Segenggam Daun
AUDIOBhikkhu Uttamo

Dasar Perkawinan Bahagia

0:00—
Bahasa Indonesia

Subtitle Bahasa Indonesia belum tersedia.

Dasar Perkawinan Bahagia

Tentang Ceramah

Ceramah ini membahas tentang dasar-dasar untuk mencapai kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga. Pembicara, Bhikkhu Uttamo, memulai dengan memperkenalkan topik dan mengakui ironi bahwa ia sendiri tidak berumah tangga namun sering ditanya tentang hal itu. Ia menekankan bahwa semua orang menginginkan rumah tangga yang bahagia. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana mencapai kebahagiaan tersebut dalam praktik sehari-hari. Gagasan utama yang disampaikan adalah dua syarat dasar: pertama, menerima pasangan apa adanya, termasuk kekurangan dan kelebihannya. Kritik boleh disampaikan, tetapi harus dengan kata-kata halus karena luka hati akibat kata-kata kasar sulit sembuh. Kunci untuk menerima adalah menghindari pertanyaan 'kenapa' yang cenderung menyalahkan, dan mengubah pola pikir dengan berkata 'memang begitu' serta menyesuaikan diri. Kedua, lebih baik mencintai daripada dicintai, karena dicintai cenderung membuat hidup dalam 'penjara' akibat tuntutan, sedangkan mencintai berarti ingin memberi dan membahagiakan pasangan. Inti dari perkawinan bahagia adalah kerelaan (dana), yang tidak hanya berupa materi tetapi juga perhatian dan pengertian. Suami istri saling melengkapi seperti sepatu kanan dan kiri, dan kerelaan adalah kunci untuk membahagiakan pasangan. Alur pemikiran berkembang dari pengantar tentang topik, kemudian menjelaskan syarat pertama, lalu syarat kedua, dan diakhiri dengan penekanan pada kerelaan sebagai inti. Pembicara menutup dengan mengajak hadirin untuk bertanya atau berbagi kasus, karena tanya jawab dianggap lebih bermanfaat untuk studi kasus kehidupan rumah tangga. Pesan utama yang dapat dibawa adalah bahwa kebahagiaan rumah tangga bergantung pada sikap batin kita: menerima pasangan apa adanya, mengutamakan memberi daripada menuntut, dan melatih kerelaan dalam segala hal.

Bagian PentingAI · suggested — belum ditinjau manusia
  1. Pembukaan dan Pengantar
    Pembicara memperkenalkan topik tentang kehidupan berumah tangga, mengakui ironi bahwa ia sendiri tidak berumah tangga namun sering ditanya tentang hal itu, dan menekankan bahwa semua orang ingin rumah tangga bahagia.
  2. Syarat Dasar: Menerima Pasangan Apa Adanya
    Syarat pertama kebahagiaan rumah tangga adalah menerima pasangan apa adanya, termasuk kekurangan dan kelebihannya. Mengkritik boleh, tetapi harus dengan kata-kata halus karena luka hati akibat kata-kata kasar sulit sembuh.
  3. Kunci Menerima: Hindari Pertanyaan 'Kenapa'
    Untuk bisa menerima pasangan, hindari bertanya 'kenapa' yang cenderung menyalahkan. Sebaliknya, ubah pola pikir sendiri dengan berkata 'memang begitu' dan menyesuaikan diri.
  4. Syarat Kedua: Mencintai Lebih Baik daripada Dicintai
    Syarat kedua adalah lebih baik mencintai daripada dicintai. Dicintai cenderung membuat hidup dalam 'penjara' karena menuntut, sedangkan mencintai berarti ingin memberi dan membahagiakan pasangan.
  5. Kerelaan sebagai Inti Perkawinan Bahagia
    Inti perkawinan bahagia adalah kerelaan (dana), bukan hanya materi tetapi juga perhatian dan pengertian. Suami istri saling melengkapi seperti sepatu kanan dan kiri, dan kerelaan adalah kunci untuk membahagiakan pasangan.
  6. Penutup dan Ajakan Tanya Jawab
    Pembicara mengakhiri ceramah singkatnya dan mengajak hadirin untuk bertanya atau berbagi kasus, karena tanya jawab dianggap lebih bermanfaat untuk studi kasus kehidupan rumah tangga.
Dāna/BerdanaAI · suggestedAcceptanceAI · suggestedRelationshipsAI · suggestedLoveAI · suggestedLetting GoAI · suggestedAttachmentAI · suggestedSulit Melepassuggested
Transkrip LengkapAI · suggested — belum ditinjau manusia
Saudara-saudara, para bapak dan ibu yang berbahagia
Pada hari ini sebetulnya memang merupakan satu topik yang menarik
Karena kita berbicara tentang kehidupan berumah tangga
Yang tentunya kita semua hidup di dalam rumah tangga
Akan hidup di dalam rumah tangga kecuali saya
Karena saya sudah tidak dalam rumah tangga
Juga tidak punya keinginan berumah tangga
Namun saudara-saudara, orang yang pusing berumah tangga
Kadang-kadang malah tanyanya kepada saya
Sehingga saya sering mengatakan
Tidak salah tidak berumah tangga
Malah ditanyakan tentang rumah tangga
Tetapi setelah direnung-renungkan
Memang ini wajar-wajar saja
Karena biasanya juga dokter kandungan yang hebat
Itu biasanya laki-laki
Ibu-ibu sering periksa dokter kandungan?
Sering tidak ibu-ibu?
Laki-laki dokter kandungannya
Saya pernah tanya itu kepada ibu-ibu
Kenapa?
Kamu kok milihnya dokter kandungan kok malah
Yang laki-laki
Wah kalau perempuan katanya malah sadis
Kurang canggih
Berarti tidak punya
Itu sebetulnya malah lebih eliti
Ya kan?
Karena dia tidak punya
Wah dia melihatnya dengan baik
Demikian pula dengan rumah tangga
Karena saya tidak punya rumah tangga
Mungkin cara melihat saya malah dari sudut yang berbeda
Yang mungkin jurus-jurus berumah tangga ini
Bisa diterapkan kepada ibu yang sudah berumah tangga
Atau kepada para calon bapak ibu yang akan berumah tangga
Sehingga nanti tidak akan takut lagi
Aduh
Berumah tangga ini kok mengerikan
Tidak ada lagi cerita seperti itu
Nah saudara-saudara
Atau para bapak ibu
Di dalam kehidupan berumah tangga
Memang semua harapannya itu selalu
Maunya
Bagus
Dalam banyak
Saya selalu mengatakan
Setiap kali orang menikah
Pasti ingin rumah tangganya bahagia
Tidak ada yang mengatakan
Bantuan
Jadi saya memilih pasangan hidup saya ini
Karena saya kepengen
Menderitalah bareng-bareng sama dia
Saya kira tidak ada
Walaupun banyak diantara orang-orang yang berumah tangga
Karena merasa kasihan
Orang ini kok menderita sekali ya
Orang ini kok kasihan sekali ya
Ya sudahlah yuk
Kita married sama-sama
Siapa tahu aku bisa menolong kamu
Ide-nya menolong
Tapi toh sebetulnya
Sama-sama
Sama punya keinginan untuk berbahagia
Nah
Pada saat berumah tangga
Pada saat awal perkawinan
Memang semua kepengen
Hidupnya bahagia
Tetapi di dalam perjalanan perkawinan
Ini yang kadang-kadang sulit
Untuk mempertahankan
Kebahagiaan itu
Para bapak ibu dan saudara-saudara
Yang berbahagia
Sekarang kita akan
Membahas dulu
Tahap yang pertama adalah
Apakah
Persyaratan dasar
Kebahagiaan
Di dalam rumah tangga
Syarat yang paling pokok adalah
Bahwa kita ini
Bisa menerima pasangan hidup kita itu
Apa adanya
Kelihatannya gampang
Kelihatannya
Gampang
Siarat ini gampang
Tapi di dalam perjalanan
Para bapak ibu yang sudah berumah tangga
Ini yang problem paling sering muncul
Misalnya
Dulu kamu waktu masih langsing
Tidur ini kasurnya rasanya cukup
Untuk berdua
Sekarang setelah badan kamu
Seperti gong besarnya
Kok rasanya jadi sumpah
Minggir sana
Atau kita beli kasur baru
Tidak mau
Menerima
Kekurangan dan kelebihannya
Kalau kamu makan sedikit
Sekarang ini sudah krisisin
Kok malah kamu tambah banyak ya makannya
Tidak mau menerima kelebihan dan kekurangannya
Dulu kamu tuh ramping sekali
Sekarang kok daging disana
Daging disini
Tebel disana
Tebel disini
Sulit menerima
Kekurangan
Apangan kita
Kalau sudah begitu
Terjadi percekcokan
Sudah sederhan
Padahal sebetulnya
Segala kekurangan dan kelebihannya
Maka kita bisa mengekspresikan kekurangan itu dengan
Kata-kata yang
Bersifat lembut
Misalnya
Wah
Kasur kita ini setelah dipakai sekian tahun
Agak makin kecil ya
Nyusut
Karena kita lihat kan
Tetap penghuninya ranjang
Ini kan dua orang
Tapi dulu waktu kita baru samerit
Kan longgar
Setelah sekian belas tahun
Sepit
Ini berarti kasurnya nyusut ya
Lalu mungkin pasangan kita mengatakan
Wah kamu nyindir nih
Lu nyindir apa?
Oh saya lihat kelihatannya kamu ya
Normal-normal saja kok besarnya
Enggak sebetulnya saya ini bobotnya sudah kelebihan 15 kilo
Oh
Nah
Kata-kata yang halus ini sebetulnya lebih baik
Kenapa sedara-sedara?
Kadang kita harus mengkritik pasangan hidup kita
Kadang kita harus
Memberitahu kepada pasangan hidup kita
Tetapi ingatlah
Bahwa semua orang sebetulnya tidak suka
Kata-kata yang kasar
Menerima pasangan kita
Sebagaimana adanya
Itu penting
Tetapi untuk mengungkapkan
Kekurangan dia
Gunakanlah kata-kata yang baik
Kenapa demikian sedara?
Luka di tangan dengan pisau
Tidak ada bekasnya
Tetapi
Kalau luka di hati dengan kata-kata
Itu
Akan tersimpan sampai lama
Oleh karena itu
Pasangan kita sebetulnya
Kalau punya kekurangan
Kalau Anda bisa terima
Terimalah itu sebagai satu proses hidup
Ya dulu kurus memang
Tapi usianya bertambah
Sekarang jadi tambah besar
Ranjangnya kurang
Dulu memang dia mulus
Sekarang setelah usianya bertambah
Ya daging disana juga ikut bertambah
Oke
Tetapi
Kita juga boleh mengkritik pasangan kita
Cuma kata-katanya dulu
Dibuat yang halus
Bagaimana misalnya
Wah saya lihat
Kamu itu juga
Bagus loh
Kelihatan agak bunder
Apalagi kalau kamu lebih bunder lagi
Kalau jalan sama aku mungkin
Kayak angka 10
Oh menghina loh
Menghina
Tidak menghina lah
Tapi kalau kamu sedikit langsing kan bisa
Dengan kata-kata yang manis
Seperti itu
Sebetulnya
Suami istri itu akan bisa menjadi lebih akrab
Suami istri akan bisa menjadi lebih baik
Kenapa
Karena
Kita bisa mengungkapkan kritikannya dengan lebih baik
Kamu kalau
Rambutnya
Pendek seperti sekarang ini ya sudah bagus
Tapi apalagi kalau sepundak
Wah mungkin lebih baik lagi
Kata-kata yang bersifat halus ini lebih bagus
Daripada
Apa kamu kok rambutnya pendek
Mau jadi bigu ya
Ini kan menjadi orang tidak suka
Tetapi dengan kata-kata yang lembut
Kata-kata yang halus
Itu mungkin akan memberikan manfaat
Sehingga kita
Bisa mengkritik pasangan kita dengan baik
Dan itu sebetulnya dasarnya
Adalah karena kita bisa menerima
Dia dengan kelebihan dan kekurangan
Selama kita mau maksakan
Kamu harus begini
Kamu harus langsing
Kamu harus makannya sedikit
Kamu harus rambutnya begini
Kamu harus potongannya begini
Itu akhirnya yang muncul adalah
Perintah
Potong rambut
Besok ikut fitness
Kapan-kapan
Kamu harus ikut food combining
Akhirnya perintah-perintah-perintah muncul
Akhirnya pasangan hidup itu
Aku ini kawin sama pasangan hidup
Apa aku ini dapat Hitler
Yang sukanya mementa
Aku gak boleh begini
Aku gak boleh begitu
Karena kita tidak mau menerima dia
Apa adanya
Akhirnya yang munculnya itu adalah
Yang muncul adalah emosi kita
Tapi kalau kita sudah bisa menerima
Kita nadanya mengingatkan
Aku ingatkan ya
Kamu biar lebih langsing
Kamu ingat
Aku ingatin ya
Kamu biar giit
Kamu bisa lakukan bagus
Kamu gak bisa lakukan
Kita gak perlu emosi
Ini yang paling sulit
Nah
Lalu bagaimana yang
Yang menjadi kunci supaya kita ini bisa menerima pasangan apa adanya?
Jangan sering bertanya kenapa
Kenapa ya kamu mau sekarang tambah gede badannya?
Bikin kasur sempit
Kenapa ya kamu makannya tambah banyak?
Bikin pengeluarannya tambah besar?
Kenapa ya kamu dagingnya bertambah sana bertambah sini
Sehingga akhirnya harus beli baju baru?
Semakin banyak pertanyaan kenapa
Pasangan hidup kita mesti akan tambah bermasalah
Saudara-saudara
Yang sudah pacaran pun
Kalau anda selalu bertanya kenapa
Mesti itu setibul cekcok
Kenapa datangnya terlambat?
Kenapa bajunya ini?
Kenapa makannya itu?
Kenapa kendaraanmu seperti ini?
Mesti cekcok
Apa yang harus kita ubah?
Bukan bertanya kenapa
Memang
Memang badanmu sekarang sudah segitu
Ya kasurnya ngalah lah
Oh memang sekarang kamu nambah jumlah makannya
Ya beratnya ditambah
Oh memang kamu suka pakaian seperti itu
Ya sudah lah kita menyesuaikan
Karena dengan bertanya kenapa kenapa kenapa
Kita akan menyuruh orang lain mengubah
Pasangan kita mengubah dirinya
Seperti harapan kita
Tapi ketika kita berkata-kata
Memang dia begitu
Maka kita sebetulnya mengubah
Pola pikir kita sendiri
Nah ini sebetulnya adalah yang pertama
Ya jadi menerima pasangan hidup kita apa adanya
Dengan cara
Mengatakan ya memang kamu begitu
Dan kalaupun mengkritik dengan bahasa yang halus
Yang kedua
Supaya kita bisa mendapatkan kehidupan
Rumah tangga yang berbahagia
Kuncinya
Yang kedua adalah
Sebetulnya
Di dalam kehidupan rumah tangga
Lebih baik
Mencintai
Daripada
Dijintai
Nah bagaimana ini
Sedara sedara
Kalau anda menikah
Biasanya anda dihadapkan tiga pilihan
Satu
Saya senang
Sama dia
Saya cinta sama dia
Tapi dia tidak mau
Baik seruduk saja pokoknya
Sampai dia mau
Saya cinta dia
Dia tidak mau
Tapi tetap menikah
Dua
Dia cinta saya
Saya tidak mau
Tapi karena perhitungan ini dan itu
Akhirnya saya menikah
Yang ketiga
Saling mencintai
Saling mencintai paling bagus
Tapi diantara dua ini
Dijintai
Dijintai dan mencintai
Kalau anda
Pilih yang mana
Bagi yang sudah married dan tidak apa-apa jawab
Senang dicintai atau senang mencintai
Senang dijintai
Atau senang mencintai
Dijintai atau mencintai
Jawab
Dijintai
Memang rata-rata umum sekali
Dijintai itu paling happy
Apa saja kebutuhan kita dipenuhi
Kemana saja kita
Belum tentu saja
Boleh
Dijintai itu umum sekali
Padahal sebetulnya dijintai itu malah menderita
Anda mau
Kumpul sama orang ke rumah
Yang cinta kepada anda
Tapi anda sebetulnya tidak suka
Sama dia
Apa anda mau
Itu kan sebetulnya hidup dalam penjara
Hidup dalam penderitaan
Akhirnya apa
Akhirnya anda akan selalu nyesel
Aku sudah begini baiknya
Aku sudah begitu
Kenapa sih kamu tidak selalu begitu
Nah muncul kenapa
Kenapa kenapa
Karena kita sebetulnya tidak mencintai dia
Dia yang mencintai kita
Tapi kalau
Kita mencintai dia
Cinta itu apa sih sebetulnya
Ingin memberi
Ingin membahagiakan
Sehingga akhirnya
Apapun yang dia lakukan
Pokoknya kalau dia bahagia
Aku kasihkan
Orang kalau pacaran
Sebetulnya kan juga ingin membahagiakan
Kamu senang aku
Baju apa hari ini
Merah pakai
Kamu senang rambutnya model apa
Model F4
Pengen makanan apa
Mie
Kenapa
Karena waktu pacaran kita ingin
Membahagiakan dia
Tetapi ketika
Kita sudah
Sudah berumah tangga
Kadang kadang
Perilaku ini
Dilupakan
Kamu pengen pakai apa
Baju merah
Kamu mau aku merah
Aku bikin putih saja
Sengaja kadang kadang malah begitu
Kenapa karena cintanya tidak ada
Tapi kalau kita mencintai dia
Pengen baju merah
Aku pakai merah
Pengen putih
Aku juga pakai putih pokoknya kamu happy
Kalau kita adalah diusahakan
Supaya dia selalu happy
Inilah sebetulnya saudara
Mencintai lebih bagus daripada dicintai
Kalau dicintai itu cenderung
Nanti kita hidup dalam penjara
Kamu cakap apa saja
Tapi kamu tidak boleh begini
Kamu tidak boleh begitu
Sulit sekali
Jadi sekarang
Yang perlu kita simpulkan
Disini apa
Apakah yang disebut
Perkahwinan bahagia
Apakah yang mendukung
Kehidupan perkahwinan
Sebetulnya adalah
Keinginan untuk memberi
Di dalam bahasa dharma
Itu sebetulnya adalah
Kerelaan
Rela itu bukan hanya materi
Kamu butuh baju saya kasih
Kamu butuh
Makan saya kasih
Bukan
Tetapi kerelaan itu yang paling penting adalah
Perhatian
Jika pasangan hidup kita berubah bentuknya
Dulu cantik
Sekarang tidak cantik lagi
Dulu ganteng sekarang tidak ganteng lagi
Kita bisa
Merelakan dia berubah
Dan kita bisa menerima
Perubahannya itu
Dan kita bisa mengatakan
Dengan bahasa
Yang baik
Untuk mengkoreksi
Itu pun adalah kerelaan
Rela mengatakan kata-kata yang halus
Kemudian
Ini juga dalam arti
Ingin membahagiakan pasangan kita
Kamu ingin apa
Ingin saya masakkan apa
Kamu ingin bagaimana
Kemauan memberi
Kemauan
Berkorban
Ini sebetulnya yang disebut kerelaan
Karena itu sedara-sedara
Kehidupan suami istri
Akan bisa bahagia
Kuncinya adalah kerelaan
Bukan
Suami harus seperti istri
Istri harus seperti suami
Kamu kok tidak seperti saya
Aku kan rajin
Kamu kok tidak
Tidak bisa
Karena suami dan istri masing-masing punya tugas
Dan tanggung jawabnya sendiri
Punya perbedaannya masing-masing
Sama dengan sepatu anda sama dengan sandal anda
Sepatu anda sandal anda
Kanan dan kiri berbeda
Tetapi saling melengkapi
Kalau sandal anda
Sepatu anda kanan semua
Tidak bisa dipakai
Kalau sepatunya kiri semua
Tidak bisa jalan
Kanan dan kiri
Perkahwinan itu adalah saling melengkapi
Seperti sepatu kanan
Dan sepatu kiri
Tidak bisa disamakan
Yang ada hanyalah saling pengertian
Saling pengertian di dalam dhamma
Bisa muncul
Kalau kita mau
Kerelaan
Mau berdana
Saya memilih pasangan saya ini
Hanya sekali
Dan saya memilih pasangan saya ini
Adalah untuk selamanya
Saya harus bisa
Membahagiakan dia
Nah inilah sebetulnya
Kunci yang paling pokok
Karena kalau saya melihat
Di dalam kehidupan
Berumah tangga
Kalau nanti saya memberikan teori yang muluk-muluk
Anda malah mengatakan
Teori muluk-muluk
Sehingga dia belum praktek
Tetapi mungkin saya akan lebih
Lebih suka
Kita akan menekankan pada
Tanya jawab
Sehingga mungkin
Apa yang saya sampaikan pada
Awal pertemuan kita ini
Sebetulnya adalah merupakan
Pokok dasar saja bahwa
Perkahwinan akan menjadi bahagia
Adalah kalau ada keinginan untuk berdana
Keinginan untuk memberi
Kerelaan kepada pasangan kita
Tetapi yang saya ingin lebih
Dapatkan adalah
Tanya pertanyaan anda
Yang mungkin menjadi kasus-kasus
Yang pernah anda temui di dalam masyarakat
Tidak harus anda
Tanya itu menjadi problem anda
Mungkin itu problem di dalam masyarakat
Yang anda temui
Pada saat itulah kita bisa
Studi kasus yang mungkin akan
Lebih banyak memberi manfaat
Untuk kehidupan anda
Berumah tangga
Karena itu kalau tadi
Ibu Nina mengatakan saya harus
Memberikan ceramah selama
45 menit
Saya kira saya memberikan pendek saja
Karena saya akan lebih menekankan kepada
Tanya jawabnya
Yang tentunya akan membawa manfaat untuk kita
Karena itu inti perkahwinan
Supaya bahagia sebetulnya
Adalah kerelaan
Bukan hanya kerelaan materi
Karena banyak orang mengatakan
Sudahlah pokoknya aku pergi
Terus yang penting duit dirumah selalu
Ada
Banyak pasangan rumah tangga
Tidak bahagia karena
Demikian dia mengatakan
Aku bukan butuh duit
Aku yang butuh adalah orangnya disini
Aku butuh kasih sayangnya
Inilah yang disebut kerelaan juga
Karena itu
Anda siapkan kertasnya ada kertasnya
Sudah punya kertas untuk
Tanya jawab apa anda mau tanya langsung
Saya akan kasih kesempatan
Karena itu saya kembalikan
Kepada pembawa acara
Untuk memberi kesempatan
Mereka bertanyakan
Terima kasih
Lanjut Menjelajah
Tiga KeranjangTelusuri sumber Dhamma dalam TipitakaBunbunTemukan penjelasan dan kisah Dhamma lainnya