0:00 NAKMU TASA PAKKUWATO AKRAHATO SAMA SAMBUDHASA
0:07 NAKMU TASA PAKKUWATO AKRAHATO SAMA SAMBUDHASA
0:17 NAKMU TASA PAKKUWATO AKRAHATO SAMA SAMBUDHASA
0:25 Segala sesuatu yang berbentuk adalah tidak kekal adanya
0:32 Saudara-saudara, dalam perjumpaan malam hari ini
0:37 Saya akan membahas tentang sedikit berita-berita yang berhidar
0:44 Satu yang paling kuat dan tadi sedikit disinggung sebelum pertemuan ini adalah tentang kiamat
0:54 Saya kira Anda sudah jelas kalau di koran akhir-akhir ini hipoh kiamat sangat luar biasa
1:04 Bahkan mereka sudah menentukan 10 November kiamat
1:11 Terus antara jam 9 sampai jam 3 siang katanya bakal kiamat
1:16 Eh jam 3 tidak kiamat ditangkap polisi
1:21 Lalu ditanya, loh kok tidak jadi kiamat?
1:24 Lagi ditangkap polisi, jadi tidak kiamat ya, enak
1:28 Polisinya yang salah, nanti katanya tunggu beberapa tahun lagi kiamat lagi
1:32 Nah saya kira itu saudara sudah mengikuti seperti itu di koran banyak sekali, di televisi, di mana-mana
1:39 Sehingga saya juga sering mendapatkan berita atau sering mendapatkan pertanyaan
1:44 Apa agama Buddha mengenal istilah kiamat?
1:47 Di dalam agama Buddha, karena kita mempunyai satu konsep atau pengertian
1:53 Segala sesuatu yang berbentuk adalah tidak kekal
1:57 Dengan demikian bumi ini karena dia berbentuk juga tidak kekal
2:03 Atau malah sebetulnya kalau di dalam Dharma dia bukan berbentuk saja
2:08 Dia mengatakan paduan unsur
2:11 Segala sesuatu yang merupakan paduan unsur pasti tidak kekal
2:17 Dunia kita, semesta kita ini juga merupakan paduan unsur
2:23 Jadi pasti tidak kekal, jadi pasti ada kiamat
2:27 Tetapi kiamatnya tidak cepat-cepat
2:31 Jadi anda tidak usah buru-buru terus juali harta
2:35 Tulis surat wasiat, kalau kiamat minggu depan jadi sudah ada pewarisnya
2:41 Nah kalau kiamat siapa yang mewarisi, mati semua loh
2:46 Tidak ada pewarisnya
2:49 Malah beberapa tahun yang lalu di luar negeri karena tidak kiamat
2:53 Kiamat mungkin karena malu atau apa, bunuh diri bareng
2:56 Jadi sekarang ini pengertiannya bagaimana?
3:02 Kiamat di dalam agama Buddha ada, tapi kapan?
3:06 Nah dikatakan di dalam Dharma
3:10 Kiamat ini muncul atau akan terjadi
3:15 Kalau sudah muncul Buddha Maitreya
3:19 Ya
3:21 Muncul Buddha yang baru namanya Buddha Maitreya
3:25 Apakah sekarang ini
3:27 Jamannya Buddha Maitreya?
3:30 Kalau sekarang ngomong jamannya Buddha Maitreya, kiamat sebentar lagi
3:33 Tetapi di dalam Dharma disampaikan lagi
3:36 Kapan Buddha Maitreya itu muncul?
3:39 Munculnya Buddha Maitreya itu ketika
3:42 Ajaran Buddha Gautama ini habis
3:47 Jadi ajaran Buddha Gautama apa?
3:49 Ya agama Buddha?
3:51 Ada yang kita kenal ini, ini ajaran Buddha Gautama
3:54 Bihara-bihara tutup semua, runtuh semua
3:57 Dibubarkan jadi diskotik karaoke
4:01 Biku-biku sudah tidak ada
4:03 Jadi
4:04 Jadi apa biku-biku?
4:07 Ya mungkin
4:10 Jadi jin?
4:13 DJ?
4:15 Ya mungkin, mungkin
4:16 Dari mana bisa terpikir biku jadi DJ?
4:19 Ada lagi
4:21 Ya oke lah
4:22 Oh ya, Bihara sudah jadi diskotik
4:26 Bikunya jadi DJ-nya
4:27 Kenapa tidak jadi satamnya ya?
4:31 Ya
4:32 Buku-buku Dharma sudah dijual semua, dikilukan semua
4:36 Kalau memang agama Buddha itu tidak ada
4:39 Semua orang sudah tidak mengerti namanya Buddha Gautama
4:42 Ditanya siapa sih Buddha Gautama sudah tidak kenal lagi?
4:45 Itu berjalan ribuan tahun
4:48 Baru muncul Buddha Maitreya
4:51 Kalau sudah Buddha Maitreya lahir
4:53 Kemudian mengajarkan Dharma
4:55 Banyak orang mencapai kesucian
4:58 Barulah timbul kiamat
5:00 Nah lalu ada yang tanya lagi
5:02 Buddha Maitreya apa?
5:03 Bentuknya seperti yang biasa digambarkan itu
5:06 Milekud
5:07 Ya
5:08 Banyak orang keliru
5:10 Kalau ada yang Buddha yang gemuk itu
5:13 Dipanggilnya Jilehud
5:15 Jalah
5:15 Jilehud itu Buddha Gautama
5:18 Ya ini Jilehud
5:21 Ya yang gemuk itu Milekud
5:25 Ya Milekud
5:26 Bukan Jilehud
5:27 Nah sekarang
5:29 Kan sudah ada gambarnya
5:31 Apa Milekud itu seperti itu?
5:33 Apakah Buddha Maitreya itu seperti itu?
5:35 Bukan
5:35 Itu hanya penggambaran
5:39 Buddha Maitreya tidak harus lahir di Tiongkok
5:42 Buddha Maitreya tidak harus bentuknya gemuk
5:45 Yang bentuk gemuk itu hanya satu versi
5:48 Karena kalau Anda melihat
5:49 Di Indonesia
5:51 Atau di beberapa tempat yang lain
5:53 Buddha Maitreya itu malah kurus kok
5:54 Saya mempunyai satu gambarnya
5:56 Buddha Maitreya itu kurus
5:59 Tidak segemuk itu
6:00 Cuma dikabarkan gemuk itu karena dianggap
6:03 Orang kalau penuh meta
6:06 Cinta kasih
6:07 Tidak stres kok
6:08 Jadi gemuk
6:10 Jadi Anda yang kurus-kurus
6:12 Tidak stres
6:14 Anda yang gemuk-gemuk
6:16 Wah ini karena penuh meta
6:18 Jadi kalau Anda mau menunjukkan
6:21 Kemetaan Anda
6:21 Gemuklah
6:22 Tambah berat badan Anda
6:26 Tapi yang repot
6:28 Wah
6:29 Kalau
6:30 Terus bawa handphone banyak
6:32 Di sekitar perut ini handphonenya banyak
6:35 Dulu orang ngomong pejer
6:37 Pejer sudah kuno handphone sekarang
6:38 Handphonenya kok tua begitu
6:41 Di perutnya
6:42 Itu bukan handphone tapi gajinya
6:45 Ya wah
6:46 Itu repot
6:48 Tapi Buddha Maitreya yang diceritakan itu kan
6:49 Seluruh badannya gemuk
6:50 Itu sebetulnya hanya menggambarkan cinta kasih
6:53 Ya
6:54 Jadi tidak harus bentuknya seperti itu
6:56 Banyak orang ngomong
6:57 Wih
6:58 Kalau ada orang gemuk
6:59 Kok kayak Maitreya mukanya
7:01 Sebetulnya kayak patung Maitreya
7:04 Maitreya nya sendiri belum tahu bentuknya kayak apa
7:09 Yang jelas
7:11 Agama Buddha itu mengakui kiamat
7:14 Kapan kiamat muncul
7:16 Ketika agama Buddha sudah tidak ada
7:20 Kemudian
7:21 Biku-biku sudah tidak ada
7:23 Kita sudah tidak mendengar Buddha Gautama lagi
7:25 Maka barulah muncul Buddha Maitreya
7:28 Banyak orang mencapai kesucian
7:29 Barulah itu kiamat
7:31 Karena itu
7:32 Anda tidak usah khawatir
7:34 Kalau nanti ada yang ngomong tahun 2003
7:37 2004, 2007, 2000 sekian
7:40 Ataupun tahun 3000
7:41 Kalau kita masih ngalami
7:43 Mengatakan kiamat dan sebagainya sudah
7:45 Selama Anda masih mendengar nama agama Buddha
7:48 Anda tidak usah takut
7:50 Belum kiamat
7:51 Itu yang pertama
7:53 Tetapi
7:54 Hal yang kedua yang saya harus sampaikan
7:57 Tadi di dalam dama dikatakan
7:58 Segala sesuatu yang berbentuk adalah tidak kekal
8:01 Bumi kita ini berbentuk
8:04 Maka bumi kita tidak kekal
8:06 Alias bisa kiamat
8:07 Karena bumi ini kiamatnya masih lama
8:11 Mungkin masih puluhan ribu tahun yang akan datang
8:14 Sebetulnya yang lebih dekat dengan kiamat itu malah kita
8:18 Jadi kita sendiri
8:20 Kenapa?
8:21 Karena badan kita ini juga merupakan paduan unsur
8:25 Unsur air
8:27 Unsur panas
8:29 Unsur tanah
8:31 Unsur api
8:32 Unsur udara
8:34 Ini malah yang juga bisa kiamat
8:37 Dan kiamatnya
8:39 Badan kita ini
8:41 Bisa setiap saat
8:44 Karena itu tidak usah bingung menunggu bumi
8:48 Yang akan kiamat
8:49 Yang akan
8:50 Ditunggu-tunggu
8:51 Sampai mengadakan upacara khusus
8:53 Tetapi sebetulnya kiamatnya diri kita ini yang paling penting
8:56 Bagaimana kita ini
8:58 Harus mempersiapkan kiamat kita
9:00 Apa yang harus kita lakukan?
9:05 Kita bakal kiamat
9:06 Kiamat kita ini namanya
9:08 Dalam bahasa sederhana adalah
9:10 Kematian
9:12 Kematian badan ini
9:14 Disebut kiamat
9:17 Walaupun bukan akhir segalanya
9:19 Sama dengan bumi kita
9:21 Bumi kita ini nanti disebut kiamat
9:24 Ketika hancur
9:25 Tetapi bukan akhir dari segalanya
9:27 Karena ketika dia sudah hancur
9:30 Dia kiamat
9:30 Dia nanti berproses
9:32 Dia bisa berbentuk lagi
9:34 Hancur lagi, berproses lagi
9:36 Hancur lagi, berproses lagi, menjadi lagi
9:39 Dan bumi kita ini sudah
9:41 Tak terhingga kali
9:43 Muncul dan tenggelam
9:44 Nah oleh karena itu badan kita juga sama
9:47 Badan kita bisa kiamat yang disebut
9:49 Kematian
9:50 Tapi bukan akhir segalanya
9:52 Karena kita juga bisa
9:54 Lahir lagi
9:55 Kiamat lagi, lahir lagi
9:57 Kiamat lagi, lahir lagi, kiamat lagi
10:00 Tetap sama
10:01 Oleh karena itu sekarang kita bukan mewaspadai
10:04 Kiamat yang besar yaitu bumi kita
10:06 Tapi adalah yang kedua
10:08 Yang kita harus ketahui bahwa
10:09 Kiamat kita itu adalah yang
10:11 Di tubuh kita ini
10:12 Apa sekarang yang harus kita lakukan?
10:15 Kalau semua yang kemarin kita baca di koran
10:18 Sambil
10:19 Berdoa mereka menunggu kiamat
10:21 Apakah kita juga harus berdoa
10:24 Menunggu mati?
10:26 Sudahlah kita gak usah melakukan apa-apa
10:28 Sembayang terus dah sampai mati
10:30 Nah kalau kita sembayang terus sampai mati
10:33 Apakah ini berguna?
10:36 Memang kita berguna
10:37 Untuk diri kita sendiri
10:38 Karena dengan sembayang terus
10:40 Membuat kita ini menambah kebajikan
10:42 Lewat pikiran, ucapan, dan perbuatan kita
10:44 Tapi tak berguna untuk yang lain
10:46 Karena itu kita tidak dianjurkan
10:48 Untuk sembayang
10:49 Terus-terusan menunggu kiamat
10:51 Juga bukan tidur
10:53 Dah, nunggu kiamat tidur aja
10:56 Yuk, tidur
10:57 Besok bangun dong
10:59 Kok belum kiamat? Tidur lagi
11:01 Kok belum lagi? Tidur lagi
11:03 Juga tidak, kenapa?
11:05 Karena tidur itu
11:08 Memang bukan karma buruk
11:10 Karena karma kan niat
11:12 Tidur itu tidak termasuk karma buruk
11:14 Tapi menyianyiakan
11:15 Kesempatan berbuat baik
11:18 Anda
11:19 Biasa tidur delapan jam sehari?
11:22 Biasa?
11:23 Biasa enggak?
11:25 Biasa ya?
11:26 Menurut teori kesehatan kan tidur delapan jam sehari
11:29 Sebetulnya Anda menyianyiakan loh delapan jam
11:32 Menyianyiakan kesempatan berbuat baik
11:34 Dikurangi sedikit
11:38 Dikorting, diskon
11:39 Mau lebaran
11:41 Ya, mau lebaran tidurnya didiskon
11:45 Apakah jadi tiga jam?
11:47 Apakah empat jam?
11:50 Loh
11:51 Sang Buddha satu jam loh tidur
11:53 Satu jam saja posisinya miring
11:56 Berarti itu tidak tidur
11:57 Full
11:58 Ya tidur sek menurut istilah Anda tadi ya
12:02 Tidak tidur sek
12:03 Oh miring loh
12:04 Dengan mengganjel tangannya
12:07 Berbaring di sebelah kanan kemudian mengganjel
12:09 Dengan tangan kepalanya
12:11 Itu berarti kalau tidur sek istilah Anda tadi
12:14 Tidur sungguhan, tidur lelap
12:16 Itu pasti jatuh
12:17 Satu jam saja tidak digunakan untuk tidur lelap
12:21 Dan selama 23 jam
12:23 Kesibukannya banyak sekali
12:26 Ceramah ke orang biasa
12:28 Ceramah bahkan sampai ke para dewa
12:31 Itu ada
12:32 Nah karena itu Anda yang masih tidur delapan jam
12:35 Coba didiskon
12:36 Ya
12:37 70% off
12:39 Nah 70%
12:41 Diskon 70%
12:43 Kalau berani
12:44 Kalau tidak berani ya 10% dulu
12:47 Ya
12:48 Ya kalau Anda belum
12:50 Belum berani
12:51 Belum berani 70% ya 10%
12:53 Ya
12:54 Nah
12:55 Kalau Anda sudah bisa diskon
12:57 Apa isinya?
12:58 Kenapa kok tidak
12:59 Kok tidak tidur itu apa yang dikerjakan?
13:04 Di dalam Dharma dikatakan
13:06 Kalau kita pada saat tidak tidur
13:08 Ada istilahnya itu
13:10 Jagarianu Yoga
13:11 Melakukan kekiatan berjaga
13:14 Melek
13:15 Tidak tidur
13:16 Apa yang dikerjakan?
13:17 Salah satunya memang sebayang
13:20 Ya
13:21 Sebayang atau tidak?
13:22 Dalam bahasa kita membaca parita
13:24 Itu bagus
13:25 Ya
13:26 Baca parita
13:28 Apa saja Anda boleh bacain?
13:30 Ya parita dari
13:31 Wandana sampai
13:32 Etawata sampai satu buku
13:34 Parita suci itu habis
13:35 Boleh
13:35 Karena itu Anda akan
13:37 Mengkonsentrasikan pikiran
13:39 Pada saat Anda membaca parita
13:40 Anda berkonsentrasi
13:43 Karena itu disarankan
13:44 Waktu membaca parita
13:45 Sebetulnya disebut
13:46 Anda yang biasa baca parita
13:48 Jangan dibaca dalam hati
13:50 Biasanya kalau di dalam hati
13:52 Konsentrasi lemah
13:53 Anda lupa
13:54 Tadi sampai dimana ya?
13:56 Pernah ngalami gitu?
13:57 Ya
13:58 Kalau di dalam hati
13:59 Mesti selip
14:00 Karena pikiran ini
14:01 Suka lompat-lompat
14:02 Makanya harus dibaca agak keras
14:04 Supaya nanti kalau selip sedikit
14:06 Kita masih ingat
14:07 Bibir kita ini nyebut apa
14:08 Set balik situ lagi
14:10 Baca parita bagus
14:12 Karena pikiran ucapan perbuatan kita
14:14 Diarahkan untuk konsentrasi
14:15 Pada saat kita tidak tidur itu
14:19 Membaca buku dama
14:21 Bagus
14:22 Buku komik
14:23 Kurang bagus
14:26 Atau lebih baik dihindari
14:28 Ya
14:29 Nonton televisi ya bisa
14:31 Sepak bola sampai pagi
14:32 Tapi tidak perlu
14:34 Nonton tinju
14:38 Melek pagi
14:39 Sampai jam 4 pagi
14:41 Tapi nontonnya tinju
14:42 Anda tadi kan sudah dikatakan
14:44 Kalau tidur itu mengurangi
14:47 Kesempatan berbuat baik
14:49 Sekarang melek
14:50 Tapi berbahagia
14:52 Kalau lihat orang
14:53 Dipukuli
14:54 Nah ini bikin karma buruk
14:56 Maunya itu melek itu
14:58 Supaya menambah karma baik
14:59 Sekarang malah nonton tinju
15:01 Ih hak pukul
15:02 Kok gak pukul-pukulan
15:03 Wah malah kurang mantep
15:05 Nonton tinju kok gak ada ya
15:06 Pukul-pukulan ya
15:07 Tinju kan cuma panteng-pantengan gitu
15:10 Anda kurang mantep
15:11 Pukul dong pukul
15:13 Yang keras
15:14 Wah K.O. lega
15:17 Berbahagia di atas penderitaan
15:18 Makhluk lain
15:20 Bodhisattva Siddhartha Gautama
15:22 Bodhisattva pada waktu itu
15:23 Beberapa lahiran yang dulu
15:24 Pernah loh lihat
15:26 Pada saat itu pergi ke sebuah pantai
15:29 Melihat ada nelayan
15:31 Mengambil ikan di laut
15:33 Barusan panen
15:35 Kemudian happy
15:36 Yuh seneng nih
15:37 Mereka sebagai nelayan happy
15:40 Senang melihat nelayan dapet ikan
15:43 Pada saat menjadi bodhisattva
15:44 Begitu lahir jadi panggilan Siddhartha
15:47 6 tahun sengsara
15:48 Hanya lihat
15:50 Nelayan happy
15:52 Karena panen
15:53 Lah kalau kita tuh pak
15:55 Lihat gebu-gebu kan
15:56 Seneng dan itu menjadi kecanduan
16:00 Berapa tahun kita harus sengsara nanti
16:03 Itu 6 tahun
16:04 Di bawah pohon bodi menderita
16:06 Itu di dalam banyak keterangan
16:08 Dikatakan itu adalah buah karma buruk beliau juga
16:11 Di kehidupan yang lampu
16:13 Berbahagia
16:14 Bermudita cita
16:16 Karena melihat
16:18 Nelayan yang panen ikan
16:20 Nah jadi kalau kita tidak
16:22 Tidur jagarianu yoga tadi
16:23 Lalu apa yang dikerjakan
16:25 Meditasi bagus
16:27 Meditasi adalah satu kegiatan yang sangat baik
16:29 Kenapa meditasi kok baik
16:31 Apakah itu sama dengan tidur? Tidak
16:33 Karena pada saat meditasi seperti yang tadi
16:35 Anda lakukan walaupun lompat-lompat
16:38 Pikirannya
16:38 Sebetulnya meditasi itu adalah mengarahkan
16:41 Pikiran kita pada satu titik
16:43 Memperhatikan objek kita
16:45 Apakah ada objeknya nafas
16:47 Apakah objeknya aduk cinta kasih
16:49 Dengan mengucap semoga semua makhluk bahagia
16:52 Sebetulnya tujuan Anda adalah
16:53 Berkonsentrasi
16:55 Pada saat pikiran Anda menyimpang
16:57 Penyimpangan Anda itu
16:59 Pasti
17:00 Berisi ketamaan
17:03 Kepenjian
17:04 Atau kegelapan batin
17:07 Begitu menyimpang yang berisi ketamaan
17:09 Kepenjian kegelapan batin itu
17:11 Anda tarik kembali
17:12 Anda perhatikan objek lagi
17:15 Apakah itu objek nafas
17:17 Apakah itu objek semoga semua makhluk bahagia
17:19 Sama saja tapi begitu pikiran Anda
17:21 Menyimpang
17:22 Tidak memikirkan hal itu lagi
17:24 Anda harus tarik kembali
17:27 Sehingga kalau Anda bisa bermeditasi
17:29 15 menit
17:30 Sebetulnya selama 15 menit Anda berkonsentrasi
17:33 Anda sudah mengendalikan
17:35 Pikiran dari ketamaan
17:37 Kepenjian kegelapan batin
17:39 Ini luar biasa
17:41 Nah sekarang
17:43 Apa gunanya meditasi ini di dalam kehidupan sehari-hari
17:45 Kalau Anda sudah biasa
17:47 Melakukan itu dikala Anda tidak tidur
17:50 Anda
17:51 Nanti di dalam kehidupan sehari-hari
17:53 Juga sama
17:54 Anda bergaul dengan seseorang
17:57 Anda berkumpul di dalam masyarakat
17:59 Selama pikiran Anda penuh konsentrasi
18:01 Maka kejengkelan
18:03 Kepenjian
18:04 Lenyap
18:05 Kejengkelan kebencian itu muncul
18:10 Dari keinginan
18:11 Kita untuk mempertahankan
18:13 Kebahagiaan yang terlepas
18:15 Misalnya
18:16 Hujan
18:19 Kenapa karena kita kepengen jalan jalan
18:21 Tapi kalau mau tidur
18:23 Hujan kan happy
18:24 Aduh hujan emaknya
18:26 Kemulang ngirit AC
18:28 Sudah melungker
18:30 Jadi masalahnya bukan di hujannya kan
18:33 Masalahnya kan di pikiran kita
18:35 Ketamaan kita
18:36 Ketika kita tamak mau ngirit AC
18:38 Hujan happy
18:41 Enak
18:42 Tapi ketika kita muncul kebencian pada hujan
18:47 Karena kita kepengen jalan-jalan
18:48 Atau duduk di taman
18:50 Jengkel lah kita
18:53 Semua karena diri kita
18:54 Tapi pada saat kita selalu sadar
18:56 Memperhatikan nafas
18:57 Selalu sadar
18:59 Memperhatikan kata-kata semoga semua mahluk bahagia
19:01 Maka di dalam kehidupan kita-kita selalu sadar
19:04 Saat ini saya sedang apa
19:06 Saat ini saya sedang duduk
19:07 Tetapi saya melihat hujan
19:09 Karena itu saya tetap duduk di teras rumah saja
19:12 Tidak perlu di taman
19:13 Maka batin terbebas dari kebencian
19:17 Batin terbebas dari ketamaan
19:19 Kalau sudah begini
19:22 Tidak perlu di taman
19:24 Itu kita dalam kehidupan sehari-hari
19:27 Sangat bermanfaat
19:29 Tidak lagi diisi dengan hal-hal yang berisi ketamaan
19:32 Kebencian
19:33 Tapi kita bisa berisi
19:37 Ketenangan
19:38 Apa ketamaan kebencian
19:40 Anda yang walaupun mahasiswa
19:42 Kadang-kadang suka loh main
19:43 Semacam counter strike gitu
19:46 Suka dong
19:48 CS CS
19:50 Ya kan
19:51 Kan kadang masih suka
19:53 Wah tembak kan
19:54 Tembak sini
19:55 Dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar
19:57 Kalau udah speakernya gede
19:58 Sewenengnya luar biasa
19:59 Dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar
20:03 Apa yang ada di otak kita
20:04 Happy membunuh
20:06 Lalu nanti kalau itu otak sudah kemasukan counter strike terus
20:10 CS itu
20:12 Nanti lihat orang ya pengennya ya
20:14 Dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar
20:16 Sayang gak punya senapan
20:18 Coba kalau punya senapan apa gak jadi teroris tau kita
20:22 Kenapa?
20:22 Karena kita bahagia melihat
20:25 Sahabatnya
20:26 Penderitaan makhluk lain.
20:29 Nah justru disinilah kita.
20:31 Di dalam Jagariano Yoga.
20:32 Pada saat kita mempertahankan kondisi kesadaran.
20:36 Melek mata.
20:37 Hal-hal yang bermanfaatlah yang kita kerjakan.
20:41 Bermanfaat yang ke dalam mungkin tadi membaca parita, bermeditasi.
20:45 Tetapi bermanfaat keluar pada saat kita melakukan kegiatan apapun juga.
20:50 Pada saat kita berjalan, berbicara maupun berpikir.
20:54 Coba lah kita selalu melakukan itu dengan konsentrasi.
20:58 Konsentrasi, terus konsentrasi, konsentrasi, konsentrasi.
21:02 Lalu apa hasilnya?
21:03 Kalau kiamat itu muncul saat ini.
21:07 Saat ini kiamat kecil bagi kita alias kita mati.
21:10 Karena kita konsentrasi saat ini saya sedang apa?
21:13 Misalnya sedang duduk disini.
21:15 Matilah kita.
21:16 Tenang.
21:17 Apa yang disebut mati tidak tenang?
21:20 Ketika pikiran kita ke tempat lain.
21:23 Lain kematian datang.
21:25 Anda tentu tahu.
21:26 Di beberapa tempat atau beberapa kejadian.
21:31 Ada orang meninggal di luar.
21:34 Di rumahnya datang makhluk.
21:37 Seperti yang meninggal itu.
21:40 Ya.
21:41 Apakah mungkin Anda pernah merasakan misalnya.
21:45 Si A meninggal, keluarga kita meninggal si A ini.
21:48 Suka merokok.
21:49 Maka nanti di dalam rumah.
21:53 Kadang-kadang bau rokok kesenangannya si A loh.
21:55 Bukan orang yang merokok kan juga semua bau.
21:58 Tetapi kita bisa membedakan ini baunya si A.
22:01 Bukan baunya orang lain.
22:03 Pernahkah Anda dengar seperti itu?
22:05 Ya.
22:06 Kalau dia pakai sandal.
22:08 Sering nyeret sandalnya srek.
22:10 Srek.
22:10 Srek.
22:11 Pada saat orang itu meninggal.
22:13 Nanti Anda bisa dengar dari dalam kamar.
22:21 Iya dong?
22:22 Pernahkah Anda dengar pengalaman seperti itu?
22:25 Pernah dong?
22:27 Nah.
22:27 Kenapa begitu?
22:28 Padahal dia matinya di luar rumah.
22:31 Kenapa dia bisa terlahir di dalam rumah itu?
22:34 Karena pada saat dia di luar rumah.
22:38 Pikirannya itu di dalam rumah.
22:42 Dia di jalan tapi mikiri keluarganya yang di rumah.
22:46 Akhirnya begitu kiamat kecilnya datang.
22:50 Pikiran yang terakhir itulah yang sampai ke rumah.
22:54 Lahirah dia sebagai makhluk peta di rumah.
22:58 Sehingga membawa.
22:59 Badan gini seperti rokok.
23:01 Atau mendengarkan langkah kakinya yang diseret.
23:05 Itu semua adalah karena pikiran.
23:07 Sebaliknya ada orang meninggal di luar.
23:10 Yang di luar dulunya Anda angker jadi angker.
23:13 Itu juga ada.
23:14 Perempatan itu dulunya sebelum kecelakaan tidak ada problem.
23:18 Begitu ada si A yang kecelakaan di sana.
23:20 Akhirnya di perempatannya sering kelihatan si A.
23:23 Itu juga ada gitu.
23:24 Kenapa?
23:25 Karena pada saat dia sedang menaik sepeda motor misalnya.
23:29 Pikirannya pada saat dia datang kiamat kecil.
23:32 Dia mikirin tempat.
23:34 Tempatnya dia ini.
23:37 Tempat dia kecelakaan.
23:39 Perempatannya itu.
23:40 Matilah dia.
23:41 Lahirlah di situ.
23:43 Sebagai penunggu tempat itu.
23:44 Lalu bagaimana sekarang menghadapi kiamat kecil ini?
23:48 Tetap berkonsentrasi.
23:51 Sadari.
23:52 Kematian itu prosesnya datangnya dari mana?
23:55 Kalau kematian yang ringan.
23:56 Artinya kematian yang santai.
23:58 Yang di tempat tidur.
23:59 Yang di mana.
24:00 Itu-itu masih bisa disadari.
24:02 Jadi bagaimana cara menyadarinya?
24:05 Kadang kalau kita mau tidur itu.
24:07 Coba Anda sadari.
24:08 Bagian mana dulu yang tidur?
24:10 Sadari coba.
24:11 Anda nanti bisa takut tidur.
24:13 Kalau Anda ngerti tidur itu bagaimana?
24:16 Seperti orang tenggelam.
24:18 Pernah ngerasakan?
24:20 Pernah ngerasakan?
24:22 Seperti orang tenggelam.
24:23 Badan kaku sekali.
24:25 Tidak bisa digoyang.
24:26 Dan pada saat itu Anda tidur.
24:28 Seperti itu juga kira-kira kalau kematian yang agak santai.
24:33 Ya di tempat tidur.
24:34 Tapi kalau ketabraan itu sudah lain lagi.
24:37 Apalagi meledos pesawatnya itu cerita lain lagi.
24:40 Itu kematian yang elit kan naik pesawat terbang mati.
24:45 Ya itu kan langsung dikremasi sekalian.
24:48 Nah jadi.
24:50 Coba kalau kita tidur rasain.
24:53 Pertama kaki ini rasanya berat-berat-berat-berat.
24:56 Seperti kecemplung ke dalam air itu.
24:57 Berat-berat-berat-berat-berat.
24:59 Lama-lama-lama.
25:00 Bles.
25:01 Seperti orang tenggelam.
25:03 Kaku.
25:03 Apa saja yang Anda mau gerakan.
25:05 Tidak bisa.
25:05 Badan Anda tidak bisa.
25:07 Ngomong tidak bisa.
25:08 Apa saja Anda tidak bisa.
25:10 Setelah pagi.
25:11 Anda boleh latihan tidur.
25:14 Belajar tidur.
25:15 Nah sekarang kalau pada saat Anda tidur.
25:17 Lalu rasa berat-berat-berat.
25:19 Nanti kalau saya gini-gini.
25:20 Pikiran ke tempat lain.
25:22 Tidak bisa tidur lagi.
25:24 Nah sekarang kalau kematian itu datang.
25:28 Pikiran ke tempat lain.
25:29 Dia ngikut.
25:31 Begitu kita mati.
25:32 Pikiran di tempat lain.
25:34 Kita lahir di alam sana.
25:35 Tapi kalau tidur.
25:36 Pikiran di tempat lain.
25:38 Ya anggaplah ini percobaan.
25:39 Gagalah tidur kita.
25:41 Bangun lagi.
25:42 Nanti belajar lagi tidur.
25:43 Mikirin lagi karena kita takut.
25:45 Guncang lagi.
25:45 Mikirin lagi.
25:47 Kegagalan pada saat Anda belajar tidur.
25:50 Tidak ada efeknya.
25:52 Tapi kegagalan ketika kita menghadapi.
25:55 Kiamat kecil.
25:57 Efeknya.
25:57 Kita lahir.
25:59 Di alam yang.
26:00 Menderita.
26:01 Karena itu saudara-saudara.
26:04 Kiamat pasti.
26:06 Karena di dalam Dharma dikatakan.
26:08 Segala yang berbentuk.
26:10 Tidak kekal adanya.
26:11 Segala yang merupakan paduan unsur.
26:14 Tidak kekal adanya.
26:15 Kiamat bumi kita pasti.
26:18 Tetapi bukan sekarang juga.
26:20 Kepastian yang berikutnya.
26:21 Kenapa?
26:22 Karena di dalam Dharma dikatakan.
26:25 Kiamatnya bumi ini.
26:26 Adalah ketika.
26:28 Terlahir Buddha Maitreya.
26:29 Setelah.
26:31 Ajaran Buddha Gautama.
26:32 Lenyap.
26:33 Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah.
26:36 Kiamatnya diri kita.
26:38 Karena diri kita juga merupakan paduan unsur.
26:41 Karena itu.
26:41 Untuk mempersiapkan kiamatnya diri kita.
26:44 Kita mengembangkan konsentrasi.
26:47 Mengembangkan konsentrasi bagaimana?
26:50 Mengembangkan konsentrasi.
26:52 Di dalam apa saja yang kita lakukan.
26:55 Kita ucapkan dan kita pikirkan.
26:57 Salah satunya dengan mengurangi istirahat kita.
27:00 Kita mengurangi tidur kita.
27:02 Sebetulnya adalah untuk terus melatih kesadaran kita.
27:06 Sehingga pada saat kematian itu datang.
27:08 Kesadaran kita tetap di dalam diri kita.
27:12 Orang yang meninggal dengan kesadaran.
27:15 Terbebas dari ketamaan.
27:16 Terbebas dari kebencian.
27:18 Terbebas dari kegelapan batin.
27:20 Sebetulnya orang inilah.
27:22 Yang meninggal tak terlahirkan kembali.
27:25 Inilah orang yang disebut mencapai kesucian.
27:28 Selama kita meninggal.
27:30 Kita masih terpikir yang lain.
27:31 Yang berisi ketamaan, kebencian, kegelapan batin.
27:36 Selama itu pula.
27:37 Kita akan kiamat lahir lagi.
27:40 Kiamat lahir lagi.
27:42 Kiamat lahir lagi.
27:44 Dan kelahiran.
27:46 Bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
27:48 Kenapa kita menjadi banyak sulit di dalam kehidupan?
27:52 Sebetulnya sebabnya karena kita kan lahir.
27:55 Ada lahir jadi kita tambah dewasa.
27:58 Bisa sakit.
28:00 Bisa tua.
28:00 Bisa mati.
28:02 Tanggung jawab segini besar.
28:04 Capek di sana dan di sini.
28:06 Kenapa?
28:07 Karena kita lahir.
28:09 Karena itu.
28:09 Biarlah kelahiran ini menjadi yang terakhir.
28:12 Kita potong.
28:13 Sehingga lahir lagi.
28:15 Sudah tidak ada kesempatan lagi.
28:17 Biar ini menjadi kematian yang terakhir.
28:20 Tapi itu harus disiapkan.
28:22 Mulai dari sekarang.
28:24 Karena itu.
28:26 Cobalah kita jangan hanya takut pada kiamat besar.
28:29 Tapi.
28:30 Marilah kita siap.
28:31 Untuk menghadapi kiamat kecil kita.
28:34 Semoga dengan keyakinan kita kepada Dharma.
28:37 Kita akan selalu bisa mengisi hidup kita.
28:40 Dengan konsentrasi.
28:41 Selalu sadar.
28:43 Saat ini saya sedang berjalan.
28:45 Sedang berbicara.
28:46 Maupun sedang berpikir.
28:48 Sehingga kebahagiaan menjadi milik kita.
28:51 Kelahiran ini menjadi kelahiran yang terakhir.
28:55 Untuk tak terlahirkan kembali.
28:57 Semoga anda semua.
28:59 Selalu berbahagia di dalam Dharma.
29:02 Semoga semua makhluk.
29:03 Bagi yang tampak maupun yang tidak tampak.
29:05 Memperoleh kebaikan dan kebahagiaan.
29:07 Sesuai dengan kondisi.
29:09 Karmanya masing-masing.
29:11 Sa be sa ta ba wan tu su ki ta ta.