0:00 Ada yang mau tanya? Silahkan. Oh banyak, betul. Oke.
0:02 Angah ini dulu.
0:39 Ya, memang di dalam Dharma
0:42 diajarkan bahwa
0:44 jumlah alam lebih dari satu
0:47 totalnya
0:48 sebetulnya 31.
0:51 Terdiri dari alam surga
0:54 ada sekitar 26.
0:55 Kemudian yang empat lainnya adalah
0:58 alam menerita tadi.
1:00 Yaitu ada alam
1:01 binatang, alam tetang kelaparan,
1:05 alam tetang raksasa,
1:06 dan neraka.
1:08 Nah, kenapa
1:10 alam itu bermacam-macam
1:12 atau bertingkat-tingkat?
1:14 Karena memang
1:16 kualitas perbuatan
1:18 seseorang itu
1:20 tidak aman.
1:22 Satu contoh yang gampang.
1:25 Seseorang membeli
1:26 barang.
1:27 Barangnya
1:30 seribu rupiah.
1:31 Kalau dia punya uang
1:35 tiga ribu rupiah,
1:36 maka tentu dia akan dapat
1:38 barang tiga.
1:41 Dalam satu barangnya
1:42 ada seribu.
1:44 Lima ribu dia dapat lima.
1:46 Demikian pula makin banyak jumlah
1:48 yang dia miliki,
1:50 makin banyak barang yang dia dapatkan.
1:53 Nah,
1:54 seseorang di dalam melakukan
1:56 kebaikan atau kejahatan,
1:57 kan juga begitu.
2:00 Katakanlah,
2:02 menolong.
2:05 Ada orang yang suka menolong teman dari kecil
2:08 sampai mati.
2:11 Ada orang yang menolong
2:12 teman hanya
2:15 sudah seminggu
2:16 mau mati baru menolong teman.
2:18 Andai kata,
2:20 menolong teman itu mati masuk surga.
2:22 Apakah surga menolong teman
2:24 dari kecil sampai mati itu sama
2:26 dengan orang yang menolong
2:28 teman seminggu sebelum mati?
2:30 Kan tentu tidak sama.
2:32 Menolong teman yang dari kecil sampai mati,
2:34 tentu itu surganya lebih tinggi
2:36 dibandingkan orang yang menolong teman
2:39 seminggu sebelum mati.
2:41 Ya?
2:42 Nah, oleh karena itu surga itu bertingkat-tingkat.
2:45 Sebetulnya bukan hanya surga.
2:47 Alam peta pun juga bertingkat-tingkat.
2:49 Alam cetak kelaparan itu juga bertingkat-tingkat.
2:52 Alam neraka juga bertingkat-tingkat.
2:54 Tapi diklasifikan-tikan.
2:56 Sebetulnya dia hanya alam neraka,
2:58 alam peta, dan seterusnya lagi.
3:01 Nah,
3:01 di mana sekarang?
3:04 Alam itu.
3:05 Alam itu bukan di atas, bukan di bawah.
3:08 Ia bersama dengan kita.
3:09 Makanya kalau Anda melihat ada orang sembahyang,
3:13 Oh para dewa yang ada di surga,
3:17 kan mampingnya atas.
3:19 Loh atas itu sudah diceritiki angka atas.
3:24 Tidak akan ketemu surga sama sekali.
3:26 Di atas yang paling tinggi.
3:29 Mungkin nanti pindah ke tata surya yang lain
3:31 juga tidak akan ketemu.
3:34 Ya?
3:36 Hati-hati jangan berbuat jahat.
3:38 Nanti masuk neraka
3:40 sambil menunjuk ke lantai.
3:42 Loh apa gunanya?
3:44 Karena kalau kita
3:46 menunjuk ke bawah ini,
3:48 ini Amerika.
3:51 Gila? Amerika yang di bawah kita.
3:55 Bula bumi,
3:57 Indonesia, bus,
3:59 ke Amerika.
4:01 Nah, jadi
4:03 sebetulnya surga
4:05 dan neraka bukan di atas dan bawah.
4:08 Surga dan neraka ini
4:09 sebetulnya ya di atas di alam kita ini.
4:11 Hanya frekuensinya
4:13 yang tidak sama.
4:14 Seperti kalau sekarang ini kita punya televisi
4:17 bisa menangkap Indonesia, SDTI dan sebagainya.
4:19 Kenapa kok tidak tabrakan?
4:21 Karena frekuensinya tidak sama.
4:23 Karena itu,
4:24 ada orang-orang tertentu
4:27 di rumah bisa
4:29 kelihatan begini.
4:31 Itu sebetulnya alam peta.
4:34 Tetapi kenapa bisa dilihat?
4:35 Karena memang dia kumpul dengan kita.
4:37 Makanya kalau ada orang yang buddha
4:39 akan menyebutkan makhluk tampak dan tak tampak.
4:41 Tita wa yewa
4:43 adhita.
4:44 Itu kalau di dalam bata
4:47 yang di kalamnya
4:49 metabuddha itu kan ada.
4:50 Jadi makhluk tampak dan yang tidak tampak.
4:54 Semua ada di sini.
4:55 Jadi tidak usah
4:56 ke surga itu menunggu waktu atau apa.
4:59 Tidak, dia akan langsung.
5:00 Orang yang mati dia akan langsung ke surga atau
5:03 ke neraka seperti halnya dengan
5:05 orang yang dari dalam pintu keluar.
5:07 Dia otomatis hilang dari pintu sini,
5:09 dari ruangan ini,
5:10 dia masuk ke ruangan yang berbeda.
5:13 Ya, jadi tetap
5:15 ada di sini.
5:16 Nah, itu pertanyaan sudah terjawab
5:19 apa ya?
5:19 Ada pertanyaan yang kedua tadi
5:23 tentang apa?
5:25 Perbuatan apa tadi?
5:31 Sudah terjawab ya.
5:34 Jadi kalau saya melakukan karma baik,
5:36 lebih banyak daripada karma buruk,
5:38 bagaimana?
5:39 Kalau saya meninggal, kalau seandainya karma baik
5:42 saya berbuah, saya akan lahir
5:44 di alam bahagia dulu.
5:45 Di alam surga sampai
5:47 buah karma baik saya habis.
5:50 Mati dari alam surga,
5:52 lahir di alam menderita
5:54 sesuai dengan buah karma buruk yang saya miliki.
5:57 Nah, kenapa
5:58 orang sering mengatakan surga itu
6:00 kekal?
6:02 Karena umur di surga itu
6:04 panjang sekali.
6:06 Satu hari satu malam di surga itu
6:08 yang paling rendah saja 20 tahun.
6:12 Satu hari satu malam di sana
6:14 sama dengan 20 tahun usia manusia.
6:17 Anda yang menghasilkan ini
6:18 kan baru kepala dua semua nih.
6:21 Belum malam.
6:22 Berarti anda belum satu hari
6:24 di surga yang paling bawah.
6:28 Anda di sini sudah bisa kuliah di upaya,
6:30 di surga anda belum satu hari.
6:33 Masih bayi merah.
6:35 Nah,
6:36 jadi orang menganggap
6:39 alam surga ini kekal.
6:41 Sebetulnya bukan kekal.
6:42 Ia lama.
6:44 Loh bagaimana dokter?
6:45 Hitungan waktu itu kan relatif.
6:49 Nyamuk itu kan
6:50 hanya seminggu umurnya.
6:52 Tetapi dalam seminggu itu
6:54 dari jentik-jentik sampai nyamuk tua
6:56 sampai yang bisa kahwin dan bertelur dan mati itu
6:58 orang menganggap
7:00 panjang sekali, hanya seminggu.
7:03 Padahal sebetulnya
7:04 di nyamuk sendiri itu sudah proses hidup
7:06 yang panjang.
7:08 Sehingga
7:10 nyamuk menganggap manusia
7:12 adalah kekal.
7:14 Saya sudah tua kok dia tetep
7:16 ada ya?
7:17 Saya sudah mau mati kok dia tetep ada?
7:19 Karena dia seminggu.
7:22 Nah, sekarang dalam surga yang paling rendah
7:24 hanya 20 tahun kemaluin.
7:27 Kita 20 tahun.
7:28 Surga yang lebih tinggi ada yang
7:30 100 tahun.
7:31 100 tahun usia manusia
7:33 di tanah baru satu hari,
7:35 satu malam.
7:35 Surga yang lebih tinggi, tinggi, tinggi lagi ada yang
7:38 84.000 tahun usia manusia
7:40 di tanah baru satu hari, satu malam.
7:42 Sehingga orang menganggap waktu
7:45 surga kekal.
7:47 Sebenarnya hanya dimensi
7:49 waktunya yang panjang.
7:51 Karena itu
7:52 seseorang yang mati karena perbuatan
7:54 baiknya banyak, dia lahir di surga
7:56 sampai kalma baiknya habis, matilah
7:58 dia lahir di alam yang menderita.
8:01 Untuk menghabisin kalma burunya.
8:03 Atau kebaliknya.
8:05 Orang jahat ikut
8:07 agama, disembayangkan
8:09 mati masuk surga. Bisa? Bisa.
8:14 Kenapa?
8:15 Kalma dia jahat, tapi ketika
8:17 mati disembayangkan mungkin dia ingat
8:19 kebaikannya, dia mati masuk surga. Karena
8:20 pikiran terakhirnya adalah kebahagiaan
8:23 di alam surga. Tapi di tanah mungkin
8:25 hanya seminggu.
8:26 Menghabisin kalma burunya, dia hidup di
8:29 dunia. Kalma baiknya dia
8:31 yang ada di dunia. Mati dari
8:33 alam surga, dia lahir di neraka
8:35 yang mungkin ribuan tahun.
8:37 Karena untuk kalma burunya dia.
8:43 Alam surga itu
8:44 adalah alamnya
8:46 dewa dan dewi itu pembuninya.
8:50 Dalam bahasa agama lain itu
8:52 dewa dan dewi jadi malaikat.
8:55 Malaikat
8:56 kalau di kita namanya dewa
8:58 kalau laki, dewi kalau perempuan.
9:01 Bidadari kalau perempuan,
9:02 bidadara kalau laki.
9:05 Tunggu, namanya namanya bidadara
9:07 kalau laki.
9:09 Anda jarang mendengar loh. Anda kan
9:11 taunya hanya bidadari. Sebenarnya
9:13 bidadara itu maksud petina.
9:17 Pasti petina.
9:19 Yang jatah namanya bidadara.
9:23 Karena di dalam bahasa Pali
9:24 jenis kelamin itu dibedakan. Putra, putri,
9:27 kiswa, fiswi.
9:29 Bidadari, bidadara, dewa, dan dewi.
9:32 Itu begitu.
9:33 Jadi alam dewa
9:35 adalah menyebut
9:37 pembuninya. Tapi apakah
9:39 dewanya seperti dewa-dewa
9:41 yang disebutkan di tempat ibadah
9:43 lain?
9:44 Itu tidak pernah dibahas di dalam agama Buddha.
9:48 Di dalam agama Buddha
9:50 ada dewa saka,
9:52 pembunyi,
9:54 tawatingta,
9:55 alam tiga puluh tiga dewa.
9:56 Ada dewa Brahma,
9:59 sahampati. Itu ada.
10:01 Tetapi tidak pernah disebutkan
10:03 misalnya
10:05 Yen Siang Teh.
10:06 Tidak pernah disebutkan itu.
10:09 Karena kebudayaannya tidak lama.
10:13 Ya?
10:13 Jelas? Baik? Belah?
10:17 Maksudnya
10:18 kalau misalnya
10:19 kalau misalnya
10:22 misalnya mungkin
10:42 bagaimana cara orang Buddha
10:45 menjelaskan jenuhannya?
10:48 Jenuh di dalam meditasi
10:50 sebetulnya tidak boleh dikasih
10:51 dengan berbagai macam variasi.
10:53 Jangan dikasih dengan meditasi.
10:57 Jangan dikasih dengan meditasi.
10:59 Jangan dikasih dengan meditasi.
11:00 Nanti tidak bisa.
11:01 Bisa meditasi.
11:03 Meditasi opiah penafasan.
11:05 Jenuh.
11:07 Nanti opiah kemeta.
11:09 Tidak mungkin
11:10 misalnya
11:14 meditasi duduk.
11:16 Duduk berdiri berjalan berbaring.
11:19 Oh ya.
11:20 Nah.
11:23 Saya pikir opiahnya berarti
11:26 baik.
11:27 Sekarang meditasi memang bisa
11:29 membosankan. Itu betul.
11:31 Bagaimana seorang bhikkhu menganalani hal ini?
11:33 Saya tidak tahu bhikkhu yang lain
11:34 saya akan cerita pengalaman saya.
11:36 Ya? Karena pengalaman orang kan tidak sama.
11:39 Kalau saya hanya mengamalkan.
11:42 Kebosanan itu
11:43 adalah perasaan sesaat.
11:47 Kuncinya mengatasi kebosanan
11:48 adalah disiplin.
11:53 Disiplin waktu.
11:56 Disiplin tempat.
11:57 Disiplin tempat.
11:58 Jadi.
12:00 Bangun tidur dan mau tidur
12:02 mesti meditasi.
12:04 Karena kalau saya waktunya susah.
12:06 Disiplin jam 6 pagi atau jam 8 sore
12:08 atau jam 7 pagi, jam 7 sore
12:10 saya tidak bisa begitu.
12:11 Karena frekuensi saya ini
12:14 apa ya?
12:15 Kadang-kadang jam 2 malam baru tidur.
12:17 Itu kan susah.
12:19 Jadi saya hanya berpikir
12:20 selama tidur dan mau tidur.
12:23 15 menit atau 30 menit atau 1 jam
12:26 sebelum tidur.
12:28 Tempatnya kan juga tetap.
12:30 Karena tempat dimana saya mau tidur
12:31 itulah tempat yang meditasi.
12:33 Kadang-kadang semangat sekali.
12:35 Wah, keuangan mau meditasi.
12:38 Duduk, enak.
12:39 Tapi kadang-kadang juga puluhan setinggal itu.
12:42 Tapi harus disiplin.
12:44 Disiplin pada waktu dan disiplin
12:46 pada tempat.
12:47 Saya walaupun bosan, saya harus duduk.
12:49 2-3 hari kadang buasan
12:51 tapi paksa duduk dulu.
12:54 Nanti jatuh dari bosan enak.
12:55 Bosan itu hanya sesaat.
12:58 Sama dengan anda.
13:00 Waper, ngantuk.
13:02 Itu sebetulnya perasaan sesaat.
13:05 Anda kalau ngantuk sekali,
13:07 coba anda tahan-tahan.
13:09 Tahan beberapa menit.
13:10 Nanti ngantuknya akan hilang.
13:15 Sebentar lagi hilang.
13:16 Bahkan cinta pun bisa begitu.
13:20 Anda menyayangi si air.
13:24 Dicoba-coba.
13:25 Oh, gak bisa ya. Airnya lama-lama.
13:27 Sudahlah, gak usah.
13:29 Kesenangan sesaat, sebetulnya.
13:32 Semuanya kesenangan sesaat.
13:33 Nah, karena itu. Marah juga begitu.
13:35 Anda ingin marah sekarang.
13:37 Tahan. Besok pagi saja marahnya.
13:40 Karena gak ketemu orangnya.
13:42 Besok kau ketemu.
13:44 Besok bisa marahnya berguna.
13:46 Berapa hari lagi.
13:48 Berapa hari lagi.
13:49 Malah anda memaafkan orang itu.
13:51 Nah, jadi sama
13:53 dengan kebosanan dalam meditasi.
13:56 Kuncinya disiplin waktu
13:57 dan disiplin tempat.
13:59 Kalau anda bisa kerjakan itu.
14:01 Saya sudah menggunakan itu.
14:03 Dan bermanfaat.
14:05 Itu mungkin dalam pertanyaan pertama.
14:07 Tapi gak ada itu.
14:08 Belum sempat saya jawab itu.
14:10 Dengan pertanyaan ini, berarti anda bisa menggali
14:13 apa yang belum saya terangkan.
14:16 Ini pertanyaan yang pertama.
14:35 Memetik uang karma buruk.
14:36 Jengkel lho.
14:37 Aduh, ini lagi.
14:39 Memetik uang, tapi tidak menanam.
14:41 Kecuali anda ngomel.
14:44 Anda kan sekarang kuliah kan
14:46 juga anda bosan.
14:48 Tapi kalau anda sekarang ngomel.
14:50 Aduh, dosen ini emang sembarangan.
14:52 Jengkel kan saya dekati tugas bulannya ini.
14:55 Anda menanam karma buruk.
14:57 Karena anda
14:58 sedang membenci siapa sendiri.
15:01 Tapi ketika anda
15:02 Aduh, kuliah beranjak kayak gini.
15:04 Siapa ini yang suruh dulu
15:06 sampai kuliah begini.
15:08 Bilik jurusan yang susah-susah.
15:10 Apalagi buku yang tebal-tebal.
15:12 Aduh, karma buruk berbuah ini.
15:14 Dan ada problem.
15:16 Itu anda hanya mengeluh karena karma buruk.
15:18 Tetapi dengan cara berpikir yang positif.
15:21 Karma buruk bisa jadi karma baik.
15:23 Karena makanya semua terdapat pikiran.
15:25 Karma itu terletak pada perasaan.
15:27 Ketika anda happy, itu karma baik.
15:29 Ketika anda ketres, itu karma buruk.
15:30 Berarti ketika anda bisa mengubah ketres menjadi happy.
15:33 Anda tidak pernah ketemu karma buruk.
15:34 Jadi tidak ada cara.
15:38 Itu biasa.
15:39 Anda sendiri lah. Boleh.
15:42 Baca buku tebal.
15:43 Misalnya textbook.
15:45 Tapi ada fakta-fakta besar.
15:47 Dalam satu ketika mungkin anda bisa menyenangkan
15:50 buku yang tadinya anda
15:52 bosan.
15:53 Semuanya kan begitu.
15:58 Baik, yang lain?
15:59 Ya, belakang itu diri.
16:01 Kalau mengembangkan,
16:02 kita kan sekarang ini tahu sendiri
16:07 kalau pandangan buddhist itu menurut
16:13 tentang teknologi itu gimana kan
16:15 biasanya cenderung
16:17 kondisi negatifnya lebih banyak.
16:19 Terus yang kedua,
16:21 apakah seorang
16:22 buku itu boleh juga menggunakan
16:25 fasilitas teknologi?
16:26 Ya. Pertanyaan pertama
16:29 adalah bagaimana pandangan buddhist tentang
16:31 teknologi. Tidak ada
16:33 masalah. Karena pandangan
16:35 buddhist itu bukan mengeluarkan
16:36 teknologi. Pandangan buddhist
16:39 adalah memberikan pekal
16:41 moral.
16:43 Kepada setiap pribadi.
16:45 Agama
16:47 itu adalah mengurus pribadi
16:49 individu yang beragama
16:53 ini berarti yang diurusin.
16:57 Sekarang misalnya,
16:59 tidak usah teknologi tinggi-tinggi.
17:02 Pisau.
17:05 Pisau itu.
17:07 Pisau bisa untuk
17:09 membunuh orang.
17:11 Tapi pisau juga bisa
17:13 untuk memotong roti.
17:16 Yang salah kalau untuk membunuh bukan
17:18 pisau.
17:21 Yang berguna untuk membunuh juga
17:22 untuk memotong roti juga bukan pisau.
17:25 Itu kan tergantung
17:27 pemegang pisau.
17:30 Sehingga agama buddha tidak mengatakan
17:32 Atau pembunuhan pakai pisau
17:34 berarti sekarang agama buddha
17:36 memusuhi produk pisau.
17:41 Itu kan tidak masuk akal loh.
17:44 Maka agama buddha mengatakan
17:46 kurangi pembunuhan,
17:50 kurangi pencurian,
17:51 kurangi pelanggaran kesusilaan,
17:53 kurangi buruk dan kurangi kemampuan.
17:57 Bukan berarti tidak boleh
17:59 bikin pisau.
18:00 Tidak boleh pakai perhiasan.
18:04 Tidak boleh pakai
18:05 romini.
18:08 Tidak boleh kalau bohong atau lagi.
18:11 Kalau mau membuat
18:12 tidak boleh produksi bir.
18:14 Itu tidak masuk akal.
18:16 Ini agama mengurusi manusia
18:18 bukan mengurusi produksi.
18:20 Tapi kalau bikin pisau,
18:22 nanti itu mau bunuh.
18:23 Kalau pakai perhiasan nanti jadi mencuri.
18:26 Kalau pakai romini nanti
18:27 pelanggaran kesusilaan.
18:29 Itu tidak masuk akal.
18:32 Siapa yang pakai
18:34 romini itu melanggaran kesusilaan atau tidak
18:36 itu tergantung pikirannya manusianya.
18:40 Nah, jadi
18:41 agama buddha kembali mengurus
18:43 pribadinya.
18:47 Sekarang tinggal lebih tinggi. Tidak masalah.
18:50 Sudah punya pisau,
18:52 boleh. Punya petul
18:53 juga tidak masalah.
18:55 Sekarang bukan hanya untuk nembahi orang
18:57 mau dorong orang atau tidak.
19:01 Siapapun juga boleh punya pisau.
19:03 Tetapi yang penting
19:05 mentalitas orang yang punya ini.
19:08 Baik.
19:10 Teknologi juga begitu.
19:16 Ada buddhan mamati tidak ya
19:18 ubaya?
19:20 Ada.
19:21 Ini ada.
19:23 Kimianya hebat.
19:26 Bisa meracun orang
19:28 tersenyum.
19:32 Karena tahu
19:33 racun ini
19:34 kalau dipakai orangnya mati
19:36 tapi tersedepi.
19:38 Misalnya.
19:40 Tetapi kan bukan sedih.
19:41 Oh, agama buddha dilarang membunuh.
19:43 Kalau itu, ini untuk
19:45 perusahaan kimia,
19:46 itu tidak masuk akal.
19:48 Silahkan belajar kimia yang hebat-hebat.
19:51 Dia karena mentalnya bagus,
19:54 moralnya bagus,
19:55 dia tidak akan menyalahgunakan
19:58 kemampuannya dia.
20:00 Justru dia tidak meramu
20:01 mungkin satu produk obat tertentu
20:04 karena mengerti manfaat
20:06 kimia ini dengan kimia itu.
20:09 Sekarang teknologi tinggi juga sama.
20:12 Teknologi tinggi apa sih?
20:13 Nuklir?
20:16 Semuanya sama.
20:18 Dan sekarang kalau berpikir
20:19 bagaimana menggunakan teknologi tinggi?
20:21 Ya tidak ada masalah.
20:22 Karena kembali lagi kepada pribadinya.
20:27 Pisau
20:28 bisa menyalahgunakan.
20:29 Apalagi juga teknologi tinggi.
20:31 Tapi kalau pribadinya ini tidak benar,
20:34 apakah jadi tidak ada masalah?
20:37 Dulu kan ada orang-orang
20:40 yang suka buka internet.
20:43 Berarti suka buka situs porno.
20:47 CSO itu netconceptmu.
20:50 Kamu pakai
20:51 untuk siap.
20:54 Kenapa? Karena dia kan berpikir
20:56 caranya dia. Kalau dia buka,
20:58 itu yang dia lihat, itu porno.
21:01 Dia lihat sendiri,
21:02 makanya sempat.
21:03 Menurut itu mau emailan dalam puluhan tiap hari,
21:05 pusing kepala, sudah jawabnya.
21:07 Mau lihatnya gitu-gitu. Kemarin juga ada yang tanya,
21:09 Pak Cik, buka chatnya enggak?
21:10 Enggak tempat.
21:13 Dan tidak ada waktu untuk itu.
21:17 Jadi bagaimana?
21:18 Ini kan bergantung pribadi yang menggunakan.
21:21 Maka kembali lagi kepada dasar yang pertama,
21:23 diri sendiri
21:24 sebetulnya adalah pemimpin diri sendiri.
21:28 Siapa yang bisa
21:29 memimpin? Yang lain.
21:31 Kita harus bisa menguasai diri kita dulu,
21:33 baru kita bisa menguasai yang lain.
21:39 Sebetulnya enggak ada problem.
21:42 Kalau ada agama yang malah
21:43 retronik, malah pemerintah yang
21:45 malah retronik, itu aneh.
21:48 Teknologi mau ditahan,
21:49 itu berarti malah enggak ada atas
21:51 sih, sebetulnya.
21:53 Otak manusia ini kan berkembangnya,
21:55 enggak ada batasnya.
21:57 Sekarang dibatasi itu enggak boleh.
21:59 Kalau saya berpikir itu aneh.
22:02 Mungkinnya maling manusia kan secara legal kan enggak boleh.
22:05 Tapi secara ilegal,
22:08 sudah banyak yang retronik manusia.
22:10 Siapa saja yang enggak pengen coba?
22:13 Siapa saja yang enggak pengen coba?
22:13 Ya kan, kok ambil bisa ya?
22:16 Ini kok bisa?
22:17 Coba manusia bisa gak?
22:19 Itu pasti kalau kita,
22:20 itu sudah apa?
22:22 Keinginan juga zaman dulu,
22:23 manusia itu pengen memproduk
22:25 satu generasi yang tempurna.
22:30 Enggak.
22:30 Maksudnya manusia itu
22:31 akan dibadilalang.
22:32 Ada agama melalang itu saya malah iran.
22:34 Ini berarti agama ganti kemajuan
22:37 dan antiham.
22:38 Itu hak asasi untuk orang manusia
22:41 mengembangkan akal budinya.
22:42 Mau sampai dimana juga.
22:47 Itu sebagai agama muda,
22:49 retronik enggak masalah.
22:50 Maksud saya berpikir,
22:51 kalau kita retronik,
22:54 kita ngomel.
23:03 Kan kita banyak punya relik.
23:05 Ya kan?
23:09 Itu diambil,
23:11 dikronik.
23:13 Dengan rekayasa genetika,
23:15 muncul alahat ini, alahat itu.
23:18 Kan happy.
23:19 Itu relik alahat biasa,
23:21 kalau itu reliknya sang Buddha.
23:24 Bagi saya kronik,
23:26 no problem.
23:27 Nah kronik yang tidak boleh
23:31 adalah
23:32 saya sakit sakiten,
23:34 jantung saya sakit,
23:37 paru-paru otak saya sakit.
23:38 Saya kronik tubuh saya.
23:41 Nah, sekarang
23:43 orang yang berdiri di samping saya,
23:45 ini persis saya semua.
23:47 Saya berikan,
23:48 dia jadikan topo of the deal
23:50 tubuh saya.
23:52 Otaknya enggak tukar sama saya.
23:55 Jantung enggak copot seperti saya.
23:58 Pinjol enggak copot.
23:59 Ini yang enggak boleh.
24:01 Ini namanya diganggu manusiakan
24:03 si orang ini.
24:05 Dia dianggap sebagai topo spepak.
24:08 Ya kan?
24:09 Karena kalau kronik itu kan
24:10 persis 100%.
24:11 Berarti kan kalau pinjol itu, misalnya
24:14 ada kan sering diambil ke campok pinjol.
24:16 Campok pinjol itu kan maksimalnya
24:17 80% kesamanya.
24:19 Tapi kalau kronik 100% pasti.
24:24 Emang sekali. Semua mesti lancar semua.
24:27 Enggak mungkin tubuh menolak.
24:29 Kalau 100% pasti badannya sendiri.
24:31 Otak pun bisa dikronik.
24:33 Bisa gantiin hati kita.
24:35 Nah ini yang enggak benar.
24:39 Tetapi kemajuan jawa
24:40 tidak bisa ditolak. Nanti kalau mau buddha
24:42 terus, oh Biku, Biku enggak boleh pakai kacamata.
24:46 Itu hadir teknologi loh.
24:50 Belakangnya kan lihat anda.
24:57 Kan repot.
24:58 Biku tidak boleh pakai mic.
25:01 Ya kebetulan
25:02 rasanya seperti wilayah. Bisa.
25:06 Semalam tuntut, ya bisa.
25:08 Bisa, bisa.
25:10 Makanya dari sekali dia lawan sama
25:12 Mira, ya bisa.
25:15 Ya saya terpaksa
25:16 minta bantuan ini. Ini kan teknologi.
25:20 Ini karena siang hari
25:22 kalau malam hari saya pasti enggak pakai
25:24 karena di sini seperti ini.
25:25 Jadi bisa menggunakan tergantung
25:28 bagaimana cara menggunakannya.
25:31 Agama kembali lagi
25:32 adalah mengurus manusianya.
25:34 Bukan mengurus kemajuan jaman.
25:36 Sehingga manusia siap
25:38 menghadapi kemajuan jaman.
25:40 Jelas?
25:41 Ya.
25:45 Boleh?
26:28 Oh bukti ya.
26:31 Artikel itu tidak harus selalu
26:33 empiris.
26:35 Listrik
26:36 ini tidak perlu dibuktikan dengan
26:40 dipegang.
26:41 Ya bener ada listrik.
26:44 Ya kalau sudah laburnya kritik semua
26:46 baru membuktikan itu
26:48 ini tidak masuk akal.
26:50 Karena kadang-kadang kita menggunakan alam
26:52 apakah pebeng,
26:54 apakah menghidupkan lampu.
26:56 Itu kan ada berbagai macam cara
26:58 untuk membuktikan.
27:00 Nah, kalau alatnya belum ada,
27:02 ya ditunggu.
27:04 Demikian pula dengan beberapa hal
27:06 di dalam dharma.
27:08 Di dalam dharma itu yang memang
27:11 bisa dibuktikan seketika.
27:14 Ya.
27:15 Tetapi ada yang tidak bisa dibuktikan
27:17 secara seketika.
27:20 Misalnya alam.
27:23 Alam itu tidak bisa
27:24 ayo sekarang kita melihat semua.
27:25 Kita lihat nih.
27:26 Ini saya tunjukkan dalam surga.
27:29 Ini kalau kita beda sedikit.
27:31 Ke kanan itu. Habis perempatan itu ke kanan.
27:35 Eh bukan seperti itu.
27:40 Ya.
27:41 Kadang-kadang
27:42 ada beberapa teknik untuk menunjukkan
27:44 alam surga, alam neraka, kelahiran
27:46 kembali. Itu bisa
27:47 menggunakan misalnya hipnotis.
27:49 Ada beberapa orang bisa dihipnotis
27:52 dengan kekuatan hipnotis.
27:54 Kemudian dia ditanya
27:56 dua hari, tiga hari yang lalu kemana.
27:58 Bulan, sepuluh tahun yang lalu kemana.
28:01 Seratus tahun yang lalu kemana.
28:02 Dia bisa cerita.
28:04 Jadi bukan, kamu jauh-jauh
28:06 sudah pernah belum mengalami kelahiran kembali? Belum.
28:08 Maka berarti tidak ada.
28:10 Itu kan sama dengan tanya
28:12 orang buta. Jangan melarik?
28:14 Belum. Berarti tidak ada.
28:16 Itu kan aneh.
28:18 Ya metodanya kan macam-macam.
28:20 Tidak ada empiris
28:22 dilihat, didengar, dirabat.
28:24 Bukan begitu. Kan ada bermacam-macam.
28:26 Karena metodanya itu hanya
28:28 secara analisis
28:30 ya berdasarkan logika.
28:32 Itu juga bisa.
28:33 Jadi edipatiko datang dan
28:36 dibuktikan itu dalam arti yang keluar-keluarnya.
28:38 Kadang-kadang butuh waktu
28:40 untuk membuktikan.
28:41 Seperti tadi, saya mengatasi
28:44 kebosanan.
28:45 Apa yang saya sampaikan?
28:47 Mungkin itu butuh waktu untuk bisa
28:50 membuktikan. Nanti baru dalam
28:51 hariannya kehidupan sehari-hari
28:53 dibuktikan, oh benar.
28:55 Ternyata disiplin waktu, disiplin ruang,
28:57 ini penting.
28:59 Itu baru dibuktikan.
29:01 Ya, jadi apa itu?
29:04 Ibi.
29:06 Ya kan tidak semua orang bisa.
29:08 Tapi mungkin ada orang yang suka itu.
29:10 Itu tidak.
29:11 Bikin hipnotis itu kan bisa.
29:13 Ibi misalnya menembus tembok untuk apa?
29:17 Tukang pintu, sudah bikin pintu ini
29:19 sudah menembus tembok.
29:27 Belajar meditasi menembus tembok
29:29 biar nanti bisa menembus burung-burung,
29:31 menembus apa.
29:31 Menembus tembok itu sudah pekerjanya tukang kayu.
29:36 Bikin pintu.
29:37 Kita kan menembus tembok.
29:40 Melihat alat lain.
29:41 Lihat televisi.
29:45 Yang lain.
29:47 Zaman sekarang, sebetulnya ibi sudah tidak begitu perlu.
29:51 Mau terbang, naik pesawat.
29:55 Mau telepon, telepati
29:57 jarak jauh, telepon.
30:00 Zaman dulu kan ada, oh angin sampai
30:03 kalah, cintaku pada dia.
30:07 Imel.
30:08 Pusing-pusing.
30:14 Zaman sekarang itu teknologi tinggi.
30:17 Kita kan tidak bisa
30:18 memanfaatkan teknologi.
30:20 Tidak usah meditasi sampai burung-burung.
30:23 Itu sudah begitu saja.
30:24 Bermanfaatlah.
30:26 Habis waktunya.
30:29 Habis waktu, belum tentu
30:30 sampai.
30:32 Tidak.
30:34 Zaman sekarang itu tidak bersilah.
30:36 Sudah kurang penting.
30:37 Kalau dulu kan zamannya
30:39 Jet Li.
30:42 Lompat kemana?
30:48 Kepalanya ini.
30:49 Bila diri, bila diri.
30:51 Kenapa? Tidak bisa dibuang.
30:54 Lompat ke tempat
30:55 api semua.
31:00 Lebih bagus, kembali lagi.
31:03 Tujuan agama adalah untuk
31:06 perbaikan moral
31:07 kita ini.
31:09 Kesakitan begitu itu sebelum zaman
31:11 Sang Buddha sudah ada.
31:13 Melihat alam lain.
31:15 Lalu melihat karmanya sendiri.
31:17 Karmanya orang. Besok lahir jadi apa.
31:20 Itu sebenarnya zaman Sang Buddha
31:21 sudah ada. Sang Buddha itu
31:23 menemukan bagaimana melihat hidup
31:25 sebagaimana adanya.
31:27 Itu yang disebut mencapai kesucian.
31:29 Hidup sebagaimana adanya.
31:31 Karena manusia sering menolak kenyataan.
31:38 Itu kuncinya
31:39 di situ.
31:41 Jelas ini tadi ya.
31:44 Terjawablah pertanyaannya.
31:46 Belum. Belum puas
31:47 boleh tanya lagi.
31:54 Puncinya itu tidak harus kawan.
31:56 Hal ini kemampuan kita belum sampai itu.
31:59 Mungkin hal ini punya pengorban.
32:01 Apa pengetahuan tinggi
32:03 atau bagaimana. Jadi saat ini
32:05 apa yang
32:07 kita harus bagaimana itu bagaimana untuk
32:09 menerima adanya.
32:10 Membuktikan kebaikan itu memberi manfaat.
32:13 Kebanyakan itu kuncinya.
32:14 Sang Buddha akan tidak kurangi kejahatan
32:16 tanpa kebaikan dan cucikan pikiran itu
32:18 bermanfaat.
32:19 Ada alat purga, alat perangkatan Buddha saja pada
32:22 zaman itu tidak membuktikan itu.
32:24 Yang Buddha ditanya manfaat berbuat baik.
32:30 Yang Buddha akan menjawab
32:31 begini.
32:32 Orang berbuat baik
32:36 kalau dilakukan
32:37 di dalam dunia ini
32:39 akan menyenangkan lingkungannya.
32:41 Betul tak?
32:43 Orang baik pasti dicintai lingkungannya.
32:47 Seandainya nanti setelah mati
32:49 ke alam surga
32:51 dia punya ketempatan
32:54 masuk ke alam surga.
32:56 Orang berbuat baik
32:59 di dalam kehidupan ini
33:02 dia dimusuhi orang.
33:05 Seandainya meninggal
33:06 ada neraka
33:08 dia punya ketempatan
33:10 lahir di neraka.
33:13 Jadi Sang Buddha menekankan
33:15 kehidupan di dunia ini.
33:16 Berbuat baik, berbuat buruk
33:18 itu akibatnya akan anda rasakan langsung.
33:20 Surga dan neraka takutlah dipikir
33:23 orang mati yang masuk ke surga dan neraka pun
33:25 gak pernah kembali lapor kepada kita.
33:28 Sungguh
33:29 mencuria yang ternyata
33:30 mati masuk neraka.
33:32 Baik baik, aku kembali lagi.
33:36 Kenapa?
33:37 Ini kita pusing.
33:38 Maka agama Buddha ini adalah agama yang bisa dikutikan
33:41 karena dia berbicara tentang kehidupan
33:43 di dunia ini.
33:44 Mati masuk surga atau masuk neraka
33:46 kita gak usah pusingin.
33:47 Banyak orang juga mengatakan
33:48 saya gak percaya ada alam-alam lain.
33:50 Tidak salah.
33:52 Tidak harus kamu percaya ada alam lain.
33:55 Mungkin belum waktunya kamu
33:56 juga percaya pada alam lain.
33:58 Tetapi percayalah bahwa orang berbuat baik
34:00 disenangi oleh teman di lingkungan anda.
34:03 Percayalah bahwa
34:04 berbuat jahat pasti dimusuhi lingkungan juga.
34:07 Karena itu bisa anda buktikan.
34:09 Tapi surga dan neraka
34:11 siapa yang bisa lihat?
34:12 Apakah harus sampai meditasi
34:14 buku-buku untuk lihat itu?
34:15 Itu apa?
34:17 Mungkin nanti dengan teori kuantum
34:19 dan sebagainya mungkin bisa melihat
34:21 membukakan dimensi surga
34:23 dan neraka. Tapi mungkin zaman itu
34:25 kita gajah hidup. Itu kan zamannya Star Trek.
34:29 Bisa lihat begini.
34:31 Mungkin zaman itu kita gajah hidup.
34:34 Untuk apa?
34:35 Karena itu kita bahas agama adalah
34:37 berbicara tentang moralitas.
34:44 Jadi mungkin mau tanya ini.
34:53 Itu kan tumbuhan
34:54 di dalam agama Buddha.
34:55 Itu punya ada suatu
34:57 kita itu akan akhir
35:04 jadi seperti tumbuhan juga.
35:06 Karena dia ada dalam agama Buddha juga.
35:08 Nah makanya itu betul.
35:09 Di dalam agama Buddha
35:12 tumbuhan itu bukan makhluk hidup.
35:14 Kalau ilmu biologi dia makhluk hidup.
35:17 Tapi kalau tumbuhan
35:18 di dalam agama Buddha
35:20 dia disebut benda hidup.
35:22 Bukan makhluk hidup.
35:24 Nah apa bedanya benda hidup dan makhluk hidup?
35:28 Benda hidup dan makhluk hidup itu
35:30 sama-sama
35:32 membutuhkan makanan
35:33 untuk hidup.
35:35 Bahwa butuh makanan.
35:37 Manusia juga.
35:39 Benda hidup dan makhluk hidup
35:43 butuh
35:44 suara tertentu
35:45 untuk hidup.
35:45 Anda kepala
35:51 kipas-kipas,
35:52 kipas-kipas kepalakan terus
35:54 pingsan.
35:57 Pingsan terus kepalakan
35:59 mati.
36:01 Kedinginan juga gitu, pohon mati.
36:03 Makhluknya sudah mati.
36:05 Nah makanan dan suhu
36:07 mempengaruhi benda hidup dan makhluk hidup.
36:09 Tetapi perbedaannya benda hidup dan makhluk hidup.
36:12 Makhluk hidup punya karma.
36:16 Punya niat
36:18 untuk melakukan
36:19 sesuatu.
36:20 Itu yang pohon sebagai benda hidup
36:23 tidak punya.
36:25 Pohon tumbuhnya ke atas
36:27 atau mengikuti
36:29 matahari.
36:31 Karena itu
36:32 kondisinya begitu.
36:35 Tetapi manusia kesini
36:36 atau apa saja
36:38 binatang melakukan sesuatu,
36:40 itu dia punya niat sebetulnya untuk benar.
36:44 Karena itu di dalam dharma ini
36:46 pohon tidak termasuk
36:48 makhluk hidup.
36:49 Di dalam 31 alam, pohon tidak termasuk.
36:53 Jadi
36:54 manusia tidak bisa lahir
36:56 jadi pohon. Pohon
36:57 jadi manusia. Bisa.
37:03 Sudah dibuktikan.
37:05 Pohon yang dikati musik
37:07 klatik, dia cepat
37:09 tumbuh, cepat berbuah.
37:12 Pohon yang dikati
37:13 musik rock, mati.
37:19 Kurus, kurus, kurus, mati.
37:21 Pernah anda baca itu buktinya?
37:23 Pernah ya? Dikati musik
37:25 rock, matinya. Maka kalau anda
37:27 suka musik rock,
37:31 siap-siap aja.
37:33 Kalau mau pohon panjang,
37:35 ya musik klatik.
37:37 Itu sudah dibuktikan.
37:38 Jadi ada satu
37:40 tawang, beta tawang itu
37:42 dikati musik klatik.
37:43 Patinya lebih cepat tumbuh daripada yang lain-lain.
37:46 Dan daya tahannya terhadap
37:47 kumal, terhadap penyakit
37:50 juga tinggi. Berarti pohon punya
37:51 kelasan. Tapi dia
37:54 tidak punya niat.
37:56 Jadi dia bukan
37:58 makhluk hidup. Dia benar.
38:00 Pohon kumal.
38:05 Sebenarnya itu dari dalam dharma masih
38:07 disebut makhluk hidup.
38:09 Karena manusia mungkin atas makhluk
38:11 itu lahir di situ sebagai buah kaum
38:13 bumi. Ada yang lain lagi?
38:18 Ya silahkan.
38:20 Masa ini saya ingin
38:21 tapi mungkin minta. Saya mau tanya tentang
38:23 konsep magi-magi itu.
38:39 Sebenarnya
38:39 bahasa roh itu
38:41 kalau saya melihat dari konsep buddhis ya, bukan
38:43 konsep mereka. Karena anda
38:45 menanyakan
38:48 konsep yang lain daripada dari buddhis.
38:51 Kalau
38:52 konsep mereka sebetulnya anda harus
38:53 menanyakan ke mereka. Karena tidak bisa
38:56 toh.
38:58 Manusia menggunakan
39:00 ukuran untuk
39:01 oh ini kambing ini sedang susah.
39:03 Oh ini sapinya
39:06 sedang sepi ini kelihatan senyum-senyum.
39:08 Ya kira-kira tidak bisa. Tapi
39:09 baiklah. Kalau dipandang dari buddhis apa
39:12 sebetulnya bahasa itu adalah bahasa
39:13 yang perlu dipandangkan. Artinya ketika
39:16 seseorang menggunakan konsep trafi tertentu
39:18 kalau anda mau membuktikan. Pada
39:20 saat anda bermeditasi, anda
39:21 bisa goyang-goyang.
39:25 Nyaman,
39:25 bisa goyang-goyang begitu.
39:28 Itu goyang sendiri.
39:29 Dan kalau itu goyang, itu anda arahkan
39:32 ke bagian mulut. Itu bisa keluar
39:34 suara.
39:35 Seperti orang berbunyi,
39:37 seperti orang berbata, walaupun
39:40 artinya anda tidak tahu.
39:44 Karena anda lihat
39:45 orang yang bisa bahasa roh,
39:48 bahasanya anda tidak kenal.
39:49 Orangnya sendiri yang ngomong juga tidak tahu.
39:52 Tapi tidak tahu, tapi
39:53 gembira. Anda tidak tahu biasa.
39:56 Ya kalau itu baik
39:57 kata-katanya. Kalau maki-maki.
40:04 Tidak ada.
40:05 Tidak ada.
40:07 Kan tidak ada tempat semuanya. Bahasa roh
40:09 itu kan miliknya pribadi.
40:13 Nah, itu satu.
40:15 Itu bahasa yang
40:16 berbeda. Yang kedua tadi tentang apa
40:18 pertanyaannya?
40:21 Memanggil dewa.
40:22 Memanggil dewa oke saja.
40:25 Tetapi apakah yang datang dewa atau
40:27 bukan, kita tidak tahu.
40:28 Karena itu orang lain. Yang juga
40:30 tidak kelihatan. Manusia ini
40:33 gila. Kata-kata kalau yang kelihatan
40:34 masih takuti.
40:37 Masih kekuburan, takut.
40:39 Itu kan barang tidak kelihatan.
40:41 Takut. Padahal yang
40:42 menjadi takut itu yang kelihatan ini loh.
40:46 Kelihatan ini kalau kita menyakiti hati mereka,
40:49 mukul.
40:51 Nyubir.
40:54 Dijemin kita,
40:55 maki-maki kita.
40:57 Tapi kalau yang tidak kelihatan,
40:59 betulnya yang namanya apa?
41:01 Tapi manusia cenderung takut
41:03 sama yang tidak kelihatan.
41:04 Nah, sekarang memanggil dewa. Oke lah
41:06 kata-kata si dewa akan masuk.
41:08 Apa betul? Belum tentu.
41:11 Buktinya apa?
41:12 Ulang tahun
41:14 dewa.
41:17 Semua orang yang bisa keturupan itu
41:19 memanggil. Di sini dewa.
41:21 Kota Bitar saja mungkin kota Bitar
41:23 ada beberapa rumah,
41:24 memanggil dewa-dewa, dewa-dewa, dewa-dewa.
41:27 Rukmanah, Surabaya dewa-dewa,
41:29 dewa-dewa, dewa-dewa. Kota Jakarta
41:30 dewa-dewa. Seluruh Indonesia.
41:32 Ya kalau di seluruh Indonesia. Kalau dewa-dewa
41:34 dipercaya di luar negeri. Di luar negeri juga begitu.
41:37 Apa tidak sibuk sekali dewa-dewa?
41:41 Kalau sudah
41:42 jadi dewa-dewa begitu, hari ulang tahunnya
41:45 dia malah akan pergi ke tempat lain.
41:47 Capek loh itu.
41:48 Panggilnya atau pulang ke sini. Belum ini
41:50 pernah nanya, itu pindah ke sana.
41:52 Lalu bagaimana?
41:55 Apakah dewa A ada?
41:59 Bisa ada. Tapi
42:01 sebetulnya dewa lokal.
42:03 Orang yang
42:05 memujarat patungnya dewa A
42:07 tidak mudah.
42:09 Hanya-hanya muncul kemelekatan dengan
42:11 patungnya itu.
42:12 Ketika meninggal,
42:14 mungkin kalau pikirannya melekat dengan
42:17 patung itu, dia lahir sebagai dewa
42:19 yang berada di tempat itu.
42:22 Sehingga
42:23 ketika ada orang sembahyang minta
42:25 keturupan dewa A,
42:27 ini tadi masuk.
42:31 Dan mengaku seolah-olah
42:33 dia adalah dewa A.
42:36 Begitu pula
42:37 di tempat lain. Jadi dewa A sendiri
42:39 tidak sibuk.
42:41 Karena semua ada
42:43 representatifnya di mana-mana.
42:47 Perwakilannya lah di mana-mana.
42:49 Begitu.
42:50 Nah, bagaimana sekarang bukan
42:52 dewa A, tapi engkau kita yang
42:54 dipanggil?
42:56 Kan ada juga, kalau kita
42:58 sudah meninggal, panggil.
43:00 Loh, kok tahu?
43:02 Itu bisa dua kemungkinan. Satu,
43:04 emang engkau kita lahir
43:06 di alam sekitar kita.
43:08 Jadi begitu dipanggil,
43:10 dia datang, dia
43:12 kasih informasi. Itu loh
43:14 ukuranmu milik.
43:16 Kamu anak-anak itu bunyiin duit
43:18 itu dibalik kemari sana.
43:22 Itu misalnya.
43:24 Tapi yang kedua,
43:26 itu mungkin bukan engkau kita.
43:28 Engkau kita mungkin sudah meninggal
43:30 dan lahir di alam surga.
43:31 Yang datang adalah dewa lokal
43:34 di rumah itu.
43:36 Mengaku dirinya engkau-Nya.
43:38 Dan karena dia dewa lokal
43:40 atau penghuni tempat itu,
43:42 dia mengerti kebiasaan engkau-Nya.
43:45 Dan mengerti, dia biasanya kalau panggil
43:48 namanya ini.
43:50 Manggil anaknya namanya itu.
43:52 Dia bisa tahu nama panggilan kecilnya.
43:55 Ketenangannya apa dia bisa tahu.
43:56 Menirukan suaranya bisa tahu.
43:58 Itu sebetulnya dewa lokal.
44:00 Jadi semua sebetulnya
44:02 manggil ini, manggil itu.
44:03 Sebetulnya itu adalah kerjaannya makhluk-makhluk
44:06 lokal.
44:08 Ya, gitu.
44:10 Ya, silakan.
44:34 Ya.
44:45 Mimpi
44:46 itu di tamata lalu
44:48 dan di tamatnya yang akan datang.
44:51 Jangan kalah.
44:53 Satu ketika
44:54 Anda pergi ke satu tempat
44:55 dan Anda tidak berpikir,
44:58 aku rasanya kok sudah pernah ya ke sini?
45:01 Di mana ya
45:02 saya lihat suapanya seperti ini?
45:05 Ya.
45:06 Di jauh itu.
45:08 Sebetulnya itu Anda lihat,
45:10 pada waktu Anda mimpi.
45:13 Mimpi yang akan datang.
45:14 Jadi Anda jangan selalu mengatakan
45:16 mimpi itu pada masa lampau.
45:18 Membicarakan masa lampau. Belum tentu.
45:20 Kenapa? Karena ada seorang orang yang
45:22 tentu yang dengan sukuan meditasi
45:23 dia bisa lihat yang akan datang.
45:26 Tetapi karena mungkin dalam
45:28 kehidupan yang sekarang dia tidak pernah
45:29 melatih meditasi, kemampuan melihat
45:32 yang akan datang itu hilang
45:34 dengan kesadarannya, maka waktu
45:36 tidur, tidak ada kesadaran,
45:38 dia bisa bual mimpi.
45:41 Seperti gedung ini, bangunan di
45:43 Fritar ini,
45:45 sudah pernah dimimpikan ketika
45:47 ada seorang anak yang masih SMP
45:49 dan bangunan ini belum dia beli.
45:52 Dia bisa mimpi di mana?
45:54 Tidak penting.
45:55 Kalau dia sudah tahu tempatnya ini, ini, ini ya.
45:58 Persis kan, sudah mimpi saya.
46:00 Padahal dia mimpi waktu dia ada di
46:02 tempat ini pun masih miliknya orang lain.
46:05 Dia sudah tahu.
46:07 Nah.
46:08 Jadi, itu bisa
46:10 melihat di angkat mata. Bisa juga lihat
46:12 dengan lampau. Belum tentu.
46:15 Tapi, ada
46:16 kemampuan mimpi seperti itu.
46:18 Ada yang kasus lebih hebat lagi.
46:21 Seorang wanita.
46:23 Sejak SMP
46:25 dia mimpi
46:26 laki-laki yang sama.
46:29 Selalu itu. Yang rambutnya
46:30 gondrong. Zaman itu waktu itu belum gondrong.
46:33 Belum banyak orang gondrong-gondrong
46:34 itu dia sudah mimpi. Yang rambutnya
46:36 panjang.
46:38 Setelah dia dewasa, setelah dia
46:40 bekerja,
46:42 dia baru ketemu orang itu.
46:45 Dan orang itu
46:46 jadi suaminya.
46:48 Yang dia mimpikan sejak SMP.
46:51 Jadi, bisa.
46:54 Ya.
46:55 Nah.
46:56 Tidak harus masalah pok.
46:58 Nah, kalau meramal.
47:02 Apakah
47:02 itu penting?
47:04 Nomor satu kalau dia meramal.
47:06 Anda tanya.
47:08 Anda jangan tanya besok, bulan depan
47:11 apa-apa. Mau jadi apa.
47:12 Kaya umur berapa? Tidak usah.
47:15 Sore nanti
47:17 saya ada kejadian apa?
47:18 Saya mau pakai baju apa?
47:22 Saya mau ketemu siapa?
47:26 Sore nanti dulu.
47:29 Kalau dia bisa jawab tepat,
47:30 boleh nanti tanya 20 tahun, 50 tahun
47:33 dia akan datang. Tapi kalau sore
47:35 nanti aja belum ketemu.
47:37 Sore nanti aja tidak tepat-tepat.
47:39 Tidak usah ngomonglah.
47:41 Orang itu tidak bisa.
47:43 Oh, kamu kehidupan yang mahal,
47:45 kamu jadi gini, gitu.
47:47 Kemarin
47:49 jam segini saya pakai baju apa?
47:52 Sedang menjahit nafas.
47:54 Kalau tidak cocok,
47:55 tidak usah ngomong kehidupan yang
47:57 mahal, jadi kodok, jadi kadar,
47:59 jadi apa-apa. Tidak usah ngomong.
48:02 Gampang
48:03 membuktikan itu.
48:05 Maret dan nanti malam, matahari apa gitu.
48:08 Jadi,
48:09 apakah ramalan itu bisa?
48:12 Bisa.
48:14 Tetapi
48:15 kemungkinannya hanya 50 tahun.
48:17 Sama kayaknya ramalan
48:19 cuaca.
48:21 Oh, hari ini belitarakan hujan.
48:24 Diperkirakan kemarin
48:25 dengan curah
48:27 hujan segitu,
48:29 kerembapan segitu, angin semikian,
48:31 belitarakan hujan.
48:35 Ketumbuhnya begitu,
48:37 kalau tidak ada angin yang keras,
48:38 kenapa mungkin akan hujan?
48:41 Tapi kalau ada perubahan angin
48:43 dari Australia, dari mana,
48:45 dari laut mana, bisa tidak hujan?
48:50 Terlalu berubah.
48:52 50%.
48:53 Jadi, Anda boleh diramal, nanti tuahnya
48:55 mau jadi apa. Tapi jangan terlalu percaya,
48:57 karena itu nilainya 50%.
49:02 Sudah? Ya, pertanyaan lain?
49:05 Wah, bahannya sekali.
49:07 Ya, ya, yang belum pernah tanya.
49:09 Di sana.
49:12 Ya, manusia pertama
49:22 dalam agama Buddha bagaimana?
49:25 Pertama dalam agama Buddha itu
49:27 berkelompok.
49:27 Sekarang cuma dua.
49:31 Nanti anaknya kawin sama sama.
49:38 Masa anaknya kawin sama mamanya?
49:40 Kalau anak laki?
49:41 Kalau anak perempuan apakah kawin sama
49:43 mamak papahnya?
49:45 Kan tidak karu-karuan jadinya.
49:47 Nah, jadi, agama Buddha
49:53 melihatnya
49:54 begini.
49:56 Ketika agama Buddha ditanya
49:57 tentang agama manusia,
50:00 jawabannya agama Buddha
50:01 sederhana. Cari
50:06 satu rumput.
50:09 Kasih nama.
50:11 Ini kamu.
50:12 Dua rumput.
50:21 Kasih nama.
50:23 Bapakmu.
50:27 Ambil empat rumput.
50:29 Bapak bapakmu.
50:31 Ibu bapakmu.
50:43 Kelapan rumput.
50:45 Ini apa lagi?
50:48 Ambil 16 rumput.
50:50 Ambil 32 rumput.
50:54 Dikatakan
50:54 dalam ending story-nya itu,
50:57 habis rumput di India,
50:59 belum ketemu manusia pertama.
51:03 Sampai bungkuk tubuhnya
51:05 untuk mengurusi itu,
51:06 tidak ketemu manusia pertama.
51:09 Nah, itu ceritanya gitu.
51:11 Akhirnya apa?
51:12 Habislah umurmu hanya
51:14 untuk mengurusi manusia pertama.
51:16 Nah, tetapi kemudian
51:18 sudah ada satu kesempatan yang lain cerita.
51:20 Bumi ini pada waktu terbentuk
51:23 dulu masih berupa kabut,
51:25 makhluk-makhluk dari
51:26 Tanpa Turia yang lain, karena agama Buddha itu
51:28 memahami bahwa Tanpa Turia itu
51:31 bukan hanya bima sakti punya kita
51:32 raja. Tanpa Turia itu artinya
51:34 matahari dengan berbagai planetnya.
51:37 Bukan hanya saat ini
51:38 raja.
51:40 Bukan hanya tempat kita raja, tetapi
51:42 sebetulnya matahari dengan planet-planetnya
51:45 ini lebih
51:46 dari satu mil yang
51:48 tak terhingga banyaknya.
51:50 Sehingga ketika bumi kita
51:52 terbentuk, malu-malu berupa cahaya
51:54 datang dari tempat yang berbeda.
51:56 Datang ke sini
51:58 berproses.
52:00 Ya, karena dia berproses dengan
52:02 terjadinya bumi ini, maka malu
52:04 berupa cahaya tadi menjadi berbisik,
52:06 berjenis kelamin, menjadi
52:08 percilahan, menjadi perkawinan,
52:11 berevolusi, dan seterusnya
52:13 sehingga akhirnya menjadi seperti yang
52:14 sekarang. Sehingga agama Buddha
52:16 lebih cenderung menggunakan teori
52:18 evolusi, walaupun bukan
52:20 evolusi seperti yang Darwin
52:22 sampaikan, yaitu manusia dari
52:24 monyet lah, seperti sungkong lah,
52:26 bukan seperti itu.
52:28 Karena apa? Karena agama Buddha kembali lagi
52:30 berbicara tentang pribadi,
52:32 bagaimana mengubah
52:34 manusia yang jahat menjadi lebih baik,
52:36 bagaimana mengubah manusia yang keras
52:38 bisa menjadi tenang di dalam kehidupannya
52:40 ini. Ya,
52:43 jadi bagaimana manusia
52:46 menurut agama Buddha adalah
52:48 berkelompok karena prosesnya adalah
52:49 evolusi dari
52:51 tatap surya yang berbeda.
52:55 Ya, mungkin tadi yang kocor juga
52:57 belum pernah tanya, ya.
52:59 Kalau misalnya kita dengar-dengar
53:06 orang bilang tanah itu tidak bagus, terus
53:08 kita bantu wihara. Apakah itu
53:13 karmanya
53:17 jatuh atau baik?
53:18 Tetap baik, tidak masalah.
53:21 Karena banyak wihara-wihara
53:23 justru didirikan di tanah yang
53:25 tidak bagus.
53:27 Banyak titannya,
53:29 banyak gemis,
53:31 justru dibangun wihara. Kenapa?
53:33 Karena wihara juga berguna
53:35 untuk membahagiakan mahluk tanpa dan
53:37 tanpa.
53:38 Jadi tidak aman tanpa.
53:41 Ya, dan wihara
53:43 tidak milih umum. Tidak bagus bagian
53:45 mana? Kalau tidak milih pribadi
53:47 mungkin tidak bagus untuk dirinya sendiri,
53:49 jiwa Allah, apalah yang menurut tradisi, ya.
53:51 Tapi kalau milih umum,
53:53 ini kan tidak ada begitu.
53:55 Jadi tidak aman tanpa.
53:57 Karma baik tetap dipegang
53:59 yang berganan.
54:03 Tempat di luar pulau,
54:07 rukun yang tiga.
54:09 Yang tengah ini kebakar.
54:13 Kebakar,
54:14 tapi kiri-kalanya
54:15 tidak kebakar.
54:17 Rukun ini yang kebakar
54:23 hanya lantai dua.
54:25 Lantai satu tidak apa-apa,
54:26 lantai dua lebih, lantai tiga lantai empat tidak apa-apa.
54:29 Tapi kebakar yang lantai dua ini
54:31 kamarnya orang-orang itu,
54:32 dan mati sembilan orang.
54:35 Wah, itu semua orang takut itu hunter
54:37 semua.
54:39 Tapi ya dipakai wihara.
54:41 Ya tidak apa-apa. Ya memang waktu kita
54:43 di kamar mandi ada orang mandi,
54:45 tidak ada orangnya.
54:46 Apa itu yang di atas?
54:48 Ada anak kecil nangis.
54:49 Ya tidak apa-apa, kita bacain pari tadi, bilang mereka.
54:53 Tidak masalah.
54:56 Ya baik, tadi ada yang tanya, banyak tadi
54:58 yang belum lo, oke.
55:00 Yang tadi yang belum pernah, ini ya
55:02 merah ini belum pernah tanya.
55:12 Punji zat itu aja.
55:14 Tetapi mematengkan karma baik
55:17 seseorang.
55:18 Orang sakit,
55:20 didoain sembuh. Bisa.
55:23 Dan banyak.
55:24 Itu kan kita ketahuan itu, orang yang
55:26 kanker kandungan atau dengan membaca
55:28 paritan dan berpeditasi sembuh, bisa.
55:30 Tetapi ingat, itu adalah mematengkan
55:33 karma baik. Kalau ibaratnya
55:34 yang sering saya contohkan adalah
55:36 buah yang mateng dalam waktu seminggu
55:39 dikarpit, dipanahin
55:41 sehingga akhirnya
55:42 dia lebih cepat matang.
55:44 Tiga hari. Kalau buah itu
55:46 masih kecil desa kita.
55:48 Nah, orang yang sakit itu mestinya
55:50 dia tidak punya karma baik. Mungkin
55:52 lima hari lagi akan sembuh.
55:54 Didoain dua hari, cepat sembuh.
55:56 Jadi doain itu fungsinya dua.
55:58 Bisa doa mematengkan karma baik,
56:00 bisa doa mematengkan karma buruk.
56:03 Yang mematengkan karma buruk itu
56:04 santai ke telur.
56:07 Ya, jadi si
56:08 ini mestinya mau sakit dua bulan lagi.
56:10 Tapi didoain,
56:12 sakitnya besok.
56:14 Itu bisa. Mestinya mau kecelakaan
56:16 dua bulan lagi.
56:18 Santai begini, besok sudah kecelakaan.
56:21 Nah, jadi doa itu hanya mematengkan
56:23 karma yang dimiliki orang.
56:25 Buktinya apa?
56:28 Orang yang mau,
56:29 oh doanya siang, manjur.
56:30 Ayo coba pergi ke rumah sakit.
56:33 Doain.
56:34 Kalau memang manjur semua
56:36 yang di rumah sakit, sembuh.
56:39 Nggak ada rumah sakit
56:40 yang dibuka. Semua itu
56:42 jadi muridnya orang doain di rumah sakit.
56:45 Tapi kalau di rumah sakit
56:47 tetap buka. Kenapa?
56:48 Karena yang didoain yang tidak sembuh itu
56:50 bukan karena keyakinannya kurang,
56:52 nenek moyangnya belum beragama yang sama.
56:54 Itu jelas ngawur.
56:56 Karena keyakinannya bukan,
56:58 problemnya bukan di keyakinan,
57:00 bukan di nenek moyangnya yang beragama
57:03 tidak sama. Tetapi
57:04 karma baiknya belum cukup.
57:07 Sebaliknya, tukang tangan yang
57:08 paling hebat, nyata sepuluh orang
57:10 sudah semua kena.
57:12 Mungkin ada dua yang kena.
57:14 Yang sisanya enggak kena.
57:16 Berarti maksudnya, kalau kita
57:17 ditumpahi, orang itu
57:20 kita tuh, kita tuh main
57:22 terwujud. Itu karena
57:23 buru kita berdua sama dia atau?
57:26 Ya, karma buru kita
57:28 karma buru kita yang berdua.
57:30 Kalau kita yang ditumpahin.
57:32 Sebenarnya kalau kita nyumpahin dia,
57:35 terus dia
57:36 juga berdua, itu karma burunya
57:38 dia berdua, tapi kita itu menang.
57:40 Kan ngomong jelek.
57:42 Berarti kan ada kamu, misalnya kalau komen-komen
57:44 sama dosen, kalau dosen
57:47 memberikan pekerjaan yang banyak,
57:48 itu kita menanam karma buru.
57:50 Kita juga komen-komen. Oh, orang itu jahat
57:52 sudah ditolak. Oh, besok sakit-sakit
57:55 tendu, apa, apa, apa, apa.
57:56 Eh, sungguh sakit. Itu karena karma
57:58 burunya dia berdua. Tapi kita ngomong
58:00 ini menanam karma buru.
58:09 Biarin. Dia ini
58:10 doain kita yang jelek-jelek. Kalau kita
58:12 punya dimudah karma baik, doanya dia
58:14 akan kena ke kita, dia akan menanam
58:17 karma buru sendiri.
58:18 Tapi sebaliknya, kalau kita
58:20 memang berbuatannya jelek, walaupun
58:22 orang gak doain kita, kita susah
58:24 kehidupannya. Jangan khawatir.
58:28 Karma buru itu hanya anak datang sendiri.
58:30 Jangan khawatir.
58:33 Ya, jadi gak usah nunggu orang lain.
58:35 Dan kalaupun kita susah,
58:36 disumpahi. Jangan mengatakan,
58:38 oh, saya susah karena disumpahi. Saya susah
58:40 karena karma buru. Saya berdua.
58:42 Disumpahi, walaupun juga kalau gak punya
58:44 dimudah karma buru, gak bisa kena.
58:48 Ya, jadi banyak
58:50 yang tanya jarak ini.
58:51 Oke, depan sendiri.
58:54 Bagaimana pandangan Allah bila terhadap
58:56 iltanah dia?
58:57 Iltanah dia adalah pembunuhan.
59:00 Ya, jadi walaupun
59:02 pembunuhan itu dibuat
59:04 kalau permintaannya sendiri
59:06 di dalam Dharma, pembunuhan
59:08 itu ada lima syaratnya.
59:10 Tahu ada makhluk,
59:11 makhluk itu mati hidup, jarak yang kedua.
59:14 Ada niat melakukan
59:16 pembunuhan, yang keempat
59:18 pembunuhan dilakukan, yang kelima
59:20 makhluk itu mati.
59:22 Lima syarat ini dipenuhi,
59:24 pembunuhan. Salah satu
59:26 tidak dipenuhi, bukan
59:28 pembunuhan. Misalnya
59:30 beli daging dipasar.
59:32 Tahu makhluk itu pernah hidup,
59:37 tapi gak pernah punya niat
59:38 melakukan pembunuhan.
59:40 Ada pembunuhan dikerjakan dan
59:42 binatang itu sudah mati, tapi kita gak pernah punya
59:45 niat melakukan pembunuhan, itu terbebas
59:47 dari karma buru. Tapi
59:49 kalau dia usaha nasihat,
59:51 walaupun orang yang sakit itu meminta
59:54 mau
59:54 dibunuh, semua
59:57 juga tepat. Ketika kita
59:58 menyebakasi pembunuhan itu,
1:00:00 kita tahu ada makhluk,
1:00:02 kita tahu dia masih hidup,
1:00:04 kita punya niat untuk melakukan
1:00:06 pembunuhan atas permintaannya dia,
1:00:09 kita melakukan
1:00:11 dan mati, dan kita menanam
1:00:13 karma buru.