1:27 Pokoknya ada jawaban
2:19 Jadi dari Senin sampai hari Minggu
2:22 Kalau ditanya mau ke wihara enggak
2:24 Kenapa demikian
2:29 Ada beberapa hal
2:40 Yang pertama adalah
2:44 Dia merasa
2:45 Saya kalau berbuat
2:54 Benar
2:55 Saya yakin di wihara tidak pernah diajari
2:59 Untuk enggak ada
3:14 Atau kalau anak sekolah juga di wihara
3:19 Tidak pernah diajari
3:20 Kalau caranya ngerepek itu begini
3:23 Supaya canggih
3:24 Gurumu enggak pancarkan cinta kasih
3:28 Sehingga gurumu ngantuk-ngantuk
3:31 Ngerepeknya bebas
3:33 Saya kira enggak ada itu
3:35 Acara itu
3:38 Sehingga orang yang mengatakan
3:40 Itu memang aman
3:51 Kalau saudara mau tanya
4:01 Apakah kamu sudah tahu
4:02 Kebaikan itu apa saja
4:05 Dan yang lebih penting lagi
4:07 Apakah kamu sudah tahu
4:09 Bahwa di dalam agama muda itu
4:12 Bukan
4:20 Kalau agama muda enggak ngajari berbuat baik saja
4:23 Mesti pernah ngajari berbuat jahat nih
4:25 Bukan
4:27 Agama muda bukan ngajari berbuat baik saja
4:30 Tapi juga bukan berarti
4:32 Ngajari jahat
4:33 Kalau gitu apa
4:35 Agama muda itu ngajari berbuat
4:40 Tetapi juga ngajari
4:43 Cuma ngajari sebaik-baik saja
4:53 Gampang
4:54 Apa tahu ngajari perbuatan baik
4:58 Ya
4:59 Orang tua anda sendiri
5:01 Saya kira sudah ngajari berbuat baik
5:03 Enggak usah ikut agama tertentu
5:08 Misalnya
5:08 Orang yang jualan gurum
5:22 Di depan sekolah biasanya saya jual gurum
5:25 Sejak saya kecil di depan sekolah
5:27 Itu biasanya ada
5:28 Nah
5:29 Anak-anak itu biasanya beli
5:31 Beli lalu kasih benang
5:33 Terbang
5:37 Nanti benangnya habis
5:38 Tarik
5:39 Jadi kayak main layangan
5:42 Terbang
5:43 Tarik
5:43 Terbang
5:44 Tarik
5:44 Terbang
5:45 Tarik
5:48 Walaupun orang tua gak ikut agama
5:51 Tapi kalau lihat begitu
5:55 Kadang-kadang orang tua bisa ngomong
5:57 Eh jangan
5:59 Jangan untuk mainan
6:01 Apalagi ikut agama muda
6:07 Wah pasti sudah
6:08 Orang anak masih dimarahi
6:10 Dan orang tua
6:11 Oh mama saja ikut pangsen terus-terusan
6:13 Kamu malah beli burung
6:15 Dipangsen
6:16 Pakai benang tarik lagi
6:17 Pakai benang tarik lagi
6:19 Ini kan namanya ngawur-ngawur
6:21 Nah
6:21 Pasti begitu
6:23 Nah
6:23 , memang
6:25 Sebetulnya
6:26 Di dalam dharma
6:28 Kita diajarkan untuk berbuat baik
6:31 Itu nomor satu
6:33 Tapi jangan lupa nomor dua
6:35 Kita diajarkan untuk mengurangkan
6:41 Nah, kejahatan ini yang kadang-kadang agak sulit kita ketahui
6:47 Kejahatan yang besar-besar tahu
6:48 Karena banyak orang juga mengatakan begini
6:51 Saya itu gak perlu kewiharaan, gak apa-apa
6:53 Bahkan saya ikut agama
6:55 Dan saya gak rasa gak perlu
6:57 Yang penting kan orang itu gak jahati orang lain
7:01 Itu sudah mesti bagus hasilnya
7:03 Tetapi jahat itu apa saja
7:09 Nah, di dalam dharma jahat itu ada lima paling tiga
7:12 Tidak membunuh
7:14 Tidak mencuri
7:16 Tidak melanggar kesusilaan
7:18 Tidak bohong dan tidak membangguan
7:20 Paling tidak ada lima ini yang dihindari
7:23 Tetapi kejahatan sendiri di dalam dharma
7:26 Yang dihidupkan adalah jahatnya
7:27 Diterangkan untuk yang lebih lanjut
7:29 Kita jahat bukan hanya lewat omongan
7:38 Maki-maki
7:39 Kita juga jahat bukan hanya lewat badan
7:49 Mukul orang
7:50 Nyubit
7:52 Nablek
7:53 Kita juga jahat lewat pikiran
7:59 Ini yang agak sulit
8:00 Kalau tidak kewiharaan gak dapat ilmunya
8:04 Bagaimana mencegah
8:06 Loh, apa sih kejahatan lewat pikiran?
8:12 Itu kalau kita mau tidur
8:14 Itu biasanya muncul
8:17 Kita kalau mau tidur kan kadang-kadang kepikiran
8:21 Tadi hari ini apalah jalan
8:23 Kita bisa ngomel
8:24 Tadi orang itu kok saya hidupkan saja
8:26 Dia itu padahal jengkelkan sama saya
8:28 Kenapa enggak saya maki-maki
8:31 Aduh, besok aja saya maki-maki
8:34 Sebetulnya
8:36 Di dalam dharma
8:38 Dan itu yang mesti di atas
8:48 Jadi orang jangan hanya ngomong
8:51 Ya, berbuat baik, gampang
8:53 Gak jahat juga bisa
8:54 Tapi kalau jahat lewat pikiran
8:56 Saya rasa
8:58 Gak banyak orang yang punya
9:02 Kesempatan untuk mengerti
9:04 Masih kurang lagi
9:12 Di agama Buddha bukan hanya diajari berbuat baik
9:16 Di agama Buddha bukan hanya diajari mengurangi kejahatan
9:22 Tapi juga di agama Buddha diajari
9:30 Menyucikan pikiran ini tadi caranya adil
9:33 Karena banyak orang yang berpikir
9:36 Ya sudah pokoknya aku gak pikiran jahat sama orang
9:39 Karena aku juga baik
9:40 Betul, gak pikiran jahat sama orang
9:43 Kita bisa dapat bahagia
9:44 Tapi bagaimana caranya
9:47 Supaya kita gak punya pikiran jahat
9:50 Bihara itu
9:53 Makanya
9:57 Dibabarkan
9:57 Latihan, latihan
9:59 Apakah salah satunya yang kita bisa kerjakan
10:05 Seperti nanti
10:07 Yang saudara latih dalam meditasi
10:11 Meditasi ini
10:14 Untuk sebagian orang
10:18 Kerjaan yang membus
10:22 Malah
10:23 Ada anak-anak wihara itu kalau
10:26 Ayo meditasi
10:27 Jadi merasa bingung
10:35 Apa ya yang mau dikerjakan
10:37 Pelonga, pelonga
10:38 Terus meleh
10:39 Lihat sebelahnya
10:40 Masih diam dia
10:43 Gak sabar lagi meleh
10:45 Lihat sebelahnya lagi
10:47 Terus garuk-garuk
10:49 Boyoknya bilok
10:53 Jadi orang gak tahu
10:56 Kenapa sebenarnya
10:59 Tujuan
11:00 Dan itu rata-rata
11:04 Kalau saya melihat pada waktu latihan meditasi bersama begitu
11:11 Kira-kira loh
11:13 90%
11:15 Itu cuma nunggu
11:17 Kan
11:20 Meditasi ini tinggal dikatakan
11:25 90%
11:28 10% itu wah memang serius
11:34 Serius berjual
11:36 Bagi yang mau belanja
11:37 Dan ada 1-2%
11:41 Yang serius
11:43 Menikmati
11:46 Kenikmatan konsentrasi
11:48 Tapi 90%
11:51 Nunggu
11:54 Dari 90% itu
11:56 10% kira-kira
11:59 Gak ngerti
12:00 Oh buatan karbon meditasi
12:06 Tidur
12:06 Sehingga kadang-kadang
12:09 Ada yang berpikir
12:11 Habis meditasi aja
12:16 Lu kenapa?
12:18 Kesel loh meditasi
12:22 Baru digigiti nyamuk
12:24 Giyem nih kudu
12:25 Nah saudara-saudara
12:29 Padahal meditasi ini
12:32 Betul-betul ciri khas agama Buddha
12:36 Bener-bener meditasi ini
12:38 Membawa manfaat
12:39 Bahkan bukan hanya untuk umat Buddha
12:42 Karena meditasi ini
12:44 Sifatnya
12:45 Universe
12:47 Tapi umat Buddha
12:58 Dilihara suruh meditasi
13:00 Nunggu waktu
13:04 Loh apa sih yang dikerjakan
13:06 Ini yang tadi saya sampaikan
13:08 Bagaimana mengendalikan pikiran
13:11 Supaya pikiran itu
13:16 Terkonsentrasi
13:17 Bebas dari karma buruk
13:21 Bisa diarahkan mengembang
13:30 Loh bagaimana caranya
13:32 Anda cukup konsentrasi
13:37 Anda duduk diam seperti yang tadi saya sampaikan
13:40 Duduk tegak seperti yang tadi saya nyatakan
13:42 Mata tersenyum
13:44 Mata ditutup
13:44 Bener-bener ditutup
13:45 Dan perhatian pada nafas
13:47 Tapi begitu
13:50 Ya
13:51 Meditasi
13:52 Mulai
13:53 Begitu lampu mati mata mulai
13:58 Lungai
14:05 Kenapa
14:06 Karena anda yang lalu tidak
14:08 Mendapatkan di latihan meditasi itu
14:14 Sayang sekali
14:19 Kenapa demikian
14:20 Karena kalau kita ini terbiasa pikirannya konsentrasi
14:24 Yang tadi dilatih dengan kita memperhatikan masuk dan luarnya nafas
14:28 Yang nanti disarankan sebetulnya setiap hari anda melatih itu di rumah
14:33 Maka pikiran anda itu nanti gampang terpusat
14:38 Pada apa saja yang ada
14:41 Anda sebagai pelajar
14:46 Karena kalau pikirannya terpusat
14:48 Mendengarkan ceramah itu
14:50 Gampang
14:51 Mendengarkan keterangan guru
14:53 Gampang daya ingatnya menjadi menyingkir
15:01 Anda sebagai orang yang bekerja
15:04 Dengan meditasi itu
15:06 Meningkatkan konsentrasi kerja anda
15:09 Sehingga hasil kerja anda pun
15:12 Anda yang sakit
15:19 Dengan meditasi
15:22 Sehat
15:23 Anda yang gelisah
15:28 Dengan meditasi
15:30 Anda bisa teman
15:31 Anda yang kurang percaya diri
15:33 Dengan meditasi
15:34 Bisa teman
15:36 Bisa percaya dirinya meningkat
15:38 Dan masih banyak yang lain lagi
15:42 Karena itu kesempatan latihan meditasi di Wihara ini
15:45 Gunakan dengan sebaik-baiknya
15:46 Karena Wihara merupakan
15:50 Tempat yang paling sesuai
15:53 Untuk
15:58 Kenapa demikian?
15:59 Karena orang kalau masuk ke sebuah ruangan
16:02 Damasalah begini
16:05 Pasti
16:08 Kegiatannya itu tidak neko-neko
16:13 Kegiatan orang yang di dalam damasalah
16:16 Tidak guyonan
16:19 Tidak nyetel televisi
16:22 Tidak tidur-tiduran
16:26 Jadi tempat ini terdaga
16:27 Karena hanya untuk khusus baca parita
16:29 Nah karena pikiran kita ini hanya khusus baca parita
16:33 Setiap kali di tempat ini hanya parita saja
16:36 Maka
16:38 Ruangan ini terbentuk dalam ruangan yang ini
16:43 Karena gelombang yang terbentuk adalah
16:46 Gelombang pikiran yang positif
16:50 Anda bisa bayangkan
16:51 Atau Anda bisa bedakan
16:53 Anda pergi ke Wihara
16:58 Yang hanya dipakai untuk
17:01 Kebahagiaan dan meditasi
17:03 Serta
17:04 Anda bandingkan kalau Anda pergi ke
17:10 Pohon besar atau batu besar
17:14 Yang di situ orang bisa minta macam-macam
17:20 Punden ini loh
17:21 Anda bisa minta rezeki
17:25 Apa saja
17:34 Lalu nanti di situ tempatnya orang nyepi
17:36 Tidur di situ
17:40 Coba Anda bandingkan
17:42 Anda masuk Wihara dengan masuk seperti itu
17:45 Rasanya nanti lain
17:47 Tenang bedakan tidak
17:49 Tenang bedakan belum
17:52 Belum
17:52 Survei dong
17:54 Survei
17:54 Di daerah sini ada punden di mana
17:57 Datangi
17:59 Lalu Anda rasakan di situ
18:01 Meditasi di situ
18:04 Bandingkan dengan meditasi di Wihara
18:05 Lain
18:08 Ketika Anda meditasi di Wihara
18:11 Pikiran itu enak
18:13 Karena di situ di Wihara
18:20 Selalu isinya konsentrasi loh
18:23 Isinya kan hanya baca parita
18:26 Diskusi juga diskusi drama
18:28 Gak pernah untuk geger-geger
18:30 Rasani-rasani sedikit
18:33 Tapi kalau coba nanti meditasi di punden-punden itu
18:38 Itu begitu Anda masuk saja
18:40 Mungkin Anda sudah agak merinding
18:42 Merinding begini duduk meditasi
18:47 Tambah takut
18:49 Malah toleh-toleh
18:50 Tapi begini lagi toleh lagi
18:57 Kok rasanya gak enak ya?
18:59 Seperti ada orang ngeliatin
19:03 Belakang kepala kita ini seperti ada yang ngeliatin terus
19:06 Ini toleh lagi
19:08 Lama-lama Anda gak tahan di situ
19:10 Angkat kaki pindah
19:13 Kenapa demikian?
19:16 Karena tempat itu
19:17 Tidak biasa digunakan meditasi
19:20 Malah kadang-kadang untuk konsentrasi itu sulit sekali
19:24 Anda begitu meditasi
19:26 Kini konsentrasi yang datang itu malah
19:30 Macem-macem pikiran yang mungkin gak terpikiran ya sebelumnya
19:34 Kenapa bisa demikian?
19:36 Karena di situ memang isinya
19:39 Apa saja permintaan ada
19:42 Dan di situ kadang tempatnya untuk
19:47 Wih ngomongan yang gak ada
19:53 Oleh karena itu pada saat Anda dibiara
19:55 Gunakan
19:57 Gunakan kesempatan itu untuk bermeditasi
20:00 Apalagi masuk ruangan yang begini ini
20:03 Gunakan kesempatan itu untuk bermeditasi
20:06 Karena sering
20:08 Belum kebahagiaan mulai
20:09 Duduk ngobrol dulu
20:11 Kalau Anda mau ngobrol di luar
20:17 Begitu masuk gak usah ngobrol
20:19 Gak usah tolak-tolak temennya
20:21 Duduk konsentrasi
20:23 Sampai
20:24 Itu akan sangat baik
20:29 Kenapa?
20:29 Karena tempat ini punya ruangan luar
20:33 Jadi mau ngobrol mau apa di luar saja
20:36 Tapi begitu masuk kita sudah siap
20:38 Wah saya mau meditasi
20:43 Sudah pernah belum Anda jalankan?
20:47 Lo
20:48 Nah nanti boleh mulai
20:50 Nah bagi yang lihat tempatnya meditasi
20:52 Jangan malah dibanggung
20:54 Wah ya ini meditasi itu
21:00 Meditasi di logika saja
21:02 Di dalam Dharma itu
21:06 Sebetulnya meditasi ini
21:08 Wah yang paling top
21:10 Yang paling pokok
21:12 Karena meditasi ini benar-benar kita
21:17 Ada usaha yang kuat
21:20 Untuk mengendalikan pikiran
21:24 Ada usaha yang kuat
21:26 Untuk mengendalikan batin kita
21:32 Jadi ini sangat-sangat luar biasa penting
21:36 Karena itu saya menyarankan nanti
21:38 Kalau hari kebahagiaan lagi
21:40 Masuk meditasi
21:43 Belum ingin meditasi
21:46 Gak usah masuk
21:47 Di luar saja
21:48 Ceruita di sana
21:50 Terus ceruita
21:51 Tinggal dari dalam ini sudah duduk saja
21:54 Nah gimana sekarang kalau misalnya
21:56 Pas kita sudah masuk ada teman dan
21:58 Kita ingin ngomong
22:00 Ya gini
22:04 Eh nanti pulang kamu jangan pulang dulu ya
22:07 Ada yang mau tak omongkan
22:09 Sudah harus diem-diem lagi
22:13 Dengan demikian suasana dan masalah ini menjadi
22:16 Karena sakral
22:21 Tiap kali kita masuk
22:28 Sehingga kadang-kadang
22:30 Gak kepengen pulang
22:34 Pernah diantara anda yang punya pikiran
22:36 Pernah gak anda punya pikiran begitu?
22:43 Ada gak?
22:44 Ada dong?
22:46 Rasanya kalau sudah masuk
22:48 Wihara itu
22:48 Urusan ke rumahnya gak inget
22:53 Ya kan?
22:55 Rasanya menak gitu
22:58 Di rumah banyak problem
23:00 Begitu diwihara gak inget
23:02 Happy rasanya gak pengen pulang
23:04 Ketika jam malem rasanya mau pulang
23:06 Nginget lagi problem di rumah
23:08 Betulnya gak pengen pulang
23:09 Nah itu manfaatnya sudara
23:13 Itu salah satu manfaat kewiharaan
23:15 Anda mendapatkan
23:17 Kalau anda sudah bisa
23:24 Setiap kali kewiharaan anda merasa ada ketenangan
23:28 Anda merasa terpisah
23:31 Dari problem-problem yang anda hadapi
23:34 Baat wihara
23:39 Tapi kalau anda kewiharaan
23:46 Dan tidak rasanya biasa-biasa saja
23:48 Canteng ya biasa
23:50 Terus misalnya
23:53 Biasanya pulang jam 9
23:56 Dipulang kan jam 8
23:57 Huri
24:00 Seperti anak sekolah kalau jam kosong
24:02 Huri sungguh pening sekali
24:04 Berarti wihara belum ada manfaat
24:09 Hari ini kebaktian dibatalkan
24:12 Karena kita mau acara ke pesta
24:17 Huri kebaktian batal
24:21 Berarti anda belum
24:23 Ada anda yang begitu
24:31 Hari ini batal
24:33 Adalah mau jalan-jalan ke
24:35 Diakplasa
24:39 Plasa itu
24:41 Hari ini wihara dibatalkan
24:45 Kebaktiannya kita akan jalan-jalan ke diakplasa
24:48 Huri pesta belanja
24:54 Ini berarti anda tidak merasakan manfaat
24:57 Kenapa
24:57 Kalau anda tidak merasakan manfaat
24:59 Maka anda tidak akan membutuhkan
25:01 Sudara-sudara
25:06 Nah sekarang bagaimana wihara ini juga bisa memberikan manfaat
25:10 Nomor satu
25:15 Wihara ini sendiri
25:19 Harus
25:21 Kebaktiannya rutin
25:25 Jangan kebaktian pencolotan
25:28 Minggu ini kebaktian
25:31 Minggu depan tidak ada
25:32 Atau jamnya mencolot-mencolot
25:34 Kadang jam 7 kadang jam 9
25:38 Itu mesti tidak ada
25:42 Karena orang sudah sulit
25:44 Ini minggu depan kebaktiannya jam berapa ya?
25:46 Tidak sulit
25:48 Tapi kalau oh minggu ini mesti jamnya segini
25:51 Pulangnya jam segitu
25:52 Dengan disiplin
25:54 Wihara memberikan
25:55 Yang kedua
25:57 Di wihara
25:59 Harus
26:02 Ada lagu budis
26:10 Mengeluarkan
26:11 Kadang-kadang kepingin menguap
26:23 Itu saja juga
26:34 Kalau anggap
26:36 Ternyata
26:58 Dipanasi kan menguap dong
26:59 Bahasa Perancisnya apa?
27:08 Anggop
27:09 Anggop ya itu bahasa Perancisnya
27:11 Pandai ya Anda bahasa Perancisnya
27:14 Saya tidak kira loh bahasa Perancisnya juga anggop
27:17 Anda begitu anggap
27:21 Buang terbegitu
27:22 Lega rasanya
27:24 Wah
27:29 Nah
27:29 Sekarang kalau di wihara itu ada lagu
27:33 Dan yang nyanyi juga
27:37 Pencang
27:38 Jadi saya kiling-kiling wihara-wihara
27:47 Yang paling nyanyinya
27:51 Saya lihat gitu
28:02 Ada yang pernah ke Makassar
28:03 Iya
28:19 Hari minggu libur kita tur ke sana
28:23 Pagi berangkat selesai kebaktian pulang
28:26 Lu cuma satu setengah jam lho
28:34 Jadi pulang pergi
28:36 Cuma tiga jam
28:41 Makassar
28:43 Tapi satu setengah jam naik pesawat
28:45 Kalau belitar pulang pergi satu setengah jam
28:48 Naik mobil
28:48 Itu paling semangat
28:51 Wah
28:52 Memang dia profesional
28:54 Pemain organnya wihara itu juga pemain
28:58 Dia kalau hari minggu di wihara
29:02 Setiap hari malemnya itu mesti kerja di restoran
29:06 Wah memang dia pemain organ restoran
29:10 Jadi bagus
29:12 Penyanyinya juga profesional
29:15 Penyanyi-penyanyinya itu loh anak-anak wihara
29:17 Wah
29:18 Tapi kalau malem kerjanya ya penyanyi di restoran semua
29:22 Jadi suaranya bagus
29:24 Nah
29:24 Itu
29:25 Kalau kebaktian
29:27 Kalau musiknya keras
29:30 Menyanyinya juga bagus
29:32 Sound systemnya hebat
29:34 Wah semua yang nyanyi juga
29:38 Denyuaninya juga keras
29:40 Karena Fales nggak denger
29:41 Oh musiknya kenceng
29:46 Penyanyinya kening Fales
29:48 Tapi di beberapa wihara yang lain
29:51 Yang nyanyinya garingan
29:57 Nyanyi garingan itu maksudnya nggak pakai musik
30:00 Itu kan nyanyinya pelan-pelan
30:04 Mari kita berdana aja lagunya pelan
30:08 Yang nyanyi cuma tiga orang
30:10 Yang lain meditasi
30:15 Meditasi dalam arti nggak ngomong
30:20 Itu kenapa pelan
30:21 Karena kalau Fales nggak denger
30:26 Padahal kalau di kamar mandi nyewanyinya teriak-teriak
30:29 Sampai tetangga dua rumah aja denger
30:30 Tapi kalau di wihara pelan
30:33 Lah kalau anda sudah pelan pulang anda tetep set
30:38 Saya coba kalau anda nyanyinya kenceng
30:41 Mari
30:42 Marilah kita berdana
30:46 Kewenceng lah ini
30:49 Nggak berdana nggak apa-apa
30:50 Yang penting bengok dulu
30:54 Itu sudah anda dana bengokan
30:57 Kalau anda nyanyinya kewenceng
31:00 Happy
31:02 Puas
31:03 Pulang sewenang
31:05 Saya tanya tuh orang-orang
31:09 Anda pernah ke karaoke
31:15 Apa itu?
31:19 Apa tadi?
31:20 Ngilangin kepres
31:22 Kalau sudah nyewanyi rasanya enteng
31:27 Pulang happy
31:28 Besok pengen datang lagi
31:31 Sampai restoran-restoran saja kan
31:33 Sekarang dikasih karaoke
31:34 Biar mau makan nyewanyi duluan
31:37 Tambah lapar tau
31:38 Ngewanyi
31:40 Bengok-bengok
31:42 Nanti kalau sudah selesai makan
31:43 Nyanyi lagi
31:45 Resok kalem lagunya biar enak
31:48 Murah ini kepres
31:50 Nah
31:50 Kalau Lihara itu ada lagu gudis
31:53 Wah
31:54 Pasti
31:55 Happy
31:56 Disini ada lagu Pak Pati
31:58 Nyanyi
31:59 Kenceng nggak?
32:00 Tiga orang nanti yang nyanyi
32:02 Harus
32:03 Kalau hanya tiga orang
32:05 Pemimpin lagu harus ngomong
32:06 Nyanyi yang keras
32:08 Tidak nyanyi keras
32:09 Tidak pulang
32:10 Nah
32:11 Jadi keras
32:12 Kenceng semua
32:12 Kan jadi kenceng
32:17 Nah kalau
32:18 Nyanyi tiga orang
32:19 Biarin aja
32:19 Jangan
32:20 Dan lagunya harus yang variasi
32:22 Macem-macem
32:23 Nah
32:24 Itu membuat Lihara
32:26 Kenapa?
32:30 Karena begitu kita datang
32:33 Kita mendapatkan ketenangan
32:35 Suasana Lihara yang enak
32:39 Terus kita nyanyi
32:40 Jadi kita lega
32:42 Bengok sekencengnya itu
32:44 Anda nggak perlu ke karaoke
32:48 Dan cara ini yang membuat di tetangga kita rame itu
32:52 Salah satunya karena
32:54 Kalau kita tanya
32:54 Kenapa nggak kamu bakal seneng ke tetangga?
32:56 Uh lagunya enak-enak
33:00 Daripada ke karaoke mahal bayarin
33:04 Nyanyi disitu enak-enak
33:06 Lagu Buddhis itu sekarang enak-enak
33:10 Tinggal bengoknya
33:14 Banyak ratusan lagu Buddhis ini sekarang sudah
33:21 Nah
33:22 Itu beberapa manfaat sudah ya
33:24 Satu tenang
33:25 Dua
33:27 Bisa bengok ngurangi setreng
33:31 Manfaat yang lain
33:32 Ke Lihara ini
33:34 Anda itu
33:38 Dengan membaca parita
33:41 Anda nggak ngira ya
33:47 Dulu baca parita mungkin anda pertama pelunga-pelungu
33:51 Salah-salah
33:53 Sekarang anda bisa baca parita
33:55 Bisa lancar
33:57 Parita sulit pun anda bisa lancar
34:00 Apa itu gunanya?
34:02 Latihan ngom
34:08 Omongan ini lebih lancar
34:10 Ilat tidak gampang selip
34:15 Loh
34:15 Dulu ada seorang ibu ya
34:17 Baca parita kencang
34:21 Baka watu
34:23 Semua pada baka watu ibu ini
34:24 Agak watu
34:27 Sungguh kejadian
34:30 Agak watu
34:32 Agak watu
34:36 Wah itu sampai teman-temannya
34:38 Anaknya apa kekel-kekel di sebelahnya
34:42 Ya itu baru tiga empat bulan ikut
34:44 Tapi begitu dia sering baca parita
34:47 Dia rajin baca parita
34:50 Uh ucapannya ini jadi baik
34:55 Ngomongnya jadi lancar
34:57 Tidak gampang selip lidahnya
35:00 Ucapannya lebih jelas
35:02 Itu baru satu
35:05 Yang kedua
35:07 Anda sering membaca parita
35:09 Napas anda bagus
35:14 Coba dulu inget-inget
35:17 Karena ini saya lihat sudah orang agak lama semua
35:21 Dulu pertama anda baca
35:23 Namutasa baka watu arahata sama sambudhata itu
35:27 Satu anda sulit mengucapkan
35:28 Yang kedua putus-putus
35:32 Tapi kalau anda sudah lancar ngomongnya
35:49 Narik napasnya sedikit
35:51 Coba anda rasakan
35:53 Bener gak itu
35:54 You know
35:57 Itu nanti
36:03 Manfaatnya besar itu
36:04 Baru itu baca parita
36:07 Bukan
36:10 Bukan yang mistik-mistik dulu
36:12 Masih fisik
36:13 Ini anda bisa rasakan
36:17 Kalau
36:19 Apalagi anda bisa membaca namutasa
36:21 Tiga kali
36:22 Tidak pakai narik napas
36:25 Hebat ini
36:32 Hebat sungguhan
36:35 Tangguh
36:36 Tapi kalau tidak
36:40 Minimal anda akan latihan pernah
36:43 Sehingga kesehatannya akan bagus
36:45 Yang ketiga
36:53 Duduk di lantai
36:54 Ini sebetulnya punya manfaat
36:58 Banyak orang kan ngenyet
36:59 Oh agama budaya saya paling gak suka
37:02 Itu karena duduk di lantai
37:04 Wih saya jawab
37:06 Duduk di lantai itu kalau bisa
37:08 Duduk di kursi gampang
37:10 Tapi bisa duduk di kursi
37:12 Belum tentu loh bisa duduk di lantai
37:16 Nah
37:17 Satu hal yang paling
37:19 Mengesankan duduk di lantai itu adalah
37:21 Kalau bukan
37:23 Rumah tingkap begini
37:27 Yang langsung ke tanah
37:30 Itu mengatasi sakit perut
37:35 Orang kalau gak biasa duduk di lantai
37:37 Langsung duduk di lantai yang keramikan
37:40 Anginnya keluar
37:41 Umat budaya yang baru-baru
37:45 Itu mesti
37:48 Proses
37:49 Proses alamiahnya itu mesti
37:55 Muncul
37:57 Ya tau
37:58 Tapi itu baru pak
38:00 Biasanya baru
38:01 Kalau sudah lama enggak
38:03 Sampai lama begitu terus
38:07 Sampai lama ya terus begitu
38:09 Ngegas terus
38:09 Wah kebiasaan itu
38:12 Itu di rumah saya kira ya begitu
38:17 Nonton TV ya begitu
38:18 Itu pola makannya
38:20 Karena kalau sampai ngegas terus
38:22 Itu pola makannya banyak gasnya
38:25 Banyak gasnya
38:29 Makan cabai makan apa kacang
38:31 Itu mesti ngegas
38:32 Melinjo itu mesti ngegas
38:34 Tapi kalau yang normal-normal kan enggak
38:37 Tapi kalau kita suruh langsung duduk di lantai
38:39 Wah mesti itu keluar perutnya
38:42 Kutuk kutuk kutuk
38:42 Itu umat baru mesti begitu
38:45 Saya sudah niteni
38:47 Kalau sudah aduh
38:49 Kok rasanya keluar-keluar terus
38:51 Tapi kalau sudah lama
38:55 Biasa
38:57 Kenapa demikian
38:58 Ini bagian dari latinya
38:59 Itu salah satu manfaat yang lain
39:02 Nah kalau kita lebih dalam
39:05 Lagi pergi ke biara itu
39:07 Selain manfaat yang bersifat
39:09 Fisik seperti itu
39:15 Sebenarnya
39:15 Membaca parita
39:19 Walaupun tidak ada ceramah
39:22 Yang pertama anda memperoleh
39:24 Memperoleh manfaat konsentrasi
39:26 Baca parita itu
39:30 Apalagi kalau dalam hati
39:32 Enggak gampang loh
39:34 Baca parita dalam hati
39:36 Lebih sulit daripada
39:38 Baca parita diomong
39:41 Pernah anda membedakan itu
39:42 Anda ngomong iti-biso itu saja
39:47 Budhanusati
39:48 Dalam hati bisa sulit
39:56 Sampai mana nih
40:02 Baleni lagi
40:04 Baca parita dengan ucapan
40:06 Itu lebih gampang
40:07 Karena pikiran kita kemana-mana
40:10 Akhirnya tahu
40:11 Buntutnya yang terakhir
40:12 Oh sampai situ
40:13 Ngikuti
40:14 Tapi kalau dalam hati
40:16 Kalau enggak konsentrasi
40:18 Mesti sulit
40:19 Itu sebetulnya anda latih
40:23 Jadi yang meditasi 20 menit tadi
40:27 Anda bisa mulai kendalikan
40:29 Dengan baca parita dalam hati
40:31 Ayo coba lah dia
40:33 Kalau anda bisa itu
40:34 Wah itu anda sudah lumayan
40:39 Belum tentu
40:40 Belum tentu loh pak
40:42 Pikiran itu aneh
40:45 Jangan kata ngomong budhanusati yang gampang
40:48 Nama karagata aja
40:49 Orang sering salah kok
40:51 Nama karagata itu lah gampang
40:53 Swakato
40:55 Bhagavata dhammo
40:58 Sanditiko
40:59 Akaliko
41:00 Eh lo gak salah
41:02 Nyampe kesana loh pak
41:05 Jangan dikira
41:06 Makanya pimpinan kebaktian itu harus
41:08 Bawa buku parita
41:09 Walaupun hafal kayak apa harus bawa
41:12 Kenapa
41:14 Karena pada satu ketika
41:16 Pikirannya keluar anehnya
41:18 Pleng kosong
41:19 Weh gak ngerti apa-apa loh
41:23 Nama karagata bisa lupa
41:27 Kalau lebih sering lagi
41:29 Kebaktian itu puja kata itu
41:31 Yamama omayang bhagavato
41:32 Eh bhagavata ngabdiwadi
41:34 Itu aja bisa salah
41:37 Kenapa karena kadang-kadang
41:39 Pikiran kita ke tempat lain
41:41 Nah oleh karena itu
41:43 Parita memang gampang
41:45 Kalau pak bapak konsentrasi
41:47 Anda konsentrasi memang gampang
41:49 Tapi
41:52 Jatoh tempo
41:53 Anda pas
41:54 Konsentrasinya buyar
41:57 Parita yang paling gampang pun anda gak bisa
42:01 Karania metasuta itu
42:03 Itu saja
42:05 Sering bulep kok
42:09 Naja kudang sama
42:11 Carekinci itu kan sama
42:13 Yena minyo itu kan bolak-balik
42:15 Bisa keliru-keliru terus
42:16 Bisa gak habis-habis loh karania metasuta itu
42:19 Iya
42:23 Itu bisa balik kesitu
42:24 Balik kesitu
42:26 Karena buntutnya kan
42:29 Sabe tata bawanto suki tata itu
42:31 Ini apa naja kudang apa
42:32 Yena minyo
42:34 Balik lagi balik lagi
42:36 Bisa kejadian itu
42:38 Moro-moro langsung diajar
42:40 Diajar
42:41 Sabe diyo hantu atau apa
42:44 Bisa
42:45 Nah oleh karena itu
42:47 Parita ini sendiri meningkatkan konsentrasi
42:53 Dengan parita itu
42:55 Kalau kita ngerti artinya
42:58 Perilaku
43:01 Karena parita itu
43:03 Kebanyakan kotba sangkuda
43:06 Dan tiap kali kita baca
43:09 Parita itu dengan terjemahannya
43:12 Selalu
43:19 Kenapa selalu berbeda
43:21 Karena pengalaman kita
43:23 Setiap saat selalu
43:25 Nah jadi kalau baca parita
43:29 Harus dengan terjemahannya
43:32 Seperti tadi disini kan dibaca
43:34 Terjemahannya
43:35 Baca terjemahannya pelan-pelan
43:39 Direnungkan
43:40 Sehingga akhirnya kita punya
43:41 Itu dibiara baru kita datang
43:46 Sudah dapat manfaat
43:48 Tenang
43:50 Bisa latihan meditasi
43:52 Yang ketiga
43:57 Kalau kita
43:59 Baca parita
44:01 Bisa
44:03 Memperlancar ucapan
44:05 Lidah dilapih yang bagus
44:09 Parita yang agak sulit
44:11 Untuk dibaca
44:13 Maupun di hafal
44:15 Itu
44:16 Jaya guru atau bapak yang sudah pernah
44:24 Baca
44:25 Itu sulit
44:28 Bahun sahat sama bini
44:30 Mitang sayu dan tang
44:32 Wah itu bisa kecepit
44:34 Tapi kalau anda bisa
44:36 Pas itu lewat itu
44:38 Parita yang agak
44:42 Gampang tapi
44:44 Sulit diucapkan
44:46 Itu Wijaya
44:51 Wijaya itu parita orang meninggal
44:53 Wah itu panjang
44:55 Dan susahnya banyak
44:58 Lohita saca
45:00 Wah itu
45:02 Bagi anda yang lidahnya
45:05 Wah
45:07 Pasti keteteran
45:10 Wijaya suta
45:12 Itu ada belakang
45:13 Itu kalau anda baca keras-keras
45:15 Apalagi anak-anak sekolahnya
45:17 Kalau anda di rumah anda baca itu keras-keras
45:20 Oh disuruh pacaran
45:21 Baca Pancasila
45:24 Pancasila
45:27 Ucapan anda akan jelas
45:29 Nah itu manfaat yang lain
45:32 Manfaat berikutnya
45:33 Pernafasan anda akan bagus
45:36 Manfaat dibiara yang lain
45:38 Duduk di lantai perut anda tahan
45:42 Manfaat yang lain lagi
45:44 Dengan baca parita
45:46 Konsentrasi anda meningkat
45:49 Manfaat yang lain lagi
45:51 Dengan membaca parita
45:53 Dan mengerti artinya
45:55 Maka anda punya
45:57 Pedoman hidup
45:58 Nah
46:00 Manfaat yang jauh lebih penting lagi
46:02 Ketika anda
46:04 Bisa mendengarkan
46:10 Diharakan ada dhamma
46:11 Dhamma disana serama dhamma
46:17 Anda dengarkan
46:19 Dhamma disana itu
46:22 Tidak pernah
46:26 Membosankan
46:27 Sebenarnya
46:29 Sebenarnya tidak pernah membosankan
46:31 Dhamma disananya
46:33 Caranya
46:35 Membabarkan aja yang sering bosen
46:38 Tapi kalau isi dharma
46:40 Tidak pernah bosen
46:43 Kenapa?
46:44 Dari dulu orang menceritakan misalnya riwayat sang Buddha
46:48 Isinya ya
46:49 Riwayat sang Buddha itu aja
46:52 Tetapi
46:53 Si A yang menceritakan dengan si B yang menceritakan
46:56 Tidak sama
46:59 Atau si A yang menceritakan dulu
47:00 Dengan si A yang sekarang
47:02 Tidak sama
47:04 Ceritanya sudah berkembang
47:05 Atau kita yang mendengarkan aja
47:09 Pengalamannya sudah bertambah
47:11 Sehingga walaupun
47:13 Kelihatannya sama
47:14 Riwayat sang Buddha
47:15 Tapi punya pengertian yang
47:17 Berbeda untuk kita
47:19 Sehingga di dalam dharma dikatakan
47:21 Kalau mendengar dharma itu apa manfaatnya
47:23 Yang belum ngerti
47:25 Jadi ngerti
47:27 Tapi yang sudah ngerti
47:29 Jadi jelas
47:30 Yang ragu-ragu jadi lebih punya kepastian
47:33 Empat kesunyataan mulia
47:41 Dari dulu diterangkan oleh
47:43 Banyak orang
47:43 Tetapi anda mendengarkan dengan enak
47:47 Kenapa?
47:47 Karena semua orang cara menerangkannya
47:50 Tidak sama
47:51 Hari ini manfaat kewihara
47:54 Saya babarkan
47:56 Saya kira anda juga sudah beberapa kali
47:59 Mendengar kaset tentang
48:00 Manfaat kewihara
48:02 Asal itu ya manfaat kewihara
48:05 Kasetnya juga ada
48:06 Tapi apa yang saya terangkan hari ini
48:08 Kan tidak begitu sama
48:09 Dengan yang dulu-dulu
48:11 Kenapa? Karena anda punya pengalaman yang berbeda
48:15 Saya punya pengalaman yang berbeda
48:17 Situasi kita juga pas hari ini
48:19 Dalam situasi yang tertentu
48:20 Maka manfaatnya
48:22 Juga lain
48:24 Oleh karena itu mendengar Dharma ini
48:27 Merupakan salah satu
48:29 Tujuan
48:30 Pergi kewihara
48:31 Dan ini merupakan satu kunci juga
48:34 Untuk
48:36 Manfaat kewihara
48:37 Kenapa? Karena dengan mendengar Dharma
48:41 Pulang
48:42 Seseorang itu punya pendapat
48:45 Oh saya itu harus begini
48:48 Saya itu harus berbuat itu
48:53 Karena umat Buddha
48:53 Bukan hanya umat yang sembahyang
48:57 Karena kalau hanya umat sembahyang
48:58 Pasti disini ionya
49:00 Karena anda yang datang segini
49:04 Tiga orang yang satu orang bawa
49:06 Tiga iyo
49:07 Wah itu mesti sudah banyak
49:09 Tapi kenapa tepatnya sudah dimulai
49:12 Iyonya apa tetap cuman sedikit
49:14 Karena anda bukan hanya
49:16 Umat yang datang sembahyang
49:18 Pakai dupa pakai apa
49:20 Bukan
49:20 Seorang umat Buddha
49:23 Bukan umat yang sembahyang
49:24 Tetapi seorang umat Buddha adalah
49:26 Umat yang melaksanakan Dharma
49:28 Nah bagaimana punya
49:32 Pedoman untuk pelaksanaan Dharma
49:36 Dengan belajar
49:39 Mendengarkan kaset
49:40 Membaca buku
49:42 Atau mendengarkan ceramah langsung
49:44 Nah dengan
49:46 Demikian
49:47 Ini akan memberikan manfaat
49:50 Langsung pada diri anda
49:53 Nah oleh karena itu
49:54 Sudah sekarang
49:56 Mendengar ceramah
50:02 Ini harus saya senang karena
50:06 Disini waktu mendengar ceramah
50:08 Juga tidak ada yang bersender
50:10 Di beberapa
50:13 Tempat kalau kepaktian itu
50:15 Serius
50:15 Tapi begitu mau ceramah
50:18 Wah langsung semua mepet ke tembok
50:20 Plek plek plek
50:25 Buat ngantuk
50:27 Orang kalau sudah senderan mepet di tembok
50:31 Padahal kebetulan pas ceramah
50:32 Yang hebat hebat yang tuwingi tinggi
50:35 Kadang kadang kan jadi ngantuk
50:38 Ngelenggut
50:38 Wah
50:41 Tapi dengan anda tidak nempel di tembok
50:43 Ngantuk pun anda tidak bisa tidur
50:45 Dan ini yang memberi manfaat
50:48 Ceramah drama itu
50:51 Bermanfaat sekali
50:52 Karena anda lalu punya pedoman hidup
50:56 Punya pegangan hidup
50:57 Yang nanti anda bisa bawa pulang
51:00 Nah sehingga anda bukan hanya umat yang sembahyang
51:02 Tapi anda menjadi umat
51:04 Yang melaksanakan Dharma
51:07 Pelaksana Dharma
51:08 Jadi umat Buddha bukan hanya
51:11 Eh umat Buddha ini apa
51:12 Ya pokoknya kalau minggu kepaktian
51:14 Bukan
51:15 Tapi umat Buddha itu apa
51:17 Umat yang melaksanakan Dharma
51:19 Apa sih yang harus dilaksanakan
51:20 Melihat hidup sebagaimana adanya
51:24 Dharma itu
51:26 Diterangkan kapan pun juga
51:28 Sebetulnya tujuannya hanya satu
51:30 Lihatlah hidup ini sebagaimana adanya
51:33 Semuanya punya ukuran
51:36 Dan kelebihan
51:38 Hindarilah kekurangan
51:40 Perbaikilah kekurangan sendiri
51:42 Tingkatkanlah kelebihan sendiri
51:45 Tirulah kelebihan orang
51:48 Jadi setelah melihat
51:50 Hidup kita ada kelebihan dan kekurangan
51:52 Maka kelebihan sendiri tingkatkan
51:54 Kelebihan orang ikuti
51:57 Kekurangan sendiri
51:59 Jangan dimunculkan
52:00 Kekurangan orang
52:02 Ini salah satu
52:07 Dengan melihat demikian maka kita
52:10 Selalu melihat oh hidup ini tidak kekal
52:12 Selalu ada perubahan
52:13 Kalau begitu saya harus selalu menyesuaikan
52:18 Mungkin dulu saya senang sekali
52:19 Jadi tidak suka sama dia
52:21 Oh ini hanya proses perubahan
52:23 Oh dulu saya benci sama dia
52:25 Sekarang saya menjadi sayang sama dia
52:27 Itu juga hanya perubahan
52:30 Dengan kita menyadari proses itu
52:32 Suka dan duka ternyata hanya permainan
52:35 Pikiran kita
52:36 Bukan karma
52:39 Ini adalah semacam inti sehari Dharma
52:42 Karena itu
52:44 Sedara
52:46 Marilah kita menghilangkan kesan
52:50 Ke wihara itu tidak begitu
52:57 Diajari berbuat baik
52:59 Diajari mengurangi kejahatan
53:01 Sekaligus diajari
53:03 Membersihkan dan masih banyak
53:06 Manfaat lagi di wihara
53:08 Yang tentunya
53:09 Anda semua bisa setahap
53:12 Demi setahap dan nanti di dalam diskusi
53:21 Mungkin kita akan
53:22 Bisa lebih banyak menggali
53:24 Manfaat apalagi
53:26 Yang kita bisa cek inilah
53:33 Yang perlu saya sampaikan
53:35 Semoga dengan mendengarkan
53:36 Dharma pada saat yang tepat
53:39 Yaitu saat kepastian ini
53:40 Bisalah memberikan manfaat
53:43 Menambah keyakinan
53:44 Menambah semangat
53:46 Untuk kita rajin
53:48 Ke wihara bukan hanya rajin
53:51 Datang secara fisik
53:52 Tapi rajin menggali makna
53:54 Ke wihara rajin menggali
53:57 Makna Dharma rajin
53:58 Mempelajari Dharma
53:59 Dan untuk dijadikan pedoman
54:03 Hidup
54:04 Dalam kehidupan kita sehari-hari
54:06 Sehingga kita akan memperoleh
54:08 Kebahagiaan di dalam
54:10 Semoga anda berbahagia
54:14 Semoga semua makhluk
54:16 Terima kasih