Segenggam Daun
AUDIOBhikkhu Uttamo

Persiapan Kiamat Kecil

0:00—
Bahasa Indonesia

Subtitle Bahasa Indonesia belum tersedia.

Persiapan Kiamat Kecil

Tentang Ceramah

Ceramah ini membahas tentang 'kiamat kecil', yaitu kematian diri sendiri, sebagai persiapan yang lebih mendesak daripada menunggu kiamat bumi. Pembicara menjelaskan bahwa dalam agama Buddha, kiamat bumi terjadi jauh di masa depan setelah ajaran Buddha Gautama lenyap dan Buddha Maitreya muncul, sehingga fokus utama adalah menghadapi kematian yang pasti datang. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan baik, agar tidak terlahir kembali dalam penderitaan. Gagasan utamanya adalah dengan mengurangi tidur untuk melatih kesadaran, melakukan meditasi untuk mengendalikan pikiran, dan mengembangkan kesadaran dalam setiap tindakan, ucapan, dan pikiran. Alur pemikiran dimulai dari penjelasan tentang kiamat dalam agama Buddha, kemudian beralih ke kematian sebagai kiamat kecil, dilanjutkan dengan saran praktis seperti mengurangi tidur dan meditasi, serta diakhiri dengan pentingnya kesadaran saat menghadapi kematian. Pesan utamanya adalah bahwa persiapan menghadapi kematian harus dilakukan sekarang melalui latihan konsentrasi dan kesadaran, agar saat kematian tiba kita dapat mencapai kebebasan dari penderitaan.

Bagian PentingAI · suggested — belum ditinjau manusia
  1. Kiamat dalam Agama Buddha
    Pembicara menjelaskan bahwa agama Buddha mengakui kiamat, tetapi kiamat bumi terjadi setelah ajaran Buddha Gautama lenyap dan Buddha Maitreya muncul, bukan dalam waktu dekat.
  2. Kiamat Kecil: Kematian Diri Sendiri
    Kiamat yang lebih dekat adalah kematian diri sendiri karena tubuh adalah paduan unsur yang tidak kekal. Kita harus mempersiapkan diri menghadapi kematian, bukan hanya menunggu kiamat bumi.
  3. Mengurangi Tidur untuk Melatih Kesadaran
    Pembicara menyarankan mengurangi tidur untuk melakukan kegiatan bermanfaat seperti membaca parita, meditasi, dan meningkatkan konsentrasi, karena tidur menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik.
  4. Manfaat Meditasi dalam Kehidupan Sehari-hari
    Meditasi melatih konsentrasi yang membantu mengendalikan pikiran dari ketamakan, kebencian, dan kegelapan batin, sehingga kita lebih tenang dan sadar dalam aktivitas sehari-hari.
  5. Pentingnya Kesadaran Saat Menghadapi Kematian
    Kematian yang tenang terjadi jika pikiran tetap sadar dan tidak melekat pada hal lain. Contoh orang meninggal yang pikirannya terikat pada rumah atau tempat kecelakaan menyebabkan kelahiran di alam yang menderita.
  6. Persiapan Menghadapi Kiamat Kecil
    Kita harus mengembangkan konsentrasi dan kesadaran dalam setiap tindakan, ucapan, dan pikiran, agar saat kematian tiba kita tidak terlahir kembali dan mencapai kebebasan dari penderitaan.
AwakeningAI · suggestedMindfulnessAI · suggestedImpermanenceAI · suggestedLetting GoAI · suggestedMeditationAI · suggestedSulit Melepassuggested
Transkrip LengkapAI · suggested — belum ditinjau manusia
NAKMU TASA PAKKUWATO AKRAHATO SAMA SAMBUDHASA
NAKMU TASA PAKKUWATO AKRAHATO SAMA SAMBUDHASA
NAKMU TASA PAKKUWATO AKRAHATO SAMA SAMBUDHASA
Segala sesuatu yang berbentuk adalah tidak kekal adanya
Saudara-saudara, dalam perjumpaan malam hari ini
Saya akan membahas tentang sedikit berita-berita yang berhidar
Satu yang paling kuat dan tadi sedikit disinggung sebelum pertemuan ini adalah tentang kiamat
Saya kira Anda sudah jelas kalau di koran akhir-akhir ini hipoh kiamat sangat luar biasa
Bahkan mereka sudah menentukan 10 November kiamat
Terus antara jam 9 sampai jam 3 siang katanya bakal kiamat
Eh jam 3 tidak kiamat ditangkap polisi
Lalu ditanya, loh kok tidak jadi kiamat?
Lagi ditangkap polisi, jadi tidak kiamat ya, enak
Polisinya yang salah, nanti katanya tunggu beberapa tahun lagi kiamat lagi
Nah saya kira itu saudara sudah mengikuti seperti itu di koran banyak sekali, di televisi, di mana-mana
Sehingga saya juga sering mendapatkan berita atau sering mendapatkan pertanyaan
Apa agama Buddha mengenal istilah kiamat?
Di dalam agama Buddha, karena kita mempunyai satu konsep atau pengertian
Segala sesuatu yang berbentuk adalah tidak kekal
Dengan demikian bumi ini karena dia berbentuk juga tidak kekal
Atau malah sebetulnya kalau di dalam Dharma dia bukan berbentuk saja
Dia mengatakan paduan unsur
Segala sesuatu yang merupakan paduan unsur pasti tidak kekal
Dunia kita, semesta kita ini juga merupakan paduan unsur
Jadi pasti tidak kekal, jadi pasti ada kiamat
Tetapi kiamatnya tidak cepat-cepat
Jadi anda tidak usah buru-buru terus juali harta
Tulis surat wasiat, kalau kiamat minggu depan jadi sudah ada pewarisnya
Nah kalau kiamat siapa yang mewarisi, mati semua loh
Tidak ada pewarisnya
Malah beberapa tahun yang lalu di luar negeri karena tidak kiamat
Kiamat mungkin karena malu atau apa, bunuh diri bareng
Jadi sekarang ini pengertiannya bagaimana?
Kiamat di dalam agama Buddha ada, tapi kapan?
Nah dikatakan di dalam Dharma
Kiamat ini muncul atau akan terjadi
Kalau sudah muncul Buddha Maitreya
Ya
Muncul Buddha yang baru namanya Buddha Maitreya
Apakah sekarang ini
Jamannya Buddha Maitreya?
Kalau sekarang ngomong jamannya Buddha Maitreya, kiamat sebentar lagi
Tetapi di dalam Dharma disampaikan lagi
Kapan Buddha Maitreya itu muncul?
Munculnya Buddha Maitreya itu ketika
Ajaran Buddha Gautama ini habis
Jadi ajaran Buddha Gautama apa?
Ya agama Buddha?
Ada yang kita kenal ini, ini ajaran Buddha Gautama
Bihara-bihara tutup semua, runtuh semua
Dibubarkan jadi diskotik karaoke
Biku-biku sudah tidak ada
Jadi
Jadi apa biku-biku?
Ya mungkin
Jadi jin?
DJ?
Ya mungkin, mungkin
Dari mana bisa terpikir biku jadi DJ?
Ada lagi
Ya oke lah
Oh ya, Bihara sudah jadi diskotik
Bikunya jadi DJ-nya
Kenapa tidak jadi satamnya ya?
Ya
Buku-buku Dharma sudah dijual semua, dikilukan semua
Kalau memang agama Buddha itu tidak ada
Semua orang sudah tidak mengerti namanya Buddha Gautama
Ditanya siapa sih Buddha Gautama sudah tidak kenal lagi?
Itu berjalan ribuan tahun
Baru muncul Buddha Maitreya
Kalau sudah Buddha Maitreya lahir
Kemudian mengajarkan Dharma
Banyak orang mencapai kesucian
Barulah timbul kiamat
Nah lalu ada yang tanya lagi
Buddha Maitreya apa?
Bentuknya seperti yang biasa digambarkan itu
Milekud
Ya
Banyak orang keliru
Kalau ada yang Buddha yang gemuk itu
Dipanggilnya Jilehud
Jalah
Jilehud itu Buddha Gautama
Ya ini Jilehud
Ya yang gemuk itu Milekud
Ya Milekud
Bukan Jilehud
Nah sekarang
Kan sudah ada gambarnya
Apa Milekud itu seperti itu?
Apakah Buddha Maitreya itu seperti itu?
Bukan
Itu hanya penggambaran
Buddha Maitreya tidak harus lahir di Tiongkok
Buddha Maitreya tidak harus bentuknya gemuk
Yang bentuk gemuk itu hanya satu versi
Karena kalau Anda melihat
Di Indonesia
Atau di beberapa tempat yang lain
Buddha Maitreya itu malah kurus kok
Saya mempunyai satu gambarnya
Buddha Maitreya itu kurus
Tidak segemuk itu
Cuma dikabarkan gemuk itu karena dianggap
Orang kalau penuh meta
Cinta kasih
Tidak stres kok
Jadi gemuk
Jadi Anda yang kurus-kurus
Tidak stres
Anda yang gemuk-gemuk
Wah ini karena penuh meta
Jadi kalau Anda mau menunjukkan
Kemetaan Anda
Gemuklah
Tambah berat badan Anda
Tapi yang repot
Wah
Kalau
Terus bawa handphone banyak
Di sekitar perut ini handphonenya banyak
Dulu orang ngomong pejer
Pejer sudah kuno handphone sekarang
Handphonenya kok tua begitu
Di perutnya
Itu bukan handphone tapi gajinya
Ya wah
Itu repot
Tapi Buddha Maitreya yang diceritakan itu kan
Seluruh badannya gemuk
Itu sebetulnya hanya menggambarkan cinta kasih
Ya
Jadi tidak harus bentuknya seperti itu
Banyak orang ngomong
Wih
Kalau ada orang gemuk
Kok kayak Maitreya mukanya
Sebetulnya kayak patung Maitreya
Maitreya nya sendiri belum tahu bentuknya kayak apa
Yang jelas
Agama Buddha itu mengakui kiamat
Kapan kiamat muncul
Ketika agama Buddha sudah tidak ada
Kemudian
Biku-biku sudah tidak ada
Kita sudah tidak mendengar Buddha Gautama lagi
Maka barulah muncul Buddha Maitreya
Banyak orang mencapai kesucian
Barulah itu kiamat
Karena itu
Anda tidak usah khawatir
Kalau nanti ada yang ngomong tahun 2003
2004, 2007, 2000 sekian
Ataupun tahun 3000
Kalau kita masih ngalami
Mengatakan kiamat dan sebagainya sudah
Selama Anda masih mendengar nama agama Buddha
Anda tidak usah takut
Belum kiamat
Itu yang pertama
Tetapi
Hal yang kedua yang saya harus sampaikan
Tadi di dalam dama dikatakan
Segala sesuatu yang berbentuk adalah tidak kekal
Bumi kita ini berbentuk
Maka bumi kita tidak kekal
Alias bisa kiamat
Karena bumi ini kiamatnya masih lama
Mungkin masih puluhan ribu tahun yang akan datang
Sebetulnya yang lebih dekat dengan kiamat itu malah kita
Jadi kita sendiri
Kenapa?
Karena badan kita ini juga merupakan paduan unsur
Unsur air
Unsur panas
Unsur tanah
Unsur api
Unsur udara
Ini malah yang juga bisa kiamat
Dan kiamatnya
Badan kita ini
Bisa setiap saat
Karena itu tidak usah bingung menunggu bumi
Yang akan kiamat
Yang akan
Ditunggu-tunggu
Sampai mengadakan upacara khusus
Tetapi sebetulnya kiamatnya diri kita ini yang paling penting
Bagaimana kita ini
Harus mempersiapkan kiamat kita
Apa yang harus kita lakukan?
Kita bakal kiamat
Kiamat kita ini namanya
Dalam bahasa sederhana adalah
Kematian
Kematian badan ini
Disebut kiamat
Walaupun bukan akhir segalanya
Sama dengan bumi kita
Bumi kita ini nanti disebut kiamat
Ketika hancur
Tetapi bukan akhir dari segalanya
Karena ketika dia sudah hancur
Dia kiamat
Dia nanti berproses
Dia bisa berbentuk lagi
Hancur lagi, berproses lagi
Hancur lagi, berproses lagi, menjadi lagi
Dan bumi kita ini sudah
Tak terhingga kali
Muncul dan tenggelam
Nah oleh karena itu badan kita juga sama
Badan kita bisa kiamat yang disebut
Kematian
Tapi bukan akhir segalanya
Karena kita juga bisa
Lahir lagi
Kiamat lagi, lahir lagi
Kiamat lagi, lahir lagi, kiamat lagi
Tetap sama
Oleh karena itu sekarang kita bukan mewaspadai
Kiamat yang besar yaitu bumi kita
Tapi adalah yang kedua
Yang kita harus ketahui bahwa
Kiamat kita itu adalah yang
Di tubuh kita ini
Apa sekarang yang harus kita lakukan?
Kalau semua yang kemarin kita baca di koran
Sambil
Berdoa mereka menunggu kiamat
Apakah kita juga harus berdoa
Menunggu mati?
Sudahlah kita gak usah melakukan apa-apa
Sembayang terus dah sampai mati
Nah kalau kita sembayang terus sampai mati
Apakah ini berguna?
Memang kita berguna
Untuk diri kita sendiri
Karena dengan sembayang terus
Membuat kita ini menambah kebajikan
Lewat pikiran, ucapan, dan perbuatan kita
Tapi tak berguna untuk yang lain
Karena itu kita tidak dianjurkan
Untuk sembayang
Terus-terusan menunggu kiamat
Juga bukan tidur
Dah, nunggu kiamat tidur aja
Yuk, tidur
Besok bangun dong
Kok belum kiamat? Tidur lagi
Kok belum lagi? Tidur lagi
Juga tidak, kenapa?
Karena tidur itu
Memang bukan karma buruk
Karena karma kan niat
Tidur itu tidak termasuk karma buruk
Tapi menyianyiakan
Kesempatan berbuat baik
Anda
Biasa tidur delapan jam sehari?
Biasa?
Biasa enggak?
Biasa ya?
Menurut teori kesehatan kan tidur delapan jam sehari
Sebetulnya Anda menyianyiakan loh delapan jam
Menyianyiakan kesempatan berbuat baik
Dikurangi sedikit
Dikorting, diskon
Mau lebaran
Ya, mau lebaran tidurnya didiskon
Apakah jadi tiga jam?
Apakah empat jam?
Loh
Sang Buddha satu jam loh tidur
Satu jam saja posisinya miring
Berarti itu tidak tidur
Full
Ya tidur sek menurut istilah Anda tadi ya
Tidak tidur sek
Oh miring loh
Dengan mengganjel tangannya
Berbaring di sebelah kanan kemudian mengganjel
Dengan tangan kepalanya
Itu berarti kalau tidur sek istilah Anda tadi
Tidur sungguhan, tidur lelap
Itu pasti jatuh
Satu jam saja tidak digunakan untuk tidur lelap
Dan selama 23 jam
Kesibukannya banyak sekali
Ceramah ke orang biasa
Ceramah bahkan sampai ke para dewa
Itu ada
Nah karena itu Anda yang masih tidur delapan jam
Coba didiskon
Ya
70% off
Nah 70%
Diskon 70%
Kalau berani
Kalau tidak berani ya 10% dulu
Ya
Ya kalau Anda belum
Belum berani
Belum berani 70% ya 10%
Ya
Nah
Kalau Anda sudah bisa diskon
Apa isinya?
Kenapa kok tidak
Kok tidak tidur itu apa yang dikerjakan?
Di dalam Dharma dikatakan
Kalau kita pada saat tidak tidur
Ada istilahnya itu
Jagarianu Yoga
Melakukan kekiatan berjaga
Melek
Tidak tidur
Apa yang dikerjakan?
Salah satunya memang sebayang
Ya
Sebayang atau tidak?
Dalam bahasa kita membaca parita
Itu bagus
Ya
Baca parita
Apa saja Anda boleh bacain?
Ya parita dari
Wandana sampai
Etawata sampai satu buku
Parita suci itu habis
Boleh
Karena itu Anda akan
Mengkonsentrasikan pikiran
Pada saat Anda membaca parita
Anda berkonsentrasi
Karena itu disarankan
Waktu membaca parita
Sebetulnya disebut
Anda yang biasa baca parita
Jangan dibaca dalam hati
Biasanya kalau di dalam hati
Konsentrasi lemah
Anda lupa
Tadi sampai dimana ya?
Pernah ngalami gitu?
Ya
Kalau di dalam hati
Mesti selip
Karena pikiran ini
Suka lompat-lompat
Makanya harus dibaca agak keras
Supaya nanti kalau selip sedikit
Kita masih ingat
Bibir kita ini nyebut apa
Set balik situ lagi
Baca parita bagus
Karena pikiran ucapan perbuatan kita
Diarahkan untuk konsentrasi
Pada saat kita tidak tidur itu
Membaca buku dama
Bagus
Buku komik
Kurang bagus
Atau lebih baik dihindari
Ya
Nonton televisi ya bisa
Sepak bola sampai pagi
Tapi tidak perlu
Nonton tinju
Melek pagi
Sampai jam 4 pagi
Tapi nontonnya tinju
Anda tadi kan sudah dikatakan
Kalau tidur itu mengurangi
Kesempatan berbuat baik
Sekarang melek
Tapi berbahagia
Kalau lihat orang
Dipukuli
Nah ini bikin karma buruk
Maunya itu melek itu
Supaya menambah karma baik
Sekarang malah nonton tinju
Ih hak pukul
Kok gak pukul-pukulan
Wah malah kurang mantep
Nonton tinju kok gak ada ya
Pukul-pukulan ya
Tinju kan cuma panteng-pantengan gitu
Anda kurang mantep
Pukul dong pukul
Yang keras
Wah K.O. lega
Berbahagia di atas penderitaan
Makhluk lain
Bodhisattva Siddhartha Gautama
Bodhisattva pada waktu itu
Beberapa lahiran yang dulu
Pernah loh lihat
Pada saat itu pergi ke sebuah pantai
Melihat ada nelayan
Mengambil ikan di laut
Barusan panen
Kemudian happy
Yuh seneng nih
Mereka sebagai nelayan happy
Senang melihat nelayan dapet ikan
Pada saat menjadi bodhisattva
Begitu lahir jadi panggilan Siddhartha
6 tahun sengsara
Hanya lihat
Nelayan happy
Karena panen
Lah kalau kita tuh pak
Lihat gebu-gebu kan
Seneng dan itu menjadi kecanduan
Berapa tahun kita harus sengsara nanti
Itu 6 tahun
Di bawah pohon bodi menderita
Itu di dalam banyak keterangan
Dikatakan itu adalah buah karma buruk beliau juga
Di kehidupan yang lampu
Berbahagia
Bermudita cita
Karena melihat
Nelayan yang panen ikan
Nah jadi kalau kita tidak
Tidur jagarianu yoga tadi
Lalu apa yang dikerjakan
Meditasi bagus
Meditasi adalah satu kegiatan yang sangat baik
Kenapa meditasi kok baik
Apakah itu sama dengan tidur? Tidak
Karena pada saat meditasi seperti yang tadi
Anda lakukan walaupun lompat-lompat
Pikirannya
Sebetulnya meditasi itu adalah mengarahkan
Pikiran kita pada satu titik
Memperhatikan objek kita
Apakah ada objeknya nafas
Apakah objeknya aduk cinta kasih
Dengan mengucap semoga semua makhluk bahagia
Sebetulnya tujuan Anda adalah
Berkonsentrasi
Pada saat pikiran Anda menyimpang
Penyimpangan Anda itu
Pasti
Berisi ketamaan
Kepenjian
Atau kegelapan batin
Begitu menyimpang yang berisi ketamaan
Kepenjian kegelapan batin itu
Anda tarik kembali
Anda perhatikan objek lagi
Apakah itu objek nafas
Apakah itu objek semoga semua makhluk bahagia
Sama saja tapi begitu pikiran Anda
Menyimpang
Tidak memikirkan hal itu lagi
Anda harus tarik kembali
Sehingga kalau Anda bisa bermeditasi
15 menit
Sebetulnya selama 15 menit Anda berkonsentrasi
Anda sudah mengendalikan
Pikiran dari ketamaan
Kepenjian kegelapan batin
Ini luar biasa
Nah sekarang
Apa gunanya meditasi ini di dalam kehidupan sehari-hari
Kalau Anda sudah biasa
Melakukan itu dikala Anda tidak tidur
Anda
Nanti di dalam kehidupan sehari-hari
Juga sama
Anda bergaul dengan seseorang
Anda berkumpul di dalam masyarakat
Selama pikiran Anda penuh konsentrasi
Maka kejengkelan
Kepenjian
Lenyap
Kejengkelan kebencian itu muncul
Dari keinginan
Kita untuk mempertahankan
Kebahagiaan yang terlepas
Misalnya
Hujan
Kenapa karena kita kepengen jalan jalan
Tapi kalau mau tidur
Hujan kan happy
Aduh hujan emaknya
Kemulang ngirit AC
Sudah melungker
Jadi masalahnya bukan di hujannya kan
Masalahnya kan di pikiran kita
Ketamaan kita
Ketika kita tamak mau ngirit AC
Hujan happy
Enak
Tapi ketika kita muncul kebencian pada hujan
Karena kita kepengen jalan-jalan
Atau duduk di taman
Jengkel lah kita
Semua karena diri kita
Tapi pada saat kita selalu sadar
Memperhatikan nafas
Selalu sadar
Memperhatikan kata-kata semoga semua mahluk bahagia
Maka di dalam kehidupan kita-kita selalu sadar
Saat ini saya sedang apa
Saat ini saya sedang duduk
Tetapi saya melihat hujan
Karena itu saya tetap duduk di teras rumah saja
Tidak perlu di taman
Maka batin terbebas dari kebencian
Batin terbebas dari ketamaan
Kalau sudah begini
Tidak perlu di taman
Itu kita dalam kehidupan sehari-hari
Sangat bermanfaat
Tidak lagi diisi dengan hal-hal yang berisi ketamaan
Kebencian
Tapi kita bisa berisi
Ketenangan
Apa ketamaan kebencian
Anda yang walaupun mahasiswa
Kadang-kadang suka loh main
Semacam counter strike gitu
Suka dong
CS CS
Ya kan
Kan kadang masih suka
Wah tembak kan
Tembak sini
Dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar
Kalau udah speakernya gede
Sewenengnya luar biasa
Dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar
Apa yang ada di otak kita
Happy membunuh
Lalu nanti kalau itu otak sudah kemasukan counter strike terus
CS itu
Nanti lihat orang ya pengennya ya
Dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar-dar
Sayang gak punya senapan
Coba kalau punya senapan apa gak jadi teroris tau kita
Kenapa?
Karena kita bahagia melihat
Sahabatnya
Penderitaan makhluk lain.
Nah justru disinilah kita.
Di dalam Jagariano Yoga.
Pada saat kita mempertahankan kondisi kesadaran.
Melek mata.
Hal-hal yang bermanfaatlah yang kita kerjakan.
Bermanfaat yang ke dalam mungkin tadi membaca parita, bermeditasi.
Tetapi bermanfaat keluar pada saat kita melakukan kegiatan apapun juga.
Pada saat kita berjalan, berbicara maupun berpikir.
Coba lah kita selalu melakukan itu dengan konsentrasi.
Konsentrasi, terus konsentrasi, konsentrasi, konsentrasi.
Lalu apa hasilnya?
Kalau kiamat itu muncul saat ini.
Saat ini kiamat kecil bagi kita alias kita mati.
Karena kita konsentrasi saat ini saya sedang apa?
Misalnya sedang duduk disini.
Matilah kita.
Tenang.
Apa yang disebut mati tidak tenang?
Ketika pikiran kita ke tempat lain.
Lain kematian datang.
Anda tentu tahu.
Di beberapa tempat atau beberapa kejadian.
Ada orang meninggal di luar.
Di rumahnya datang makhluk.
Seperti yang meninggal itu.
Ya.
Apakah mungkin Anda pernah merasakan misalnya.
Si A meninggal, keluarga kita meninggal si A ini.
Suka merokok.
Maka nanti di dalam rumah.
Kadang-kadang bau rokok kesenangannya si A loh.
Bukan orang yang merokok kan juga semua bau.
Tetapi kita bisa membedakan ini baunya si A.
Bukan baunya orang lain.
Pernahkah Anda dengar seperti itu?
Ya.
Kalau dia pakai sandal.
Sering nyeret sandalnya srek.
Srek.
Srek.
Pada saat orang itu meninggal.
Nanti Anda bisa dengar dari dalam kamar.
Iya dong?
Pernahkah Anda dengar pengalaman seperti itu?
Pernah dong?
Nah.
Kenapa begitu?
Padahal dia matinya di luar rumah.
Kenapa dia bisa terlahir di dalam rumah itu?
Karena pada saat dia di luar rumah.
Pikirannya itu di dalam rumah.
Dia di jalan tapi mikiri keluarganya yang di rumah.
Akhirnya begitu kiamat kecilnya datang.
Pikiran yang terakhir itulah yang sampai ke rumah.
Lahirah dia sebagai makhluk peta di rumah.
Sehingga membawa.
Badan gini seperti rokok.
Atau mendengarkan langkah kakinya yang diseret.
Itu semua adalah karena pikiran.
Sebaliknya ada orang meninggal di luar.
Yang di luar dulunya Anda angker jadi angker.
Itu juga ada.
Perempatan itu dulunya sebelum kecelakaan tidak ada problem.
Begitu ada si A yang kecelakaan di sana.
Akhirnya di perempatannya sering kelihatan si A.
Itu juga ada gitu.
Kenapa?
Karena pada saat dia sedang menaik sepeda motor misalnya.
Pikirannya pada saat dia datang kiamat kecil.
Dia mikirin tempat.
Tempatnya dia ini.
Tempat dia kecelakaan.
Perempatannya itu.
Matilah dia.
Lahirlah di situ.
Sebagai penunggu tempat itu.
Lalu bagaimana sekarang menghadapi kiamat kecil ini?
Tetap berkonsentrasi.
Sadari.
Kematian itu prosesnya datangnya dari mana?
Kalau kematian yang ringan.
Artinya kematian yang santai.
Yang di tempat tidur.
Yang di mana.
Itu-itu masih bisa disadari.
Jadi bagaimana cara menyadarinya?
Kadang kalau kita mau tidur itu.
Coba Anda sadari.
Bagian mana dulu yang tidur?
Sadari coba.
Anda nanti bisa takut tidur.
Kalau Anda ngerti tidur itu bagaimana?
Seperti orang tenggelam.
Pernah ngerasakan?
Pernah ngerasakan?
Seperti orang tenggelam.
Badan kaku sekali.
Tidak bisa digoyang.
Dan pada saat itu Anda tidur.
Seperti itu juga kira-kira kalau kematian yang agak santai.
Ya di tempat tidur.
Tapi kalau ketabraan itu sudah lain lagi.
Apalagi meledos pesawatnya itu cerita lain lagi.
Itu kematian yang elit kan naik pesawat terbang mati.
Ya itu kan langsung dikremasi sekalian.
Nah jadi.
Coba kalau kita tidur rasain.
Pertama kaki ini rasanya berat-berat-berat-berat.
Seperti kecemplung ke dalam air itu.
Berat-berat-berat-berat-berat.
Lama-lama-lama.
Bles.
Seperti orang tenggelam.
Kaku.
Apa saja yang Anda mau gerakan.
Tidak bisa.
Badan Anda tidak bisa.
Ngomong tidak bisa.
Apa saja Anda tidak bisa.
Setelah pagi.
Anda boleh latihan tidur.
Belajar tidur.
Nah sekarang kalau pada saat Anda tidur.
Lalu rasa berat-berat-berat.
Nanti kalau saya gini-gini.
Pikiran ke tempat lain.
Tidak bisa tidur lagi.
Nah sekarang kalau kematian itu datang.
Pikiran ke tempat lain.
Dia ngikut.
Begitu kita mati.
Pikiran di tempat lain.
Kita lahir di alam sana.
Tapi kalau tidur.
Pikiran di tempat lain.
Ya anggaplah ini percobaan.
Gagalah tidur kita.
Bangun lagi.
Nanti belajar lagi tidur.
Mikirin lagi karena kita takut.
Guncang lagi.
Mikirin lagi.
Kegagalan pada saat Anda belajar tidur.
Tidak ada efeknya.
Tapi kegagalan ketika kita menghadapi.
Kiamat kecil.
Efeknya.
Kita lahir.
Di alam yang.
Menderita.
Karena itu saudara-saudara.
Kiamat pasti.
Karena di dalam Dharma dikatakan.
Segala yang berbentuk.
Tidak kekal adanya.
Segala yang merupakan paduan unsur.
Tidak kekal adanya.
Kiamat bumi kita pasti.
Tetapi bukan sekarang juga.
Kepastian yang berikutnya.
Kenapa?
Karena di dalam Dharma dikatakan.
Kiamatnya bumi ini.
Adalah ketika.
Terlahir Buddha Maitreya.
Setelah.
Ajaran Buddha Gautama.
Lenyap.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah.
Kiamatnya diri kita.
Karena diri kita juga merupakan paduan unsur.
Karena itu.
Untuk mempersiapkan kiamatnya diri kita.
Kita mengembangkan konsentrasi.
Mengembangkan konsentrasi bagaimana?
Mengembangkan konsentrasi.
Di dalam apa saja yang kita lakukan.
Kita ucapkan dan kita pikirkan.
Salah satunya dengan mengurangi istirahat kita.
Kita mengurangi tidur kita.
Sebetulnya adalah untuk terus melatih kesadaran kita.
Sehingga pada saat kematian itu datang.
Kesadaran kita tetap di dalam diri kita.
Orang yang meninggal dengan kesadaran.
Terbebas dari ketamaan.
Terbebas dari kebencian.
Terbebas dari kegelapan batin.
Sebetulnya orang inilah.
Yang meninggal tak terlahirkan kembali.
Inilah orang yang disebut mencapai kesucian.
Selama kita meninggal.
Kita masih terpikir yang lain.
Yang berisi ketamaan, kebencian, kegelapan batin.
Selama itu pula.
Kita akan kiamat lahir lagi.
Kiamat lahir lagi.
Kiamat lahir lagi.
Dan kelahiran.
Bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Kenapa kita menjadi banyak sulit di dalam kehidupan?
Sebetulnya sebabnya karena kita kan lahir.
Ada lahir jadi kita tambah dewasa.
Bisa sakit.
Bisa tua.
Bisa mati.
Tanggung jawab segini besar.
Capek di sana dan di sini.
Kenapa?
Karena kita lahir.
Karena itu.
Biarlah kelahiran ini menjadi yang terakhir.
Kita potong.
Sehingga lahir lagi.
Sudah tidak ada kesempatan lagi.
Biar ini menjadi kematian yang terakhir.
Tapi itu harus disiapkan.
Mulai dari sekarang.
Karena itu.
Cobalah kita jangan hanya takut pada kiamat besar.
Tapi.
Marilah kita siap.
Untuk menghadapi kiamat kecil kita.
Semoga dengan keyakinan kita kepada Dharma.
Kita akan selalu bisa mengisi hidup kita.
Dengan konsentrasi.
Selalu sadar.
Saat ini saya sedang berjalan.
Sedang berbicara.
Maupun sedang berpikir.
Sehingga kebahagiaan menjadi milik kita.
Kelahiran ini menjadi kelahiran yang terakhir.
Untuk tak terlahirkan kembali.
Semoga anda semua.
Selalu berbahagia di dalam Dharma.
Semoga semua makhluk.
Bagi yang tampak maupun yang tidak tampak.
Memperoleh kebaikan dan kebahagiaan.
Sesuai dengan kondisi.
Karmanya masing-masing.
Sa be sa ta ba wan tu su ki ta ta.
Lanjut Menjelajah
Tiga KeranjangTelusuri sumber Dhamma dalam TipitakaBunbunTemukan penjelasan dan kisah Dhamma lainnya