0:00 Saudara-saudara, para bapak dan ibu yang berbahagia
0:06 Pada hari ini sebetulnya memang merupakan satu topik yang menarik
0:17 Karena kita berbicara tentang kehidupan berumah tangga
0:26 Yang tentunya kita semua hidup di dalam rumah tangga
0:34 Akan hidup di dalam rumah tangga kecuali saya
0:46 Karena saya sudah tidak dalam rumah tangga
0:51 Juga tidak punya keinginan berumah tangga
0:55 Namun saudara-saudara, orang yang pusing berumah tangga
1:03 Kadang-kadang malah tanyanya kepada saya
1:08 Sehingga saya sering mengatakan
1:12 Tidak salah tidak berumah tangga
1:24 Malah ditanyakan tentang rumah tangga
1:27 Tetapi setelah direnung-renungkan
1:32 Memang ini wajar-wajar saja
1:37 Karena biasanya juga dokter kandungan yang hebat
1:44 Itu biasanya laki-laki
1:47 Ibu-ibu sering periksa dokter kandungan?
1:55 Sering tidak ibu-ibu?
1:57 Laki-laki dokter kandungannya
1:59 Saya pernah tanya itu kepada ibu-ibu
2:03 Kenapa?
2:06 Kamu kok milihnya dokter kandungan kok malah
2:09 Yang laki-laki
2:12 Wah kalau perempuan katanya malah sadis
2:15 Kurang canggih
2:17 Berarti tidak punya
2:20 Itu sebetulnya malah lebih eliti
2:24 Ya kan?
2:26 Karena dia tidak punya
2:28 Wah dia melihatnya dengan baik
2:30 Demikian pula dengan rumah tangga
2:31 Karena saya tidak punya rumah tangga
2:36 Mungkin cara melihat saya malah dari sudut yang berbeda
2:41 Yang mungkin jurus-jurus berumah tangga ini
2:46 Bisa diterapkan kepada ibu yang sudah berumah tangga
2:53 Atau kepada para calon bapak ibu yang akan berumah tangga
3:00 Sehingga nanti tidak akan takut lagi
3:02 Aduh
3:02 Berumah tangga ini kok mengerikan
3:04 Tidak ada lagi cerita seperti itu
3:07 Nah saudara-saudara
3:08 Atau para bapak ibu
3:09 Di dalam kehidupan berumah tangga
3:14 Memang semua harapannya itu selalu
3:17 Maunya
3:19 Bagus
3:20 Dalam banyak
3:23 Saya selalu mengatakan
3:33 Setiap kali orang menikah
3:35 Pasti ingin rumah tangganya bahagia
3:40 Tidak ada yang mengatakan
3:41 Bantuan
3:43 Jadi saya memilih pasangan hidup saya ini
3:45 Karena saya kepengen
3:47 Menderitalah bareng-bareng sama dia
3:50 Saya kira tidak ada
3:52 Walaupun banyak diantara orang-orang yang berumah tangga
3:56 Karena merasa kasihan
3:58 Orang ini kok menderita sekali ya
4:01 Orang ini kok kasihan sekali ya
4:03 Ya sudahlah yuk
4:05 Kita married sama-sama
4:06 Siapa tahu aku bisa menolong kamu
4:08 Ide-nya menolong
4:11 Tapi toh sebetulnya
4:13 Sama-sama
4:14 Sama punya keinginan untuk berbahagia
4:16 Nah
4:17 Pada saat berumah tangga
4:20 Pada saat awal perkawinan
4:22 Memang semua kepengen
4:25 Hidupnya bahagia
4:26 Tetapi di dalam perjalanan perkawinan
4:30 Ini yang kadang-kadang sulit
4:34 Untuk mempertahankan
4:37 Kebahagiaan itu
4:40 Para bapak ibu dan saudara-saudara
4:42 Yang berbahagia
4:44 Sekarang kita akan
4:45 Membahas dulu
4:47 Tahap yang pertama adalah
4:49 Apakah
4:53 Persyaratan dasar
4:57 Kebahagiaan
4:58 Di dalam rumah tangga
5:03 Syarat yang paling pokok adalah
5:07 Bahwa kita ini
5:10 Bisa menerima pasangan hidup kita itu
5:14 Apa adanya
5:16 Kelihatannya gampang
5:22 Kelihatannya
5:23 Gampang
5:24 Siarat ini gampang
5:25 Tapi di dalam perjalanan
5:27 Para bapak ibu yang sudah berumah tangga
5:29 Ini yang problem paling sering muncul
5:31 Misalnya
5:32 Dulu kamu waktu masih langsing
5:38 Tidur ini kasurnya rasanya cukup
5:41 Untuk berdua
5:43 Sekarang setelah badan kamu
5:44 Seperti gong besarnya
5:46 Kok rasanya jadi sumpah
5:49 Minggir sana
5:50 Atau kita beli kasur baru
5:53 Tidak mau
5:54 Menerima
5:57 Kekurangan dan kelebihannya
5:59 Kalau kamu makan sedikit
6:05 Sekarang ini sudah krisisin
6:07 Kok malah kamu tambah banyak ya makannya
6:10 Tidak mau menerima kelebihan dan kekurangannya
6:15 Dulu kamu tuh ramping sekali
6:19 Sekarang kok daging disana
6:21 Daging disini
6:22 Tebel disana
6:24 Tebel disini
6:26 Sulit menerima
6:28 Kekurangan
6:29 Apangan kita
6:30 Kalau sudah begitu
6:36 Terjadi percekcokan
6:41 Sudah sederhan
6:44 Padahal sebetulnya
6:49 Segala kekurangan dan kelebihannya
6:52 Maka kita bisa mengekspresikan kekurangan itu dengan
6:58 Kata-kata yang
7:01 Bersifat lembut
7:03 Misalnya
7:05 Wah
7:09 Kasur kita ini setelah dipakai sekian tahun
7:13 Agak makin kecil ya
7:17 Nyusut
7:19 Karena kita lihat kan
7:21 Tetap penghuninya ranjang
7:22 Ini kan dua orang
7:23 Tapi dulu waktu kita baru samerit
7:27 Kan longgar
7:28 Setelah sekian belas tahun
7:30 Sepit
7:31 Ini berarti kasurnya nyusut ya
7:34 Lalu mungkin pasangan kita mengatakan
7:39 Wah kamu nyindir nih
7:41 Lu nyindir apa?
7:43 Oh saya lihat kelihatannya kamu ya
7:45 Normal-normal saja kok besarnya
7:47 Enggak sebetulnya saya ini bobotnya sudah kelebihan 15 kilo
7:51 Oh
7:52 Nah
7:53 Kata-kata yang halus ini sebetulnya lebih baik
7:57 Kenapa sedara-sedara?
7:58 Kadang kita harus mengkritik pasangan hidup kita
8:01 Kadang kita harus
8:04 Memberitahu kepada pasangan hidup kita
8:06 Tetapi ingatlah
8:08 Bahwa semua orang sebetulnya tidak suka
8:11 Kata-kata yang kasar
8:14 Menerima pasangan kita
8:16 Sebagaimana adanya
8:17 Itu penting
8:18 Tetapi untuk mengungkapkan
8:21 Kekurangan dia
8:22 Gunakanlah kata-kata yang baik
8:26 Kenapa demikian sedara?
8:29 Luka di tangan dengan pisau
8:31 Tidak ada bekasnya
8:37 Tetapi
8:38 Kalau luka di hati dengan kata-kata
8:42 Itu
8:44 Akan tersimpan sampai lama
8:46 Oleh karena itu
8:48 Pasangan kita sebetulnya
8:49 Kalau punya kekurangan
8:51 Kalau Anda bisa terima
8:53 Terimalah itu sebagai satu proses hidup
8:55 Ya dulu kurus memang
8:57 Tapi usianya bertambah
8:59 Sekarang jadi tambah besar
9:00 Ranjangnya kurang
9:01 Dulu memang dia mulus
9:04 Sekarang setelah usianya bertambah
9:06 Ya daging disana juga ikut bertambah
9:08 Oke
9:10 Tetapi
9:11 Kita juga boleh mengkritik pasangan kita
9:15 Cuma kata-katanya dulu
9:17 Dibuat yang halus
9:20 Bagaimana misalnya
9:22 Wah saya lihat
9:25 Kamu itu juga
9:27 Bagus loh
9:28 Kelihatan agak bunder
9:32 Apalagi kalau kamu lebih bunder lagi
9:34 Kalau jalan sama aku mungkin
9:37 Kayak angka 10
9:38 Oh menghina loh
9:40 Menghina
9:43 Tidak menghina lah
9:44 Tapi kalau kamu sedikit langsing kan bisa
9:46 Dengan kata-kata yang manis
9:49 Seperti itu
9:50 Sebetulnya
9:51 Suami istri itu akan bisa menjadi lebih akrab
9:54 Suami istri akan bisa menjadi lebih baik
9:57 Kenapa
9:57 Karena
10:00 Kita bisa mengungkapkan kritikannya dengan lebih baik
10:05 Kamu kalau
10:07 Rambutnya
10:09 Pendek seperti sekarang ini ya sudah bagus
10:12 Tapi apalagi kalau sepundak
10:13 Wah mungkin lebih baik lagi
10:16 Kata-kata yang bersifat halus ini lebih bagus
10:20 Daripada
10:20 Apa kamu kok rambutnya pendek
10:22 Mau jadi bigu ya
10:23 Ini kan menjadi orang tidak suka
10:26 Tetapi dengan kata-kata yang lembut
10:28 Kata-kata yang halus
10:30 Itu mungkin akan memberikan manfaat
10:32 Sehingga kita
10:35 Bisa mengkritik pasangan kita dengan baik
10:37 Dan itu sebetulnya dasarnya
10:39 Adalah karena kita bisa menerima
10:41 Dia dengan kelebihan dan kekurangan
10:43 Selama kita mau maksakan
10:45 Kamu harus begini
10:46 Kamu harus langsing
10:48 Kamu harus makannya sedikit
10:49 Kamu harus rambutnya begini
10:51 Kamu harus potongannya begini
10:52 Itu akhirnya yang muncul adalah
10:54 Perintah
10:55 Potong rambut
10:57 Besok ikut fitness
10:59 Kapan-kapan
11:00 Kamu harus ikut food combining
11:03 Akhirnya perintah-perintah-perintah muncul
11:05 Akhirnya pasangan hidup itu
11:07 Aku ini kawin sama pasangan hidup
11:09 Apa aku ini dapat Hitler
11:12 Yang sukanya mementa
11:14 Aku gak boleh begini
11:16 Aku gak boleh begitu
11:17 Karena kita tidak mau menerima dia
11:20 Apa adanya
11:21 Akhirnya yang munculnya itu adalah
11:22 Yang muncul adalah emosi kita
11:23 Tapi kalau kita sudah bisa menerima
11:29 Kita nadanya mengingatkan
11:31 Aku ingatkan ya
11:33 Kamu biar lebih langsing
11:34 Kamu ingat
11:35 Aku ingatin ya
11:35 Kamu biar giit
11:38 Kamu bisa lakukan bagus
11:40 Kamu gak bisa lakukan
11:41 Kita gak perlu emosi
11:44 Ini yang paling sulit
11:45 Nah
11:46 Lalu bagaimana yang
11:49 Yang menjadi kunci supaya kita ini bisa menerima pasangan apa adanya?
11:55 Jangan sering bertanya kenapa
11:59 Kenapa ya kamu mau sekarang tambah gede badannya?
12:02 Bikin kasur sempit
12:04 Kenapa ya kamu makannya tambah banyak?
12:07 Bikin pengeluarannya tambah besar?
12:09 Kenapa ya kamu dagingnya bertambah sana bertambah sini
12:13 Sehingga akhirnya harus beli baju baru?
12:15 Semakin banyak pertanyaan kenapa
12:19 Pasangan hidup kita mesti akan tambah bermasalah
12:23 Saudara-saudara
12:24 Yang sudah pacaran pun
12:26 Kalau anda selalu bertanya kenapa
12:29 Mesti itu setibul cekcok
12:32 Kenapa datangnya terlambat?
12:34 Kenapa bajunya ini?
12:36 Kenapa makannya itu?
12:38 Kenapa kendaraanmu seperti ini?
12:41 Mesti cekcok
12:43 Apa yang harus kita ubah?
12:45 Bukan bertanya kenapa
12:49 Memang
12:50 Memang badanmu sekarang sudah segitu
12:55 Ya kasurnya ngalah lah
12:59 Oh memang sekarang kamu nambah jumlah makannya
13:04 Ya beratnya ditambah
13:06 Oh memang kamu suka pakaian seperti itu
13:11 Ya sudah lah kita menyesuaikan
13:13 Karena dengan bertanya kenapa kenapa kenapa
13:17 Kita akan menyuruh orang lain mengubah
13:20 Pasangan kita mengubah dirinya
13:22 Seperti harapan kita
13:24 Tapi ketika kita berkata-kata
13:26 Memang dia begitu
13:29 Maka kita sebetulnya mengubah
13:32 Pola pikir kita sendiri
13:35 Nah ini sebetulnya adalah yang pertama
13:38 Ya jadi menerima pasangan hidup kita apa adanya
13:42 Dengan cara
13:46 Mengatakan ya memang kamu begitu
13:48 Dan kalaupun mengkritik dengan bahasa yang halus
13:53 Yang kedua
13:54 Supaya kita bisa mendapatkan kehidupan
13:57 Rumah tangga yang berbahagia
14:02 Kuncinya
14:03 Yang kedua adalah
14:08 Sebetulnya
14:09 Di dalam kehidupan rumah tangga
14:12 Lebih baik
14:15 Mencintai
14:17 Daripada
14:19 Dijintai
14:21 Nah bagaimana ini
14:23 Sedara sedara
14:24 Kalau anda menikah
14:27 Biasanya anda dihadapkan tiga pilihan
14:31 Satu
14:32 Saya senang
14:35 Sama dia
14:37 Saya cinta sama dia
14:38 Tapi dia tidak mau
14:40 Baik seruduk saja pokoknya
14:42 Sampai dia mau
14:45 Saya cinta dia
14:46 Dia tidak mau
14:48 Tapi tetap menikah
14:51 Dua
14:51 Dia cinta saya
14:52 Saya tidak mau
14:54 Tapi karena perhitungan ini dan itu
14:56 Akhirnya saya menikah
14:59 Yang ketiga
15:00 Saling mencintai
15:01 Saling mencintai paling bagus
15:03 Tapi diantara dua ini
15:05 Dijintai
15:06 Dijintai dan mencintai
15:07 Kalau anda
15:11 Pilih yang mana
15:17 Bagi yang sudah married dan tidak apa-apa jawab
15:19 Senang dicintai atau senang mencintai
15:22 Senang dijintai
15:28 Atau senang mencintai
15:36 Dijintai atau mencintai
15:38 Jawab
15:42 Dijintai
15:45 Memang rata-rata umum sekali
15:47 Dijintai itu paling happy
15:49 Apa saja kebutuhan kita dipenuhi
15:51 Kemana saja kita
15:54 Belum tentu saja
15:55 Boleh
15:57 Dijintai itu umum sekali
15:59 Padahal sebetulnya dijintai itu malah menderita
16:02 Anda mau
16:05 Kumpul sama orang ke rumah
16:07 Yang cinta kepada anda
16:10 Tapi anda sebetulnya tidak suka
16:11 Sama dia
16:12 Apa anda mau
16:14 Itu kan sebetulnya hidup dalam penjara
16:17 Hidup dalam penderitaan
16:20 Akhirnya apa
16:21 Akhirnya anda akan selalu nyesel
16:23 Aku sudah begini baiknya
16:25 Aku sudah begitu
16:26 Kenapa sih kamu tidak selalu begitu
16:28 Nah muncul kenapa
16:30 Kenapa kenapa
16:31 Karena kita sebetulnya tidak mencintai dia
16:34 Dia yang mencintai kita
16:37 Tapi kalau
16:40 Kita mencintai dia
16:42 Cinta itu apa sih sebetulnya
16:44 Ingin memberi
16:46 Ingin membahagiakan
16:48 Sehingga akhirnya
16:50 Apapun yang dia lakukan
16:52 Pokoknya kalau dia bahagia
16:53 Aku kasihkan
16:54 Orang kalau pacaran
16:57 Sebetulnya kan juga ingin membahagiakan
16:59 Kamu senang aku
17:01 Baju apa hari ini
17:02 Merah pakai
17:05 Kamu senang rambutnya model apa
17:07 Model F4
17:13 Pengen makanan apa
17:15 Mie
17:17 Kenapa
17:21 Karena waktu pacaran kita ingin
17:24 Membahagiakan dia
17:26 Tetapi ketika
17:28 Kita sudah
17:30 Sudah berumah tangga
17:32 Kadang kadang
17:34 Perilaku ini
17:36 Dilupakan
17:38 Kamu pengen pakai apa
17:39 Baju merah
17:40 Kamu mau aku merah
17:42 Aku bikin putih saja
17:45 Sengaja kadang kadang malah begitu
17:47 Kenapa karena cintanya tidak ada
17:50 Tapi kalau kita mencintai dia
17:52 Pengen baju merah
17:53 Aku pakai merah
17:55 Pengen putih
17:56 Aku juga pakai putih pokoknya kamu happy
18:00 Kalau kita adalah diusahakan
18:01 Supaya dia selalu happy
18:04 Inilah sebetulnya saudara
18:07 Mencintai lebih bagus daripada dicintai
18:09 Kalau dicintai itu cenderung
18:11 Nanti kita hidup dalam penjara
18:12 Kamu cakap apa saja
18:14 Tapi kamu tidak boleh begini
18:15 Kamu tidak boleh begitu
18:18 Sulit sekali
18:19 Jadi sekarang
18:23 Yang perlu kita simpulkan
18:25 Disini apa
18:27 Apakah yang disebut
18:29 Perkahwinan bahagia
18:31 Apakah yang mendukung
18:34 Kehidupan perkahwinan
18:36 Sebetulnya adalah
18:37 Keinginan untuk memberi
18:41 Di dalam bahasa dharma
18:43 Itu sebetulnya adalah
18:45 Kerelaan
18:46 Rela itu bukan hanya materi
18:49 Kamu butuh baju saya kasih
18:52 Kamu butuh
18:53 Makan saya kasih
18:55 Bukan
18:56 Tetapi kerelaan itu yang paling penting adalah
18:59 Perhatian
19:01 Jika pasangan hidup kita berubah bentuknya
19:04 Dulu cantik
19:06 Sekarang tidak cantik lagi
19:07 Dulu ganteng sekarang tidak ganteng lagi
19:09 Kita bisa
19:11 Merelakan dia berubah
19:14 Dan kita bisa menerima
19:18 Perubahannya itu
19:19 Dan kita bisa mengatakan
19:22 Dengan bahasa
19:23 Yang baik
19:25 Untuk mengkoreksi
19:26 Itu pun adalah kerelaan
19:29 Rela mengatakan kata-kata yang halus
19:34 Kemudian
19:38 Ini juga dalam arti
19:40 Ingin membahagiakan pasangan kita
19:43 Kamu ingin apa
19:44 Ingin saya masakkan apa
19:46 Kamu ingin bagaimana
19:50 Kemauan memberi
19:52 Kemauan
19:54 Berkorban
19:55 Ini sebetulnya yang disebut kerelaan
19:58 Karena itu sedara-sedara
20:00 Kehidupan suami istri
20:02 Akan bisa bahagia
20:04 Kuncinya adalah kerelaan
20:06 Bukan
20:08 Suami harus seperti istri
20:10 Istri harus seperti suami
20:12 Kamu kok tidak seperti saya
20:13 Aku kan rajin
20:16 Kamu kok tidak
20:17 Tidak bisa
20:18 Karena suami dan istri masing-masing punya tugas
20:21 Dan tanggung jawabnya sendiri
20:23 Punya perbedaannya masing-masing
20:25 Sama dengan sepatu anda sama dengan sandal anda
20:28 Sepatu anda sandal anda
20:30 Kanan dan kiri berbeda
20:32 Tetapi saling melengkapi
20:35 Kalau sandal anda
20:36 Sepatu anda kanan semua
20:38 Tidak bisa dipakai
20:40 Kalau sepatunya kiri semua
20:42 Tidak bisa jalan
20:44 Kanan dan kiri
20:46 Perkahwinan itu adalah saling melengkapi
20:49 Seperti sepatu kanan
20:50 Dan sepatu kiri
20:51 Tidak bisa disamakan
20:53 Yang ada hanyalah saling pengertian
20:56 Saling pengertian di dalam dhamma
20:58 Bisa muncul
21:00 Kalau kita mau
21:03 Kerelaan
21:04 Mau berdana
21:05 Saya memilih pasangan saya ini
21:09 Hanya sekali
21:10 Dan saya memilih pasangan saya ini
21:13 Adalah untuk selamanya
21:15 Saya harus bisa
21:17 Membahagiakan dia
21:19 Nah inilah sebetulnya
21:21 Kunci yang paling pokok
21:22 Karena kalau saya melihat
21:25 Di dalam kehidupan
21:27 Berumah tangga
21:28 Kalau nanti saya memberikan teori yang muluk-muluk
21:32 Anda malah mengatakan
21:35 Teori muluk-muluk
21:37 Sehingga dia belum praktek
21:38 Tetapi mungkin saya akan lebih
21:41 Lebih suka
21:42 Kita akan menekankan pada
21:44 Tanya jawab
21:46 Sehingga mungkin
21:48 Apa yang saya sampaikan pada
21:50 Awal pertemuan kita ini
21:52 Sebetulnya adalah merupakan
21:53 Pokok dasar saja bahwa
21:55 Perkahwinan akan menjadi bahagia
21:57 Adalah kalau ada keinginan untuk berdana
22:00 Keinginan untuk memberi
22:02 Kerelaan kepada pasangan kita
22:04 Tetapi yang saya ingin lebih
22:06 Dapatkan adalah
22:08 Tanya pertanyaan anda
22:10 Yang mungkin menjadi kasus-kasus
22:12 Yang pernah anda temui di dalam masyarakat
22:14 Tidak harus anda
22:16 Tanya itu menjadi problem anda
22:18 Mungkin itu problem di dalam masyarakat
22:20 Yang anda temui
22:20 Pada saat itulah kita bisa
22:23 Studi kasus yang mungkin akan
22:25 Lebih banyak memberi manfaat
22:27 Untuk kehidupan anda
22:30 Berumah tangga
22:31 Karena itu kalau tadi
22:32 Ibu Nina mengatakan saya harus
22:36 Memberikan ceramah selama
22:38 45 menit
22:39 Saya kira saya memberikan pendek saja
22:42 Karena saya akan lebih menekankan kepada
22:44 Tanya jawabnya
22:46 Yang tentunya akan membawa manfaat untuk kita
22:48 Karena itu inti perkahwinan
22:50 Supaya bahagia sebetulnya
22:51 Adalah kerelaan
22:53 Bukan hanya kerelaan materi
22:55 Karena banyak orang mengatakan
22:57 Sudahlah pokoknya aku pergi
22:59 Terus yang penting duit dirumah selalu
23:02 Ada
23:02 Banyak pasangan rumah tangga
23:05 Tidak bahagia karena
23:06 Demikian dia mengatakan
23:08 Aku bukan butuh duit
23:09 Aku yang butuh adalah orangnya disini
23:12 Aku butuh kasih sayangnya
23:14 Inilah yang disebut kerelaan juga
23:16 Karena itu
23:18 Anda siapkan kertasnya ada kertasnya
23:20 Sudah punya kertas untuk
23:22 Tanya jawab apa anda mau tanya langsung
23:24 Saya akan kasih kesempatan
23:27 Karena itu saya kembalikan
23:28 Kepada pembawa acara
23:30 Untuk memberi kesempatan
23:32 Mereka bertanyakan
23:33 Terima kasih