Segenggam Daun
AUDIOBhikkhu Uttamo

Bersama Mencapai Tujuan

0:00—
Bahasa Indonesia

Subtitle Bahasa Indonesia belum tersedia.

Bersama Mencapai Tujuan

Tentang Ceramah

Ceramah ini membahas pentingnya kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dalam mencapai tujuan hidup, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Pembicara membuka dengan menjelaskan makna Magabuja, peringatan berkumpulnya 1250 bhikkhu tanpa diundang untuk mendengarkan Ovada Patimokkha dari Buddha, yang menekankan persatuan. Ia kemudian mengilustrasikan betapa sulitnya hidup jika harus melakukan segala sesuatu sendiri, seperti menanam kapas atau beternak ayam, untuk menunjukkan bahwa pembagian tugas dan kebersamaan memudahkan pencapaian tujuan. Dalam keluarga, ia menekankan pentingnya berbagi peran dan tanggung jawab, misalnya melibatkan anak dalam tugas rumah tangga agar mereka belajar bertanggung jawab dan memikirkan orang lain. Pembicara juga memberikan contoh perilaku yang mengganggu orang lain, seperti merokok di tempat umum atau membuang sampah sembarangan, sebagai wujud kurangnya kepedulian. Ia mengajak pendengar untuk selalu mempertimbangkan dampak tindakan terhadap lingkungan, seperti merapikan koran atau menutup pintu, sebagai bentuk persatuan. Kunci kebahagiaan, menurutnya, adalah tepo seliro (tenggang rasa), yaitu tidak melakukan kepada orang lain apa yang kita sendiri tidak ingin alami. Akhirnya, ia mengutip inti Ovada Patimokkha: menghindari kejahatan, mengembangkan kebaikan, dan menyucikan pikiran, yang membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan lingkungan. Pesan utamanya adalah bahwa dengan hidup bersama secara harmonis, saling peduli, dan menerapkan ajaran Buddha, kita dapat mencapai kebahagiaan dan tujuan hidup.

Bagian PentingAI · suggested — belum ditinjau manusia
  1. Pembukaan dan Makna Magabuja
    Pembicara membuka dengan salam dan menjelaskan bahwa Magabuja adalah peringatan berkumpulnya 1250 bhikkhu tanpa diundang untuk mendengarkan Ovada Patimokkha dari Buddha, menekankan pentingnya persatuan dalam mencapai tujuan.
  2. Ilustrasi Kehidupan Tanpa Kebersamaan
    Melalui contoh betapa sulitnya jika harus melakukan semuanya sendiri (menanam kapas, beternak ayam, dll), pembicara menunjukkan bahwa kebersamaan dan pembagian tugas memungkinkan kita mencapai tujuan hidup dengan lebih mudah.
  3. Berbagi dalam Keluarga dan Tanggung Jawab
    Pembicara menekankan pentingnya berbagi peran dan tanggung jawab dalam keluarga, seperti melibatkan anak dalam tugas rumah tangga, agar mereka belajar bertanggung jawab dan berpikir tentang orang lain.
  4. Contoh Perilaku yang Mengganggu Orang Lain
    Diberikan contoh-contoh perilaku yang mengganggu seperti merokok di tempat umum, membuang sampah sembarangan, dan tidak menjaga kebersihan, yang menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap orang lain.
  5. Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Persatuan
    Pembicara mengajak untuk selalu berpikir tentang dampak tindakan kita terhadap lingkungan, seperti merapikan koran, menutup pintu, dan menjaga kebersihan, sebagai wujud persatuan dan kepedulian.
  6. Kebahagiaan dan Tepo Seliro
    Semua makhluk menginginkan kebahagiaan, dan kunci kebahagiaan adalah tepo seliro (tenggang rasa), yaitu tidak melakukan kepada orang lain apa yang kita sendiri tidak ingin alami.
  7. Inti Ovada Patimokkha dan Penerapannya
    Pembicara mengutip inti Ovada Patimokkha: menghindari kejahatan, mengembangkan kebaikan, dan menyucikan pikiran, yang membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan lingkungan.
Mindful LivingAI · suggestedCommunityAI · suggestedSocial HarmonyAI · suggestedHappinessAI · suggestedEthical LifeAI · suggestedCompassionAI · suggestedMarahsuggested
Transkrip LengkapAI · suggested — belum ditinjau manusia
NAKMU TASA HAKUATO ARAHATO SAMBUDHASA
NAKMU TASA HAKUATO TASA
NAKMU TASA HAKUATO
Yang berbahagia
Bersama-sama pada malam hari ini kita merayakan Magabuja
Merupakan salah satu hari raya di dalam agama Buddha
Magabuja sesungguhnya adalah nama bulan di dalam tradisi India
Dan Magabuja adalah merupakan peringatan
Ketika
Pada saat Sang Buddha masih hidup
1250 orang Biku
Berkumpul bersama
Tanpa diundang
Menghadap kepada Sang Buddha
Dan Sang Buddha membabarkan
Kok dasar peraturan
Di dalam kehidupan yang disebut
Owada Patimoka
Saudara-saudara
Peristiwa ini tentu sudah lewat
Ribuan tahun yang lalu
Tetapi kita semua para umat Buddha yang hadir pada malam hari ini
Mempunyai kesempatan untuk merenungkan
Makna Magabuja itu sehingga kita bisa pakai
Kita bisa gunakan
Di dalam kehidupan kita sehari-hari
Saudara-saudara
Apakah makna yang paling pokok
Dari Magabuja
Kalau kita bisa melihat bahwa pada saat itu
1250 orang Biku berkumpul bersama
Menghadap kepada Sang Buddha
Kita bisa menafsirkan
Atau kita bisa melihat
Kita bisa merenungkan
Bahwa sesungguhnya
1250 orang Biku ini
Bersatu
Bersama-sama
Untuk mencapai
Satu tujuan
Yaitu bertemu dengan Sang Buddha
Belajar dari Sang Buddha
Yang disebut
Belajar peraturan
Atau
Yang tadi dikenal dengan
Owada
Patimoka
Owada ini
Sebetulnya
Seperti apa ya
Owad ini ceramah atau semacam
Intisari
Begitu patimoka adalah peraturan kebikuan
Nah memang pada saat itu ditujukan kepada para Biku
Karena yang hadir adalah semuanya Biku
Tetapi kita para umat Buddha yang saat ini
Mengenal Dharma
Sebetulnya di dalam kehidupan kita ini
Juga yang penting
Adalah
Persatuan
Sama dengan ketika para Biku
Yang 1200 itu berkumpul
1250 orang Biku yang berkumpul
Karena mereka bersatu
Punya tujuan yang sama
Yaitu bertemu dengan Sang Buddha
Maka sesungguhnya di dalam kehidupan ini
Kalau kita bisa bersatu
Bersama-sama
Maka kita bisa mencapai
Tujuan
Hidup kita
Masing-masing
Apakah yang membutuhkan persatuan
Pakaian yang Anda pakai
Kalau Anda mau tanam
Kapas sendiri
Anda mau pintal sendiri kapasnya
Anda mau jahit sendiri
Kain yang Anda buat sendiri
Lalu Anda pakai sendiri
Anda cuci sendiri
Nanti Anda beresi sendiri
Maka hidup Anda
Tidak akan sempat berpikir
Apa-apa lagi
Karena Anda hanya mikir
Wah ini saya harus tanam lagi kapas yang baru
Saya harus pintal lagi
Supaya saya bisa pakaian yang lain
Makanan yang Anda makan
Kita apakah perlu tanam
Padi sendiri
Tanam kangkung sendiri
Sayur sendiri
Masak sendiri
Bikin garam sendiri
Bikin terasi sendiri
Kalau tidak ketemu terasi
Sepatunya sendiri
Yang diketuai
Yang diirisi
Kan bentuknya ya
Baunya sudah kayak terasi
Saya kira kita hidup ini
Akan menjadi sia-sia
Kalau Anda ingin makan sate
Ayam
Anda harus neteskan telurnya sendiri
Sehingga Anda
Ngekremi telur itu sendiri
Ketika sudah besar
Anda kasih makan
Kecil-kecil sedikit-sedikit
Diloloh
Apa yang diloloh
Bahasa Indonesia
Nah ini problem yang lama
Ini saya pernah tanya itu
Sama Pak Padman
Tidak cocok disuapin itu
Saya ingat ini dulu pernah
Pernah keceglong di bagian ini juga
Disuapin itu
Bahasa Jawanya didulang
Diloloh itu kan bukan didulang
Ya toh
Ya sehingga dulu kesimpulannya
Bahasa Indonesia tidak punya
Diloloh itu
Kita diloloh
Anda didulang apa diloloh
Nah didulang
Jadi disuapin itu adalah untuk manusia
Jadi misalnya
Ayam kita dulang
Jadi diloloh sendiri
Ya
Lalu kalau sudah gede
Nanti dipelihara sendiri
Nanti dipotong sendiri
Digoreng sendiri
Disate sendiri
Saya kira umur Anda akan habis
Hanya untuk pelihara ayam
Pelihara sapi
Pelihara kambing
Untuk persediaan Anda lagi
Nanti tanam kangkung
Tanam
Padi
Bikin kecamu
Tambah
Kedong telok
Macem-macem
Akhirnya apa yang Anda kerjakan dalam kehidupan
Nah justru dengan Anda bersatuan
Anda kan bisa dapat
Pakaian tinggal beli
Nasi
Beli
Bisa
Beras bisa beli
Nah dengan demikian ini sebetulnya apa
Kita melihat bahwa ada tujuan
Di dalam kehidupan ini
Kita punya satu tujuan
Anda pasti punya tujuan
Anda kesini juga punya tujuan
Di dalam kehidupan
Anda juga punya tujuan
Anda berumah tangga punya tujuan
Anda sekolah punya tujuan
Kemana saja Anda pergi punya tujuan
Tetapi hendaknya
Tujuan ini
Kita tempuh bersama-sama
Pemain sepak bola
Kalau mau ngegul kandro sendiri
Malah gak bisa-bisa
Pokoknya bawa bola sendiri
Maju sendiri
Tendang sendiri
Dikeroyok temennya sendiri
Karena itu
Bukan permainan yang bener
Tetapi ketika kita bisa saling berbagi
Maka kebahagiaan itu
Malah bisa kita bagikan juga
Dan tujuan di dalam kehidupan
Akan bisa kita capai
Nah bagaimana
Kita bisa saling berbagi
Kehidupan rumah tangga
Misalnya
Marilah Anda berbagi
Dengan pasangan
Hidup Anda
Hal-hal apa yang kita bisa kerjakan sendiri
Tetapi hal apa yang kita juga bisa limpahkan
Kekuasaan
Wewenang
Kepada pasangan hidup kita
Hal apa lagi
Selain yang kita kerjakan
Pasangan hidup kita kerjakan
Kita bisa limpahkan kepada anak kita
Di dalam banyak kasus
Beberapa anak yang tidak berhasil
Di dalam kehidupannya
Karena
Orang tuanya tidak boleh
Anaknya kerja apapun juga
Anda tentu pernah lihat
Di dalam masyarakat
Anaknya mau nyapu
Jangan, jangan nyapu
Sudah nanti saya yang nyapu saja
Atau pembantu yang nyapu
Mau cuci
Jangan, jangan cuci
Nanti biar mesin saja yang nyuci
Mau masak
Jangan, jangan masak
Nanti
Beli saja
Mau pakai rice cooker
Mau masak nasi sendiri
Jangan, pakai rice cooker saja
Sehingga begitu lampu mati
Banyak orang tidak bisa bikin nasi
Ini kan generasi muda sekarang kan banyak
Generasi rice cooker
Yang namanya
Ngaru
Oh namanya ngaru
Bahasa Indonesia nya apa?
Pak Padma
Raisa mesti
Karena tidak ada
Ngaru
Itu pakai kenceng besar begitu
Nasi
Dublek, beras dublek
Sampai kayak rodok, kayak bubur itu
Terus ada tapung
Itu bahasa Indonesia tidak ada lagi
Pernah, tahu di tapung
Pakai dandang
Nasinya tadi
Tumpang ke situ
Jadi nasi
Itu kalau yang bisa masak
Saya belum
Tentu yakin
Itu cewek-cewek yang muda-muda itu
Ngerti cara ini
Ya dong
Tahunya kan
Rice cooker
Rice cooker
Nah saudara-saudara
Beberapa pengalaman
Anak-anak yang hanya disuruh seperti itu
Tidak boleh mengerjakan yang lain
Maka begitu dia dewasa
Dia tidak bisa apa-apa
Padahal sebetulnya kita sebagai orang tua
Kita bisa membagikan kekuasaan
Membagikan momen-momennya
Membagikan tugas
Kepada anak-anak
Ayo yang sudah mulai bisa jalan-jalan
Matikan lampu
Kalau malam lampu-lampu di kamar dimatikan
Ya tinggal yang di luar saja
Biar ngirit listrik
Kemudian kompor dicek
Air ditutup
Itu anak kecil bisa
Sehingga dia punya tanggung jawab
Bahwa apa yang saya kerjakan
Ini sesungguhnya
Berhubungan dengan orang lain
Kalau kita
Kita selalu bisa berpikir begitu
Maka di dalam kehidupan bermasyarakat
Kita akan selalu bahagia
Anda coba
Lihat
Di dalam masyarakat
Orang yang merokok
Jarang sekali
Saya mendengar ada orang mau ngerokok
Tanya dulu kepada sebelahnya
Boleh tidak ya saya merokok
Rasanya
Kalau di Indonesia
Jarang sekali
Pokoknya saya
Ini tempat umum
Saya mau merokok
Urusan saya
Kamu tahan tidak tahan
Urusan hidupmu
Ambil rokok
Sebul
Dihidupkan terus disedot
Sedot sebul
Sedot sebul
Kurang pada pusing kepala
Mikir yang lain-lain
Dia tidak pusing
Kenapa dia begitu
Karena
Orang ini tidak dididik
Bahwa kita ini
Perlu hidup bersama-sama
Itu kalau merokok
Padahal bau juga bukan hanya dari rokok
Tapi juga dari
Ada juga
Yang penting tidak bunyi
Josss
Buat tetangganya ya
Yang punya kepala mabok
Ini telur asin bukan
Tekek bosok ya bukan
Pokoknya main hajar aja
Yang penting anakku tidak sakit perut
Tetangga sakit perut
Urusannya dia sendiri
Hidupnya salahnya terlalu tajam
Orang sudah pusing kepala
Masih disalahkan
Kenapa sodara
Karena kita tidak mau berpikir
Tentang orang lain
Parkir sebenarnya parkir saja
Nanti orang mau liwat tidak bisa
Padahal secara tradisi
Kita sudah dididik
Berapa kali kita mendengar
Di dalam masyarakat
Kalau duduk di pintu
Jangan duduk di pintu nanti
Apa
Henteng judul
Berat judul
Padahal itu maksudnya orang tua
Pintu itu kan tempat keluar masuk
Kalau kita duduk disitu kan ngistro
Itu maksudnya orang tua
Bahwa kita itu marilah berpikir
Tentang orang lain
Jangan hanya berpikir
Tentang diri kita sendiri
Orang tua juga mengatakan
Ketika engkau sedang makan
Pikirkanlah temanmu yang masih belum makan
Makannya kan nawari
Mau makan
Padahal kalau dia mau
Aduh kok mau ya
Padahal aku baca bahas ini
Tapi oke lah
Kita kan nawari bukan
Wih ada makanan
Memplok sendiri
Kan tidak
Lah ini sebetulnya adalah
Menjaga persatuan
Ketika kita menyadari bahwa
Di dalam kehidupan ini
Kita tidak tinggal sendirian
Sebalah sekarang
Anda renungkan baik-baik
Ketika saya meletakkan
Barang saya
Apakah saya sudah berpikir
Supaya orang lain nanti tidak terganggu
Dengan barang saya
Ketika saya duduk di dalam
Satu posisi tertentu
Apakah saya sudah berpikir bahwa
Orang lain nanti tidak terganggu
Dengan tempat dudukku
Ketika saya membuka sepatuku yang bau
Sudahkah aku terpikir
Bahwa supaya orang lain
Tidak terganggu
Ketika saya membuka sepatuku yang bau
Dan mengeluarkan gas di perutku
Sudahkah aku terpikir
Supaya orang lain tidak puyeng kepalanya
Ketika saya mengatakan sesuatu
Sudahkah terpikir saya
Supaya orang lain tidak terganggu
Ini semua sebetulnya adalah
Dasar kehidupan bersama
Cobalah kita mulai berpikir
Tentang orang lain
Cobalah kita jangan hanya berpikir
Tentang diri kita
Saya ingin merokok
Saya ingin merokok
Tapi mari kita berpikir
Apakah saya mengganggu orang lain
Dengan tindakan saya
Dengan ucapan saya
Dengan perilaku saya ini
Kalau Anda bisa mengerjakan itu
Maka sesungguhnya
Anda selangkah
Untuk menjalin
Persatuan
Dengan lingkungan Anda
Berapa banyak
Kegekiran di dalam rumah Anda
Gara-gara
Kita
Menyalahi sesuatu
Misalnya
Orang tua marah sama kita
Kenapa?
Ini bukumu kalau
Baca kok kececeran kemana-mana
Bisa buka buku
Tidak bisa nutup
Ada toh
Buka buku, buka koran, buka apa
Sudah korannya kececeran di mana-mana
Tinggal
Lihat Anda di dalam masyarakat seperti itu
Ada keluarga Anda yang begitu?
Ada
Nah, kenapa?
Inilah karena tidak dididik
Ini loh koran
Masa koran halaman satu disini
Halaman duanya disana
Halaman tiganya, pelembarannya pisah-pisah semua
Ya ini kalau kamu mau baca sendiri boleh
Tapi sekarang setelah selesai
Kumpulin, diuruskan lagi
Halaman satu, dua, tiga, empat, limanya
Kumpulin lagi, letakkan di dalamnya
Tempat yang baik
Karena nanti mungkin ada orang yang mau baca
Dengan demikian
Maka membuat kita itu jadi selalu berpikir
Supaya lingkungan kita ini bahagia
Kalaupun orang lain yang baca begitu
Marilah kita susun
Supaya orang lain lebih mudah membaca
Majalah buka sana-sini
Letakkan
Piring makan
Sudah selesai, biarkan
Cobalah kita mulai pekan
Kita bersihkan
Nah, ini
Kita bersihkan
Ini adalah persatuan
Oleh karena itu sekarang
Kehidupan suami istri
Kehidupan berumah tangga
Dasarnya dari situ
Kegegiran suami istri
Sering sekali
Kenapa kamu ini kok
Mesti loh
Kalau keluar kok pintunya gak dikunci
Loh, kenapa
Karena kita kebiasaan
Aku mau keluar, ya keluar
Aku mau masuk, ya masuk
Urusan kunci gak kunci
Pencuri mau datang, gak datang
Turusan di pencuri
Pokoknya aku gak pusing
Iku kita yang besar
Di dalam Dharma
Bukan itu
Maka bucah sebetulnya
1250 orang datang berkumpul
Sebetulnya itu adalah karena
Ada persatuan
Persatuan ini bisa muncul
Karena masing-masing
Bisa mengurangi iku kita
Bukan hanya karena diri kita
Yang menjadi pusat dunia
Tetapi
Menjadikanlah lingkungan kita itu
Yang kita perhatikan
Anda boleh bekerja
Anda boleh
Nyetel tip
Anda boleh nyetel televisi
Anda boleh berbicara
Anda boleh merokok
Anda boleh apa saja
Tetapi cobalah dengarkan
Perhatikan lingkungan kita
Jangan nyetel tip
Tetangganya sakit gigi
Tetangganya mau meninggal
Bukan urusan hu
Itu kan urusannya karmanya sendiri
Anda akan mendapatkan musuh
Dengan cara itu
Tetapi ketika Anda bisa berpikir
Oh ya, gue mau nyetel tip boleh
Tetapi ketika tetangga sakit
Ya dikecilin lah
Saya mau merokok boleh
Tapi kalau tetangga keberatan
Ya saya pindahlah ke tempat lain
Inilah satu
Alasan untuk persatuan
Apa sih tujuannya
Kalau para biku 1250
Orang pada saat magabuja
Ingin bertemu dengan sang buddha
Ingin mendapatkan
Ajaran dharma
Sesungguhnya para biku
Ingin mendapatkan kebahagiaan
Di dalam kehidupan ini
Saudara-saudara
Semua mahluk
Ingin dapat
Kebahagiaan
Orang yang
Tidak senang ketika sakit
Mendengar tetangganya nyetel tip
Dengan kencang televisi
Dengan kencang
Karena sesungguhnya
Orang yang sedang sakit ini
Butuh kebahagiaan
Dalam bentuk istirahat
Yang tenang
Ibu-ibu yang tidak suka
Kalau ada temannya tetangganya
Yang merokok kebual
Di sampingnya
Sesungguhnya karena ingin
Mendapatkan kebahagiaan
Mendapatkan
Saudara yang bersih
Yang tidak berpolusi
Ini semua sebetulnya
Dasarnya ketika kita
Tidak suka orang misalnya
Aca-acaan
Dengan koran, dengan macalat, dengan buku
Dengan sepatu, dengan pakaian
Sebetulnya karena
Dia mendambakan
Kedamaian, ketenangan
Dan kebersihan
Oleh karena itu saudara
Kita tidak bisa mulai dari orang lain
Tapi mulailah dari diri kita
Persatuan di dalam rumah tangga
Hubungan baik orang tua dengan anak
Hubungan kita dengan tetangga
Hubungan kita dengan teman-teman
Hubungan kita bersama di dalam masyarakat
Kuncinya
Dasarnya adalah dari dalam diri kita
Kalau kita sudah bisa mulai berpikir
Ganggu gak ya kalau saya begini
Bahagia gak ya
Kalau saya begini
Maka Anda
Sudah selangkah
Melaksanakan Dharma
Yang dijadikan hikmah
Di dalam Agapuja
Tetapi selama Anda masih
Ah lah yang pentingkan aku
Aku mau buka sepatu yang bau ini kan ya urusanku
Oh adanya ya ini
Maka Anda
Belum menjalankan
Dharma sesuai
Dengan ajaran Sang Buddha
Oleh karena itu saudara-saudara
Jadikanlah
Magapuja ini sebagai satu perenungan
Apa saja yang Anda katakan
Apa saja yang Anda perbuat
Renungkanlah
Apakah ini membahagiakan untuk orang lain
Apakah ini membahagiakan untuk lingkungan
Kalau itu membahagiakan
Jalanilah
Tetapi kalau itu merugikan
Menjengkelkan
Dan Anda pun tidak suka
Kalau orang lain melakukan demikian terhadap Anda
Janganlah Anda kerjakan
Karena sesungguhnya
Persatuan inilah
Yang membuahkan kebahagiaan
Kemana saja kalau kita disayangi orang
Karena kita tidak bisa menjaga orang lainnya
Karena kita punya tepoh seliro
Dalam bahasa Jawa
Tepoh seliro ini sangat tepat sekali
Karena tepoh seliro artinya
Menepaki
Nyocokkan dengan seliro kita
Dengan diri kita
Kalau diri sendiri tidak mau dicubit
Jangan mencubit orang lain
Kalau diri sendiri tidak mau dimaki
Jangan memaki orang lain
Kalau diri sendiri tidak mau disakiti
Jangan menyakiti orang lain
Kalau kita bisa selalu demikian tepoh seliro ini
Maka sesungguhnya
Kita akan mendapatkan
Kebahagiaan dimanapun suka
Kebahagiaan di dalam kehidupan
Berumah tangga
Kebahagiaan dalam hubungan orang tua
Dengan anak maupun sebaliknya
Kebahagiaan hidup
Di dalam masyarakat
Inilah sesungguhnya yang menjadi hikmah
Maka puja
Yaitu marilah kita mulai
Memperhatikan lingkungan
Di dalam
Kutbah Sang Buddha
Di dalam Owa Dapatimuka
Dikatakan bahwa intinya
Kurangi kejahatan
Tambah kebaikan
Sucikan pikiran
Karena mengurangi kejahatan
Berarti mengurangi
Gangguan kita kepada pihak lain
Apakah itu binatang
Apakah itu orang
Apakah itu makhluk yang lain
Kurangilah kejahatan
Jangan jadikan mereka
Objek untuk
Kepuasan batin kita
Kembangkan kebajikan
Artinya
Apakah yang saya bisa lakukan
Untuk orang lain
Untuk makhluk lain
Supaya mereka bahagia
Dengan kita selalu mencegah kejahatan
Dan menambah kebaikan
Sehingga menimbulkan kebahagiaan
Untuk lingkungan
Maka saat meditasi
Batin kita akan menjadi tenang
Karena kita terbebas dari kesalahan
Terbebas dari permusuhan
Terbebas dari kejengkelan
Yang ada adalah kebahagiaan
Yang itu akan mendorong kita
Untuk berpikir
Lebih kuat
Di dalam konsentrasi
Yang bisa mendukung
Tercapainya kesucian
Oleh karena itu saudara-saudara
Marilah, jadikanlah hikmah magapuja ini
Sebagai pembaru
Pembaru
Perilaku kita
Sehingga akhirnya
Kehidupan kita
Akan menjadi
Kebahagiaan
Untuk lingkungan kita
Kedatangan kita
Keberadaan
Kita akan selalu
Membahagiakan lingkungan kita
Sama dengan datangnya Sang Buddha
Akan disambut oleh siapapun juga
1250 orang Biku
Bahagia mendengar Sang Buddha
Karena Sang Buddha memberikan yang terbaik
Untuk lingkungan
Kita pun muridnya
Contohlah, tirulah perilaku ini
Sehingga kebahagiaan menjadi milik kita
Kebahagiaan menjadi
Milik lingkungan kita
Selamat
Magapuja
Semoga dengan kekuatan keyakinan
Yang Anda miliki
Akan memperoleh kebahagiaan
Menciptakan lingkungan
Yang baik
Karena persatuan
Membuahkan kebahagiaan
Semoga Anda semua bersemangat
Di dalam melaksanakan Dharma
Semoga Anda berbahagia
Di dalam Dharma
Semoga semua makhluk
Baik yang tampak maupun yang tidak tampak
Memperoleh kebaikan dan kebahagiaan
Sesuai dengan kondisi
Karmanya masing-masing
Sabe sata
Bawantu
Sugitata
Lanjut Menjelajah
Tiga KeranjangTelusuri sumber Dhamma dalam TipitakaBunbunTemukan penjelasan dan kisah Dhamma lainnya