu
1:09:13 Tapi aku sangat kangen sama kamu
1:09:15 Loh lain
1:09:17 Komunikasinya apa materi komunikasi ini
1:09:20 Yang paling penting termasuk email
1:09:23 Ya anda kan
1:09:24 Sekarang dengan email anda bisa juga
1:09:25 Kirim kartu-kartu elektronik gitu kan
1:09:28 Nah nanti hari-hari tertentu saat tak tertentu
1:09:30 Kirim kartu-kartu yang seperti itu
1:09:32 Kan banyak sekali
1:09:33 Itu akan memberikan kebahagiaan
1:09:36 Kualitas komunikasi jauh lebih penting
1:09:38 Daripada
1:09:40 Kuantitas komunikasi
1:09:42 Anda tiap hari telepon
1:09:44 5 menit 5 menit tapi hanya isinya tanya baik-baik kan
1:09:46 Sudah pulang kuliah kan
1:09:47 Tidak ada artinya
1:09:48 Lebih baik anda mungkin 2-3 hari sekali tapi
1:09:52 15 menit atau apa tapi dengan
1:09:55 Keinginan
1:09:56 Memperhatikan dia
1:09:59 Bagaimana
1:10:01 Suasana di rumah enak
1:10:04 Baik sehat
1:10:06 Kamu
1:10:07 Kamu senang gak kalau seandainya
1:10:09 Satu ketika aku mau datang ke rumahmu
1:10:11 Mendadak aneh kalau pas aku ada libur
1:10:13 Misalnya itu kalau jaraknya dekat
1:10:15 Kalau luar pulau ya
1:10:16 Nanti liburan ajalah aku datang
1:10:19 Kamu punya persiapan apa diajak ngayal dikit
1:10:23 Kalau
1:10:23 Aku nanti pulang semester depan ini
1:10:25 Kira-kira kita mau bikin kemana ya
1:10:28 Bikin acara kemana
1:10:29 Wah jadi
1:10:30 Topiknya itu khusus
1:10:32 Kita mau jalan-jalan ke sana
1:10:34 Ke sana idahnya di bagian mana
1:10:36 Biar dia cerita
1:10:38 Karena dia cerita dia happy
1:10:40 Karena dia happy ketika kita tutup
1:10:43 Dia mau nyari lagi
1:10:45 Itu adalah
1:10:45 Kualitas komunikasi
1:10:48 Kualitas komunikasi adalah selalu memperhatikan
1:10:51 Yang kita ajak ngomong
1:10:53 Jangan kita
1:10:55 Ngomong mau kita sendiri
1:10:57 Nanti kalau liburan kamu ikut saya ya
1:10:59 Pergi kesana kesini
1:11:00 Kan dia jadi pembantu kita
1:11:04 Kamu kalau liburan
1:11:05 Mau ngajak aku kemana
1:11:07 Kan lain
1:11:08 Dia merasa dipentingkan dia merasa dibutuhkan
1:11:11 Sehingga dia akan
1:11:13 Aku pengen lihat nih saya punya satu tempat yang bagus
1:11:15 Ya ajak dong
1:11:17 Kamu ceritakan dulu sekarang bagaimana
1:11:18 Tapi 15 menit aja karena pulsa nya agak mahal ini ya
1:11:23 Ya sudah lah kalau pulsa nya mahal
1:11:25 Aku aja yang telepon
1:11:26 Ayo coba tutup telepon dia yang telepon
1:11:29 Kan mirip
1:11:31 Ini adalah salah satu teknik ya
1:11:35 Jadi semua adalah
1:11:37 Bobot komunikasi itu
1:11:39 Bukan
1:11:41 Kuantitasnya seringnya
1:11:43 Telepon atau email
1:11:44 Tetapi kalau bisa ya
1:11:46 Tiap liburan anda bertemu dengan dia
1:11:48 Tentu akan sangat membahagiakan
1:11:50 Cuman dalam banyak kasus
1:11:53 Pacaran jarak jauh ini
1:11:54 Cenderung gampang putus
1:11:56 Karena begitu tutup telepon
1:11:58 Kadang-kadang kita sudah lupa
1:12:00 Di sebelahnya ada senyuman lawan jenis lain
1:12:03 Wah ini
1:12:04 Ini agak membingungkan
1:12:06 Karena itu kalau bisa ya
1:12:08 Pacaran jarak dekat
1:12:09 Kalaupun jarak jauh ya cobalah
1:12:12 Gunakan kata-kata yang
1:12:14 Berkualitas
1:12:16 Saya kira mungkin ini adalah akhir
1:12:18 Dari diskusi kita pada malam hari ini
1:12:21 Semoga memberi manfaat
1:12:23 Atau memberikan kebahagiaan
1:12:24 Semacam bisa dijadikan pedoman
1:12:26 Semoga anda berbahagia
1:12:28 Sabe sata bawantu sukitata