0:00 Para Bapak Ibu yang berbahagia, juga saudara-saudara mungkin para remaja, anak-anak
0:07 Mungkin merupakan satu kesempatan pertama kali saya hadir disini karena memang
0:15 Reuni ini kan reuni basket
0:17 Dan kebetulan saya dulu tidak bisa main basket
0:24 Lalu kalau kita lihat yang muda-muda ini kan
0:27 Anak-anak dari para pemain
0:31 Padahal dulu Bapak saya tidak ikut main
0:34 Karena itu mungkin saya adalah pemain baru pada malam hari ini
0:40 Dalam reuni ada, tapi saya akan sedikitlah cerita-cerita bagi pengalaman
0:48 Kita biasa berbagi pengalaman
0:52 Saudara-saudara, saya melihat dan saya perkesan
0:56 Dengan lambang kelompok basket
1:01 Jadi pertama tadi saya sudah lihat-lihat
1:05 Wah, gambarnya di belakang kok hebat
1:09 Kemudian saya bertanya kepada Pak Ketua
1:11 Oh, ini memang lambangnya klub ini, siung ini
1:17 Kalau saya tidak salah ucapan karena saya kebetulan Mandarin juga kurang begitu mahir
1:25 Katanya itu adalah Raja Wali Jantan
1:29 Nah, saudara-saudara
1:30 Ketika saya mendengar itu
1:34 Saya lalu terkesan
1:36 Kenapa demikian?
1:37 Karena memang
1:38 Kalau tadi dikatakan oleh Pak Ongko bahwa
1:41 Kita ini perlu sedikit mengerti tentang
1:48 Ya, pendidikan moral dan sebagainya
1:51 Sebetulnya Raja Wali ini sudah bisa menjadi contoh yang baik
1:56 Untuk pendidikan moral anak-anak Anda
1:59 Oleh karena itu, apa yang saya terangkan pada malam hari ini
2:03 Mungkin Raja Wali ini tidak bisa menjadi contoh yang baik untuk pendidikan moral anak-anak Anda
2:04 Tapi Raja Wali ini bisa menjadi modal bagi para bapak-ibu yang
2:07 Khususnya anggota klub basket siung ini
2:11 Supaya nanti Anda bisa tularkan ilmunya ini kepada
2:16 Anak-anak Anda
2:19 Menantu Anda
2:20 Bahkan mungkin cucu-cucu Anda
2:22 Para bapak-ibu
2:26 Anda kan yang menggunakan lambang siung ini
2:30 Atau Raja Wali Jantan
2:35 Siapa di antara Anda
2:37 Yang pernah melihat Raja Wali itu sendiri
2:43 Ada, tunjuk jari dong
2:46 Tunjuk jari
2:47 Anda buangnya dengan Raja Wali
2:50 Anda mempeluk Raja Wali
2:53 Siapa yang pernah lihat
2:55 Coba saya mau lihat
2:57 Tunjuk jari Anda yang pernah melihat Raja Wali
3:02 Satu orang
3:03 Terus, dua orang, tiga orang
3:06 Raja Wali sungguh ada
3:07 Jangan di kebun binatang
3:11 Raja Wali di kebun binatang tidak bisa seperti logo Anda ini
3:14 Dia mingkuk begitu
3:17 Tapi oke lah yang sudah lihat
3:19 Oke, nanti saya tidak ngomong di kebun binatang
3:21 Tidak apa-apa, siapa yang sudah lihat
3:23 Satu, dua, berarti terus
3:26 Tiga, empat, lima, enam
3:30 Nah, sekarang
3:33 Wah itu tangannya sama
3:34 Orangnya sama, tangannya dua kali tunjuk
3:37 Iya
3:38 Iya
3:39 Iya, mungkin sama nyonya itu, sama nyonyanya.
3:43 Nah, saudara-saudara, itu yang lihat Raja Wali.
3:46 Saya mau tanya, siapa yang pernah lihat Raja Wali yang sedang terbang?
3:54 Bukan di film loh ya.
3:58 Siapa sekarang?
4:00 Di antara enam itu.
4:01 Hanya satu aja?
4:02 Dua?
4:04 Tiga? Bagus.
4:05 Kalau gitu saya ada temannya.
4:07 Kenapa demikian, saudara?
4:10 Kalau tadi mungkin disampaikan oleh Pak Ongko bahwa saya tinggal di Blital.
4:14 Saya tinggal di sebuah gunung di daerah Wulingi.
4:22 Di sana, tiap hari saya melihat Raja Wali terbang.
4:31 Dulu hanya dua ekor.
4:35 Lalu akhir-akhir ini saya melihat empat ekor.
4:40 Wah, itu terbang itu ya, di atas.
4:43 Ada satu hal yang unik, saudara.
4:46 Raja Wali itu satu hal yang membuat saya kagum.
4:49 Adalah cara terbangnya.
4:53 Cara terbang Raja Wali tidak seperti burung merpati yang cepat-cepat.
4:58 Tidak.
5:00 Tapi dia tenang.
5:02 Dia terbangnya tenang.
5:06 Dan ada satu hal yang khusus dengan Raja Wali itu.
5:12 Apa yang saudara tahu?
5:13 Selain terbang.
5:14 Nah, Raja Wali ada yang khusus apanya, saudara?
5:19 Apa itu?
5:21 Jengger.
5:23 Cakar.
5:24 Pada waktu terbang, dia itu mengeluarkan siulan.
5:30 Ada ibu-ibu bernama siulan?
5:34 Cik siulan?
5:35 Ada?
5:37 Mana ini?
5:38 Wah, cik siulan itu yang dikeluarkan oleh burung Raja Wali.
5:42 Bukan siulan maksud saya.
5:44 Siulannya itu lho.
5:47 Nah, burung Raja Wali ini selalu mengeluarkan suara seperti peluin.
5:54 Kalau saya menirukan tapi tidak persis karena saya bukan Raja Wali.
5:59 Cuit.
6:00 Cuit.
6:01 Seperti begitu.
6:04 Sepanjang dia terbang, selalu ada suara itu.
6:10 Apa maknanya, saudara?
6:15 Maknanya apa?
6:17 Dia kasih tahu.
6:20 Kasih tahu.
6:21 Ini lho.
6:22 Aku terbang di udara.
6:26 Lalu kalau sudah dengar cuit.
6:28 Cuit seperti itu.
6:31 Ayam-ayam yang di bawah itu.
6:34 Indu-indunya.
6:36 Langsung mengumpulkan anak-anaknya.
6:38 Kumpulkan semua anaknya.
6:40 Kumpulkan semua, lalu dikeloni.
6:43 Apa ya?
6:44 Dikeloni bahasa yang lebih enak itu.
6:48 Itu dilindungi, karena bukan diranggul tapi dilindungi begini.
6:54 Jadi dilindungi.
6:56 Di bawah, tubuhnya sang induk.
7:00 Nah, tapi kalau si anak ayam ini nakal.
7:06 Anak ayam kan kadang-kadang juga iseng, ayo jangan keluar.
7:10 Apalagi di luar, aku malah ingin tahu.
7:13 Lah, dia jalan.
7:15 Dia keluar.
7:17 Nah ini.
7:18 Siung-siung ini.
7:21 Dari atas.
7:23 Lihat anak ayam.
7:25 Langsung dia bisa.
7:27 Bisa sayapnya itu ke belakang semua begini.
7:30 Dia seperti meteor yang jatuh cepat sekali.
7:34 Itu luar biasa cepat sekali.
7:36 Wah itu kalau melihat itu.
7:38 Seperti benda jatuh begitu.
7:42 Begitu sampai bawah.
7:44 Nah, dia posisinya seperti ini.
7:47 Baru seperti logo Anda.
7:49 Begitu sampai bawah.
7:52 Maka tidak bisa pakai sepatu.
7:54 Karena ini langsung memegang anak ayam.
7:57 Kalau pakai sepatu merusak.
8:00 Tadi katanya, ini coba lihat burung Raja Wali dari dulu tidak pakai sepatu.
8:04 Ini benarnya tidak pakai sepatu.
8:06 Kalau pakai kaos tangan bisa.
8:08 Nah, ini jadi.
8:11 Posisinya begitu karena dia langsung membuka sayapnya itu merem.
8:15 Merem terus.
8:18 Tangannya maju.
8:19 Pegang ayam langsung dia.
8:23 Apa lagi?
8:24 Take off lagi tapi menugiknya juga kecepatannya hampir sama dengan waktu dia turun.
8:30 Jadi dia turun begini cepat.
8:32 Naik cepat.
8:34 Tapi sudah bawah anak ayam.
8:37 Anda bisa bayangkan.
8:40 Anak ayam cuma setepel burung Raja Wali di udara yang jauh sekali.
8:46 Lihat bisa nyamber dengan kecepatannya tinggi.
8:50 Padahal jaraknya pendek anak ayam dengan induknya bisa kena bisa dibawa pergi.
8:56 Itu gagahnya Raja Wali.
8:59 Makanya nyanyian yang terakhir tadi saya juga senang mendengarkan.
9:04 Kenapa?
9:05 Kegagahan ada di situ.
9:07 Mantap.
9:08 Saya tidak tahu cerita apa tadi pak?
9:11 Yang terakhir lagi lho.
9:14 Itu kan kegagahan, semangat, diruit, perjuangan.
9:18 Itu memang luar biasa.
9:19 Nah jadi ini yang sebetulnya yang saya mau terangkan pada malam hari ini.
9:28 Bahwa pendiri anda, pendiri Xiong Ting ini sebetulnya sudah memberikan dasar pendidikan untuk keluarga yang dibina.
9:42 Hanya mungkin malam ini kita akan bahas lebih dalam.
9:48 Apakah yang kita bisa manfaatkan dari burung Raja Wali yang tadi terbang tinggi?
9:56 Nomor satu saudara.
9:59 Raja Wali itu atau Xiong Ting ini punya ketajaman melihat mangsa.
10:12 Jadi begitu mangsa yang kecil itu saja bisa dilihat.
10:16 Ini apa sebetulnya?
10:18 Kita diharapkan di dalam masyarakat harus pandai berusaha.
10:27 Harus pandai berjual.
10:31 Sehingga mendapatkan makanan.
10:35 Kan banyak orang mencari makan.
10:38 Di dalam kehidupan ini kan cari makan.
10:40 Namanya fu itu.
10:41 Hoki itu.
10:43 Itu kan sebetulnya kan.
10:46 Di.
10:47 Di.
10:47 Di depan itu ada huruf pakaian.
10:51 Ini Pak Angko yang mestinya tahu.
10:52 Di depan ada huruf pakaian.
10:55 Lalu ada angka satu.
10:56 Lalu ada mulut.
10:58 Lalu ada.
11:00 Ada sawah.
11:02 Jadi dalam konsep orang dulu.
11:06 Rezeki itu artinya satu mulut.
11:10 Punya kecukupan sandang.
11:12 Cukupan banyak.
11:15 Nah.
11:17 Jadi kalau kita sekarang punya prinsip Xiong Ying tadi.
11:21 Kita harus pandai melihat situasi.
11:27 Pandai melihat gejala di dalam lingkungan.
11:31 Untuk mendapatkan kemajuan di dalam usaha.
11:38 Nah bagaimana caranya bisa melihat situasi.
11:41 Dan melihat kepandaian di dalam usaha.
11:45 Satu contoh yang paling sederhana adalah.
11:47 Saya akan bergerak di bidang usaha dulu.
11:51 Bagaimana kita memilih.
11:55 Usaha yang paling cocok untuk kita.
11:58 Para bapak ibu adalah seorang pengusaha.
12:01 Anak-anak anda mungkin akan anda didik menjadi pengusaha.
12:04 Tetapi kadang anda berpikir.
12:05 Usaha apa ya yang cocok untuk anakku.
12:09 Anda tidak usah sulit.
12:12 Kalau Burullah Jawali tadi melihat ayam.
12:16 Dia kecepatan terbangnya seperti itu.
12:19 Lain kalau dia melihat donat.
12:24 Raja Wali walaupun tinggi.
12:26 Dia melihat donat.
12:27 Dia tidak akan terbang secepat itu.
12:30 Untuk mumut donatnya.
12:32 Artinya.
12:34 Kalau tidak cocok dengan kita.
12:37 Maka jangan usaha itu dikerjakan.
12:40 Tidak ada gunanya.
12:42 Anda tidak senang bengkel.
12:45 Tapi anda buka.
12:50 Bengkel servis mobil.
12:52 Maka anda menggantungkan sama orang tukang anda.
12:55 Akibatnya kalau tukang anda tidak beres.
12:58 Usaha anda jatuh.
13:01 Anda tidak senang musik.
13:03 Tapi anda buka toko musik.
13:06 Mau ngelesi musik.
13:08 Tidak bisa.
13:09 Apa yang anda senangi.
13:10 Anda yang hobi apa.
13:12 Itulah yang harus menjadi pilihan pekerjaan anda.
13:17 Ya.
13:17 Karena itu.
13:19 Anda sekarang boleh lindungkan baik-baik.
13:21 Aku hobi ini apa.
13:23 Itu kesukaannya apa.
13:26 Anda mau pilih jurusan manapun juga.
13:28 Anda hanya tinggal ingat-ingat baik-baik.
13:31 Hobi saya apa.
13:33 Itulah yang anda pilih untuk jurusan kuliah anda.
13:36 Fakultas apa.
13:37 Dan nanti itu yang akan membawa anda sukses.
13:41 Itu dari sudut si Raja Wali.
13:43 Yang kedua saudara.
13:46 Raja Wali ini sewaktu terbang dia bersiul.
13:50 Memberi tanda bahwa aku sedang terbang.
13:56 Ayam-ayam di bawah harap hati-hati.
13:59 Ini sebagai tanda.
14:02 Sebagai lambang kejantanan.
14:06 Tidak main belakang.
14:12 Ini aku.
14:13 Aku datang.
14:15 Kalau kamu tidak hati-hati.
14:17 Tapi resikomu sendiri.
14:20 Lain dengan kucing.
14:23 Anda tentu lihat kucing.
14:25 Kucing itu kalau minta ikan.
14:28 Kita makan.
14:30 Cerewet sekali.
14:32 Cerewet sekali.
14:34 Tapi begitu lihat ikan kita nganggur.
14:38 Dia diam.
14:40 Tidak jalan.
14:42 Jalan pelan-pelan.
14:44 Tahu-tahu.
14:46 Ambil ikannya.
14:48 Lali kencang.
14:49 Itu kucing pencuri.
14:53 Mencari kelemahan orang lain.
14:55 Tetapi kalau burung Raja Wali.
14:57 Dia tidak begitu.
14:58 Dia memberikan suara yang keras.
15:00 Kasih perhatian.
15:04 Demikian pula di dalam kehidupan kita saudara.
15:07 Apakah yang harus kita lakukan?
15:09 Di dalam kehidupan kita.
15:11 Di dalam bermasalah dalam kehidupan apapun juga.
15:14 Anda sebagai perumah tangga.
15:15 Anda sebagai orang yang hidup di dalam masyarakat.
15:18 Anda yang berada di dalam lingkungan pergaulan tertentu.
15:24 Cobalah kita berterus terang.
15:27 Terus terang itu akan membuat permasalahan dalam keluarga.
15:33 Permasalahan dalam perusahaan.
15:35 Permasalahan di dalam pergaulan.
15:37 Akan bisa diselesaikan dengan baik.
15:42 Coba kalau sekarang suami istri.
15:48 Lalu si suami dapat telepon.
15:54 Cekikian.
15:56 Istrinya tanya.
15:58 Kamu dapat telepon dari siapa?
16:00 Dari renggananku.
16:02 Dapat cekikian seperti sama cewek.
16:06 Kamu diam saja.
16:07 Tidak usah rewel.
16:08 Agar tidak terus terang di situ.
16:12 Ada yang tidak beres.
16:13 Rumah tangga bisa bermasalah.
16:16 Demikian pula dengan anak.
16:19 Anak belum umurnya merokok.
16:23 Kadang-kadang tidak dikati kalau ditanya.
16:25 Kamu kok bau rokok?
16:27 Iya ini aku tadi masuk mall.
16:30 Mallnya bau rokok.
16:32 Tidak terus terang.
16:34 Menipu orang tuanya sendiri.
16:36 Ini akan menjadi masalah untuk jangka panjang.
16:39 Kalau sekarang bau rokok saja.
16:41 Dia sudah menipu orang lain.
16:43 Menipu orang tuanya sendiri.
16:44 Nanti duit orang tuanya hilang.
16:47 Dia pun ngomong di gondol ujing.
16:50 Ini uangku kok hilang?
16:51 Di gondol ujing.
16:54 Kenapa?
16:55 Karena dia sudah biasa menipu.
16:57 Dia bukan watak seekor bulung racawan.
17:03 Nah sedangkan dengan bulung racawan ini.
17:06 Kita bisa mendapatkan dua hal.
17:08 Satu, bekerjalah, berjuanglah.
17:10 Apa saja yang anda pilih.
17:12 Adalah sesuai dengan hobi anda.
17:16 Kesenangan anda.
17:17 Yang kedua, bersifatlah terus terang.
17:20 Sukalah berterus terang.
17:22 Karena itu akan bisa mengatasi problem anda.
17:25 Yang ketiga adalah.
17:27 Dilihat dari sudut ayam.
17:31 Apabila burung raja wali ini sudah mengeluarkan pelumitnya.
17:36 Ayam ini tadi akan memanggil anak-anaknya untuk dilindungi.
17:44 Anak ayam yang menurut.
17:47 Dia akan selamat.
17:49 Tetapi anak ayam yang tidak menurut.
17:52 Dia akan dibawa ke raja wali.
17:55 Raja wali tidak pernah.
17:59 Membawa anak ayam yang dibawa lindungan induknya.
18:03 Dia bukan merampok.
18:06 Siung ini tidak pernah merampok.
18:08 Dia tidak pernah, oh ini ada induk ayam yang sedang diam.
18:11 Berarti bawahnya ada anak ayam.
18:13 Aku tendang dulu induknya.
18:15 Aku ambil anaknya.
18:17 Dia tidak pernah begitu.
18:18 Dia hanya mengambil anak yang tidak menurut dengan induknya.
18:26 Nah apakah sebetulnya maknanya?
18:28 Di dalam kehidupan sehari-hari.
18:30 Kadang anak kalau dinasihati orang tua.
18:35 Itu sering punya negative thinking.
18:39 Punya pandangan negatif.
18:41 Terutama dinasihati masalah perjuduan.
18:47 Saya sudah banyak mendengar cerita itu.
18:50 Bahwa begini.
18:51 Aduh kenapa ya saya sama orang tua saya.
18:54 Kok tidak boleh pacaran sama si A?
18:58 Apakah si orang tua ini punya niat jelek sama saya?
19:04 Sudah-sudahlah terutama generasi muda.
19:07 Anda mesti mengingat contoh yang malam ini saya baharkan.
19:11 Induk ayam ketika melindungi anaknya.
19:15 Karena dia tahu ada bahaya yang mengangkat anaknya.
19:21 Demikian pula semua nasihat orang tua.
19:25 Sebetulnya itu dasarnya.
19:29 Dari kekhawatiran orang tua akan penderitaan anaknya.
19:34 Atau harapan orang tua untuk membahagiakan anaknya.
19:42 Karena itu kalau ada yang dilarang duduk.
19:44 Sebetulnya itu bukan karena orang tua iri hati.
19:48 Kadang-kadang anak malam mengatakan.
19:49 Oh mama ini berarti malah mau sendiri nih sama pacarmu.
19:54 Bukan.
19:56 Tetapi sebetulnya orang tua punya niat positif.
19:59 Supaya anaknya tidak menderita.
20:04 Nah tetapi anak sekarang itu juga punya kekhususan.
20:11 Orang tua tidak bisa seperti zaman dulu.
20:13 Kalau anak dikatakan ayo jangan keluar malam.
20:17 Murus.
20:17 Ayo sekolah.
20:19 Murus.
20:19 Anak sekarang bukan seperti itu.
20:21 Anak sekarang membutuhkan alasan.
20:25 Kenapa saya tidak boleh keluar malam?
20:29 Kenapa saya tidak boleh bolos sekolah?
20:33 Kenapa saya tidak boleh main video game sampai pagi?
20:38 Ada alasan.
20:40 Kenapa? Kenapa? Kenapa?
20:42 Dan orang tua harus bisa menerangkan hal itu.
20:47 Nah oleh karena itu saudara-saudara.
20:49 Inilah sebetulnya yang menjadi datang.
20:53 Yang kalau saya terangkan itu adalah.
20:58 Merupakan pelajaran pokok di dalam kehidupan kita sehari-hari.
21:04 Dan kita ingat para leluhur kita biasanya juga menerangkan.
21:08 Segala sesuatu kemoralan itu dalam bentuk lambang-lambang.
21:15 Hari ini atau di masa-masa yang sekarang.
21:19 Kita gampang sekali melihat lambang naga.
21:25 Apa itu?
21:26 Lung itu.
21:27 Lung.
21:28 Naga.
21:31 Anda semua tentu sudah pernah lihat dan mungkin anak-anak sekarang sudah mulai main.
21:37 Ada tidak?
21:37 Di Surabaya kan grupnya itu kan sudah ada kan?
21:39 Pada main.
21:41 Itu sebetulnya juga pelajaran saudara.
21:45 Malah kalau yang tadi dikatakan oleh Pak Ongko.
21:47 Pelajaran untuk menghadapi segala problem dalam kehidupan kita.
21:51 Itu sebetulnya ada di dalam naga itu.
21:57 Saudara-saudara yang hadir di sini.
22:00 Menurut anda naga itu ada atau tidak?
22:06 Menurut anda ada atau tidak binatang naga itu?
22:10 Anda yang mengatakan ada, coba tunjuk jari.
22:14 Ada tidak naga itu?
22:17 Hah?
22:19 Tunjuk jari dong yang ngomong ada.
22:21 Siapa yang mengatakan naga itu ada?
22:25 Satu.
22:26 Dua jari lagi Pak.
22:28 Tadi Bapak itu hobinya pakai dua jari.
22:32 Ada satu.
22:34 Yang mengatakan naga itu tidak ada siapa?
22:39 Satu.
22:40 Yang bingung?
22:42 Semua.
22:43 Semua.
22:45 Nah saudara-saudara.
22:47 Ini kita berbicara praktik.
22:50 Anda suka naga.
22:51 Anda main naga.
22:54 Tapi anda sendiri tidak mengerti.
22:56 Apa itu naga?
22:57 Ada atau tidak ada anda tidak tahu.
23:01 Sebenarnya.
23:04 Naga itu tidak ada.
23:12 Yang ada itu ular besar.
23:14 Tapi naga dalam bentuk itu tidak ada.
23:18 Itu cerita.
23:21 Tetapi kenapa naga itu dibuat ada?
23:24 Naga ini merupakan gabungan.
23:28 Coba anda perhatikan mulai dari mulutnya.
23:31 Anda sekarang bayangkan naga.
23:33 Saya tidak bawa gambarnya.
23:35 Tetapi anda bisa bayangkan naga itu ya.
23:39 Mulutnya.
23:42 Mulut naga itu sebetulnya adalah mulut buaya.
23:51 Dalam film.
23:52 Film.
23:53 Naca kalau tidak salah.
23:56 Mukanya naganya itu.
23:57 Mulutnya persis buaya.
24:00 Pernah anda perhatikan tidak itu?
24:03 Mulutnya mulut buaya ya.
24:05 Pernah itu?
24:07 Mulut buaya.
24:10 Hidungnya.
24:12 Bukan hidung buaya.
24:15 Hidungnya hidung sapi.
24:19 Naga hidungnya sapi.
24:21 Makanya anda bisa lihat.
24:22 Naga hidungnya besar.
24:25 Atau anda boleh mengatakan hidung sapi itu sebetulnya hidung manusia.
24:30 Hidung manusia dengan hidung sapi hampir mirip.
24:36 Pandang ada tulangnya begini.
24:38 Anda lihat gambarnya naga.
24:40 Ada tulang hidungnya lalu ada cupingnya.
24:43 Benar?
24:44 Ya.
24:45 Itu sebetulnya hidung sapi.
24:47 Ya.
24:51 Lalu.
24:52 Tanduknya.
24:53 Tanduk apa?
24:57 Tanduk rusak.
25:00 Mulutnya buaya.
25:03 Hidungnya sapi atau hidung manusia.
25:06 Tanduknya rusak.
25:08 Bulu lehernya.
25:10 Bulu lehernya singa.
25:16 Bulu leher seekor singa jantan.
25:22 Punggungnya.
25:24 Punggungnya.
25:28 Punggungnya.
25:32 Ulang tidak punya punggung itu.
25:35 Buaya.
25:37 Punggungnya punggung buaya.
25:39 Yang naik ke sini.
25:41 Kakinya.
25:48 Bukan.
25:51 Kakinya bukan kaki siung ini.
25:55 Yang tidak pakai sepak.
25:59 Kakinya kaki ayam jantan.
26:02 Ada tajinya itu.
26:07 Nah sedara-sedara.
26:09 Jadi naga ini merupakan binatang gabungan.
26:14 Karena itu saya mengatakan dia tidak ada.
26:16 Karena dia memang direkayasa oleh para nenek moyang kita.
26:22 Apa sih sebetulnya tujuannya?
26:25 Bahwa kalau kita melihat di dalam masyarakat kita.
26:30 Sebetulnya semua itu tidak ada yang sama.
26:36 Walaupun satu saudara kandung.
26:38 Dia tidak punya watak yang sama.
26:41 Dia tidak punya kebiasaan yang sama.
26:45 Dia tidak punya hoki yang sama.
26:48 Semua berbeda.
26:51 Ketika orang bisa menerima perbedaan itu.
26:55 Barulah muncul keindahan.
26:58 Naga yang sebetulnya model dengan berbagai macam binatang itu.
27:04 Ketika kita bisa melihat dia sebagai satu kesatuan.
27:08 Maka baru muncullah keindahan.
27:11 Kegagahan naga.
27:13 Baru kita bisa melakukannya.
27:16 Jadi sebetulnya kuncinya tentang naga ini adalah.
27:21 Perbedaan yang kita hadapi.
27:24 Baik dalam kehidupan suami istri.
27:26 Baik di dalam perdagangan.
27:29 Baik di dalam hubungan antara anak dan orang tua.
27:33 Marilah kita melihat itu sebagai kenyataan.
27:37 Jangan menuntut.
27:39 Kok kamu tidak seperti yang aku bayangkan.
27:41 Kok kamu tidak seperti yang aku harapkan.
27:44 Jangan pernah begitu.
27:45 Karena ini adalah merupakan kelengkapan satu kesatuan.
27:52 Kalau orang bisa melihat itu sebagai satu kesatuan.
27:55 Maka anda akan melihat naga itu di kunteng.
27:58 Di kunteng-kunteng anda akan melihat naga yang di depan.
28:02 Itukan naga yang melingkar begini.
28:05 Ya kan?
28:07 Anda perhatikan coba.
28:08 Yang di bawah.
28:10 Ukiran di bawah naga itu.
28:13 Itu adalah gambar apa?
28:19 Yang di bawah naga.
28:22 Ya?
28:23 Apa maksudnya di bawah?
28:29 Laut.
28:30 Air.
28:32 Dia air.
28:35 Perhatikan baik-baik.
28:37 Maka kalau kita melihat secara simbolik.
28:39 Naga itu di bawah itu air.
28:41 Nah yang di atas.
28:42 Itu awan.
28:44 Gambarnya awan dengan air kan tidak sama.
28:46 Lebih panjang garisnya yang air.
28:49 Awan lebih bulat.
28:51 Lalu di bagian tangannya sini.
28:56 Ada apanya?
28:58 Apinya.
29:00 Jadi naga ini kalau kita lihat.
29:03 Dia bisa di air.
29:07 Dia bisa di udara terbang.
29:10 Dia bisa di tanah.
29:13 Karena dia punya kaki ayam.
29:15 Dan dia juga bisa mengeluarkan api.
29:20 Artinya bahwa kalau kita ini bisa menerima.
29:23 Kelebihan dan kekurangan orang lain.
29:25 Kelebihan dan kekurangan pasangan hidup kita.
29:28 Kelebihan dan kekurangan orang tua kita.
29:31 Maka sebetulnya.
29:33 Kemana saja kita pergi.
29:35 Kita pasti akan bisa bertahan.
29:37 Kita pasti akan bisa survive.
29:40 Kita pasti akan bisa mengembangkan diri kita.
29:43 Kita tidak akan pernah kekurangan.
29:45 Kita tidak akan pernah mati karena perbedaan.
29:50 Kenapa rumah tangga sering cekcok?
29:52 Karena dia tidak pernah mau menerima pasangan hidupnya itu berbeda.
29:56 Bahwa memang dia itu seperti itu.
29:58 Kenapa anak tidak cocok sama orang tua?
30:02 Karena anak menganggap orang tua tetangga lebih baik daripada orang tuaku sendiri.
30:08 Tidak mau menerima bahwa orang tua tetangga berbeda.
30:13 Dengan orang tuaku.
30:15 Nah, dengan kita bisa menerima kedua belah pihak ini.
30:20 Kesulitan apapun juga.
30:22 Ibaratnya lautan, angkasa, maupun tanah, maupun api, air.
30:27 Kita bisa jalani.
30:30 Nah, anda hari ini sudah melihat ada lambang Raja Wali.
30:35 Anda juga melihat naga.
30:37 Maka sekarang saya akan menerangkan yang ketiga.
30:41 Yaitu lambang burung.
30:46 Burung?
30:49 Burung?
30:51 Apa?
30:53 Punix Hong.
30:55 Itu kan biasa kalau kawin kan begitu.
30:57 Kalau kawin itu kan ada naga.
30:59 Lalu di sini ada burung Hong.
31:02 Siapa yang waktu anda dulu menyebar undangan pakai gambar itu?
31:07 Siapa?
31:08 Tunjuk jari dong.
31:11 Wah.
31:16 Banyak dong.
31:17 Ngertinya artinya.
31:20 Ya.
31:20 Nah, sederhana-sederhana.
31:22 Burung Punix ini satu burung yang sangat baik sekali.
31:26 Punix yang di situ.
31:27 Burung Hong ini.
31:28 Ini adalah burung jantan.
31:31 Burung jantan.
31:33 Burung Hong jantan.
31:34 Ini bulunya, ekornya ini panjangnya lebih dari dua meter.
31:42 Sehingga burung Hong tidak pernah berdiri di atas tanah.
31:48 Maka tidak pernah ada gambar burung Hong.
31:53 Berdiri di atas tanah.
31:55 Pasti dia di atas sebatang.
32:01 Karena ini bulunya demikian panjang.
32:04 Kalau sampai dia di tanah.
32:07 Dia tidak bisa terbang lagi.
32:10 Nah.
32:11 Burung Hong ini demikian indah.
32:13 Burung Hong ini wataknya seperti merah.
32:16 Jadi dia mengeluarkan keindahannya.
32:19 Merah itu tidak begitu.
32:20 Mengeluarkan bulunya yang indah.
32:22 Betinanya nanti datang minta dikawin.
32:26 Kalau ayam lain.
32:28 Lihat ayam betina.
32:29 Ayam jantan kejar.
32:32 Hajar.
32:33 Tapi kalau burung merah.
32:35 Tidak.
32:37 Lihat ayam betina.
32:39 Burung merah ini mengeluarkan keindahan burunya.
32:42 Ayam betina datang sendiri.
32:44 Minta dikawin.
32:47 Demikian pula burung Hong.
32:49 Begitu lihat ayam betina.
32:50 Dia mengembangkan bulunya yang indah.
32:54 Lalu si betina datang.
32:56 Minta dikawin.
32:59 Nah saudara-saudara.
33:01 Setelah mereka kawin.
33:03 Apa yang dikerjakan burung Hong ini?
33:07 Burung ini pergi ke sebuah gunung.
33:11 Gunung batu.
33:13 Kalau di Tiongkok zaman itu banyak gunung batu.
33:15 Lalu disitu banyak goa-goa.
33:19 Burung Hong ini.
33:21 Masuk ke goa dengan istrinya.
33:23 Dan karena dia masuk ke goa.
33:26 Dia tidak bisa merawat bulunya yang indah lagi.
33:29 Maka bulunya rontok semua.
33:34 Sehingga akhirnya burung Hong ini.
33:37 Tinggal dengan istrinya.
33:40 Bertelur disana.
33:41 Beranak pinak disana.
33:43 Bermantul disana.
33:46 Sampai dia mati disana.
33:50 Burung Hong walaupun istrinya sudah mati.
33:53 Dia tidak bisa mencari istri baru.
33:57 Kenapa?
33:59 Kenapa saudara?
34:01 Hah?
34:03 Kenapa?
34:05 Bulunya habis.
34:09 Anda tidak terus pegang-pegang rambut anda. Kenapa?
34:12 Apakah anda termasuk burung Hong yang rontok di bahagian lain?
34:17 Oh.
34:20 Jadi bulunya habis.
34:23 Karena habis.
34:25 Dia tidak bisa mencari istri baru.
34:27 Nah.
34:27 Oleh karena itu.
34:28 Setiap perkawinan dikasih lambang burung Hong.
34:31 Karena itu lambang kesetiaan.
34:34 Sekali kawin.
34:36 Seumur hidup.
34:36 Tidak kawin lagi.
34:39 Tidak diceritakan sih.
34:41 Ceweknya setelah ditinggal Hong yang jantan.
34:42 Apakah cari Hong jantan lain.
34:44 Tidak ada ceritanya itu.
34:47 Tetapi.
34:47 Ini maksudnya adalah kesetiaan.
34:50 Karena itu.
34:50 Kalau anda yang membuat undangan perkawinan.
34:53 Baik untuk anda ataupun untuk menantu anda.
34:55 Atau untuk siapa saja.
34:56 Pakai burung Hong dengan naga.
34:59 Itu sebetulnya punya lambang.
35:01 Burung Hong ini sebagai lambang kesetiaan.
35:05 Naga ini sebagai lambang.
35:09 Kesamaan di dalam perbedaan.
35:12 Persatuan di dalam perbedaan.
35:15 Sehingga diharapkan rumah tangga ini.
35:17 Akan bisa lancar.
35:19 Untuk jangka waktu yang panjang.
35:21 Mengatasi segala permasalahan.
35:24 Sudah sekarang.
35:25 Oleh karena itu ada tiga hal ini.
35:27 Tiga binatang ini yang saya terangkan.
35:30 Supaya anda bisa membayangkan.
35:32 Bagaimana tradisi kita.
35:35 Leluhur kita.
35:36 Mengajarkan kepada kita.
35:38 Dengan simbol-simbol.
35:40 Sehingga kalau anda belajar.
35:42 Sebetulnya tidak perlu.
35:45 Ketempat yang hebat-hebat.
35:46 Di rumah anda sendiri.
35:48 Sebetulnya anda akan bisa mendapatkan pelajaran.
35:51 Ya.
35:53 Gambar Raja Wali anda gampang mendapat.
35:55 Burung Hong burung.
35:57 Atau gambar naga anda gampang mendapat.
35:59 Tinggal anda membuka.
36:02 Batin anda.
36:04 Untuk bisa.
36:05 Mendapatkan pelajaran itu.
36:07 Ya.
36:08 Nah inilah yang perlu saya sampaikan.
36:10 Pada malam hari ini.
36:12 Sebagai pengantar.
36:13 Karena nanti mungkin kita akan.
36:15 Bisa tanya jawab.
36:18 Ya.
36:18 Tadi sudah saya terangkan.
36:20 Tentang pekerjaan.
36:21 Pilihlah.
36:22 Yang paling anda sukai.
36:23 Seperti Xiong Ying ini mencari.
36:26 Ayam.
36:27 Tapi tidak mau dengan donat.
36:30 Kemudian.
36:32 Bersuaralah.
36:33 Berterus teranglah.
36:36 Karena itu akan banyak mengatasi problem.
36:38 Di dalam kehidupan kita.
36:39 Sehari-hari.
36:41 Kemudian dengan lambang ayam tadi.
36:43 Bahwa orang tua.
36:44 Selalu sebetulnya.
36:46 Mencari.
36:47 Hal yang terbaik untuk anak-anaknya.
36:50 Walaupun kadang mungkin cara ngomongnya keliru.
36:53 Mungkin perilakunya salah.
36:55 Tapi sebetulnya tujuan orang tua.
36:57 Adalah supaya anaknya bahagia.
36:59 Dan yang ketiga.
37:00 Anak ayam yang keluar dari induknya.
37:03 Itu yang akan menjadi sasaran Xiong Ying tadi.
37:06 Anak ayam.
37:07 Anak-anak.
37:08 Yang mungkin keluar dari peraturan orang tuanya.
37:12 Sebelum waktunya.
37:13 Itu yang akan membawa bahaya.
37:16 Untuk dia.
37:17 Inilah yang perlu saya sampaikan.
37:19 Mudah-mudahan memberi manfaat.
37:21 Dan saya tunggu.
37:22 Untuk tanya jawab.
37:23 Pada sesi berikutnya.
37:24 Terima kasih.
37:25 Semoga berbahagia.