Ceramah Bhikkhu Uttamo di Sydney membahas berbagai pertanyaan seputar praktik Buddhis, mulai dari tips praktis hingga konsep filosofis. Pembicara memberikan saran mengatasi lapar saat puasa, seperti minum madu atau jus buah, dan menekankan bahwa rasa lapar dapat dikelola dengan menyibukkan diri. Ia juga membahas vegetarian sebagai bagian dari puasa, membedakan motivasi kesehatan dan pemahaman karma, serta pentingnya perenungan dalam praktik. Menjawab pertanyaan tentang ingatan kehidupan lampau, ia menggunakan analogi komputer (RAM dan hard disk) untuk menjelaskan bahwa ingatan tersimpan dan dapat diakses melalui meditasi. Pembicara juga menguraikan pengetahuan Buddha tentang alam semesta yang luas, termasuk konsep banyaknya sistem dunia, dan menekankan kehebatan ajaran Buddha yang bertahan 45 tahun. Ia menjelaskan tiga tujuan hidup seorang Buddhis: kebahagiaan duniawi, kebahagiaan setelah mati (surga), dan pencapaian Nibbana, serta pentingnya mengisi hidup dengan kebaikan. Untuk memajukan vihara, ia memberikan tiga kunci: promosi, produk jasa, dan perhatian, dengan menekankan disiplin waktu dan kepedulian terhadap umat. Terakhir, ia membahas perbedaan pendekatan agama Buddha dengan agama lain, pentingnya logika dalam menjawab kritik, dan memberikan contoh jawaban cerdas untuk isu-isu seperti penyembahan berhala dan puasa. Pesan utamanya adalah praktik Buddhis mencakup aspek praktis dan filosofis, dan umat harus siap menjawab kritik dengan bijaksana serta mengembangkan vihara melalui pelayanan yang baik.
Bagian PentingAI · suggested — belum ditinjau manusia
Tips Mengatasi Lapar Saat Puasa
Pembicara memberikan saran praktis untuk mengatasi rasa lapar saat berpuasa, seperti minum madu langsung atau jus buah, serta menjelaskan bahwa rasa lapar adalah hal yang normal dan dapat dikelola dengan menyibukkan diri.
Vegetarian dan Perenungan dalam Puasa
Diskusi tentang vegetarian sebagai bagian dari puasa, pentingnya perenungan dalam praktik, dan perbedaan antara vegetarian karena alasan kesehatan atau karena pemahaman karma.
Ingatan dan Kehidupan Lampau
Menjawab pertanyaan tentang mengapa kita tidak ingat kehidupan lampau, menggunakan analogi komputer (RAM dan hard disk) untuk menjelaskan bahwa ingatan tersimpan dan dapat diakses melalui meditasi.
Pengetahuan Buddha tentang Alam Semesta
Membahas pengetahuan Sang Buddha tentang bumi, tata surya, dan alam semesta yang luas, termasuk konsep cakrawala dan banyaknya sistem dunia, serta kehebatan ajaran Buddha yang bertahan 45 tahun.
Tujuan Hidup dan Kematian
Menjelaskan tiga tujuan hidup seorang Buddhis: kebahagiaan di dunia, kebahagiaan setelah mati (surga), dan mencapai Nibbana, serta pentingnya mengisi hidup dengan kebaikan sebelum kematian.
Strategi Mengembangkan Vihara
Memberikan tiga kunci untuk memajukan vihara: promosi, produk jasa, dan perhatian, dengan menekankan disiplin waktu dan kepedulian terhadap umat sebagai bagian dari pelayanan.
Perbandingan Agama dan Cara Menjawab Kritik
Membahas perbedaan pendekatan agama Buddha dengan agama lain, pentingnya logika dalam menjawab kritik, dan memberikan contoh-contoh jawaban cerdas untuk isu-isu seperti penyembahan berhala dan puasa.
Transkrip LengkapAI · suggested — belum ditinjau manusia
Salah yang paling penting, teman-teman saya, ketika kita melakukan puasa, ini pengalaman saya sendiri, pada saat rasa lapar menyerang begitu kuat, kadang kita enggak kuat untuk menangannya.
Padahal yang kita pikirkan itu makanan.
Iya, itu normal. Anda berarti masih normal.
Kalau puasa itu enggak ingat makanan, malah enggak normal.
Normal. Ingat, puasa lapar itu bukan hanya Anda alami sekarang, kan?
Ribuan tahun, ribuan kehidupan Anda sudah alami.
Bayi saja di dalam kandungan sudah ingat puasa, masih bentuknya seperti ketambah saja sudah ingat lapar.
Jadi itu normal sekali.
Nah, bagaimana sekarang mengatasinya?
Ya, kan itu yang penting.
Nomor satu, kalau memang Anda sudah lapar dan Anda baru belajar.
Ada puasa, minum madu.
Minum madu itu, Anda ambil madu, ini terkenal madunya lho, ya.
Kemudian Anda tuangkan di sendok makan, Anda langsung minum.
Jadi bukan minum air madu, tapi minum madu.
Kira-kira tiga sampai lima sendok cukup.
Itu nanti Anda akan bisa mengatasi rasa lapar itu.
Nanti suaranya dia.
Ya, online terus tuh.
Dikecilin saja mungkin apa.
Apa dicabut, kan kelo.
Nah, jadi kembali ke masalah puasa itu.
Orang yang baru-baru belajar puasa itu memang begitu.
Nanti jangan kata waktu lapar kepikir makanan.
Tidur saja ngipi makanan yang wena-ena lho.
Lha, itu.
Itu adalah biasa itu.
Ada misalnya pas puasa itu malah kepingin misalnya makan sate.
Wih, nanti mengalami mimpi pesta-sate besar-besar.
Aduh, itu memang kegiatian sumbuhan.
Makanya sekarang Anda harus tipu perut Anda sendiri.
Madu itu sebetulnya untuk nipu.
Itu kan kadar karbohidrat, lho.
Karbohidratnya sangat tinggi.
Jadi ditipu perut Anda itu sehingga kelihatan kenyang.
Tapi kalau Anda bisa bahasa Jawa, itu jadi sebetulnya agak enak gitu lho.
Emang.
Dan itu diperbolehkan sebetulnya selama puasa.
Tapi kalau Anda merasa madu masih kurang, ya Anda minum aja jus buah.
Bagi orang yang masih puasa belajar.
Kalau memang nggak tahan, terpaksa ya Anda harus minum jus buah.
Jus buah nggak tahan, ya makan makanan kecil.
Nggak tahan lagi, ya makan yang agak besar.
Nggak tahan lagi, ya makan besar.
Ya gimana?
Ya gimana ya?
Ya karena itu sebetulnya kan perang pada diri sendiri.
Enaknya agama Buddha itu di situ, lho.
Banyak orang tanya sama saya,
Bate, kita kalau mau puasa gimana, Bate?
Eh, tak kuatmu.
Tak kuatmu itu bahasa Jawa sekali.
Mungkin di bagian Anda, ada sebagian bagian Anda ini nggak biasa mendengar.
Ya, kan senang kamu lah.
Kamu kuatnya keberapa?
Kamu kuat nggak makan total?
Boleh.
Atau harus minum?
Oke.
Makanan kecil?
Silahkan.
Karena ada saya lihat beberapa lagian di pasangan yang diikuti oleh beberapa negara.
Itu kalau sore, yang disebut puasa itu mereka dapat snack.
Dapat roti kecil, cracker, semacam begitu.
Kalau mungkin bagi orang-orang yang nggak puasa, wah nggak makan malam itu bukan kerjaan yang ringan, lho.
Apalagi tempat yang dingin begini.
Woy, nggak makan.
Lagi yang belum biasa bisa jadi problem.
Ya, karena itu saya menyalankan kaki madu.
Lima sendok, beres sudah.
Tidak beres, tambah lima sendok lagi.
Tidak beres lagi, kok masih lapar?
Lima sendok lagi.
Tidak beres lagi, satu botol.
Tapi jangan lupa, besok Anda pagi-pagi murut juga.
Iyalah, kebanyakan madu panas sih perutnya.
Pernah ngelakain nggak, tuh?
Anda pernah minum madu, sungguhan?
Madu sih, minum begitu?
Nggak pernah, ya?
Di rumah Anda punya madu, ya?
Kemalisan, Pak, deh.
Nggak.
Ya, ya biasa lah.
Madu manis.
Ya, manisnya begitu.
Kalau madu nggak manis, bukan madu.
Ya, biasanya dienterin, Pak, nih.
Nggak pernah makan langsung begitu.
Ya, itu sebetulnya keliru.
Itu air madu.
Madu yang bagus, itu sebetulnya diminum hanya begitu saja.
Banyak orang sering salah.
Karena dia memang punya kadar koncentrasi yang bagus untuk daya tahannya tawan-tawan muda, tuh.
Apalagi madu dicampur air hangat.
Itu sebetulnya lebih baik Anda minum air sirup saja.
Sama sekali tidak ada manfaatnya.
Madu kena air panas itu musuh besar.
Nggak bisa diminum.
Anda pernah minum madu dengan air panas?
Iya.
Itu berarti Anda hanya dapat manisnya, tapi nggak dapat manfaatnya.
Kalau minum jamu kan pakai itu, Pak.
Jamu minum jamu.
Ya, itu berarti.
Itu STMG itu.
Susu, susu, telur, madu, jahe.
Itu sebenarnya madunya yang pemanis.
Nggak ada fungsinya.
Kalau Anda mau minum madu yang enak, madu satu dikasih di gelas gitu kira-kira enggak.
Enggak gitu.
Dikasih es.
Sungguh, loh.
Itu rasanya lebih enak daripada madu pakai sedok.
Anda boleh buktikan sendiri.
Kasih es.
Macem-macem gitulah.
Nanti laparnya hilang.
Ya.
Normal.
Nah, bagaimana kalau Anda bayangin yang makanan Anda menyibukkan diri?
Pikiran itu sepertinya karena kondisi saja, toh.
Anda lihat keluarga Anda makan.
Anda lihat iklan di televisi.
Aduh.
Rasanya.
Ludahnya langsung netes.
Anda sibukkan saja.
Anda kerja apa.
Anda jalan-jalan apa.
Nanti sudah lupa-lupa sendiri, loh.
Pikiran itu hanya sesaat.
Lapar, gitu.
Sibuk, lupa.
Sama dengan kalau Anda misalnya yang punya tugas, sekolah, tugas apa.
Wah, itu kalau pas lapar jamnya.
Wah, bunyi albumnya.
Tapi begitu sudah lewat.
Hilang sampai pagi di sana.
Manusia akan terkondisi karena kebiasaan.
Makanya ada jet lag itu karena kondisi itu.
Saya katakan kemarin tidak bisa tidur satu hari penuh.
Karena jet lagnya itu.
Malam-malam saya pasang jam 12 malam.
Tapi pikiran saya menjadi jatuh gila di Indonesia.
Susah, maksud saya.
Karena itu gelombang.
Dulu kan pernah dites, nih.
Ada anjing.
Dikasih kondisi.
Teng.
Kasih makan.
Nanti teng lagi.
Kasih makan.
Teng. Kasih makan.
Itu beberapa hari.
Sudah itu teng.
Tidak dikasih makan.
Di tes liurnya keluar.
Lebih banyak dari normal.
Jadi dia sudah terkondisi.
Ini jam makan, nih.
Makanya Anda sendiri kalau sudah jamnya makan tertentu.
Wah, itu perut berlontak.
Itu normal.
Anda jamnya tidur juga begitu.
Nah, itu jadi jet lag.
Mestinya jam ini sudah tidur.
Kalau belum.
Nah, itu artinya.
Kata itu yang kita harus amat.
Ya, pakai madu.
Gampang.
Santai, nih.
Mungkin yang lain.
Mau nyanyi.
Nah.
Soalnya nariknya kuat sekali, lagi.
Ada?
Ya.
Siapa?
Ada pertanyaan lain?
Mumpung Anda kesempatan.
Kalau tidak ada, ya kita pulang.
Nah, iya, dong.
Kita akan datang bertanya-jawab.
Anda bertanya, saya menjawab.
Kalau tidak, saya yang bertanya, Anda yang menjawab.
Itu aja gampang.
Kalau tidak mau pulang, saya yang bertanya, Anda yang menjawab.
Ada pertanyaan lain?
Ya, apa saja bisa, Pak.
Anda harus tetap puasa.
Kesempatan emas, ya.
Karena abadnya cuma tiga hari mungkin.
Ya, oke.
Ya.
Pada zaman Sang Buddha, memang pernah ada seorang muridnya yang berkata,
Eh, apa tidak parah dikuning disuruh vegetarian saja?
Sang Buddha menjawab, kalau memang ada yang ingin melaksanakan, boleh.
Kalau tidak, tidak.
Jadi, sebetulnya itu dalam karma itu adalah satu pilihan.
Karena itu kalau Anda cenderung untuk vegetarian, silakan.
Tapi kalau tidak mau, ya tidak masalah.
Karena seseorang baik dan tidak baik bukan karena makanan,
tapi karena perlindungannya.
Banyak orang mengatakan,
Wah.
Kalau vegetarian itu nanti jadi sabar.
Tapi saya jawab, loh.
Kalau vegetarian sabar, kambing sabar semua.
Karena kambing sejak nenek moyangnya, dia sudah vegetarian.
Tetapi tidak merenungkan seperti yang puasa.
Karena vegetarian itu bagian dari puasa.
Nah, kita harus merenungkan.
Kalau sekarang saya ada daging, saya tidak makan.
Dan saya bisa.
Berarti orang-orang yang menjengkelkan itu kan tidak perlu saya marahi.
Nah, dari situ vegetarian bisa mengarang kepada kesabaran.
Nah, sehingga saya melihat itu sebetulnya adalah bagian dari alat bantu untuk merenung.
Apakah nanti ada efek sampingnya?
Misalnya, efek samping yang positif.
Maksud saya, misalnya apakah lebih sehat?
Lebih apa?
Sekarang medis itu mungkin pernah banyak diterangkan.
Itu tidak ada masalah.
Tapi,
agama itu kan berbicara bagaimana perubahan perilaku.
Sehat dan tidak sehat itu bukan urusan agama sebetulnya.
Itu urusan dokter.
Atau orang-orang kalau vegetarian, Anda akan sehat.
Itu sudah pernah.
Tapi kalau Anda dengan vegetarian, maka perilaku Anda menjadi lebih baik.
Kesabaran Anda meningkat.
Emosi Anda mulai terkendali.
Itu sebetulnya urusan agama.
Nah, itu bisa dilatih dengan vegetarian.
Tapi dengan perenungan.
Seperti yang saya lakukan tadi.
Yaitu dengan puasanya.
Karena vegetarian termasuk puasa.
Puasa tidak makan daging.
Ada yang bingung lagi.
Dulu saya bertanya sama saya tadi.
Orang vegetarian apa boleh makan daging palsu?
Saya menjawab begini.
Kita harus lihat dulu.
Asalnya vegetarian ini dari mana?
Kalau asal vegetarian itu dari penyakit.
Tidak boleh makan ini, tidak boleh makan itu.
Itu harus vegetarian.
Makan daging palsu tidak perlu.
Kalau dia sebetulnya ingin makan, tapi tidak boleh.
Tapi kalau vegetarian itu latar belakangnya.
Adalah karena pengertian karma.
Pengertian agama.
Sebetulnya yang menjalankan tidak makan daging palsu.
Kenapa?
Karena kita niatnya memang sudah tidak mau membunuh.
Nah bagaimana kita bisa happy ada daging ayam palsu disitu?
Kan berarti kita masih.
Sebetulnya masih terikat disitu.
Nah itu.
Itu sebuah pilihan itu.
Itu penambahan ekstra tadi tambahannya.
Ya.
Jelas.
Puasa ada yang tidak makan daging.
Ada yang.
Tidak makan gul garam.
Itu juga ada.
Anti garam.
Pernah juga ada sama Nela.
Datang kepada saya.
Nanti saya mau puasa.
Oke.
Puasa modal apa?
Saya hanya makan tubuhan.
Tubuhan mentah itu loh.
Itu kalau di Jawa kan.
Dari Jawa sini.
Dari Jawa Timur.
Tengah Jawa Timur.
Ada ya.
Ada namanya ngerawat.
Pernah dengar?
Ya.
Ngerawat itu makan buah-buahan.
Bisa buah-buahan atas.
Bisa buah-buahan dalam tangan.
Kalau yang buah atas.
Itu misalnya.
Apel.
Serup.
Pisang.
Semangka.
Kalau buah bawah.
Itu misalnya.
Kacang.
Kemudian.
Umbi-umbian.
Ya.
Ketela.
Itu.
Itu.
Itu di Jawa punya tradisi seperti itu.
Saya katakan.
Kamu mau.
Jurus yang mana?
Buah atas apa buah bawah?
Yang atas.
Oke.
Bisa saya belikan lombok.
Pak.
Suatu bilu.
Belum.
Kenapa?
Nah ini kan buah.
Buah atas.
Lombok kan satu kilo.
Jangan selesai.
Namamu apa?
Apel.
Anggur.
Wah.
Kamu.
Makin kuasa makin mahal nih biaya hidupnya.
Wah.
Gak bener nih.
Lombok aja lah.
Nah.
Tetret akhirnya.
Dia gak jadi kuasa.
Ya mau nih.
Apel.
Anggur.
Yang mahal-mahal lagi.
Apelnya harus apel Australia katanya.
Anggurnya.
Anggur Tiongkok.
Waduh.
Bisa miskin nih biar.
Bisa miskin nih.
Tapi kan gak salah.
Itu buah atas tanah.
Kau sakit.
Nggak.
Gak bisa memperlangsing dia.
Ya.
Ada lagi?
Ya.
Bisa.
Bisa.
Tanya malu.
Anda jangan malu-malu.
Anda tanya salah ya.
Saya bisa memalumi kok.
Nah.
Bagus lah.
Ya.
Ayo maja.
Hmm.
Masuk.
Tadi saya pernah baca buku Meta Dewi.
Itu.
Mengenai proses ini.
Proses kematian dari orang-orang Buddha.
Karena saya banyak suka ketemu.
Umat Buddha kalau udah menjelang proses kematian itu suka tanya.
Misalnya apalagi kalau di sakit berat gitu ya.
Niatinan untuk kemana.
Dan kita kadang-kadang bingung menjawab itu.
Satu hal yang menarik yang dijawab gitu dari buku Meta Dewi.
Mengatakan bahwa pada saat meninggal.
Manusia itu sebenarnya proses berpikir itu tidak berhenti.
Jadi.
Tidur dan minyak itu tetap jalan.
Pertanyaan saya yang lebih.
Kenapa bisa lupa ya setelah itu.
Tapi karena maksudnya.
Kalau jasmani itu kan tidak pasti ditinggalkan.
Secara total.
Proses berpikir terus berlanjut.
Nah.
Tapi.
Dari proses satu lilin ke lilin yang selanjutnya itu.
Kenapa hampir semua manusia yang mungkin tertanya.
Dari zaman ke zaman.
Itu tidak tahu masa lalunya gitu ya.
Itu karma atau menjawabannya gitu ya.
Ya.
Sekarang gini aja.
Coba anda ulang lagi pertanyaan anda.
Persis seperti omongan yang tadi anda omongkan.
Kita cocokkan.
Nanti direkam di kaset.
Apakah iramanya sama?
Tolong dimaksikan.
Oke.
Apakah iramanya sama?
Apakah kata milihannya sama?
Apakah naik dan turunnya sama?
Kalau bisa sama.
Berarti anda bisa inget.
Kehidupan lompoknya.
Anda yang tadi baru bertanya.
Kemudian diem.
Ngulang lagi.
Itu aja aja.
Jangan lupa.
Iya kan.
Urutannya yang tadi anda tanyakan.
Omongannya.
Berarti.
Saya pernah membaca bukunya Meta Dewi.
Dan ternyata.
Coba anda ulang persis.
Mampukah anda?
Iya kan?
Oke.
Ya ya.
Boleh.
Boleh.
Jangan langsung terima.
Bagus.
Maksud saya begini.
Tapi kan dalam proses kehidupan.
Proses rutin.
Pas kembali berulang.
Sangat berlanjut.
Ya kan.
Walaupun dikatakan.
Itu sesuatu tinggul dan renyap.
Dan harus kita akui.
Dalam satu kuronisikus kehidupan.
Keingatan itu ada dalam manusia setidaknya.
Nah.
Tapi persoalannya.
Kenapa dari satu kehidupan.
Ke kehidupan yang lain lagi.
Itu tidak berlanjut.
Iya.
Oke.
Sebetulnya bukan tidak berlanjut.
Sebetulnya bukan tidak berlanjut.
Tetapi anda lupa.
Kita paling gampang.
Kalau inget dengan komputer.
Tentu anda.
Anda terbiasa sekali ya.
Berbicara komputer.
Begini.
Ingatan kita sekarang.
Itu sebetulnya seperti random access memorinya.
RAM nya itu.
Begitu mati.
Komputernya.
Dia hilang.
Tetapi ingat.
Data yang kita miliki.
Itu seperti yang di hard disk punya.
Sehingga.
Kenapa anda tadi tidak inget RAM anda.
Karena anda sudah menggunakan lagi.
Untuk inget yang lain lagi.
Tetapi apa yang anda miliki tadi.
Perintah-perintahnya untuk mengeluarkan itu.
Seperti programnya itu.
Sebetulnya tersimpan di dalam bawah sasar anda.
Makanya.
Seseorang yang bisa mengendalikan kekuatan pikirannya.
Dia bisa melihat.
Karma lampunya.
Kenapa?
Karena dia sebetulnya.
Hanya membuka hard disknya ini.
Memorinya dipindah.
Ke monitornya itu.
Jadi kelihatan semua.
Nah.
Kalau tadi kandang mengatakan misalnya.
Ada orang meninggal proses berpikirnya itu.
Ada.
Betul.
Dan itu sebetulnya.
Masih bisa dideteksi sampai hari ini.
Anda meninggal kira-kira 3 kehidupan yang lampau.
300 kehidupan yang lampau.
Itu datanya masih ada.
Karena itu kita bisa bayangkan.
Berapa kekuatan.
Memori base kita ini.
Di otak kita ini.
Karena demikian besar sekali.
Jadi.
Semua ada.
Bahkan.
Perintah gelaan Anda.
Itu tercatat dengan baik di dalam pikiran.
Karena Anda bergerak ini kan.
Karena ada perintah di otak.
Tangan bergerak ke sini.
Setiap momen.
Jadi geraknya misalnya 2 cm.
Itu berapa momen.
Itu sebetulnya sudah ada perintahnya sendiri-sendiri.
Anda ngomong ini sudah ada perintahnya.
Pilih kata ini.
Dengan kekuatan sekian.
Itu ada perintahnya semua.
Oleh otak.
Dan itu sudah disimpan semua di otak.
Nah.
Cuma kita tidak bisa buka backup memorinya ini loh.
Tapi kalau dengan kekuatan meditasi bisa dilihat.
Nah.
Yang bisa melihat.
Yang selain Sang Buddha.
Yang bisa melihat orang lain sampai detail.
Itu Bante Mukalana.
500 kehidupan.
Satu makhluk.
Dia bisa dilihat sebelumnya.
Kenapa?
Karena beliau menembus.
Menembus hadisnya itu.
Oh ini baru dibaca itu.
Perintahnya jelas sekali.
Kamu pada waktu itu jadi ini.
Kamu melakukan ini.
Tepat sekali.
Ya mana itu datanya sudah begitu.
Hanya baca data itu.
Jadi Anda bisa.
Ingat mau mati itu bagaimana.
Bisa.
Cuma lihat itu nanti ini.
Kekuatan konsentrasinya ini.
Dasarnya hanya dari itu.
Segala sesuatu yang dikonsentrasikan.
Ia akan tumbuh kekuatan yang besar.
Air dikonsentrasikan.
Jadi pedungan.
Keluarkan sedikit.
Nanti bisa untuk membangkit teman saya sendiri.
Kenapa orang kalau memukul.
Tangannya dikepalkan.
Ini karena mereka konsentrasi kekuatan.
Matahari dikonsentrasikan.
Bisa menjadi alat untuk pemanas yang luar biasa.
Energi yang luar biasa.
Demikian pula pikiran kalau dikonsentrasikan.
Dan menjadi energi juga yang luar biasa.
Jelas itu?
Ya.
Oke.
Boleh.
Bebas.
Oh.
Tenang sayang.
Setelah pertanyaannya boleh berlanjut ya.
Jadi nggak usah bayar.
Jadi.
Iya.
Gratis.
Pertanyaan apa saja.
Selamat saya bisa jawab.
Mungkin seperti lain.
Karena aku pasti mengusik Mugalana.
Ya.
Pernah saya berarti juga Mugalana itu.
Memang murid pertama.
Sang Buddha ya.
Dikalah waktu menaklukkan.
Apa.
Naga.
Mungkin.
Tergi.
Menaklukkan naga.
Saya kira ya.
Yang makhluknya.
Narduman Nanda.
Iya.
Itu sampai ke.
Surga.
Iya.
Kisah mungkin ya.
Itu mungkin makhluknya.
Sekatu wajah.
Saya pikir sangat besar sekali gitu ya.
Udah ke surga lain.
Cuma berkenaan dengan suatu.
Mungkin karena di kalangan masih.
Suatu kebetulannya.
Sang Buddha di kalangan.
Waktu masih ada.
Itu menjelaskan.
Maksudnya.
Bentuk daripada bumi itu.
Bagaimana gitu.
Maksudnya.
Sang Buddha sudah jalan-jalan.
Ke hampir semua alam semesta.
Dan dengan sangat mudah.
Mungkin.
Sang Buddha bisa melihat.
Bentuk daripada bumi ini.
Nah.
Kenapa.
Waktu.
Sang Buddha masih ada.
Itu penjelasan tentang.
Bentuk bumi itu.
Bagaimana.
Sehingga.
Ada zaman sepertinya itu saja.
Seperti pada zaman katholik.
Sampai.
Akhirnya zaman kolobus.
Tidak sejelas.
Seperti kolobus mengatakan.
Bahwa bumi ini bulat.
Istilah untuk bumi itu disebut.
Cakrawala.
Cakrawala.
Sang Buddha menyebutkan.
Bumi kita ini.
Sebagai cakrawala.
Kalau dalam bahasa.
Yang sekarang di Indonesia.
Cakrawala.
Cakrawala.
Cakrawalanya Indonesia sekarang.
Salah.
Karena cakrawala itu.
Horizon itu.
Sebetulnya.
Kalau di Indonesia sekarang.
Ya kan.
Sebetulnya.
Sang Buddha menyebut.
Bumi kita ini.
Cakrawala.
Cakra itu kan.
Bulat.
Roda.
Jadi.
Akhirnya.
Ada itu.
Bahkan.
Sang Buddha bukan hanya.
Menyebut bumi ini.
Cuma satu.
Lebih dari.
Satu minyak.
Dan itu.
Tidak pernah disebutkan.
Oleh yang lain.
Nah.
Sang Buddha kan mengatakan.
Begini.
Kira-kira.
Saya karena.
Enggak inget.
Kata persisnya.
Nanti anda.
Klaim.
Mana bukunya.
Wah.
Koma persisitik komanya.
Aduh.
Ini dia.
Berat ini.
Ya.
Nah.
Kira-kira.
Mengatakan.
Demikian.
Ada bumi ini.
Yang unik.
Sang Buddha.
Menyebut India.
Sebagai jambu.
Duit.
Apa.
Seperti.
Saya katakan.
Unik.
Jambu itu.
Ya.
Jambu ya.
Duit pal itu.
Pulau.
India itu.
Seperti.
Pulau.
Berbentuk.
Jambu.
Nah.
Dari ini saja.
Anda sudah mulai berpikir.
Ini kan berarti.
Pengetahuan.
Yang dilihat.
Itu kan.
Dari atas.
Karena.
Anda kan.
Jika bayangan.
India itu kan.
Memang bentuknya kan.
Seperti jambu.
Jambu.
Air.
Ya.
Jambu.
Air.
Nah.
Jambu.
Duit pal ini.
Semeru.
Dan lain-lain.
Ini yang sudah.
Seribu.
Dengan matahari.
Dan sebagainya.
Berarti kan.
Sudah ada.
Seribu.
Tata.
Itu masih disebut.
Culanika.
Lokadhatu.
Itu.
Hanya.
Susunan.
Tata.
Surya.
Yang kecil.
Seribu.
Tata.
Surya.
Lalu.
Ada.
Seribu.
Lagi.
Culanika.
Lokadhatu.
Ini.
Ada.
Seribu.
Kali.
Seribu.
Susunan.
Tata.
Surya.
Itu.
Kan.
Sudah.
Satu.
Juta.
Satu.
Juta.
Tata.
Surya.
Itu.
Baru.
Yang.
Menengah.
Dan.
Kalau.
Sudah.
Seribu.
Kali.
Yang.
Menengah.
Berarti.
Satu.
Milyar.
Tata.
Surya.
Nah.
Itu.
Sang.
Buddha.
Mengatakan.
Dengan.
Kekuatan.
Badainya.
Seorang.
Buddha.
Bisa.
Mengeluarkan.
Suara.
Kekuatannya.
Lebih.
Dari.
Yang.
Satu.
Milyar.
Tata.
Surya.
Ini.
Jadi.
Anda.
Bisa.
Bayangkan.
Satu.
Milyar.
Itu.
Bukan.
Ukuran.
Terakhir.
Tata.
Surya.
Di.
Dalam.
Agama.
Buddha.
Karena.
Lebih.
Dari.
Satu.
Milyar.
Padahal.
Hari.
Ini.
Di.
Tempat.
Tempat.
Lain.
Masih.
Sibuk.
Mengatakan.
Bumi.
Itu.
Yang.
Masih.
Ini.
Satu.
Satunya.
Yang.
Sangat.
Disayang-sayang.
Kalau.
Kiamat.
Mati.
Semua.
Padahal.
Kalau.
Kita.
Lihat.
Ada.
Cerita.
Sang Buddha.
Dan.
Bumi.
Ini.
Hanya.
Salah.
Satu.
Dari.
Yang.
Satu.
Milyar.
Lebih.
Itu.
Mati.
Di.
Kini.
Bisa.
Pindah.
Ke.
Bumi-Bumi.
Yang.
Lain.
Kalau.
Tidak.
Ada.
Problem.
Menurut.
Sains.
Akhir-akhir.
Ini.
Sudah.
Mulai.
Diketemukan.
Matahari.
Kedua.
Dan.
Ketiga.
Sehingga.
Di.
Perkirakan.
Disanapun.
Ada.
Bumi-Bumi.
Yang.
Kedua.
Dan.
Yang.
Ketiga.
Sains.
Hanya.
Memperkirakan.
Belum.
Memantikan.
Kalau.
Tidak.
Ada.
Bumi-Bumi.
Yang.
Lain.
Tidak.
Ada.
Akasa.
Baca.
Bumata.
Dewa.
Nagama.
Hijika.
Makhluk.
Makhluk.
Di.
Angkasa.
Dan.
Di.
Bumi.
Para.
Dewa.
Dan.
Naga.
Yang.
Berkata.
Makhluk.
Di.
Angkasa.
Ini.
Makhluk.
Luar.
Angkasa.
Maka.
Kalau.
Ada.
Orang.
Tanya.
Apakah.
Agama.
Buddha.
Mempercayai.
Itu.
Makhluk.
Luar.
Angkasa.
Ya.
Akasa.
Maka.
Bumata.
Itu.
Anak.
Kekil.
Aja.
Bisa.
Makhluk.
Di.
Angkasa.
Dan.
Di.
Bumi.
Ya.
Jadi.
Pengetahuan.
Sang.
Buddha.
Itu.
Memang.
Top.
Latas.
Luar.
Biasa.
Dan.
Ingat.
Sang.
Buddha.
Itu.
Fantastika.
Kagumi.
Kenapa.
Karena.
Beliau.
Mengajar.
45.
Tahun.
Lamanya.
Guru.
Yang.
Paling.
Lama.
Mengajar.
Sang.
Buddha.
Yang.
Lain.
3.
Tahun.
Tidak.
Kalau.
Pelajarannya.
Bagus.
Tidak.
Akan.
Dibunuh.
Orang.
45.
Tahun.
Mengajar.
Tidak.
Dimusuhi.
Pemerintah.
Tidak.
Dimusuhi.
Raja.
Raja.
Tidak.
Dimusuhi.
Yang.
Lain.
Berarti.
Ajarannya.
Bisa.
Diterima.
Semua.
Pihak.
Ini.
Satu.
Satu.
Poin.
Yang.
Orang.
Jarang.
Singgung.
Ini.
Bahwa.
Ajaran.
Sang.
Buddha.
Dari.
Dulu.
Sudah.
Diterima.
Oleh.
Sang.
Yang.
Kita.
Gampang.
Kalau.
Guru.
Guru.
Berapa.
Tahun.
Umur.
Mati.
Happy.
Mati.
Tidak.
Happy.
Guru.
45.
Tahun.
Mengajar.
Mati.
Happy.
Saya.
Teringat.
Sekali.
Ada.
Satu.
Anak.
Kecil.
Mamanya.
Kebetulan.
Bukan.
Buddha.
Tetapi.
Diajak.
Sama.
Pamannya.
Yang Buddha.
Kewihara.
Lalu.
Anaknya.
Ini.
Lalu.
Jadi.
Buddha.
Sama.
Mamanya.
Ditarik.
Eh.
Kamu.
Ikut.
Wihara.
Apa.
Jawabnya.
Si.
Anak.
Yang.
Umur.
Empat.
Tahun.
Ini.
Aku.
Enggak.
Mau.
Ikut.
Mamanya.
Gurunya.
Matinya.
Menderita.
Aku.
Ikut.
Umur.
Matinya.
Happy.
Anak.
Kecil.
Jawabnya.
Sederhana.
Enggak.
Pakai.
Ilmu.
Drama.
Yang.
Hebat-hebat.
Gitu.
Masih.
Jawabnya.
Jadi.
Anda.
Kalau.
Mau.
Ilmunya.
Anak.
Umur.
Empat.
Tahun.
Itu.
Anda.
Bisa.
Pakai.
Itu.
Gampang.
Sekali.
Dan.
Itu.
Tolak.
Sekali.
Sudah.
Langsung.
Kau.
Empat.
Tahun.
Dewa.
Dewa.
Kali.
Saya.
Datang.
Ya.
Ini.
Listri.
Tidak.
Boleh.
Kalo.
Jangan.
Boleh.
By the way.
Yang.
Tidak.
Tidak.
Tidak bisa.
Cer.
Teluk.
Orang.
Ya.
Ada.
Masih.
Yang.
Lain.
Jadi.
Setahun.
Semoga.
Udah.
Terakhir.
Cara.
Orang.
Terakhir.
Lain.
Tidak ada bentuknya
Tidak ada bentuknya
Tidak terbatas
Bukan tak berbentuk
Tidak terbatas
Tapi kalau bentuk
Cenderung dia pada bulatan
Karena selalu menipu dengan cakrawala itu
Tidak terbatas
Tidak ada batasnya
Hanya sekian juta tahun kaya
Tidak ada batasnya
Kalau bentuknya akan cenderung bulat
Karena selalu diulang-ulang
Kata cakrawala itu
Sehingga kalau raja dunia
Ditebut cakrawati
Raja dunia itu
Jadi mendunia
Keseluruhannya itu cakrawati
Boleh tanya apa ya?
Wah
Ya bagus lah
Ya bagus
Apakah hanya hidup ini
Kalau kita mati lagi?
Ya itu
Kadang ada banyak orang
Kalau gitu hidup ini
Nungguin mati aja dah
Karena nungguin mati
Sekarang aja lah
Daripada nunggu-nunggu lebih lama
Oke
Sebetulnya
Apakah hidup ini
Di dalam karma?
Yang aset itu banyaknya
Hobotnya luar biasa loh
Wah
Iya
Ini kecil-kecil
Tanyanya jarang loh
Orang tanya begitu
Yang walaupun kecil pun
Belum tentu ingat itu
Sebetulnya
Di dalam kehidupan ini
Kenapa kok kita lahir segimana?
Karena kita sebetulnya
Sudah sekian banyak kelahiran
Dan ketika kita jadi manusia ini
Sebetulnya karena buah kebajikan
Nah
Sebagai manusia kita punya
Tiga tujuan hidup
Seorang buddhis bisa
Memperoleh kehidupan bahagia
Bahagia di dunia
Seorang buddhis bisa
Bahagia setelah mati masuk surga
Dan seorang buddhis
Bisa bahagia
Mencapai hibat
Oleh karena itu
Apabila kita mempunyai kesulitan
Dalam kehidupan
Kesulitan rumah tangga
Kesulitan usaha
Kesulitan sekolah
Kesulitan segala macam
Sebetulnya dharma memberikan jalan keluar
Sehingga anda berbahagia di dunia ini
Hidup memang menuju kematian
Betul
Tetapi di selama anda hidup
Anda harus merasakan
Kalau hidup mau mati
Yaudah lah ngebut-ngebutannya
Tuh juga mau mati
Mati negara mati
Kita tahu akan mati
Kita harus berani mati
Tapi kita tidak cari mati
Mati itu datang sendiri
Tidak sudah dicari
Tidak sudah ditarik
Tidak sudah ditarik
Orang kemarin tanya sama saya
Ada kakek umurnya
80 tahun
Sama nenek 76 tahun
Lalu mau bunuh-bunuhan
Saya jahat lah, kalau sudah 80 tahun
Tidak bisa dibunuh
Sudah kawin sekian puluh tahun
Sabar-sabar sedikit lah
Nanti-nanti gengkok jalan sendiri juga
Kenapa lain harus dipercepat
Jadi
Memang manusia akan mati
Tetapi sebelum mati
Apakah yang kita telah kerjakan selama hidupnya
Kita harus mengisi kehidupan
Salah satunya mencari kebahagiaan
Bahagia tentu relatif
Ada orang bahagia kalau sekolahnya pinter
Tapi ada orang menderita
Kalau sekolahnya juga pinter
Jadi ditanyain orang terus
Stres, ya kan jadi tak
Tapi bagi yang pengen pinter, wah happy
Ada orang bahagia kalau punya duit
Juga ada orang menderita karena punya duit
Bingung ini meletakkan dimana
Tapi kebahagiaan itu
Bersifat relatif
Tapi manusia kan pengen bahagia
Supaya nanti kalau mati pun happy
Yang kedua
Manusia kepengen mati pun
Masuk surga
Nah karena itu kalau Anda ditawari
Ayo ikuti ini mati masuk surga
Anda boleh bertanya
Ada berapa surga yang kamu tawarkan
Sehingga kamu kok berani-beraninya
Tawarkan sama saya
Kenapa?
Karena kamu punya 26 surga
26 alam surga kita miliki
Bagaimana tidak pernah
Diceritakan, tidak diceritakan itu bukan tak ada
Terlalu gampang masuk
Ngapain diomongin
Anda kalau sekolah kan gak perlu lagi
Dia jahit abcd dan setelahnya
Itu udah terlalu gampang
Ya kan
Nah contoh yang gampang aja
Kalau saya punya barang satu
Lalu saya harus melempar pada satu anak
Ini harus diseminakan
Kecepatannya berapa
Sudutnya berapa
Baru bisa kena
Tapi kalau
Barang ini untuk mengenai salah satu
Dari 26 gampang
Saya merem juga mesti kena salah satu
Iya kan
Nah
Orang kalau surganya satu itu mesti seminarnya banyak
Nah masuknya susah
Nah kalau 26 gak ngapain
Kau mesti masuk
Nah jadi gak perlu diomongin lagi
Gak perlu ngantri
Susahnya jalurnya
Seperti ini masuk
Sampai ke sana
Enteng-enteng
Ya
Nah itu
Lalu manusia akan pengen tau mati ini mau kemana
Nah mati mati susah
Tapi sebetulnya di dalam jangmas
Kalau bisa mati yang kita sekarang ini
Mati yang disungguhan
Mati yang sesungguh-sungguhnya
Mati yang tak terlahirkan kembali
Nah oleh karena itu
Manusia memang menunggu mati
Tetapi sebelum mati kita mengisi kehidupan ini
Dengan mengembangkan kerewaan
Kemoralan dan konsentrasi
Sehingga kalau bisa mati kita menjadi mati yang terakhir
Sehingga nanti gak lahir lagi
Gitu
Belah bisa berpikir tentang kematian
Banyak guru tanya paparnya nih
Ini bagus
Ini bagus sekali
Bagus
Anak lain umur 11
Masih main playstation
Gak inget mati
Tapi ingin mematikan
Bunuh tanah bunuh sini kan kalau kita cincin kan begitu
Ini 11 tahun sudah berpikir-pikir
Gak ada waktu sekali
Cocok itu kalau jadi sama duta-duta
Karena memang perlindungannya kesana
Sedara-sedara
Ada satu contoh yang gampang
Kalau kita mau berbicara mati
Kita harus berbicara tentang kelahiran dulu
Tadi kan tanyanya
Kalau manusia mau mati
Kenapa ini hidup
Karena waktu lahir
Sebenarnya waktu lahirnya
Itu kita dibuat penderita
Ibu-ibu yang mungkin sudah pernah melahirkan
Akan tahu
Proses kelahiran itu
Anda-anda yang mungkin
Sering nonton film
Anda juga tahu tentang proses kelahiran
Apakah yang dilakukan
Atau yang dialami si bayi
Waktu lahir
Bayi yang di dalam kandungan
Itu sebetulnya
Paling aman
Apa amannya
Nomor satu
Di dalam kandungan itu anget
Ya kan
Kesana tubuh itu kan anget
Apalagi ibunya selalu melus-lus
Sayang-sayang
Memang enak sekali
Makanya kalau orang stres
Dia menggunakan posisi seperti bayi di dalam kandungan
Anda bisa lihat gini
Ya kan
Tambahnya orang kalau stres sekali
Dia mengutip posisinya
Seperti bayi di dalam kandungan
Karena itu adalah posisi yang paling nyaman
Tidur pun bisa seperti itu
Kalau anda baru bisa
Kemudian di dalam kandungan
Itu tenang sekali
Tidak ada suara
Tidak berisik
Kenapa
Kalau seseorang atau bayi di dalam kandungan
Itu kan diliputi dengan selaput
Yang kemudian ada airnya tahu?
Air ketubahnya
Jadi tenang
Anget
Itu gelap
Tidak ada cahaya matah
Walaupun agak keseronya
Di ibu ada keseronya
Tapi kan tidak seperti sedih
Begitu tahu ya
Ya
Itu tahu
Yang anda bisa bayangkan ya
Bayi di dalam kandungan begitu
Sekarang proses kelahiran
Apa yang dilakukan ibu-ibu waktu melahirkan?
Dia pergi ke rumah sakit
Bayi lahir
Apa yang dia lihat pertama?
Cahaya yang terang sekali
Dia tahu
Saya melahirkan ibu
Itu kan lampunya besar
Katanya orang-orang
Saya tidak pernah melahirkan
Lampu besar kan?
Ya
Jadi
Ini kan masih merah
Tapi kan terangnya luar biasa
Apalagi selain terang?
Aslinya itu
Telinganya
Ini di dalam perut
Gelap
Langsung terang
Di dalam perut anget
Langsung
Telinganya
Ya kan?
Dan apa lagi?
Di dalam perut kan tenang
Itu kan suaranya
Pelan-pelan
Guntingnya
Cerai-cerai
Cerai-cerai
Suara orang teriak-teriak
Tidak paru-paruan
Ya kan?
Apa yang dilakukan di dokter itu?
Eh
Si
Si bayi
Selit
Si bayi
Apa?
Apa itu yang dirasakan si bayi?
Apanya?
Kalau tenang jadi tidak tenang
Hah?
Iya bingung
Stres
Bingung
Stres
Sampai dia diam
Apa ini?
Atau nangis?
Nangis itu kan stres loh kita
Tapi apa kalau kita sudah stres sampai nangis?
Semua orang dalam ruangan itu
Tepuk tangan
Congratulation
Tepuk tangan semua
Disitu sebetulnya
Manusia bahagia di atas pemberitaan mahluk
Si bayi kalau tidak nangis
Itu lebih cermatan
Harus dibikin nangis
Kalau bayinya yang kata mungkin
Cue-cue
Panas jadi dingin
Cue
Hahaha
Hahaha
Gelap jadi terang
Biarin
Hahaha
Tenang jadi rame
Emangnya kau bikinin
Hahaha
Wah itu
Jatuhnya tidak puas loh
Hahaha
Wah bayi ini
Jungkir balik
Mandikan air panas
Dingin air panas
Dingin
Bikin stres
Ya
Bayu ocak
Happy
Betul ibu-ibu yang pengalaman?
Bapak-bapak
Betul
Sebetulnya manusia lahir itu sudah stres
Dalam istilah nyata buddha juga itu
Sebetulnya dalam hidup ini kita punya proyek
Kalau tadi nunggu mati
Proyeknya itu proyek balas dendam positif
Sebetulnya manusia ini lalu punya dendam
Saya kecil disakitin sampai nangis kamu ketawa
Oke
Saya akan balas dendam
Saya akan buat suatu ketika
Aku ketawakan kamu yang menangis
Gimana caranya?
Isi kehidupan dengan sebaik-baiknya
Terus kerjakan baik dengan kata-kata
Baik dengan pikiran
Baik dengan perilaku
Pada saat kematian datang
Kita akan happy
Karma baik akan menumpuk
Dan mereka yang nonton
Ganti mereka yang nangis
Balas dendam pertama
Tapi balas dendam yang positif
Karena kita kan terus melakukan kebaikan itu
Dulu aku nangis kamu ketawa
Sekarang gantian yuk
Aku ketawa karena lahir di alam surga
Kamu nangis ketinggal aku semua
Itu karena itu nunggu mati
Itu memang anggil dari kehidupan
Tapi sebelum mati manusia harus mengisi kehidupan
Sehingga mati pun menjadi matinya seorang yang berarti
Di dalam masyarakat
Silahkan
Nah
Very good
Oke, tanyaan lagi apa?
Oke, yang lain
Apanya?
Apanya itu?
Silahkan
Apanya buahnya
Pertanyaannya yang bikin paparnya puting
Iya
Silahkan
Ya ini
Itu yang lain
Saya percaya kalau agama muda itu bagus
Damanya juga
Tapi kalau misalkan nilai-nilai agama kita
Mungkin apa ini ada hubungannya dengan karma?
Ya sebetulnya
Berlian yang mahal itu
Tak banyak yang punya ya
Tapi kalau batu, pasir
Yang punya siapa saja bisa
Kira
Di kelas
Yang paling pintar itu cuma satu
Yang butuh-butuh lebih banyak
Jadi jangan memberi katanya jumlah
Katanya jumlah yang sedikit itu karena kita eksklusif
Iya dong, kenapa?
Karena dharma ini memang bukan
Henteng-henteng
Bukan bisa dimengerti dengan hanya
Mengambil makan kacang goreng
Dharmanya butuh diperhatikan
Pada suatu ketika saya dikatakan juga seperti itu
Saya jawab
Sebetulnya di dunia
Mengikut ajaran Buddha
Itu 99% penduduk dunia
Satu persen itu yang gak wala
Pengikut ajaran sang Buddha
Bukan pengikut agama
Kenapa?
Lihat intisari ajaran sang Buddha
Kurangi kejahatan, tambah kebaikan dan cucikan pikiran
Itu dikatakan sang Buddha
Semibuan tahun yang lalu
Dimana sekarang ada?
Agama yang mengajarkan
Kurangi kebaikan tanpa kejahatan
Kacaukan
Kalau dari situ kita bicara
Ini berarti pengikut ajaran sang Buddha juga nih
Kan 99% penduduk dunia
Tapi dari sudut yang lain
Memang yang punya berlian
Itu jauh lebih sedikit
Daripada yang punya
Kalau punya
American Diamond
Yang punya berlian
Orang-orang tertentu
Walaupun berlian yang sesat satu
Hanya orang-orang pilihan ini yang punya berlian
Karena anda termasuk orang yang punya berlian
Anda jangan berpikir jumlah
Yang apa agama Buddha ini kenapa
Sekarang kita berbicara realitik
Kenapa anda kadang-kadang sudah maju
Ada banyak hal yang menyebabkan
Anda bisa maju
Kalau anda ingin maju harus melakukan 3 hal
Minimal
Yang pertama anda harus mengerjakan yang disebut promosi
Promosi itu penting dan sangat penting
Apakah yang kita bisa kerjakan dengan promosi
Hanya tempat ini
Sudahkah tempat ini dikenal oleh seluruh dunia kota Sydney
Apakah hanya dikenal oleh satu komunikasi dunia
Ya kalau belum dikenal bagaimana orang bisa ke sini
Hanya harus dipromosikan tempatnya
Dengan berbagai macam cara
Apakah anda punya selebaran koran dan sebagainya itu
Anda gunakan mass media anda gunakan
Satu adalah
Wesak kenapa tidak dirayakan orang
Apakah perayaan anda sudah dipromosikan
Nah kalau anda sendiri waktu wesak
Jika anda tidak menulis di koran
Tentang wesak bagaimana anda mempromosi
Kalau anda sendiri tidak promosi bagaimana orang kenal
Iya kan
Ini kan wesak yang jelas sekali
Apakah yang anda kerjakan dalam rangka wesak
Sudahkah anda menulis koran
Sudahkah berita anda diliput oleh mass media
Kalau belum jangan salahkan orang tidak tahu
Karena kita sendirinya tidak baik
Satu promosi
Yang kedua
Anda harus punya yang disebut produk jasa
Karena kalau orang sudah promosi
Dan orang sudah tahu tempat ini
Lalu apa yang anda sediakan untuk mereka
Apa yang memberikan manfaat untuk mereka
Karena semua orang
Ketingin mendapatkan manfaat
Anda ke sini
Lalu tidak ada yang menguruskan
Anda tidak mendapatkan manfaat apa-apa
Untuk apa anda ke sini lagi
Iya kan
Tapi kalau anda ke sini
Kalau anda merasa bahagia
Anda merasa punya banyak teman
Anda merasa mendapatkan manfaat
Anda pasti akan ke sini terus
Jadi kita harus punya produk jasa
Kedisiplinan waktu penting
Indonesia tidak bisa masuk karena orangnya tidak disiplin
Jam 5 mulai jam 5 sudah siap
Pengalaman harusnya
Ya itu bagi saya
Satu faktor kerugian yang besar
Kenapa?
Kasian yang sudah datang jam 5
Banyak sekali saya sering ditanya
Wah saya pernah berada seperti kak
Mengajar orang yang bukan judis kewiharaan
Saya ternyata itu jadi bumerang
Kamu saya
Seperti dipukul muka saya sama dia
Janjinya jam 7
Kemudian
Sudah jam 7 lebih kok belum
Mulai siap
Lalu dia tanya sama saya
Eh
Katanya hari jam 7
Kok belum mulai?
Pada waktu itu karena saya yang masih innocent
Saya merasa
Aduh ya
Tidak tahu ya
Sebab kita panggil pengurus
Hei hei sini
Ini ada orang banyak
Kenapa ya?
Mulai kok belum mulai
Kok belum jam 7
Sudah jam 7 kok belum mulai
Si pengurus menjawab
Orangnya belum kumpul nanti
Bagi saya itu jalan normal pada waktu itu
Apa yang orang ini katakan?
Kok gitu ya caranya agama Buddha?
Kebaktian menunggu orang
Kalau di tempat kami
Kebaktian melalui
Orang yang menyesuaikan sama kita
Wah itu betul-betul pukulan bagi saya
Sejak itu saya sudah tidak pernah lagi ada kegiatan bisa terlambat
Kenapa?
Karena kita harus menghargai yang sudah datang
Jam 5 adalah kita harus menghargai dia yang sudah datang
Kadang-kadang kita itu mencari yang bisa datang
Rapat-rapat orang Indonesia itu seperti itu
Bagaimana rapat?
Mau mulai?
Nanti ini masih ada yang belum datang
Yang belum datang yang dipikir
Yang sudah datang yang dipikirkan
Nah ini nih
Kalau tak tampak yang dipikirin
Tapi kalau sudah tidak datang sudah lama
Baru mulai
Nah ini yang datang sudah capek
Itu berdasar apa?
Nah kita harus punya produk jasa
Produk jasa nomor satu disiplin
Saya kemarin sudah ngomong dengan Pak Iman
5 orang pun kalau jam 5 saya akan mulai
Saya tidak akan menang tunggu banyak
Saya harus mulai
2 orang pun saya harus mulai
Kenapa?
Karena ini menghargai yang sudah datang
Disiplin mulai
Disiplin selesai
Itu baru bisa
Kadang-kadang jaman muda kalau kebaktian gitu
Mulai
Bisa disiplin
Pulang tidak disiplin
Kalau senang ceramah panjang
Kalau tidak senang ceramah pendek
Tapi sama sekali tidak menjidik
Karena nanti orang yang punya acara
Habis kebaktian mau kemana
Dia tidak bisa datang pasti
Karena dia tidak bisa pedis
Ini selesai jam berapa ya?
Tidak bisa berduga-duga
Nanti saya pas datang
Pak ceramahnya panjang
Mau pulang cungkaan
Nanti saya tidak akan datang
Pak ceramahnya pendek
Kalau kita ada sepakat
Jam ini mulai
Jam itu selesai
Selesai
Saya habis diwiara beritar
Jam 7 mulai
Mulai
Kadang-kadang yang datang cuma 2 orang
Pemimpin kebaktian dengan yang terdemak
Itu pun anak wiara
Yang memang kerja diwiara
Mulai
Sejak itu hanya semua jam 7 tepat
Tapi jam 9 harus selesai semua
Selesai semua
Mau nambah lagi di luar pasti ya
Mau cerita, mau tanya, mau apa
Di luar kebaktian
Tapi kebaktiannya bubar jam 9 tepat
Jadi ya mereka senang
Ibu-ibu apa
Ya aku nanti disebut ya jam 9
Nah senang
Karena pasti
Itu bagian dari produk jasa
Kedisiplinan kita
Ya
Kita harus menghargai waktu
Kita mulai dari situ
Ya hari ini terlambat oke lah
Jangan lupa anda belum kenal dengan saya
Tapi nanti besok tidak ada yang terlambat
Saya tidak bisa toleran
Bagi orang-orang yang terlambat
Karena itu membuat tidak disiplin
Nah
Kemudian
Satu
Promosi
Dua produk jasa
Produk jasa bisa anda kerjakan juga
Misalnya
Les
Biarlah menyediakan les
Les bahasa mandali
Les bahasa inggris
Atau nyarikan pekerjaan
Untuk yang sudah selesai
Atau nguruskan ini
Nguruskan itu
Sehingga orang berbiara mendapatkan manfaat
Les masak
Mungkin ada
Les apa
Makanan vegetarian
Apa sih
Bisa dikerjakan semua di biara
Kemudian yang ketiga
Perhatian
Perhatian itu apa
Kita harus saling mengenal orang-orang ini
Banyak diantara kita di biara-biara besar
Yang tidak tahu disini
Bisa anda saling kenal ya
Kalau anda mulai dari tempat yang segini
Kecil aja juga tidak anda kenal
Jangan harap punya biara besar
Anda makin tidak ada yang dikenal
Kenapa
Karena umat buddha itu
Ajarannya mengurangi ego
Ajarannya menambah neta
Tapi yang muncul hanya ego yang kurang neta
Melajari Dharma hanya dengan teori
Bukan dengan praktik
Contohnya menambah ego kurang neta
Bagaimana
Ada umat yang baru datang
Hari pertama
Dia tidak tahu paritaya yang dipadat
Kasian kita tiga tidak memberi informasi
Diamin aja
Caranya salahnya sendiri yang membuat negara
Pokoknya wapau-wapau saja
Misalnya tidak punya minta
Coba lihat tetangga kita
Datang pun disabur seperti keluarga
Duduk-didudukkan dengan baik
Buku dibukakan
Itu yang membuat mereka lari
Lalu umat buddha kalau sudah terbaktian
Suka ngumpul grupnya sendiri
Di sini juga kudiru
Ya grup ini sendiri
Ini grupnya salah
Jadi orang yang baru
Bisa bingung
Tidak punya teman
Yang mana ini
Akhirnya beco tidak mau datang
Berikutnya lagi
Kalau minggu depan tidak datang
Umat buddha juga cuek
Tidak datang ya biarkan karma-karmanya sendiri
Ya salahnya
Kenapa tidak punya inisialnya
Di telepon
Jemput
Kenapa
Itu yang bikin tidak maju
Makanya kalau mau maju
Tiga hal ini perlu tiga cara
Minimal ini saya katakan minimal
Oh mati banyak segi-segi yang lain
Tapi saya tidak usah sebutkan karena
Nanti kan itu jadi teori manajemen
Anda mungkin lebih paham tentang hal itu
Tapi paling tidak ada tiga hal
Promosikan milih anda
Maka saya kan itu
Bikin sama kipala
Anda pernah buka itu
Ya itu biara
Blitar itu
Pada waktu mau ditangguh
Satu jalan saja bisa tidak tahu
Bahwa itu ada biara
Sekarang semua orang
Hampir yang banyak orang
Bisa lihat itu
Dan sama kipala itu diakses bukan hanya
Orang Indonesia saja
Sampai Sepanyol Bosnia pun
Mengakses sama kipala
Karena kan dia bisa lihat
Di mana saja
Bosnia, Sepanyol, Eropa
Negara yang aneh-aneh
Pecahan-pecahan Rusia itu
Bisa baca itu
Walaupun dia baca Indonesia ya sayang sekali
Tapi dia dimana-mana
Anda gampang sekali Google
Anda cari itu sama kipala
Mesti ada
Di yang lain-lain juga ada Alta Vista
Di mana search engine nya ada
Nah kenapa
Karena itu bagian dari promosi
Produk dasar apa yang bisa saya berikan
Saya memberikan Dharma
Orang mau tanya secara email sama saya
Saya kasih saya lepas
Masalah lambat itu urusan lain lagi
Tapi saya kasih ini
Perhatian apa yang saya berikan
Orang yang mengisi buku tamu
Setiap kali update ada postingnya
Saya mesti kirim ke mereka
Sehingga
Setiap kali update itu posting kita
Hampir 1000 orang
Jadi kalau saya kasih berita misalnya
Kapan itu ada seorang piku yang meninggal
1000 orang hari itu mendengar
Berita ini
Nah mereka ikut aktif
Saya kasih informasi yang lebih awal
Kasih pusing-pusing apa itu
Begitu
Nah ini bagian dari penghargaan
Maka kalau anda lihat
Yang penghasil kan banyak sekali
Kalau mau maju perusahaan anda
Tiga ini juga
Mau maju apa saja
Tiga hal ini jangan pernah lupa
Perbaiki
Bukan orang lain yang disuruh memperbaiki
Tapi kita harus memperbaiki
Bukan ada yang banyak kabur
Tapi pasti banyak
Masih banyak
Anda bisa banyak apa saja
Kalau tidak saya yang bertanya
Kalau tidak break 5 menit
Kita memang dari
Tinta ideologi dasarnya juga berbeda
Jadi kalau agama-agama lain
Cenderung ideologi tertutup
Arti kata seperti salah satu
Perkataan ya
Kalau mereka tidak agama kan sebagai suatu kualas
Kita gak enak juga kan
Kalau misalnya ada yang menurut saya
Kalau agama-agama juga kan tidak jelas masalah
Saya pikir kalau di agama-agama itu
Benar dan salah itu hampir sama ya
Hampir semua agama
Tapi masalah kualas dan tidak kualas itu kan berbeda
Kalau agama-agama muda itu yang mana itu
Untuk yang kualasnya itu mengajukan
Nah tadi yang sudah saya ajaran lagi
Seseorang rela mengorbankan
Harganya anggota tubuhnya
Bahkan kehidupannya
Untuk mempertahankan dharma
Itu namanya jawabannya
Yang anda tanyakan
Jadi kita gak pakai kualas-kualas tapi kita punya
Sense of belonging-nya yang kita tingkatkan
Kalau kualas kan ditakuti
Ditakut-takuti jangan begitu dong
Jangan gini-gini dong
Tapi kita punya sense of belonging
Sehingga saya gak akan melepaskan itu
Dengan ancaman dari siapa pun juga
Kenapa?
Pelaksanaan dharma
Pengalaman-pengalaman orang lain
Itu yang membuat saya kuat
Di dalam dharma
Gak akan pindah karena pengertian
Nah sudut pandang gak sama
Tapi outputnya
Dari dharma
Terus juga saya melihat bahwa
Kalau kita bertemu sama orang lain
Atau baru kenal dengan orang lain yang mengerti dharma
Tidak dalam long term
Dalam tempoh lama
Kita sulit untuk memulai
Untuk mengenalkan dharma
Mulai dari mana gitu
Karena kalau dimulaikan dari sesuatu
Seperti patuh singkatanulia
Itu mereka selalu pertanyaan yang sangat umum
Kenapa sambutan dilihat dari sisi negatifnya selalu
Misalnya bunga ada layu
Dan ada indahnya
Manusia ada sehat
Ada sakitnya
Tapi dilihat sakitnya
Jadi
Dari mana kita bisa mengenal dharma
Secara cukup instan
Tapi punya pemahaman
Yang cukup berkeyakinan yang berasal
Sebenarnya kalau agama lain kan disodorkan
Pertamanya kan langsung berdasarkan
Bijak-bijak
Keyakinannya dulu gitu kan
Setelah itu baru di
Atau istilah yang paling dasar mungkin
Tapi kalau Buddha dibina dulu baru di
Yakinkan
Sedangkan kalau dia itu kan diputuskan dulu
Dieksekusi dulu baru dibina
Sebetulnya
Pendekatan yang paling bagus
Itu memang dari masyarakat
Makanya sang Buddha mengajar dharma
Yang pertama kali
Isinya sudah masyarakat
Itu sudah paling bagus
Cuma karena pemahaman kita yang belum
Akhirnya modal kita itu cuma separuh
Pelurunya ditembakkan
Sekarang kita gak punya backupnya lagi
Jadi biar yang lagi
Aduh kak udah kita
Padahal itu yang paling sip
Kenapa demikian kita jawab
Bukan agama Buddha
Melihat dari penderitaannya
Kalau orang itu sudah bahagia
Kan gak usah diomong
Justru untuk mempertahankan
Kebahagiaan manusia perlu melihat
Penderitaan ini supaya
Kalau sekarang kita ibaratkan
Seperti jurang
Ini kebahagiaan di
Tepi yang sana kebahagiaan di
Tepi yang sana sekarang ada penderitaan
Di jurang yang sini
Dharma itu tidak membicarakan
Bahagian ini kebahagiaan ini
Karena kita ingin bahagiannya di tiga
Tiga bagian ini sehingga jurang ini
Bagaimana bisa ditutup juga menjadi bahagia
Karena itu apa
Ajaran dharma itu memang berbicara
Hidup itu duka berisi perubahan
Ini seperti jurangnya tetapi ingat
Agama Buddha juga mengajarkan way out
Untuk mengatasi dukanya ini
Ya kalau dukanya dihilangkan kan
Karena way outnya sudah diketemukan
Apanya yang terjadi kan bahagia
Sehingga jurangnya tadi
Menjadi terjembatani
Sehingga hidupnya kan lalu bahagia bahagia
Dan bahagia
Kalau sekarang bahagia penderitaan bahagia
Penderitaan bahagia penderitaan
Yang dibicarakan penderitaan
Seperti bahagia bahagia bahagia bahagia
Dan bahagia
Itu perlu tembakan sebaliknya
Makanya
Empat kenyataan mulia ini
Seperti pakaian
Atau bahan mobil
Anda kalau mau gampang bahan mobil
Dia tidak bisa dicopoti satu demi satu
Aku senang dharma ini
Karena jalan mulia
Atau jalan mulia berujung jelapan
Berarti anda seperti naik mobil
Rodanya cuma satu
Karena itu way outnya
Atau aku senang dharma ini
Karena membicarakan hidup itu duka
Atau anda menceritakan kepada orang
Bahwa hidup itu duka
Anda hanya pakai
Bahan satu
Bahannya itu empat
Hidup duka
Ada sebab ini bahan yang kedua
Sebab bisa dihilangkan
Atau sebabnya ini kalau dikendalikan
Maka dukanya bisa hilang
Ini bahan yang ketiga
Lalu bahan yang keempat
Cara mengendalikan
Menghilangkan penyebab itu
Ini satu kesatuan
Sehingga akhirnya manusia buddhis ini
Bahagia
Kebahagiaan umat buddha adalah bisa mengatasi
Pemberitaan itu sehingga kebahagiaannya berjalan panjang
Kalau tidak
Tidak ada tujuan hidup seperti yang tadi
Saya ceritakan itu
Di dunia bahagia mati masuk surga
Mencapai dimana
Kita kepengen kok hidup bahagia
Dan kita melihat
Pemberitaan itu dan kita tidak lalu
Bahwa pemberitaan ini
Alah ini kan hanya ini dan itu
Misalnya ini hanya di uji
Kita tidak lalu dari itu
Ini duka
Ini di atasi
Jadi ini ada way outnya
Tinggal anda bagaimana memutar lidahnya
Selancar itu
Karena problemnya di situ saja
Karena sebenarnya ngomong paling gampang itu
Ngomong agama
Paling gagal bukinya
Gampang
Makanya anda
Harus punya logikanya
Yang bagus
Kenapa?
Misalnya orang dari sini sembahyang
Atau orang masuk sini pulang jatuh di tangga
Anda bisa langsung mengatakan
Kenapa kamu jatuh disini
Tahu tidak sebabnya?
Apa sebabnya?
Kamu tadi sembahyang tidak?
Tidak
Itu yang kamu cakap
Enteng
Tadi saya sembahyang
Oh kamu sembahyang
Untung kamu sembahyang jatuhnya cuma disini
Coba tidak sembahyang
Oh woi tidak berat mobil
Oh tidak ada bukinya
Oh itu
Enteng
Ya
Maka sebenarnya saya kalau mau
Cara begitu
Wah lari cuma Buddha tadi
Jangan sembahyang
Kalau tidak sembahyang kamu yang tidak yakin
Tidak apa-apa kalau kamu yakin
Mesti sembahyang
Oh sudah saat ini sudah ikut Buddha
Papa mamamu kan belum
Tidak sembahyang kamu
Itu sepele
Permainan begitu itu sangat sepele
Permainan anak-anak kecil
Karena kita terpesona
Dengan yang seperti itu
Kadang-kadang kita itu
Jurusnya
Sudah lupa karena kita terpesona
Dengan dia
Jurus kungfu itu
Kalau kita memukul ada titik kuat
Tapi juga ada titik lemah
Kalau kita pukul kepala
Sebenarnya bagian bawah kita itu sudah lemah
Itu sudah bisa diserang
Karena itu kalau kita mau menyerang begini
Dia begini, turun ke bawah
Berarti disini sudah bolong
Selalu itu negatif dan positif itu ada
Maka Anda jangan pernah
Terpengaruh dengan pukulan
Takoyangan tangan itu
Anda melihat yang tidak berkoyang
Tapi Anda tahu teknik difusi
Itu
Perdebatan itu dimenangkan
Bukan dengan
Membuat ide kita dimaksudkan dia
Tapi membuat ide dia
Kau dengan cara berpikir dia sendiri
Itu baru bisa
Satu contoh begini
Malam-malam saya pernah
Ketemu dengan suatu orang
Yang mau dipermandikan
Dia diikuti dengan saya
Sampai malam
Lalu dia pertama mengatakan
Dia setelah diikuti
Dia mengatakan ini
Oh
Tapi menurut saya seorang diikuti
Orang yang diikuti
Loh kenapa?
Nah
Saya menggunakan ilmunya dia dong
Kalau saya menggunakan ilmu saya
Oh saya tidak diikuti
Begini-begini
Perang
Perdebatan itu dimenangkan
Dengan cara kita menggunakan pelurunya dia
Dan kita memanfaatkan
Menurut kamu kenapa
Kamu saya diikuti?
Loh enggak kawin
Katanya
Saya enggak kawin
Justru saya enggak kawin
Saya tidak menemani kamu sampai malam
Hahaha
Hahaha
Hahaha
Kalau saya kawin
Saya masih jomeli bujur saya
Hahaha
Gatot lah jajim
Hahaha
Sederhana sekali loh
Satu ketika
Pertemuan pemuka-pemuka agama
Wih
Itu tokoh-tokoh besar
Setelah mengerti kebiasaan saya kuasa
Di keiseng itu enggak saya
Wih
Di depan tokoh-tokoh
Dia mengatakan ini
Saya rasa Bapak Wiko ini
Tidak menghargai
Nikmat Tuhan
Loh kenapa?
Nah kan saya gunakan turunnya dia lho
Kamu menyimpulkan itu dari mana?
Karena itu yang perlu saya
Argumentasi itu yang perlu saya patahkan
Kan kadang-kadang
Wah aku menghargai dia
Tidak salah lah
Kita mengeluarkan diri kita sendiri
Itu membuka kekosongan
Jadi saya mau lihat kekuatannya di mana
Nah
Menurut saya
Nah itu dia sudah mengeluarkan kepukulannya lho
Bapak Wiko itu tidak menghargai
Nikmat Tuhan
Karunia Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan Karunia Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Karena Bapak Wiko itu tidak menghargai nikmat Tuhan
Berarti ada orang yang bisa membuktikan
Dengan makan sekali bisa hidup bertahan
Kenapa Anda harus makan tiga kali
Berarti menyia-nyiakan
Nikmat Tuhan itu
Tidak sekali saja bisa
Lalu gimana
Lainnya bisa bagian saya yang dua ini
Tidak bagian kepala saya mereka yang enggak mau
Berarti saya
Sangat menghargai nikmat Tuhan
Dengan kecil yang masih
Saya bertahan 24 jam
Anda atas nama menghargai nikmat Tuhan
Anda menghabiskan cataknya orang Tuhan
Itu titik kelemahannya
Bisa kan
Lalu ada lagi yang pukulan paling telat
Atau muda menyembah berhala
Saya selalu
Berhala muda lebih baik
Karena ada bentuknya daripada berhala yang enggak pakai bentuk
Sebenarnya kan
Ayo coba
Kamu ngantuk-ngantuk sama muda berhala
Kamu kan kira
Atau muda minta ini minta itu
Di jembatan
Patung
Apa yang kamu lakukan sekarang di depan yang bukan patung itu
Ya sama
Karena kamu berhala tak tampak
Lebih parah itu
Enggak ada bentuknya
Gitu aja kok repot
Bagaimana kita enggak usah pakai jawabannya
Mulut-mulut
Jawaban kebenarannya itu
Membuat orang sudah tahu
Tapi kita harus tahu jurusnya
Kalau Anda kebelikar
Kebelingi
Anda akan melihat jam yang dibalik
Mungkin saudara liru sudah tahu ya
Banyak orang kalau pergi kebelingi
Mesti tanya jam yang kebalik
Jam kan biasanya putar ke kanan
Saya bikin putar ke sini
Banyak orang tanya
Saya menjawab
Bahwa cara berpikir kita
Kalau kita bisa lain dari pada orang
Orang itu
Tidak akan pernah terpikir kita
Pertinju kita
Itu sulit di deteksi pukulannya
Nah orang tadi kan ngomong
Bapak ikui
Saya berpikir ke kiri
Yang lain
Sehingga saya membenarkan bahwa saya tidak begitu
Dan dia tidak bisa jawab lagi
Nyembah patung
Berhala
Nah berhala mana teman yang tidak kelihatannya
Iya dong
Itu pola pikir sederhana
Ada lagi orang ngomong
Nah kalau Buddha kuno
Duduk di lantai
Besok
Orang bisa duduk di lantai
Pasti bisa duduk di kursi
Tapi orang duduk di kursi
Belum tentu bisa duduk di lantai
Nah sederhana itu
Asal kita jangan emosi
Mesti beres
Tapi kadang-kadang kita emosinya itu
Yang didulukan jadi kita bingung
Semua ada jawabnya kok pertanyaannya
Maka seribu pertanyaan
Sebetulnya ada seribu lima ratus jawaban
Bahwa
Banyak variasinya
Ada orang ngomong sama saya
Bante
Kenapa bante gak pakai jas saja
Pakai jubah kuno
Pakai jas keren
Jas-jas oke
Pakai jas memang keren
Tapi tidak multifungsi
Jubah
Ini multifungsi
Sedikit kuno
Tapi multifungsi
Apa gunanya?
Kalau jas
Dipakai untuk action okelah
Tapi kalau dingin
Tidur gak bisa untuk selimut
Punya saya bisa untuk selimut
Rumah gak ada kordiannya
Saya gantung jadi kordian
Lah ini kan multifungsi
Ada pak jas untuk kordian
Gak bisa
Dan jas gak tampil beda
Banyak orang punya
Kalau jubah
Gak ada yang banyak punya
Jadi saya berani tampil beda
Nah
Banyak sekali jawabannya
Ada saja itu bisa
Ya tergantung kita puternya lidah sampai kemana
Kan hanya gitu saja
Ya
Makanya ini kan dalam diskusi
Ini saya kasih peluru-peluru yang baik
Supaya anda nanti bisa
Bisa menjawab dengan
Apa saja nanti
Ya gitu
Ya
Ya kita jawab agama samawi
Agama diwahyukan
Itu kan kita jawab saja
Ya memang
Kalau memang agama samawi
Agama langit
Ya untuk orang-orang langit dong
Ini kan agama untuk orang di bumi
Ya pakai agama bumi dong
Ya dikitukan saja dong
Ya
Dan juga kita harus melihat
Itu konteksnya saja
Sudut pandang tidak sama
Karena satu diwahyukan
Yang satu kan tidak
Kan hanya begitu
Tapi nanti kan kita juga bisa jawab
Ya bolehlah katakan diwahyukan
Tapi saksinya siapa ya
Lalu lagi yang komentar
Agama buddha mana yang kasih janji
Kalau jalan menuju ke surga
Saya jawab
Loh yang janji itu sudah bisa membuktikan
Mati masuk surga
Coba yang mati
Pernah laporan tidak mati masuk surga dengan agama itu